Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi memicu kepanikan hingga ke sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (15/8/2026). Warga di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, melakukan evakuasi mandiri dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan menuju tempat yang lebih tinggi.

Guncangan gempa yang berpusat di laut utara NTT dengan kedalaman 10 kilometer juga terasa kuat hingga Selayar. Sementara itu, air laut di wilayah pantai Labuhan Bajo, NTT, sempat surut dan sejumlah kapal terlihat miring. Kondisi tersebut sempat membuat warga panik karena dikhawatirkan menjadi tanda tsunami. Namun, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir.

Gempa juga dirasakan warga Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Video amatir menunjukkan air laut sempat mencapai daratan sehingga warga menjauh dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BNPB melaporkan hingga pukul 15.00 terdapat 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri. Sejumlah puskesmas dan satu rumah sakit juga dilaporkan mengalami kerusakan.

#gempa #ntt #selayar #buton #bnpb #bmkg

Baca Juga [FULL] Gempa NTT M 7,7, Warga Nagekeo Ceritakan Kondisi Langsung dari Lokasi Kejadian | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/685779/full-gempa-ntt-m-7-7-warga-nagekeo-ceritakan-kondisi-langsung-dari-lokasi-kejadian-kompas-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685780/rekaman-amatir-detik-detik-air-laut-surut-saat-gempa-ntt-bmkg-imbau-warga-waspada-berut
Transkrip
00:00Bermakti Tudo 7,7 memicu kepanikan di Selayar, Sulawesi Selatan.
00:04Warga keluar rumah evakuasi ke tempat aman.
00:17Inilah visual evakuasi mandiri warga di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.
00:22Mereka ramai berjalan atau menggunakan atau berkendara menuju dataran tinggi ke tempat yang aman.
00:30Gunjangan hebat yang berpusat di Laut Utara NTT pada kedalaman dangkal 10 km ini terasa kuat hingga ke wilayah Sulawesi
00:38Selatan.
00:39Warga di Selayar, Sulawesi Selatan memilih untuk segera meninggalkan rumah.
00:44Dengan berkendara, bergerak cepat menuju tempat yang lebih aman.
01:03Sudah makin surut, makin surut, airnya makin surut.
01:07Makin surut, makin surut, makin surut airnya.
01:10Bismillah, evakuasi semua sudah.
01:13Dari visual video amatir warga terlihat air di wilayah pantai di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sempat surut.
01:20Sejumlah kapal juga terlihat miring akibat surutnya air laut.
01:25Warga sempat panik karena surutnya air ini bisa menjadi pertanda akan terjadi tsunami.
01:31Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut peringatan dini tsunami telah berakhir.
01:56Gempah dasyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur juga dirasakan warga di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
02:03Dari video amatir warga ini terlihat gelombang air laut sempat mencapai daratan.
02:08Warga pun menjauh dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
02:12Mengantisipasi terjadinya tsunami akibat gempa bermagnitur 7,7.
02:17Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengantisipasi gempa susulan.
02:44Saudara gempa bermagnitur 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur dan sejumlah daerah pada Sabtu pagi.
02:51Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 38 orang meninggal akibat gempa tersebut.
02:58BNPB mencatat ribuan orang mengungsi ke tempat lebih aman pasca gempa.
03:03Puluhan rumah rusak berat, sedang dan ringan, dan beberapa titik jalan longsor sehingga akses tertutup.
03:29Pukul 15.00 sore ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia.
