00:01Ya, para jasa, jadi menurut Anda, Sutrimo dibunuh itu konspirasi atau hanya spekulasi?
00:08Saya pikir spekulasi lah. Kalau konspirasi tingkat tinggi, saya sudah bilang kan ada indikasi-indikasi yang sinkron gitu ya.
00:16Ada beberapa. Tapi kalau ini indikasi nama.
00:19Dan, persoalan Sutrimo, ini saya pikir bukan bentuk pengalian isu.
00:25Justru kalau pengalian isu, kompas termasuk yang mengalirkan isu ini kan dibesar-besarkan gitu.
00:32No, no, no.
00:36Pak Thomas, menurut Anda, kasus kematian Sutrimo merupakan hanyalah spekulasi atau merupakan konspirasi tingkat tinggi?
00:45Tadi Pak Intelligent sudah menjelaskan itu ya.
00:48Sepakat.
00:48Ya, saya setuju. Tapi kan yang saya heran juga, kenapa awal-awal badan intelijen di kejaksaan ya, Jampit, dia mengatakan
00:59bahwa siapa?
01:01Nama, Sutrimo.
01:03Bukan, bukan. Febron itu bukan orang kejaksaan.
01:06Tapi kemudian dianur lagi oleh Jampit apa gitu, dia memang pegawai kejaksaan.
01:11Ini juga sudah secara intelijen ada dugaan ya.
01:14Menurut saya, saya bukan orang intelijen ya, tapi begini, dan intelijen itu memang dulu juga kasus Monir ya, itu ada
01:24ketertalibatan BIN ya, tapi yang tertangkap hanya pelaku-pelaku di lapangan saja.
01:29Jadi ciri khas intel yang berhasil, ketika dia bicara, orang percaya dia bingung, Pak.
01:33Karena dia sendiri nggak percaya sama omongannya.
01:35Oke, saya ke Pak Firman.
01:37Jadi sebenarnya Sutrimo, itu ada kaitannya dalam kasus, pusaran kasus,
01:42Exjampisus, atau hanya sekedar spekulasi saja?
01:45Ya, kalau membaca kematian Janggal, Pak Sutrimo, dan konspirasi tingkat tinggi, saya rasa memang tidak ada kaitannya secara langsung ya,
01:53maupun tidak langsung dengan urusan Pak, kasus Pak Febidiansa.
01:57Jadi menurut tempat saya, hard evidence, ya, bukti yang nyata, itu saja yang kita, daripada kita berspekulasi dan berprasangga-sangga.
02:06Oke.
02:06Karena prasangga itu bisa hangus kalau tidak dilasarkan, lho, te, suatu bukti.
02:10Oke, baik.
02:11Pak Susno, jadi sebenarnya ekshumasi hanya sekedar formalitas penyidikan, atau memang polisi sudah mengantongi alat bukti dan juga calon tersangka?
02:22Alat bukti jelas sudah dikantongi, karena sudah ditingkatkan menjadi penyidikan.
02:27Nah, untuk memperkuat alat bukti itu adalah hasil ekshumasi.
02:31Dan menambah alat bukti yang lain, yang diinformasikan oleh masyarakat.
02:36Bu Aan menginformasikan bahwa jenazah sutrimo diantar oleh Febrio, ya.
02:45Kemudian bersama dia ada lagi dua orang yang mengantar.
02:49Nah, siapa dua orang ini? Apakah dari instansi mana?
02:52Nah, kemudian pada saat dia ditelepon untuk kembali ke Jakarta, itu harus dicari telponnya itu.
02:58Dan siapa yang menelpon? Siapa yang mentransfer duit untuk ongkosnya 5 juta?
03:03Dan siapa yang sudah menunggu?
03:05Tiket sudah dibelikan, lho.
03:07Ada orang yang belikan tiketnya.
03:08Siapa yang sudah menunggu di stasiun, Cilacap, mana itu, untuk dia naik kereta api, itu, Prokerto, ya.
03:16Dan di situ sudah nunggu dua orang yang jemput dia ke Jakarta.
