Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian Sutrimo kembali menjadi sorotan di tengah kasus yang menjerat Febrie Adriansyah. Dalam dialog yang melibatkan Komjen (Purn) Susno Duadji, penasihat hukum Febrie Firman Wijaya, kriminolog Thomas Sunaryo, analis senior Drone Emprit Rizal Nova Mujahid, beri pandaan bahwa banyak berbagai pandangan mengenai posisi Sutrimo dalam pusaran kasus tersebut.

Salah satu pernyataan yang paling mencuat datang dari Rizal Nova yang menyebut Sutrimo bisa saja dipandang sebagai salah satu pion atau bahkan salah satu pesan, sementara Susno membuka kemungkinan adanya pihak ketiga yang ingin mengalihkan isu.

Baca Juga Blak-Blakan! Kuasa Hukum-Pakar Bicara Ekshumasi Sutrimo Konspirasi Kasus Febrie? di https://www.kompas.tv/video/685668/blak-blakan-kuasa-hukum-pakar-bicara-ekshumasi-sutrimo-konspirasi-kasus-febrie

Di sisi lain, Firman Wijaya menegaskan Sutrimo bukan saksi maupun saksi kunci dalam perkara Febrie dan meminta agar dugaan tidak mendahului pembuktian.

Thomas Sunaryo menyoroti sejumlah pertanyaan dalam proses awal penanganan kematian Sutrimo, sedangkan Sugeng Teguh Santoso menilai pertarungan antar-elite penegak hukum sudah berlangsung jauh sebelum kasus ini mencuat.

Lantas, apakah Sutrimo benar hanya pion dalam pertarungan yang lebih besar, atau kematiannya berdiri sebagai perkara tersendiri?

