Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Di balik setiap hidangan Bali, selalu ada cerita. 🍃

Bukan sekadar rasa, tetapi juga filosofi, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.

Di episode podcast kali ini, kami mengajak Anda menyelami makna gastronomi Bali, sekaligus menyaksikan proses pembuatan blauk base manis, salah satu kuliner tradisional yang kini mulai jarang ditemui.

Sebuah perjalanan yang menghubungkan budaya, cita rasa, dan identitas.

🎙️ Saksikan episode lengkapnya di youtube BeritaBali.com.

Menurut Anda, makanan tradisional Bali apa yang menyimpan cerita paling berkesan?

#Bali
#AllAboutBali
#BeritaBali
#GastronomiBali
#KulinerBali.


Media sosial Beritabali.com :
Facebook : https://www.facebook.com/beritabalicom
Instagram : https://www.instagram.com/beritabalimedia
TikTok : https://www.tiktok.com/@beritabali.tv
X (Twitter) : https://x.com/beritabalix
Threads : https://www.threads.net/@beritabalimedia
Dailymotion : https://www.dailymotion.com/beritabalicom
Youtube : https://www.youtube.com/@beritabalichannel
Facebook Grup : https://www.facebook.com/groups/beritabali
Spotify : https://open.spotify.com/show/5Dh1dqzMYeZoRDgeMxVIkF
WA Channel : https://s.id/Beritabalicom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Istilah dari Belawo itu tersirat di dalam cerita Mahabrata dalam Wirataparwo namanya.
00:06Saya bisa ampura ini mendeteksi setidaknya personality mereka dari kegemaran apa dia suka makan gitu loh.
00:15Suka makan pahit ini istilah Balinya itu tet dia.
00:19Simpan uang bagus, perhitungan bagus gitu.
00:23Om Swastiastu Semeton, kembali lagi bersama saya Komang Robi.
00:29Di podcast beritabali.com
00:31Kali ini kita akan membahas topik kuliner Bali.
00:36Dan sejauh ini kita akan membahasnya dengan pakar atau penekun kuliner khas Bali.
00:45Yaitu dengan Bli Igritut Pramana atau yang akrab dikenal dengan nama Bli Gogong.
00:54Sebagai penekun kuliner khas Bali, beliau menurunkan warisan leluhur kuliner khas Bali yang memang mempunyai makna dan filosofi yang perlu
01:07kita wariskan untuk generasi mendatang.
01:11Nah, pada podcast kali ini kita akan mengulasnya dengan beliau.
01:17Selain itu juga kita akan membahas kuliner khas yang memang hampir langka di Bali ini.
01:26Yaitu kuliner blau basa Bali.
01:30Kuliner ini terbilang langka karena memang bahannya memang jarang ditemui di lahan sawah sekarang ini.
01:38Untuk membahasnya kali ini, langsung saja kita menyapa dulu dengan narasumber.
01:45Balik kemana Bli?
01:46Ya, baik.
01:47Baik, sepatu selalu sebaik ini.
01:51Bli, mungkin bisa diteriakan bagaimana sih awal mula dari makna dari filosofi kuliner khas Bali itu ya.
02:03Yang mempunyai ciri khas tertentu ya.
02:06Mungkin awalnya dari kata kunci pembuka ya, yang disebut sebagai juru masa atau belawo itu.
02:13Itu awalnya dapat dari mana istilah tersebut?
02:18Sebenarnya istilah dari belawo itu tersirat di dalam cerita Mahabrata dalam Wirata Parwa namanya.
02:26Mungkin kebanyakan orang di Bali juga tahu ada cerita di mana Panca Pandawa, salah satunya Bima,
02:32itu diasingkan karena alasan tertentu.
02:36Nah, di sana Bima menyamar di dalam kerajaan itu sebagai juru masa.
02:42Singkat ceritanya karena masaannya itu enak oleh raja,
02:46kemudian Bima diberikan istilahnya anugerah nama,
02:52itu belawo itu ceritanya.