03:37Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri.
03:57Banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak yaitu di Ngomere.
04:10Gempa bermagnitudo 7,7 menewaskan tiga warga Sika dan memaksa warga yang terdampak untuk mengungsi.
04:17Bagaimana saat ini situasi di lokasi pengungsian? Kita akan tanyakan langsung dengan warga Sika, Nadia Yusran.
04:26Selamat malam, Kak Nadia.
04:29Halo Kak, selamat malam.
04:31Selamat malam, Kak kami turut berduka dengan bencana yang saat ini menimpa Anda dan juga saudara-saudara di Sika dan
04:39sekitarnya.
04:40Yang ingin kami tanyakan, apakah seluruh keluarga, Kak Nadia, saat ini aman pasnya gempa seperti apa kondisinya, Kak Nadia?
04:49Oke, baik, Kak. Terima kasih untuk sekarang kondisi keluarga saya masih aman, Kak, karena kami melakukan pengungsian secara mandiri, Kak.
04:58Oke, boleh diceritakan saat peristiwa gempa ini terjadi, bagaimana situasinya saat itu, Kak Nadia?
05:06Oke, baik, Kak. Pada saat jadinya gempa, Kak, itu kurang lebih.
05:11Di jam 5 lewat 58, itu tanpa ada tanda-tanda gempa, langsung mengguncang mau mere, Kak, dengan guncangan yang sangat
05:23dasyat.
05:24Dan pada saat itu kami semua sangat panik, terutama saya, karena itu merupakan salah satu pengalaman saya.
05:33Dengan gempa yang guncangannya sangat dasyat, Kak.
05:38Dan kami langsung mengevakuasi secara mandiri di dataran yang cukup tinggi, di sekitaran kantor bupati.
05:49Dan hingga saat ini kami masih bertahan di tempat pengungsian mandiri, Kak.
05:54Oke, tempat pengungsian mandiri itu sudah diketahui oleh otoritas setempat, artinya sudah dibangunkan tempat pengungsian yang layak, begitu adakah tenda,
06:05adakah dapur umum, begitu, Kak Nadia?
06:07Bisa diceritakan saat ini tempat pengungsiannya bagaimana?
06:11Ya, Kak, untuk saat ini tempat pengungsiannya sudah diketahui oleh pemerintah setempat, dan juga ada tempat pengungsian yang disarankan oleh
06:20pemerintah agar warganya mengungsi di tempat pengungsian yang telah ditetapkan.
06:25Akan tetapi, ada beberapa warga yang masih bertahan untuk mengungsi di tempat pengungsian saat ini, Kak.
06:31Oke, kalau untuk kebutuhan yang paling dibutuhkan saat ini, apa? Dan apa saja yang sudah ada kebutuhan yang juga sudah
06:40diberikan oleh pemerintah atau otoritas terkait di sana?
06:46Oke, baik, Kak. Untuk kebutuhan sekarang ini kami sangat membutuhkan logistik, terutama makanan cepat saja yang sehat, Kak.
06:53Dan juga air bersih untuk minum dan juga untuk kebutuhan MCK, dan juga untuk pembantuan dari pemerintah setempat, itu sudah
07:03dilakukan.
07:03Akan tetapi, ada beberapa dari jiwa, dari anggota keluarga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, Kak.
07:13Oke, saat ini lokasi tepatnya di mana tempat pengungsian, Kak Nadia?
07:19Oke, untuk lokasi pengungsian saya sendiri, karena saya memilih lokasi pengungsian mandiri, kami tetap mengungsi di kantor bupati.
07:26Oke. Ada sekitar berapa orang yang mengungsi di kantor bupati, Kak Nadia?
07:31Untuk sekarang, Kak, kurang lebih 500 atau 300 jiwa, Kak.
07:38Dikarenakan beberapa jiwa yang awalnya mengungsi di sini sudah dipindahkan ke tempat pengungsian yang ditetapkan oleh pemerintah.
07:45Oke, baik. Terima kasih atas waktunya.
07:49Kami doakan, tentu seluruh masyarakat Indonesia doakan agar situasinya terus membaik dan sehat selalu untuk Anda, Kak Nadia, dan juga
07:56keluarga, serta saudara-saudara yang sedang saat ini mengungsi.
07:59Terima kasih atas waktunya.
08:00Baik, Kak. Terima kasih, Kak. Baik, Kak. Terima kasih.
08:03Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan