00:01Kalau untuk bantuan belum ada sama sekali, dari obat-obat, apalagi kami hanya bangun tenda tengah malam dingin-dingin,
00:12sementara ada bayi juga itu yang kami rasa tidak nyaman.
00:22Jauh ini bantuan baik dari pemerintah, dari LSM atau lembaga-lembaga lain belum sampai di desa kami.
00:30Jauh ini bantuan baik dari pemerintah, dari LSM atau lembaga lain belum sampai di desa kami.
00:59Sang ibu melahirkan melalui operasi sesar di tenda darurat yang didirikan di RSUD Airamo di Kabupaten Nagikeyo.
01:13Saat mengungsi seorang ibu hamil harus melahirkan melalui menjalani operasi sesar di kondisi darurat.
01:20Namun karena rumah sakit Airamo terdampak gempa, sang ibu terpaksa melahirkan di tenda yang didirikan di dekat rumah sakit.
01:28Meski dengan fasilitas terbatas, sang anak bisa lahir dengan selama.
01:32Keluarga pun senang di tengah gempa sesulan yang masih melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.
01:42Aduh, DT kan karena cemas atau bisa atau tidak, karena dengan alat seadanya operasi juga di depan pintu masuk,
01:54dengan gempa yang getar juga berjalan terus.
02:05Pertugas gabungan mengevakuasi sejumlah warga korban akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.
02:13Medan yang sulit dan sejumlah jalan yang longsor akibat gempa membuat petugas mengevakuasi korban melalui jalur udara.
02:21Petugas menggunakan helikopter milik Basarnas untuk membawa korban yang terluka hingga patah tulang.
02:27Korban yang berada di wilayah Lambaleda, Nanggarai Timur ini dibawa ke rumah sakit komodo Labuan Bajo untuk mendapat penanganan lebih
02:36lanjut.
02:51Sementara itu kantor Sar mau merek bersama Basarnas mengevakuasi jenazah relawan kemanusiaan yang meninggal saat menjalankan misi penanganan yang mengguncang
03:00NTT.
03:00Korban diketahui bernama Ahmad Zaki Ali berusia 38 tahun, pendiri relawan gerak bareng.
03:07Almarhum dilaporkan meninggal akibat kelelahan saat mendistribusikan bantuan.
03:12Jenazah relawan dibawa dari Lambaleda ke Labuan Bajo menggunakan helikopter milik Basarnas.
03:28Memantau kondisi terkini korban gempa, kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan
03:33bersama juru kamera Andika Pratama yang berada di wilayah Reo, Nusa Tenggara Timur.
03:38Jona, di tempat Anda melaporkan sekarang bagaimana keadaannya pasca gempa di sana?
03:46Saya berada di kampung Jengok di Pagal, Cibal, Kabupaten Manggara NTT.
03:52Ini merupakan satu dari ada mungkin sekian daerah yang bisa dikatakan masih terisolir.
03:59Bisa dibayangkan saya menemukan lokasi ini sebenarnya secara tidak sengaja.
04:02Jadi ketika saya sedang ingin buang air kecil, saya melihat ke bawah dan ternyata masih ada yang menggunakan tenda darurat.
04:11Jadi kalau Anda melihat ke atas, ini mungkin kurang lebih sekitar 10-15 meter.
04:15Ini berada di pinggir jalan besar dan lokasinya ada di lereng, bisa dikatakan begitu.
04:21Jadi kami pun bisa live pun menggunakan bantuan starting, dikarenakan memang sinyalnya tidak terbaik.
04:27Jadi di rumah ini, bahkan untuk mandi pun itu masih menggunakan MCK darurat.
04:34Jadi bisa dibayangkan selama seminggu pasca gempa, mereka tidak bisa masuk ke rumah dikarenakan masih sering potensi gempa susulan.
04:44Jadi menggunakan seadanya.
04:46Untuk tinggal pun ini menggunakan tenda darurat seperti ini.
04:51Jadi pemerintah daerah atau pemerintah kabupaten bisa memberikan bantuan mungkin ke kampung jaga ini.
04:58Dikarenakan masih banyak yang belum menerima bantuan.
05:01Di kampung ini ada 40 keluarga dan mayoritas kami melihat kurang lebih juga sama kondisinya di terpal seperti ini.
05:07Dan membutuhkan bantuan tidak hanya makanan tapi juga seperti selimut dan kebutuhan lain.
05:12Yaitu saja dalam rangka menjaga higienitas.
05:15Nah, saya akan berbincang dengan Pak Laurentius ya.
05:20Pak Laurentius ini adalah pemilik di rumah yang berada di bawah di layar bukit ini.
05:25Pak, apa kabar?
05:27Baik, Pak.
05:28Baik, ya.
05:28Ini kan pasca gempa ya, sudah satu minggu.
05:31Kalau kita melihat distribusi logistik ini kan belum rata.
05:37Nah, kalau Bapak sendiri, apa bantuan yang Bapak butuhkan?
05:40Bantuan yang kami butuhkan itu Pak, yang pertama untuk terpal, yang kedua makanan, yang ketiga untuk selimut, terus bersama kebutuhan
05:56-kebutuhan yang lain untuk butuh dalam rumah tangga gitu Pak.
05:59Nah, karena itu memang kita belum mencukupi itu tuh.
06:04Dari pihak kampung atau mungkin dari pihak kecematan kelurahan ya, sudah ada nggak yang memberikan bantuan?
06:11Belum ada, Pak.
06:12Kalau dari paruhki memang sudah ada, tapi dari kelurahan belum.
06:18Kalau Bapak sendiri ini ada berapa anggota keluarga?
06:23Kalau di sini ini ada tiga kepala keluarga di dalamnya, tiga rumah juga yang kelepak belakang ini, Pak.
06:30Jadi ketika gempa bumi, posisi Bapak di rumah atau di ladang apa di mana?
06:35Kalau posisi gempa pertama itu Pak, kita selagi bangun tidur Pak pagi-pagi.
06:41Nah, begitu.
06:42Terus dari pagi sampai, pokoknya setelah terusnya kita di jalan raya, Pak.
06:49Setelah itu berhenti sedikit baru kita buat ini tenda ini.
06:54Tiga malam di sini, Pak, baru mereka sudah tidak tahan, akhirnya mereka lari ke pagal.
07:00Saya sendiri di dalam rumah sini, Pak.
07:02Ya.
07:02Pak, ini mungkin ada pertanyaan juga mungkin dari banyak orang.
07:05Mengapa Bapak memilih mengungsi mandiri, Pak?
07:07Kenapa kau mungkin tidak bergabung atau mungkin tidak mengetahui atau mungkin seperti apa?
07:13Maka saya tidak mau mengungsi bergabung, Pak.
07:15Saya masih jaga saya punya lingkungan, jaga saya perumah, takutnya saya perumah robos supaya saya bisa lihat dengan mata kepala
07:23sendiri saya begitu, Pak.
07:24Pak, ini boleh diulang lagi.
07:27Barangkali mungkin ada pemerintah yang mendengar.
07:29Bantuan apa yang prioritas yang Bapak sekiranya butuhkan?
07:33Yang pertama itu, Pak, yang apa saya bilang tadi untuk tenda.
07:37Yang kedua, beras.
07:38Yang ketiga, segala untuk kebutuhan rumah tangga, pokoknya semua untuk perlengkapan, itu yang saya butuh, Pak.
07:50Ya, semoga ada bantuan yang diberikan, Pak, ya.
07:55Jadi, biar mungkin tidak hanya Bapak, tapi juga dari lain.
07:58Nah, untuk akses, Pak, memang kan kalau kita lihat kan cukup sulit, ya.
08:01Tidak terlihat, ya, seperti ini.
08:04Ada nggak, Pak, mungkin dari unsur BPBD atau mungkin dari unsur, mungkin dari kelurahan atau kecamatan yang sebenarnya sempat melihat,
08:10gitu, seperti ini?
08:11Melihat apanya, Pak?
08:12Mungkin kayak, oh, ada kampung, di kampung di sini ada butuh bantuan.
08:15Belum ada satupun yang melirik atau melihat langsung?
08:17Sudah, Pak. Sudah ada dari kelurahan itu hari.
08:20Kelurahan sendiri yang datang waktu itu.
08:23Terus, ya sudah informasi ke sana, tidak tahu hasil akhirnya ke sana itu, tidak tahu bagaimana-bemana.
08:31Tapi belum ada, apa namanya, istilahnya ada bantuan satu apapun dari kelurahan, belum ada.
08:38Kalau di kampung ini, Pak, kan ada 40 kepala keluarga, ya, Kornebiya.
08:42Kalau untuk jumlahnya berapa, Pak? Bapak tahu, kurang lebih?
08:44Apanya, Pak?
08:45Kan 40 kepala keluarga, mungkin untuk jumlah anggota, ya, jumlah manusia.
08:50Sudah tahu juga, Pak.
08:51Aku juga tidak tahu, karena dari yang kecil sampai tua, sekarang saya juga kurang tahu.
08:55Sudah sekitar 200 sahab, Pak, Kornebiya.
08:57Nah, jadi ini rumah Bapak ini?
08:58Iya, iya.
08:59Wah, kita akan coba melihat, Pak, ya, dari dekat, ya.
09:01Jadi, bisa dibayangkan, dengan kondisi seadanya, bahkan karena masih banyak potensi gempa susulan,
09:10masih harus tinggal di tenda.
09:13Oh, ini listrik sudah masuk, Pak, ya?
09:16Ya, inilah kondisi realita yang ada di Kabupaten Manggarai, khususnya mungkin ada di kampung ini.
09:23Dan saja ini membutuhkan bantuan dari pemerintah, agar mereka sendiri juga bisa hidup lebih baik, dalam artian adalah supaya mereka
09:33tidak terlalu trauma,
09:34ataupun mungkin tidak terlalu stres, dikarenakan memang potensi gempa susulan masih terasa.
09:38Selama beberapa hari saya di sini, saya keliling mulai dari Sika sampai ke arah Manggarai, terasa sekali potensi gempa atau
09:46gempa itu sering terjadi.
09:47Jadi, memang hal-hal seperti ini menimbulkan trauma di masyarakat.
09:51Jadi, memang dibutuhkan tidak hanya distribusi logistik seperti makanan, ataupun seperti selimut dan obat-obatan,
09:57tapi juga dibutuhkan trauma healing ya, seperti dokter, ataupun medis, atau seperti apa,
10:03sehingga mereka ketika ada keluhan pun, atau penyakit, mereka bisa datang.
10:07Dan tentu saja ini merupakan satu langkah nyata, adanya kehadiran pemerintah, khususnya di gempa bumi ini.
10:15Audrey?
10:15Ya, dari laporan Jonaha Monangan menceritakan, sudah ada pendataan warga terdampak korban gempa NTT,
10:21namun memang bantuan belum merata sampai ke setiap lapisan masyarakat di sana.
10:26Terima kasih laporannya jurnalis Kompas TV, Jonaha Monangan.
10:30Saudara, dana kemanusiaan Kompas terus membuka dompet kemanusiaan untuk bisa menampung bantuan pemirsa Kompas TV
10:38yang hendak meringankan derita korban gempa di Nusa Tenggara Timur.
10:42Bantuan dapat ditransfer ke rekening yayasan dana kemanusiaan Kompas di rekening BCA
10:48dengan nomor 0123-021433,
10:53atau bisa juga melalui kiris dengan memindai kode QR di pojok kanan layar.
11:01Saudara, usai jeda, Kompas Petang akan kembali hadir dengan informasi sebuah mobil menabrak dua pengendara motor
11:07di bertigaan jalan Dharma Husada Indah Surabaya.
Komentar