03:20Nah, itu harus disidik semua, supaya teka-teki-teka-teki yang kita buat ini, tidak ada dusta diantara kita.
03:28Oke, saya ke Bu Aan.
03:30Bu Aan, apa yang diharapkan pihak keluarga dari eksumasi dan juga naiknya ke penyidikan?
03:38Pihak keluarga itu hanya ingin kebenaran.
03:41Apakah kematian sutrimo itu kematian yang wajar atau tidak?
03:46Kalau tidak, tentu saja pihak keluarga minta keadilan ditegakkan.
03:49Itu saja, Pak.
03:50Baik, saya ke Pak Teguh kalau begitu.
03:52Pak Teguh dengan kasus ex-jumpitsus yang masih berjalan dan mungkin mengembang ke banyak perkara.
03:59Menurut Anda sendiri, apa sebaiknya lakukan tim 9 Kejagung dan tim yang lain?
04:04Mereka harus menghilangkan skeptisme publik, ya.
04:08Skeptisme publik itu bisa hilang apabila mereka bisa menunjukkan akuntabilitasnya dalam bekerja.
04:16Ya, dan juga profesional tentunya.
04:20Tapi skeptisme itu tetap melekat.
04:23Karena tadi dikatakan, ini seorang, katakanlah seorang penjahat dikembalikan ke rumahnya, ya.
04:31Sementara bos, apa tuh, kepala keluarga itu masih ada di sana.
04:38Mestinya diganti dulu tuh kepala keluarganya, ya.
04:42Jaksa aminnya mestinya dicopot dulu, ya.
04:45Baru itu akuntabilitasnya bisa ditunjukkan, ya.
04:52Bisa dipertahankan.
04:53Oke, baik. Saya ke Mbak Aswi.
04:55Mbak Aswi, dari kasus Hutrimo maupun Exjampetsus, apa yang harus, yang perlu dilakukan oleh peringkat hukum?
05:03Ya, pertama sudah terlalu banyak tumbal-tumbal dalam soal politik dan juga ini kan kasus korupsi bernuansanya sangat politis, ya.
05:13Ada dimensi politik.
05:15Jadi, kalau kita lihat tadi dari keterangan kuasa hukum korban, dan juga kalau memang dia hanya pekerja rumah tangga dan
05:24hanya tugasnya menjaga,
05:25emang kurang orang di Jakarta harus mendatangkan satu orang.
05:29Jadi menurut saya di sini ada dua peristiwa yang perlu disidik.
05:31Satu, kenapa ini didatangkan, untuk apa, dan kemudian apa yang menyebabkan dia sampai meninggal.
05:35Dan yang paling penting, saya setuju bahwa kasus Hutrimo ini, apapun nanti hasil kepastian dari otopsinya,
05:43kita harus fokus juga mengaitkan ini dengan kasus mega korupsinya yang melibatkan peringkat hukum yang sangat banyak terjadi di Indonesia
05:49dan jarang sekali terbongkar.
05:51Oke, singkat saja Mas Nova.
05:53Apa yang Anda rangkum suara netizen terkait dengan kasus Hutrimo dan juga kasus Pevri?
06:00Singkat saja, Pak.
06:01Yang pasti harapannya tentu saja kejelasan, ada transparansi, ada pernyataan-pernyataan yang jelas itu disampaikan.
06:11Tetapi gini, kasus ini meskipun percakapannya tidak terlalu banyak, tetapi interes publik sangat tinggi.
06:18Artinya penegak hukum harus betul-betul transparan dan profesional dalam menyidik ini.
06:24Agar publik berbagai macam keraguan, berbagai macam tanya di publik itu bisa terjawab dan tercerahkan.
06:31Semua kita berharap jangan cuma jadi bola liar, tapi ada pencerahan nantinya.
06:35Terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah di studio dan juga teman-teman mahasiswa.
06:39Dengan demikian saya mahasiswa Targen Pandu, sampai jumpa minggu depan di Bola Liar.
Komentar