02:55Nah, di Bali, karena kita Hindu dan kita menjadikan Mahabrata sebagai sebuah acuan,
03:04kita di dalam berbuat,
03:06nah, istilah belawo ini kemudian berkembang juga di sini.
03:10Itu istilahnya.
03:11Nah, siapa sebenarnya belawo ini di Bali?
03:13Nah, ini ampunnya ya disklaim bahwa apa yang saya sampaikan ini tujuannya untuk memperkaya pengetahuan aja, Bli.
03:21Kalau mungkin nanti di belakang ada tambah-tambahan.
03:25Mari kita diskusikan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih untuk kepentingan masakan tradisional Bali.
03:33Kalau pandangan saya, belawo itu, dia mempunyai tugas sentral ya, Bli.
03:40Sentral, di mana siapapun dia, itu tugasnya mengumpulkan bahan-bahan dari alam.
03:50Kalau istilah saya itu makro, makrokosmos, alam lah.
03:55Nah, kemudian diolah menjadi makanan atau minuman yang kemudian dikonsumsi masuk ke
04:03mikrokosmos, tubuh katakan gitu.
04:06Nah, bahan-bahan itu dasarnya adalah sadrase.
04:11Ada enam rasa anugerah Tuhan kepada kita.
04:15Di antaranya ada manis,
04:18kemudian ada asin, ada pahit, ada pedas, ada sepet,
04:22terus ada asam, itu enam jumlahnya itu.
04:25Ini yang kemudian dikelola oleh belawo itu untuk mendapatkan cita rasa itu.
04:30Itu kira-kira sedikit pandangan saya tentang siapa sebenarnya belawo di Bali ini.
04:37Jadi muncul istilah belawo ini pada zaman kerajaan atau kapan?
04:42Istilahnya seperti yang saya sampaikan dulu sudah tersirat di dalam cerita Mahabrata.
04:47Itu lama sekali.
04:49Kapan Bali menjadi Hindu, mungkin cerita itu sampai di Balinya pas fase-fase itu juga.
04:58Dalam sadrase ini, mungkin bisa dijelaskan lagi,
05:01juga menggambarkan karakter seseorang juga ya di sana.
05:08Masalah sadrase ini kan masalah selera ya beli ya.
05:13Ada yang suka makan pedas, ada yang suka makan asin.
05:17Pandangan saya sih, saya bisa ampura ini mendeteksi setidaknya personality mereka dari kegemaran apa dia suka makan gitu loh.
05:29Maaf, semuanya baik.
05:31Semuanya baik menurut saya.
05:33Nah, yang suka makan manis,
05:35saya pikir semua kita di Bali ini suka makan manis.
05:39Karena itu pelajaran pertama dari ibu kita waktu kita makan.
05:44Itu waktu kita dibilang,
05:45ah, ah, ah, itu kalau nggak salah itu beras itu, glukose itu.
05:50Itu artinya manis.
05:52Nah, pandangan saya tentang itu,
05:55manis ini adalah unsur-unsur universal dalam diri kita, Beli.
06:01Ada cinta kasih, semua orang punya.
06:04Ada respect.
06:06Yang sejenis itulah.
06:07Nah, itu artinya pandangan saya di Bali hampir semua suka manis.
06:16Mungkin kalau sudah kena ini itu, sakit ini,
06:19nah baru dia ngerim tuh.
06:22Nah, ini kita bilang awal aja dulu bahwa suka-suka manis.
06:25Nah, yang kedua, ada yang suka pedas.
06:28Baik.
06:30Nah, cuman kadang-kadang maaf aja perintahnya agak kaku lah.
06:38Tapi baik, semua baik.
06:40Itu kalau yang suka makan pedas.
06:42Saya kebetulan juga suka makan pedas.
06:44Saya kalau sama istri saya sering marah.
06:47Gaya periman mati ya.
06:48Setidaknya saya.
06:50Nah, kemudian ada yang suka makan pahit.
06:54Yang suka makan pahit ini, istilah balinya itu tek dia.
06:58Simpan uang bagus, perhitungan bagus.
