Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah masyarakat Pati yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat Pati bertemu pimpinan DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan itu, masyarakat Pati meminta agar dilakukan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

"Bentuk sebuah keresahan, sekali lagi keresahan. Saya tidak akan panjang lebar yang pertama poin yang akan kami sampaikan terkait dengan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset. Sampai sejauh mana bapak-bapak, ibu-ibu, wakil ketua DPR RI walaupun sebenarnya ada di Komisi III biar kami tahu sampai sejauh aman pembahasannya," ujar perwakilan masyarakat pati.

Baca Juga Forum Komunikasi Rakyat Pati Datang ke DPR, Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687224/forum-komunikasi-rakyat-pati-datang-ke-dpr-dorong-percepatan-ruu-perampasan-aset-sapa-malam

#breakingnews #dpr #pati

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687233/temui-pimpinan-dpr-masyarakat-pati-desak-segera-sahkan-ruu-perampasan-aset
Transkrip
00:00Jadi ini bentuk sebuah keresahan kami.
00:02Kami bergabung dalam forum komunikasi rakyat badi.
00:07Karena bentuk sebuah keresahan, sekali lagi keresahan.
00:11Jadi saya tidak akan panjang lebar.
00:14Yang pertama, poin yang akan kami sampaikan terkait dengan
00:24Percepatan Pengesahan RUU Perangasan Asyad.
00:32Sampai sejauh mana
00:35Bapak-bapak, Ibu-ibu, Wakil Ketua DPRKB hari ini
00:41Walaupun sebenarnya ada di Komisi 3
00:43Paling tidak, biar kami tahu sampai sejauh mana pembahasannya.
00:48Itu poin yang pertama.
00:52Poin kedua
00:55Saya butuh bapak-bapak, Ibu-ibu yang berhormat
00:58Untuk mendorong, Pak, para APH yang ada di wilayah kami.
01:06Khususnya kompilis yang
01:10Sudah satu tahun kami diacak-acak
01:12Di media sosial yang tidak tahu kebenarannya
01:16Yang masih disangsikan kebenarannya.
01:18Kami menuntut ketegasan
01:23Seperti contoh, sebelum tanggal 13 kemarin
01:27Somberuluk itu di tengah alun-alun, Pak, sampai jam 12 malam.
01:31Kami resah.
01:34Kedua kantor DPRD diacak-acak sampai malu.
01:38Ada apa ini?
01:41Jadi kami menuntut adanya sebuah ketegasan dari aparat peningkat hukum, khususnya APH yang ada di Kabupaten Pak.
01:53Beberapa kali kami sampaikan, tolong APH tegas.
01:57Tolong APH tegas.
01:58Tapi apa yang terjadi?
02:00Dan itu selalu terjadi, selalu terjadi.
02:02Ada semacam pembiaran.
02:04Apakah ini ada segala itu apa?
02:07Kenapa alam negara ini kalah dengan sekompa kecil orang yang ada di Kabupaten Pak.
02:13Kami masyarakat LSM all must resah.
02:18Resah sekali.
02:20Sudah satu tahun kami diacak-acak seperti ini.
02:23Walaupun sebenarnya kami tidak akan takut.
02:26Tapi kami lebih mengedepankan pada prinsip dialog.
02:31Jadi itu dua poin yang saya sampaikan terkait dengan percepatan atau perlepasan aset sampai sejauh mana pembahasannya.
02:41Terus yang kedua terkait dengan APH yang ada di daerah kami.
02:47Jadi kami perlu support itu.
02:50Kami berada-ada mengingatkan tapi selalu terpulang dan selalu terpulang.
02:55Terus selanjutnya ada poin yang ketiga.
02:57Perlu adanya sebuah regulasi.
03:02Mungkin ini di kondisi satu ya kaitan dengan media sosial.
03:11Konten-konten kreator.
03:14Jadi gorengannya itu sampai media resmi kalah.
03:18Hak-haknya luar biasa.
03:21Padahal yang ada di lapangan mereka-mereka paling 10 orang, 7 orang.
03:26Tapi ketika sudah konten kreator ini sudah bermain.
03:30Jadi seolah-olah-olah ini parti jelek selalu negatif, selalu negatif.
03:36Kami perlu adanya sebuah regulasi yang mengatur itu.
03:40Sampai media yang berizin pun kalah secara pemberitaan.
03:45Tidak akan didengar.
03:47Jadi tiga poin itu yang perlu kami sampaikan.
03:51Selanjutnya mungkin dari tokoh nelayan, Pak Agung, yang akan menambahkan kaitan dengan isu-isu nasional maupun isu lokal yang ada
03:59di parti.
03:59Begitu, Pak.
04:01Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:03Waalaikumsalam.
04:04Terima kasih, Pak.
04:06Kita bersilakan, Pak.
04:10Dari...
04:12Terima kasih.
04:16Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:18Yang saya hormati, Dr. Haji Cucuna Ahmad Samson Rizal dan Ibu Insinyur Hajah Sari Yulianti dan mohon maaf Bapak Andri.
04:35Saya perwakilan dari nelayan Kabupaten Parti, Bapak.
04:43Ijin menyampaikan, dengan adanya keresahan yang hanya segelindir orang,
04:55kita nelayan Kabupaten Parti sangat terasa dampaknya.
05:03Dari investor-investor yang akan masuk, semuanya ketakutan akan Kabupaten Parti.
05:13Mohon dari Bapak semuanya, perwakilan kita,
05:23minta turun ke lapangan, turun ke parti, lihat ini parti.
05:29Keadaan parti yang sebetulnya cinta, damai, ramah, ingin kita kondusir semuanya.
05:40Tapi dengan adanya segelindir orang,
05:43yang mengatasnamakan rakyat parti,
05:47membuat kita sangat-sangat tidak beradab.
05:55Mohon, sekali lagi, ini dari kami, kelompok nelayan,
06:03minta perhatian jenengan semua,
06:09pemerintah Republik Indonesia,
06:13karena Kabupaten Parti merupakan
06:15lumbung perikanan Indonesia.
06:21salah satu basis penyumbang program pemerintah dalam gisi,
06:31ini kami dari nelayan semuanya melalui protein yang tinggi di perikanan.
06:41Mohon, sekali lagi, terima kasih sebelumnya,
06:49biar ada perhatian khusus untuk kami, masyarakat parti.
06:54Terima kasih, dan akan serahkan Bapak.
07:21Terima kasih, Pak.
07:27dari Kota, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan