Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bantuan dan logistik untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur masih terus didistribusikan.

Sementara itu, pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng tetap berjalan meski gedung utama rumah sakit terdampak gempa.

Pasien rawat inap terpaksa dirawat di luar gedung menggunakan tenda darurat, sejumlah tenaga medis tetap memberikan pelayanan, termasuk 19 dokter umum dan tambahan dokter spesialis ortopedi untuk menangani pasien rujukan korban gempa dari berbagai wilayah.

#ortopedi #RSUDruteng #NTT #korbangempa

Baca Juga Pascagempa di NTT, Warga Desa Arus Masih Belum Dapat Bantuan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/686387/pascagempa-di-ntt-warga-desa-arus-masih-belum-dapat-bantuan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686396/terkini-kondisi-rsud-ruteng-ntt-terdampak-gempa-pelayanan-kesehatan-berlangsung-di-tenda-darurat
Transkrip
00:00Bantuan dan logistik untuk korban gempa masih terus didistribusikan.
00:04Lalu bagaimana pelayan kesehatan pasca gempa?
00:06Kita tanyakan jurnalis Kompas TV Benediktus Aditya dan juru kamera Andika Pratama.
00:11Bene, soal kondisi kesehatan darurat, kesehatan di Ruteng Pasca Gempa, bagaimana kondisinya sejauh ini?
00:21Ya, Radi dan juga Saudara, selamat malam.
00:23Saat ini saya tengah berada di RSUD Ruteng, namun saya tidak berada di dalam gedung
00:28karena pelayanan kesehatan yang diberikan di RSUD Ruteng ini terpaksa harus dilayani di luar
00:35dan saya harus memakai masker untuk menjaga kesehatan, tidak menularkan penyakit ke pasien yang berada di sini.
00:41Nah, untuk melihat gambaran Radi, juru kamera Kompas TV Andika Pratama akan memperlihatkan bagaimana
00:47aktivitas pelayanan kesehatan pada malam hari ini di RSUD Ruteng,
00:52di mana kalau bisa Anda lihat Radi dan juga Saudara, ini untuk pasien rawat inap harus dilakukan di luar ruangan
01:01atau gedung RSUD, karena gedung RSUD sendiri terdampak akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus yang lalu
01:09sehingga secara darurat tenda-tenda pun harus didirikan.
01:13Namun yang kami lihat juga untuk tenda-tenda di sini, ini masih menggunakan tenda-tenda acara
01:19untuk belum memenuhi standar untuk tenda-tenda secara medis.
01:25Nah, kalau bisa Anda lihat juga ada beberapa keluarga yang tadi memang menunggu keluarganya
01:31yang sedang dirawat di rumah sakit ini, selain itu juga ada beberapa aktivitas kesehatan
01:38yang sedang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di sini.
01:42Selain dari rawat inap ini, tadi kami juga melihat di sebelah pintu masuk dari rumah sakit umum daerah Ruteng ini
01:52juga ada posko ataupun tempat pendaftaran sebelum nantinya pasien ini dilarikan atau dirawat begitu ya.
02:01Apakah nantinya pasien dirawat inap atau dirawat jalan.
02:05Nah, Radhi kalau bisa Anda lihat di sebelah kiri saya, ini merupakan gedung utama dari RSUD Ruteng
02:11yang sekarang ini kondisinya hancur, di mana banyak reruntuhan yang terjadi setelah gempa pada 15 Agustus lalu
02:23sehingga untuk total pelayanan atau aktivitas kesehatan ini harus dilakukan di luar gedung RSUD sendiri.
02:31Nah, kalau dari data yang kami terima memang di RSUD ini terdapat 19 dokter umum
02:39dan juga tambahan dokter spesialis ortopedi karena di RSUD ini juga menerima rujukan korban gempa dari berbagai wilayah
02:49sehingga kemarin dalam kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin ke RSUD Ruteng
02:55ini memerintahkan untuk membuat rumah sakit lapangan secara darurat dan ditambah dengan 8 dokter spesialis ortopedi
03:04juga beberapa tenaga kesehatan.
03:06Radhi.
03:07Ya, tadi Anda mengatakan bahwa saat ini kondisi pasien dirawat di tenda yang sebenarnya bukan standar medis
03:14sehingga dari laporan Anda ini tentu saja diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh otoritas
03:21untuk memberikan tenda yang layak dan sesuai standar medis agar para pasien di sana juga bisa menjalani perawatan dengan baik.
03:28Terima kasih Jurnalis Kompas TV Benediktus Aditya dan juga Juru Kamera Andika Pratama
03:33melaporkan langsung dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Komentar

Dianjurkan