07:02Suka makan pahit dia.
07:04Yang suka makan sepat, hampir tidak ada.
07:07Karena kita tidak punya makanan yang rasanya sepat.
07:09Kecuali kita, mungkin waktu kecil kita nyolong nyambu.
07:13Jambu itu, waktu kecil gitu udah makan, dia sepat.
07:15Yang suka makan kecut, ini biasanya suka berkelakar dia tuh.
07:23Tidak seriusan.
07:24Orangnya easy going-an.
07:26Itu suka yang mana?
07:27Nah, yang mungkin paling menarik adalah yang suka makan asin.
07:34Asin itu sebenarnya bahasa Bali ya.
07:38Kurang lebihnya pangus.
07:40Kadang orang di Bali dulu, setidaknya di kampung saya.
07:43Kalau ada orang yang suka makan asin tuh, pasti demen-demen di mana.
07:46Gitu dia ngomong ya.
07:47Kalau saya pandang gini, orang yang makan asin itu dicintai banyak orang.
07:54Asin adanya, apa lagi nangguan nepas, pangus gitu loh.
07:57Nah itu, saya dengar juga pendeta pun diharapkan suka makan asin.
08:03Tidak makan pedas, tapi makan agak asin.
08:06Karena asin itu bukan pakah ya, belia.
08:09Itu pandangan saya.
08:10Kalau kelewat asin baru pakah gitu.
08:12Itu pandangan saya.
08:13Jadi, pas dia gitu.
08:15Nah, itu kira-kira sedikit pandangan saya.
08:17Seperti yang saya sampaikan tadi, kalau misalnya ada pandangan lain, mari kita diskusikan.
08:23Beli kan ini juga menerbitkan sebuah buku ya.
08:28Namanya, judulnya Resep Kuliner Warisan Leluhur Bali.
08:33Nah, ini bukunya sempat tahun.
08:35Sekarang sudah cetakan keberapa, Beli?
08:38Kedua, Beli.
08:39Kedua?
08:40Nah, bisa dijelaskan apa saja isinya dan apa saja tujuan dari buku ini?
08:47Ya, buku ini terbit pertama tahun 2012 ya.
08:54Itu saya hampir dua tahun setengah mengumpulkan, sebenarnya bukan buat gitu loh.
09:02Tapi saya mengumpulkan resep-resep kuliner orang tua dulu.
09:11Tujuannya, sederhana dulu, sederhana sekali.
09:13Saya hanya ingin membuat dokumentasi, Beli.
09:16Tentang, karena ini juga ada fotonya.
09:18Ada bahan, ada foto, terus ada isi lahir, ada resepnya.
09:22Itu saya hanya ingin buat dokumentasi.
09:25Karena waktu itu juga saya sudah punya feeling.
09:27Ini bahan-bahan ini suatu hari ini, suatu hari dia bakal kunah ya?
09:33Bakal kunah itu.
09:34Makanya, sederhana kalau ada dokumentasinya kan, siapa tahu nanti ada perubahan ini.
09:41Itu dia muncul lagi.
09:42Nah, buat saya, kalau kemudian ada yang melanjutkan, ya bonus buat saya.
09:45Tapi intinya itu dokumentasi ya.
09:47Nah, ini isi daripada buku ini adalah resep kuliner yang dibuat harian.
09:55Karena ampura ini menurut pribadi, saya pribadi, bahwa fungsi masakan di Bali itu, saya klasifikasikan jadi tiga nih.
10:06Ada yang di masa Aryan, yang di masa Aryan ini sangat amat simpel.
10:10Katakanlah dulu, ada petani, oh dapat belut satu.
10:16Itulah makan mereka.
10:17Itulah makan mereka.
10:18Jadi mungkin dia panggang aja, kasih garam dan minyak, cabai dikit, sudah makan.
10:25Itu masakan Aryan.
10:27Nah, yang kedua adalah masakan untuk pesta.
10:30Untuk pesta ini agak complicated, karena dia biasanya dibuat dalam masak besar dia.
10:36Sudah ada petutu, babi guling, segala macam.
10:39Nah, yang ketiga ada yang untuk kepentingan pacara-pacara.
10:43Di antaranya mungkin yang persembahan untuk Ibapo dan Imimi, itu aja kira-kira.
10:50Tapi saya tidak masuk ke area itu.
10:52Saya hanya di sini, buku ini hanya saya buat ada mungkin 60 menu yang di masa Aryan saja.
11:02Salah satunya mungkin kita bahas dan praktekkan kali ini ya, untuk masak ya.
11:08Tadinya ada belauk basa Bali.
11:11Sebenarnya namanya pasnya itu adalah belauk basa manis.
11:16Basa manis ya.
11:17Nah, ini istilah di desa saya.
11:18Kebetulan saya ada di Mengui.
11:20Basa manis itu adalah berbasis.
11:22Mungkin saya tunjukkan aja, Bli, ya.
11:24Bahan-bahannya apa aja, Bli.
11:25Ini.
11:25Yang terpenting adalah kelapa yang sudah dibakar.
11:28Nanti kita parut, nih ya.
11:29Nah, kemudian ada belauknya.
11:33Ada belauk.
11:34Belauk itu sebenarnya larva capung, Bli.
11:37Nah, itu bisa dijelaskan lagi.
11:39Apa sebenarnya bahan lawar belauk?
11:41Eh, larva belauk.
11:43Belauk basa manis ini.
11:44Iya.
11:45Itu belauk.
11:46Nah, belauk itu sebenarnya larva capung.
11:49Dan larva capung ini adalah sumber protein, Bli.
11:53Di Bali.
11:53Dan dia keluar tidak all year round, nggak?
11:57Dia hanya keluar pada fase awal-awal, fase tanam.
12:05Itu ketika sawah masih banyak air, dia keluar.
12:08Dan ini, larva ini kemudian bermetamorfosis menjadi capung.
12:12Jadi, kalau Bli lihat capung ada di sana, artinya belauk itu ada.
12:19Iya, itu ini.
12:21Bahan yang lain adalah, ini ada.
12:28Terasi.
12:29Dan ini harus dibakar semua, ya.
12:31Untuk biar istilah Bali-nya, kalau ini nggak dibakar, nanti masakan kita tuh ngabe.
12:36Istilahnya itu.
12:37Bahasa Indonesia-nya saya nggak tahu rasa ngabe.
12:43Hambar, gitu.
12:44Nggak hambar, ya.
12:45Ngab lah.
12:46Saya nggak ngerti, ya.
12:47Bahasa Indonesia.
12:47Nah, ini kemudian ada kesuna.
12:51Bawang putih, cabai, dan kencur.
12:54Nah, ini kita mula nanti campurkan dengan itu.
12:57Tambahan yang lain adalah, saya pergunakan ada rempah.
13:00Di sini ada merica dan ketumbar.
13:05Ada minyak dan garam yang terpenting.
13:08Iya, iya.
13:08Ya, itu.
13:09Nah, kita mulai aja, ya.
13:10Kalau gitu, Bli, ya.
13:11Bisa, Bli.
13:13Sebentar, Bli.
13:13Ini kan belauk.
13:14Ini kan memang agak jarangnya ditemui di sawah sekarang, gitu.
13:18Betul sekali, Bli.
13:20Apa mungkin ini penyebabnya karena sistem pertanian kita yang modern,
13:25yang menggunakan banyak sekali bahan kini, ya.
13:29Sehingga indikator kealamian produksi padi atau beras,
13:35kita kan mungkin kurang alami sebagainya.
13:39Nah, apakah benar seperti itu, Bli?
13:41Keadaannya.
13:43Saya pikir ada benarnya itu, Bli, ya.
13:47Ada benarnya itu.
13:51Tetapi,
13:54mungkin ya dengan sistem ini,
13:57petani itu,
13:59dia bisa memanage untuk mendapatkan beras lebih banyak, ya, Bli.
14:03Produksinya banyak.
14:04Kuantitasnya banyak.
14:06Cuman,
14:07mungkin tanpa mereka pernah sadari bahwa mereka kehilangan sumber protein.
14:12yang dulu biasa lah mereka dapatkan.
14:17Terus terang saja,
14:19saya berbicara di desa saya.
14:21Tahun 2012,
14:23saya masih temukan,
14:25itu sejenis ulat, ya.
14:29Itu tumbuhnya di pematang sawah yang namanya jubel.
14:34Lalu, ini salah satu saja sumber pekerjaan.
14:36Sebenarnya ada yang lain, tuh.
14:38Jubel.
14:38Dan jubel ini sebelumnya bekoka,
14:40itu juga bisa dimakan.
14:41Dia berbicara prosesnya.
14:43Bekoka, jubel, kelipas.
14:44Itu hilang semua, tuh.
14:46Belum lagi blut.
14:48Dulu orang nyangkul ada blut,
14:50bawa pulang, masak.
14:51Kan gitu.
14:51Sekarang sudah domestikasi.
14:54Orang,
14:55piara blut dengan tangki atau apa.
14:57Saya jarang sekali lagi ada menemukan
15:01petani yang mendapat.
15:03Belum lagi masalah yang lain adalah
15:07strom.
15:08Carikan pakai strom.
15:10Kemudian pakai tuba.
15:11Yang itu juga menjadikan masalah itu.
15:15Keong pun.
15:16Sekarang yang keong yang saya tahu dulu,
15:20itu sudah jarang sekali saya temukan.
15:22Itu bedanya di penutupnya itu, Blik.
15:25Penutupnya itu keras.
15:27Sekarang semuanya lemas.
15:28Nah itu orang Bali bilang itu,
15:30keong, gitu dia bilang.
15:31Bukan, bukan apa, bukan kakul.
15:34Yang kita, yang saya suka itu kakul.
15:37Dan orang tidak mau konsumsi itu.
15:39Di samping baunya juga menyengat sekali.
15:42Lindung semua, gitu.
15:43Nah, belau ini sekarang dapatnya dari mana?
15:46Nah, ini ampura-ampura aja.
15:47Ini kan belau ini,
15:50kita dapatkan dari Cianjur, Blik.
15:53Nah, ini cerita sedikit ya, Blik.
15:55Saya pernah melihat liputan
15:57masalah ini di Cianjur.
16:00Cianjur.
16:00Ada petani di Cianjur yang tidak mau menanam
16:04New Hybrid ini.
16:06Dia masih melanjutkan pertanian leluhurnya.
16:11Nah, dia sederhana, dia bilang,
16:12daripada saya makan tiga kali,
16:15kalau pakai makan beras ini,
16:16saya makan dua kali.
16:17Saya pikir itu masuk akal sekali menurut saya.
16:19Karena New Hybrid ini,
16:23katanya ini,
16:25dia beras stalknya itu jauh lebih gampang
16:28untuk dikonversi menjadi glukoso di dalam darah.
16:31Nah, kalau ini tidak dipergunakan,
16:34dia akan menimbun menjadi lemak.
16:37Makanya mungkin,
16:41untuk mereka yang berolahraga berat,
16:44pekerja berat,
16:45itu beras ini cocok.
16:48Nah, mereka karena pekerjanya tidak begitu,
16:51dia stalknya untuk beras yang dia tanam di Cianjur itu,
16:55yang masih mempergunakan sistem pertanian organik,
16:59makanya ini saya bisa temukan,
17:02itu lebih lamban, katanya,
17:05dikonversi menjadi glukoso.
17:07Karena ketika glukoso itu hilang dalam darah,
17:09rapar kita.
17:12Ampura-ampurannya kalau salah,
17:13itu yang pernah saya dengar.
17:15Nah, jadi,
17:17ini dari Cianjur, maaf-maaf saja.
17:19Karena di Bali sudah,
17:20ini dulu saya,
17:22waktu buat buku ini,
17:23saya cari capungnya di sini.
