Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tim medis di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mulai kelelahan menangani pasien di tengah keterbatasan fasilitas dan cuaca dingin.

Pelayanan RSUD Ruteng masih dilakukan di tenda-tenda darurat karena bangunan rumah sakit mengalami kerusakan akibat gempa.

Kondisi tersebut membuat tim medis mulai mengalami kelelahan. Terlebih, RSUD Ruteng menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi warga terdampak gempa dari tiga kabupaten.

Cuaca dingin juga turut menjadi tantangan bagi para tenaga medis yang harus tetap memberikan pelayanan kepada pasien di tenda darurat.

Sementara itu, penyintas gempa di Kelurahan Karot, Ruteng, Kabupaten Manggarai, mengeluhkan minimnya bantuan dari pemerintah.

Salah seorang warga, Donatus, mengatakan rumahnya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Kabupaten Manggarai.

Namun, ia bersama 30 kepala keluarga lainnya baru menerima bantuan berupa satu tikar dan satu terpal.

Donatus kini tinggal di tenda yang dibangun secara mandiri dan mengandalkan bantuan dari warga lainnya.

Beralih ke Kabupaten Sikka, akses menuju Pulau Palue yang sempat terisolasi pascagempa kini mulai terbuka. Bantuan juga mulai didistribusikan kepada warga terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan bantuan akan terus ditambah karena kebutuhan warga masih besar.

Penyaluran bantuan dimaksimalkan melalui jalur laut dan udara untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

BNPB juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah warga terdampak gempa, mulai dari Rp15 juta untuk rumah rusak ringan hingga Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Baca Juga Update Karhutla Kalbar, BNPB: Terdeteksi 198 Titik Api | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/686920/update-karhutla-kalbar-bnpb-terdeteksi-198-titik-api-sapa-malam

#ntt #gempa #gempabumi #korbangempa #bnpb

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686922/penyintas-gempa-di-ntt-keluhkan-minimnya-bantuan-tenaga-medis-mulai-kelelahan-kompas-malam
Transkrip
00:00Selamat menikmati
00:58Selamat menikmati
00:59Selamat menikmati
01:58Selamat menikmati
01:59Selamat menikmati
02:32Selamat menikmati
03:03Selamat menikmati
03:32Selamat menikmati
04:01Selamat menikmati
04:03Selamat menikmati
04:26Selamat menikmati
04:29Ada satu tempat atau lokasi yang belum mendapatkan bantuan sama sekali
04:34Dan tadi akhirnya kami menyempatkan untuk mampir
04:37Dan sempat juga tadi live di petang hari
04:40Dan akhirnya kami memperlihatkan, menunjukkan bahwa tempat tersebut belum mendapatkan bantuan
04:45Dan menariknya adalah beberapa saat setelah kami memberitahu bahwa tempat itu belum mendapatkan bantuan
04:52Di malam hari bantuan langsung dikirim khususnya oleh pihak Angkatan Darat
04:57Yaitu dari pihak Koramil
04:59Di mana bantuan diberikan ini cukup beragam
05:02Mulai dari ada beras, telur, dan juga adanya mie instant
05:06Itu saja bantuan ini sangat diharapkan oleh masyarakat
05:10Apalagi kalau kita lihat ini sudah satu minggu
05:11Dan mereka sendiri juga masih menunggu atau mengungsi siar mandiri
05:16Dikarakan untuk menghindari adanya pencurian atau hal lain
05:19Nah terkait dengan adanya pengungsian ini
05:21Dari pihak Angkatan Darat sendiri membuka diri
05:25Bila mana ada informasi ataupun ada hal lain
05:28Sehingga masyarakat yang berada di wilayah flores
05:31Bila mana ada butuh bantuan bisa langsung mengontak
05:33Berikut pernyataan dari KPN Dam 9 Udayana
05:36Kolonel Infantri Amrizal Nasution
05:41Pimpinan Bapak Pang Dam 9 Udayana
05:44Melihat di salah satu media
05:47Bahwa ada masyarakat yang belum mendapatkan
05:50Sehingga kami tadi dihubungi
05:53Agar segera cepat merespon
05:55Titik mana masyarakat yang belum mendapatkan bantuan tersebut
06:03Baik
06:06Tadi cerita dari Jonah Hamonangan
06:09Tadi dapat langsung dari TNI
06:11Langsung memberikan pembantuan kepada daerah yang belum mendapatkan bantuan
06:14Kita bergeser dari Jonah dari Reok
06:17Kita bergeser ke Rutan NTT
06:19Ada Citos
06:19Selamat malam
06:20Citos
06:21Tadi tenaga medis sempat kelelahan
06:24Bisa Anda ceritakan seperti apa kondisi di sana Citos
06:27Selamat malam Ibrahim dan juga Saudara
06:29Memang kalau untuk kondisi kesehatan
06:32Ataupun pelayanan kesehatan di rumah sakit umum Ruting ini
06:38Dilayan oleh beberapa dokter umum
06:42Dan juga ratusan tenaga kesehatan begitu
06:46Dan memang kalau kita melihat rumah sakit umum ini
06:49Memang menjadi rujukan bagi tiga kabupaten
06:53Yang memang pastinya cukup banyak
06:55Dan saat gempat terjadi
06:58Mereka harus diungsikan ke tenda-tenda darurat
07:01Dan memang di tenda-tenda darurat inilah
07:04Yang membuat para pasien ataupun para nakes ini
07:07Kelelahan karena memang cuaca yang begitu dingin
07:11Sampai saat ini saja
07:13Cuaca di kota Ruting itu 18 derajat
07:16Dan ini cukup menyulitkan
07:17Baik pasien maupun para nakes yang bertugas di luar ruangan
07:21Karena memang kalau kita lihat perbedaan di dalam ruangan
07:24Dan juga di luar ruangan itu cukup berbeda
07:26Baik dari segi fasilitas kesehatan
07:28Dan juga kenyamanan baik para pasien
07:32Maupun dari para nakes sendiri
07:34Dan kalau kita lihat sampai saat ini
07:37Memang masih pelayanan itu masih dilakukan di luar ruangan
07:41Dengan menambah beberapa tenda yang sudah mulai diatur secara baik
07:45Artinya sudah mulai ada penghalang
07:47Sehingga pada malam hari cuaca dingin tak begitu dirasakan oleh para pasien
07:51Dan juga para nakes
07:52Dan sampai saat ini pula
07:54Fasilitas-fasilitas kesehatan yang tertimpa oleh gempa pada tanggal 15 kemarin
08:00Mulai dibenahi, mulai didatangkan kembali
08:03Baik itu obat-obatan maupun fasilitas pendukung
08:06Di tiap-tiap tenda yang memang sejak tanggal 15 itu
08:10Beberapanya tertimpa reruntuhan bangunan
08:13Baik, terima kasih untuk laporannya
08:16Cito Senatun dari Ruting
08:18Sebelumnya adalah John Ahmenangan dan juga Andika Pratama
08:21Dari Reok Nusa Tenggara Timur
08:24Selamat bertugas kembali rekan-rekan
Komentar

Dianjurkan