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/685671/susno-kriminolog-hingga-drone-emprit-soal-sutrimo-salah-satu-pion-di-kasus-febrie-adriansyah
Transkrip
00:00Ya, Pak Susno, jadi menurut Anda apakah kasus Sutrimo ini merupakan upaya pengalian isu yang menjerat ex-jumpetsus?
00:09Bisa jadi ya.
00:11Bisa jadi? Alasannya?
00:13Alasannya, Pak, selama ini kan melihat pemberitaan di diagram tadi kan banyak beritanya ke Pak Febri.
00:21Persoalannya adalah apakah yang nyuruh ngalihkan isu ini Pak Febri atau bukan?
00:26Nah, itu tidak secepat. Itu kita ngambil kesimpulan.
00:28Karena di dalam perkara Pak Febri ini ada banyak pihak yang merasa terikut, terseret, atau terlibat.
00:36Atau memang justru dia otaknya gitu kan. Bukan Pak Febri otaknya.
00:41Tadi sudah disampaikan analisa intelijen gitu kan.
00:44Karena apa? Dia sampaikan mengapa perkara ini belum selesai di Polri kok bisa bergeser.
00:49Dan menggesernya itu harinya hari Sabtu.
00:52Itu bukan hari ofisial itu, hari Sabtu.
00:55Buat berita acara aja belum selesai.
00:59Mendeteksi barang sitaan itu asli apa palsu juga belum selesai.
01:05Masnya apa itu bukan mas asli apa itu kok terburu-buru.
01:09Nah, ini dewa apa yang bisa menggerakkan ini?
01:12Nah, itu kan berarti menandakan bahwa perkara ini bukan besar dari segi jumlahnya, tapi besar dari segi apanya.
01:21Nah, itu artinya ada orang pihak ketiga yang ingin mengalihkan isu ini.
01:26Bukan Pak Febri-nya.
01:28Saya sependapat dengan Pak Rajasa.
01:30Apalagi beliau intelijen ya.
01:33Ada intelijen, jadi gak tau lah intelijen ordal atau intelijen gimana ini.
01:39Jadi jelas, bisa jadi gitu.
01:41Nah, sekarang dalam mengalihkan isu ini, seperti ini.
01:46Nah, ini bisa merugikan juga untuk Pak Febri ya.
01:50Kalau itu Pak Febri gak terlibat, dia merugikan dia.
01:54Nah, ini bisa untuk itu.
01:56Tetapi apapun yang kita duga-duga oleh netizen, termasuk oleh saya ya, kita tunggu sabar hasil otopsi.
02:05Oke, baik. Coba saya ke Pak Firman.
02:07Pak Firman, dengan rumor adanya pengalian isu ini, apakah memang ada dugaan ada pihak yang menginginkan klien Anda untuk diam?
02:15Ya, saya merespon langsung ya.
02:18Supaya tidak ada bias fakta atau informasi.
02:20Pertama, sebenarnya di dalam daftar saksi, baik di Kortas maupun di Kejaksana Goa, itu beliau bukan saksi, apalagi saksi kunci.
02:32Calon saksi juga bukan?
02:34Ya, jadi juga soal pekerjaan.
02:38Ini tambangin rasa saya hormat kepada pengacara Goaan.
02:42Tidak pernah ada penugasan soal tambang itu.
02:47Kemudian yang kedua juga, beliau itu menjaga sebenarnya di pos ronda itu yang sebenarnya menjaga itu banyak.
02:54Ya, jadi bahkan atas kemauan sendiri sebenarnya.
02:57Ini informasi sebenarnya dari keluarga.
02:59Dan memang tidak pernah beliau, Pak Febri itu menyuruh untuk kembali ke Jakarta.
03:05Jadi sebenarnya dalam konteks informasi, saya setuju dengan Pak Susana Taji tadi,
03:10bahwa ya jangan sampai fabricate informasi menjadi fabricate case.
03:15Tidak semua fabric informasi, kemudian jadi fabric kasus.
03:19Artinya menjadi kasus apa, kasus apa, dan sebagainya.
03:22Marilah kita konsentrasi saja kepada pembuktian secara scientific evidence.
03:27Itu yang saya katakan, kita berperasangka boleh.
03:29Tapi perasangka itu tidak boleh melebihi atau mendahuli pembuktiannya.
03:33Itu kan prinsip peraduga bersalah.
03:36Yang hanya boleh dimiliki oleh penegakum,
03:39tapi juga kemudian menjadi peraduga tidak bersalah jika pembuktiannya tidak menunjukkan hal semacam.
03:44Kelayanan ini merupakan graffiti oleh dari kasus ini.
03:48Jadi menurut Anda sendiri, apakah kasus Sutrimo ini merupakan sebuah pertanda
03:52bahwa ada yang ingin klien Anda diam?
03:56Pertanyaan saya yang tadi.
03:57Saya rasa kami belum melihat ada kaus saverban
04:02atau relasi yang kuat terkait dengan persoalan kasus beliau.
04:07Ini kalau dalam istilah sebagai obi terdikta atau bagian yang menjadi lingkaran kasus,
04:13ternyata juga tidak.
04:14Sampai hari ini pun proses pemeriksaan masih berjalan.
04:17Jadi mohon maaf, kalau ini dikatakan ada terjadi obstruction of justice.
04:21Itu biasanya pending judicial process.
04:23Jadi penyidikannya tetap berjalan.
04:25Kemudian pending persecution.
04:27Penuntutannya, kemungkinan ya kita tidak tahu seperti apa.
04:30Tapi yang jelas pending proses tidak terjadi di dalam hal ini.
04:33Hanya sebagai warga negara, hak untuk mendapatkan perlakuan yang fairness
04:40ya hanya melalui instrumen praperadilan itu.
04:43Dan di dalam pasal 91-nya memang ditegaskan
04:45dalam melakukan penyidikan tidak boleh menimbulkan prasangka
04:49kepada seseorang tersangka.
04:52Pak Thomas, tadi disampaikan oleh Pak Firman
04:54bahwa Pak itu bukalah saksi apalagi saksi kunci.
04:59Jadi menurut Anda apakah memang benar kasus Sutrimo,
05:01kasus upaya pengalian isu?
05:03Bisa begitu, ya.
05:05Dengan landasan?
05:07Dengan landasan.
05:09Karena kan ini juga kompas TV ya.
05:16Mengangkat itu, konspirasi tingkat tinggi.
05:19Dan ini meminta ya bahwa dari forum ini ada.
05:24Dan saya pikir juga ada ya karena menurut keterangan yang beredar
05:31ya itu kan tidak yang pertama ada pengubahan kronologi yang dikedokteran.
05:39Dan yang lain juga, kenapa sampai rumah sakit ya begitu cepat mengkavani?
05:47Ya, biasanya itu diajukan dulu oleh rumah sakit Anda siapa?
05:52Itu keluarga baru boleh.
05:54Nah, kalau itu mencurigakan rumah sakit itu harus melaporkan kepada polisi.
06:00Ada catat prosedur menurut Anda?
06:02Ada.
06:03Ada?
06:03Ada.
06:03Ya, rumah sakit itu harus melaporkan.
06:05Kalau rumah sakit menduga.
06:07Dan rumah sakit sudah mengatakan ada busa.
06:10Dan busa ini bukan racun.
06:13Tapi di dalam tubuh kemungkinan ada berbagai macam racun.
06:16Ini kedokteran forensik yang membuka.
06:19Racun jenis apa?
06:22Nah, ini bisa kemungkinan tadi dikatakan.
06:26Apakah ini benar dibunuh atau karena penyakit?
06:31Dulu ada kasus di depan Salembah.
06:34Waktu itu masalah otopsi masih diambil oleh universitas ya.
06:39Lembaga Kriminologi Uwi.
06:41Belum di polisi.
06:43Tahun 80-an dulu masih ada kendaraan umum yang namanya Oplet.
06:47Itu tiba-tiba di depan Oplet ada orang jatuh.
06:51Nah, dugaan publik dan ini bahwa ditubruk oleh Oplet itu.
06:57Lalu diotopsi.
06:58Bahwa ini dia meninggal karena penyakit malaria yang akut.
07:03Dia menyebrang, tiba-tiba jatuh.
07:07Nah, ini ada dugaan kenapa?
07:09Tiba-tiba, buru-buru polisi itu diberitahukan oleh yang menemui Sutrimo di klinik.
07:19Dan dia ada busa.
07:23Terlambat.
07:23Terlambat.
07:24Dan dia mengaku sakit sekali.
07:27Apakah itu juga terjadi karena penyakitnya itu?
07:30Mas Nova, apakah juga terkait dugaan pengalihan isu kasus Febri ini seperti apa tangkapan netizen?
07:40Kalau publik, netizen sepertinya tidak melihat ini semata sebagai pengalihan isu.
07:45Tapi?
07:45Tetapi melihat ini bagian dari konspirasi.
07:49Terlambat lagi.
07:50Dugaan.
07:51Ini tidak bisa dilepaskan dari kasus Pak Febri.
07:55Dan harus dilihat dalam konteks itu.
07:58Kalau hanya pengalihan-pengalihan bahwa ini dan bukan hanya pengalihan tapi juga pesan agar jangan macam-macam dengan kasus Sutrimo
08:09bisa diperlakukan seperti itu.
08:10Itu faktanya atau data kami menunjukkan tidak terlalu banyak percahapan yang datang itu.
08:17Tetapi konsen publik balik lagi.
08:20Febri ini high level kasus.
08:24Jadi banyak sekali mungkin yang terlibat di sana.
08:27Level-level petinggi yang mungkin terlibat di orang-orang besar yang terlibat di sana.
08:31Dan Sutrimo hanya salah satu pion saja atau salah satu pesan saja seperti itu.
08:37Jadi tidak terlalu banyak meskipun ada.
08:40Tidak terlalu kuat.
08:42Baik kita lanjutkan lagi nanti dalam kita saudara tetap bersama kami di Bola Liar.
Komentar

Dianjurkan