00:00Bayangkan sebuah atap raksasa yang dulu dipenuhi ribuan lampu berkelip.
00:04Sekarang atap itu hanya menyisakan beberapa titik cahaya yang nyaris tak terlihat dan bukan karena bintang-bintang itu mati.
00:11Miliaran bintang di galaksi Bimas Sakti masih bersinar terang seperti jutaan tahun lalu tapi mata kita tak lagi bisa menjangkaunya.
00:18Jadi kalau bintangnya masih ada, mengapa langit malam kita semakin gelap tanpa hiasan?
00:24Fenomena ini bukan sekadar perasaan nostalgia masa kecil yang dilebih-lebihkan.
00:28Pada tahun 2016, sebuah studi yang dipimpin oleh Christopher Kiba dari GFZ German Research Center for Geosciences mengungkap fakta yang
00:37cukup mengkhawatirkan.
00:39Setiap tahun, langit malam di seluruh dunia menjadi rata-rata 2% lebih terang dari tahun sebelumnya.
00:45Dalam rentang waktu satu generasi manusia, jumlah bintang yang bisa dilihat dengan mata telanjang berkurang secara drastis dan nyata.
00:53Jadi siapa pelaku di balik hilangnya bintang-bintang dari langit kita?
00:57Jawabannya sederhana tapi mengejutkan, cahaya buatan dari lampu-lampu yang kita pasang sendiri.
01:04Fenomena ini dikenal sebagai polusi cahaya atau light pollution, yaitu pencemaran lingkungan akibat pencahayaan buatan yang berlebihan dan tidak terarah.
01:12Lampu jalan, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan lampu rumah kita semua berkontribusi menciptakan selimut cahaya yang menutupi langit malam secara
01:21menyeluruh.
01:22Untuk memahami bagaimana ini terjadi, kita perlu tahu apa yang terjadi pada cahaya saat naik ke langit.
01:28Ketika lampu menyinar ke atas, foton-foton itu bertabrakan dengan molekul udara dan partikel debu di atmosfer, lalu tersebar ke
01:35segala arah.
01:36Proses ini disebut hamburan relay, dan efeknya seperti menyalakan lampu sorot raksasa di dalam kamar gelap yang membuat segalanya tampak
01:44terang merata.
01:45Langit malam yang seharusnya hitam pekat berubah menjadikan fas oranya kekaburan yang menelan cahaya bintang yang lemah.
01:52Sebagai gambaran, langit di pedesaan yang minim polusi cahaya memiliki kecerahan sekitar 21 magnitudo per arseken persegi yang merupakan batas
02:00kegelapan alami.
02:02Tapi di pusat kota besar seperti Tokyo atau New York, kecerahan langit malam bisa melonjak hingga 16 magnitudo, artinya langitnya
02:10ribuan kali lebih terang dari kondisi alaminya.
02:12Perbedaan ini cukup untuk menghapus hampir semua bintang dari pandangan kita.
02:17Dan dampaknya jauh lebih besar dari sekadar kehilangan pemandangan indah di malam hari.
02:22Polusi cahaya mengganggu ekosistem secara masif, terutama bagi hewan nokturnal yang bergantung pada kegelapan untuk bertahan hidup.
02:30Burung yang bermigrasi menggunakan cahaya bintang dan bulan sebagai kompas alami, namun ribuan burung setiap malam tersesat dan menabrak gedung
02:38-gedung pencakar langit yang menyala terang.
02:40Penyulaut yang baru menetas secara naluriah menuju cahaya bulan untuk mencapai laut, tapi lampu pantai dari hotel dan restoran menarik
02:47mereka ke arah yang salah menuju jalan raya.
02:51Bahkan serangga penyerbuk seperti kunang-kunang yang mengandalkan cahaya tubuhnya untuk menarik pasangan kini, kalah bersaing dengan terangnya lampu taman
02:58dan billboard iklan.
03:00Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa populasi serangga terbang di area berpolusi cahaya turun hingga 75% dibandingkan area gelap.
03:09Itu artinya rantai makanan dan penyerbukan tanaman ikut terancam secara serius.
03:14Dan ini yang paling menyentuh, kita sebenarnya kehilangan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar pemandangan malam.
03:20Selama ribuan tahun, langit berbintang telah menginspirasi filsuf, penyair, navigator, dan ilmuwan di seluruh peradaban manusia.
03:29Bintang-bintang itu yang mendorong Galileo mengarahkan teleskop pertamanya ke langit dan mengubah pemahaman kita tentang alam semesta selamanya.
03:37Tapi sekarang, mayoritas anak-anak yang tumbuh di kota besar tidak pernah benar-benar melihat galaksi bima sakti dengan mata
03:44kepala mereka sendiri.
03:46Sebuah survei oleh Globe at Night menemukan bahwa di Eropa dan Amerika Utara, 80% populasi hidup di bawah langit
03:53yang tercemar cahaya parah.
03:55Kita secara tidak sadar sedang memutus hubungan manusia dengan alam semesta yang sudah berlangsung sejak peradaban pertama lahir di bumi
04:02ini.
04:03Terima kasih sudah menyimak sampai akhir dan semoga cerita ini membuatmu sedikit lebih sadar tentang langit di atas kepala kita
04:10setiap malam.
04:11Polusi cahaya memang terdengar seperti masalah kecil, tapi dampaknya menyentuh ekosistem, budaya, dan cara kita memandang alam semesta.
04:19Kalau menurutmu, langit berbintang adalah sesuatu yang layak dipertahankan untuk generasi mendatang,
04:25tulis di kolom komentar langit malam apa yang paling kamu rindukan dari masa kecilmu.
04:30Jangan lupa tekan like kalau video ini bermanfaat dan bagikan ke teman-teman yang mungkin belum tahu tentang ini.
04:36Dan subscribe ke channel ini supaya kita bisa terus menjelajahi misteri-misteri menarik tentang dunia di sekitar kita.
04:43Sampai jumpa di video berikutnya dan semoga malam ini kamu sempat melihat ke langit.