00:01Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur dan sejumlah daerah pada Sabtu pagi,
00:07Saudara Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan 47 orang meninggal akibat gempa tersebut.
00:18BNPB juga mencatat ribuan orang mengungsi ke tempat yang lebih aman pasca gempa.
00:22Puluhan rumah rusak berat, sedang dan ringan di borot titik jalan longsor sehingga akses tertutup.
00:55Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur.
01:00Timur Sabtu pagi dan memicu peringatan di tsunami.
01:03Guncangan yang begitu dahsyat, merusak bangunan, jalan, jembatan termasuk rumah-rumah.
01:09Membuat warga segera mencari perlindungan ke tempat yang diyakini paling aman,
01:14apalagi warga yang tinggal di pesisir melihat air laut sempat surut.
01:19Kalau yang gempa seperti ini, ini baru terjadi seumur hidup yang getarannya begitu sangat keras.
01:25Dan kami sangat panik.
01:27Kerasnya mungkin di atas sekitar 7 atau 8 skala ya, kalau begitu keras.
01:32Dengan durasi waktu tadi sekitar 2 detik, mungkin 2 menit tadi, 1 menit.
01:39Jadi kita sampai dari rumah itu ke luar itu masih getaran begitu keras dari air keluar.
01:43Sampai berdiri di luar rumah juga masih getar yang begitu keras.
01:47Mobil-mobil itu getar semuanya.
01:49Lautnya surut.
01:50Jadi masyarakat berinisiatif sendiri.
01:52Secara mandiri, berbondong-bondong ke daerah perbukitan dan daerah tinggi itu menyelamatkan diri.
02:01Sampai pukul 13 waktu Indonesia Barat,
02:04Wakil Bupati Sika Simon Subadi Supriyadi menyebut
02:06untuk korban meninggal sebanyak 4 orang dan untuk korban luka sedang ditangani.
02:13Polisi terkini di Sika, korban meninggal sampai saat ini ada 3 orang
02:20dan ada tambahan satu lagi dari Pulau Palu, eh, satu kecamatan.
02:25Jadi menjadi 4 orang untuk di Sika.
02:28Dibangunkan tenda, baik pasien yang ada di rumah sakit maupun yang korban,
02:33sudah dibangunkan tenda di depan ruang perawatan.
02:39Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG mencatat
02:43telah terjadi 135 kali gempa susulan di Nusa Tenggara Timur
02:47usai gempa utama bermagnitudo 7,7.
02:50Peringatan dini tsunami juga telah berakhir.
02:54Namun warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.
02:57Tim Liputan, Kompas TV.
03:03Istra gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi.
03:08Puluhan orang tewas dan ribuan orang mengungsi.
03:10Kita saat ini sudah tersambung dengan PLT Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi
03:15Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Berton Panjaitan.
03:19Dan juga ada seorang warga di Nagekio NTT Kosmas Damianus.
03:23Selamat malam Pak Berton, Pak Kosmas dengan Ibrahim dari Studio Kompas TV.
03:29Selamat malam Pak Ibrahim.
03:32Saya yang pertama ingin ke Pak Berton.
03:35Terlebih dahulu Pak Berton saat ini apakah sudah rampung untuk pendataan berapa jumlah korban?
03:40Apakah masih ada yang dicari atau dievakuasi Pak?
03:43Ya tentu ini belum rampung karena ini masih hari pertamanya Mas Siap.
03:49Namun dapat kami informasikan per pukul 20 waktu Indonesia bagian Barat ini
03:55kami mencatat bahwa jumlah korban yang meninggal itu sebanyak 48 orang.
04:02Jadi dari Manggarai itu ada 24 orang.
04:05Manggarai Timur ada 17 orang.
04:08Manggarai Barat ada 1 orang.
04:09Tidak.
04:11Ngadak ada 1 orang.
04:13Sika 4 orang.
04:14Dan endi 1 orang.
04:15Jadi memang bertambah terus ini walaupun kelihatannya bertambahnya pelan-pelan.
04:21Tapi kita masih berharap petugas kita besok mungkin ya bisa bertugas lagi karena memang malam hari.
04:28Penerangan juga mungkin sangat minim.
04:31Sehingga mungkin besok akan bertambah lagi kerja-kerja dari teman-teman kita yang ada di sana.
04:38Apakah korban luka, berat, atau ringan.
04:42Sampai sekarang ini kami hanya mendapatkan informasi luka adalah 50 orang.
04:48Kami kira ini masih jauh di bawah.
04:50Tapi tetap kami optimis besok akan memperoleh banyak data lagi Pak.
04:55Baik Pak Kosmas pertama tentu kami ucapkan turut berduka cita atas musibah yang terjadi di bumi flores Pak Kosmas.
05:04Bagaimana Pak Kosmas untuk keluarga?
05:06Apakah saat ini sudah aman semua Pak?
05:09Baik, selamat malam Bang Ibrahim.
05:13Memang hari ini suasana terutama kami di Kabupaten Aritio ini cukup mencekam.
05:20Dengan tempat tadi yang menjijurnya 7,7.
05:24Memang saya sendiri juga merasakan getaran yang begitu kuat.
05:31Sebagian besar warga terutama di sekitaran Ibu Kota Kabupaten Nagekeo di Bayi.
05:41Terutama di wilayah-wilayah Sisir di Pantai Utara Kota Bayi.
05:45Itu secara mandiri melakukan evakuasi.
05:47Mereka berlarian, menyelamat terkiri.
05:51Karena ketika ada gempa itu BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini terkait dengan tsunami.
05:58Tapi kemudian memang seperti di pukul 8.30 waktu Indonesia bagian tengah itu memang sudah ditarik kembali peringatan tersebut.
06:08Tetapi warga sudah panik begitu.
06:10Jadi semuanya berhamburan dan berlarian ke daerah-daerah yang lebih aman dan tempat yang lebih tinggi.
06:18Untuk penyelamat sendiri sampai tadi.
06:20Kebetulan sore tadi saya juga sempat berkunjung ke beberapa tempat di mana ada lokasi-lokasi pengungsian mandiri yang dibawa sendiri
06:31oleh UBGA.
06:32Sementara aman di tanah memang tapi ada kebutuhan-kebutuhan.
06:35Terutama terkait dengan sel terkit seperti terpal, limung, begitu ya tikar spon.
06:42Memang secara umum warga sekarang-sekarang panik karena sepanjang hari ini.
06:47Masih terasa gempa susulan Pak Kosoas, masih terasa gempa susulan?
06:51Masih sangat.
06:52Sebelum kurang lebih 2 menit yang lalu sebelum saya masuk ke obrolan kita malam ini itu saya masih merasakan nunggu
07:01zaman.
07:04Pak Berton, bagaimana tadi ada sejumlah peralatan tentu yang saat ini mulai dibutuhkan oleh warga yang terdampak.
07:12Distribusi untuk logistik terutama kayak terpal, untuk tenda.
07:17Seperti apa Pak Berton?
07:18Ya, dapat kami sampaikan bahwa dari Kementerian Sosial maupun BNPB sudah berusaha untuk mendorong logistiknya yang ada di Flores Timur.
07:33Dan juga PMDA juga kami tahu mereka sudah kita bekali sebelumnya.
07:39Jadi ini juga tenda dan dapur umum juga sudah ada di lokasi.
07:43Namun tentu ini masih kurang.
07:46Jadi dapat kami sampaikan bahwa Bapak Presiden juga sudah akan memberikan bantuan sebanyak 50 ribu unit sembako.
07:55Dan saat ini sudah ada 10.500 di Base of TNI Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma.
08:04Karena malam hari ini dengan dua pesawat akan dikirim sebanyak 2.380 unit dan 2.550 unit sembako.
08:15Sementara untuk kesehatan kami dapat informasi dari Kementerian Kesehatan.
08:20Berbagai peralatan kesehatan juga sudah dikirim.
08:45Semoga bisa segera sampai ke warga.
08:51Karena memang saat ini sangat dibutuhkan barang-barang logistik yang Anda sampaikan Pak Berton.
08:56Pak Kosmas, jadi kami ingin pastikan bagaimana keluarga Bapak dan juga warga di sekitar saat ini
09:01apakah sudah ada di posisi yang aman, berada di tempat pengungsian atau seperti apa Pak?
09:08Kalau secara umum masing-masing warga itu mengungsi terutama tadi yang saya sampaikan.
09:14Mereka yang berada di wilayah-wilayah di sekitar pesisir pantai begitu.
09:18Sebagian lagi terutama kalau di Naget Keo, di kota mereka masih mencari aman di depan rumah mereka.
09:26Tidak di dalam bangunan rumah.
09:28Sehingga karena masih ada pengalaman traumatis terkait dengan gempa sesuatu.
09:34Kemudian yang menurut saya paling penting juga Pak, hari ini sebenarnya kan anak-anak juga sekolah.
09:40Tapi kemudian otomatis langsung tidak sekolah begitu.
09:43Bagaimana kita juga perlu untuk konten terhadap bagaimana situasi pendidikan di dalam situasi emergensi,
09:53bagaimana kebutuhan air bersih bagi warga, terutama mereka yang fungsi.
09:59Lalu juga karena ada pengalaman traumatis, merasakan bagaimana gempa sesuatu anak-anak misalnya,
10:06khususnya anak-anak perempuan, misalnya juga itu air bersihnya,
10:10terus dukungan psikosialnya, saya kira itu yang perlu.
10:15Sehingga di lokasi-lokasi pengungsian, di tempat-tempat ini,
10:20terutama anak-anak perempuan itu kan mereka juga yang spesifik mengalami kondisi-kondisi rentan,
10:26itu bisa terlindungi, punya safe space yang baik.
10:29Sudah diberikan atensi, mendapatkan atensi langsung dari Presiden,
10:33tentu diharapkan bisa segera tercapai, terjangkau daerah-daerah yang memang masih sulit untuk dijangkau di sana.
10:39Terima kasih Pak Kosmas Demianus, warga Nagekeo, kembali kami sampaikan terprihatin.
10:44Pak Berton, juga terima kasih.
10:46PLT Kapus Datin BNPB telah bergabung di program ini.
Komentar