17:25Saya pakai gini itu,
17:28mengkat,
17:28mengkat nangka itu saya pakai.
17:31Dapat saya masih itu.
17:32Artinya kalau capung itu banyak,
17:34belakang itu ada.
17:35Sekarang,
17:36tidak ada.
17:37Tidak ada dia itu.
17:38Nah, itulah, Beli.
17:40Ya, itu.
17:42Apa yang sudah terbang?
17:43Bisa terbang?
17:44Belum.
17:45Belum.
17:45Dia masih hidup di air, ya?
17:46Ya.
17:47Masih hidup, ya?
17:47Cara mancing dapatnya itu gimana, Beli?
17:49Itu pakai ceser, istilahnya, Beli.
17:51Dia pakai apa ya?
17:51Pakai jaring.
17:53Pakai jaring.
17:54Di tanah, Beli, ya?
17:55Di tanah.
17:56Nah, biasanya,
17:58pas musim tanam itu kan,
18:00petani itu kan menanam mundur, ya, Beli, ya?
18:02Itu kan kakinya itu ada yang masuk-masuk, tuh.
18:04Nah, di sana ada dia itu.
18:06Biasanya hidupnya di sana.
18:07Istilah balinya kedoan, tuh.
18:09Di kedoan itu udah dia hidup.
18:11Itu.
18:13Ya.
18:14Ya.
18:15Langsung aja kita praktekkan, ya, Pak.
18:17Oh, boleh, boleh.
18:18Jadi, sederhana aja ini.
18:19Kebetulan airnya sudah mau gini, apa?
18:23Mendidih, kita masak aja ini, nah.
18:25Masak aja dulu ini.
18:26Sementara saya akan buat bumbunya.
18:29Ya.
18:29Ini belakunya.
18:30Jadi, tekniknya itu adalah direbus setelah dibersihkan.
18:34Nah, ini basa manis ini adalah
18:38bahan-bahannya seperti ini.
18:39Intinya adalah kelapa itu, ya.
18:42Saya tunjukkan, ya, jalannya buat.
18:45Yang pertama, saya mau ulak dulu ini.
18:51Ini, nanti kita kasih lihat, Pak.
18:54Nah, ini.
18:57Ya.
19:00Kesuna, bawang putih, cabai.
19:02Karena saya suka pedas, ya, banyak aja.
19:04Nah, ini.
19:05Ya, tiga aja.
19:06Jadi, kesuna-nya tidak perlu terlalu banyak.
19:10Cukup setengah aja.
19:11Dan semua ini,
19:12tiga-tiganya harus dipakar atau disangerai dulu.
19:16Nah, ini kemudian kita pulang.
19:22Ya.
19:26Ini simpel, nih.
19:28Masakan dulu.
19:29Tapi ini sebenarnya sudah kita,
19:31apa?
19:32Sudah kita perkaya lagi bumbu-bumbunya.
19:34Karena saya juga sudah melipatkan rempah.
19:38Ya.
19:39Ketumbar.
19:40Dikit-dikit.
19:41Ketumbar itu dua kalinya merica.
19:44Segini juga biar nggak apa-apa.
19:46Merica boleh yang hitam
19:47atau yang putih nggak apa-apa.
19:53Nih.
19:56Kemudian,
19:57kita pulang lagi.
20:07Tidak usah terlalu halus
20:09biar kasar aja nanti
20:10biar tetap berasa, ya.
20:12Nah, setelah ini
20:14selesai,
20:15baru kemudian
20:16kita ini.
20:18Bisa dihilangkan sedikit gininya, ya.
20:20Hitam-hitamnya ini.
20:22Biar nggak pahit nanti.
20:24Ini dulu memang
20:25makanan sehari-hari bisa.
20:26Sehari-hari ini.
20:28Cuman,
20:28keluarnya itu kan
20:29tidak
20:30sepanjang tahun.
20:32Dia keluarnya
20:33pada awal-awal
20:35pasal pusing tanah.
20:36Itu kira-kira.
20:39Nah, itu
20:39binatang yang lain juga
20:41keluarnya seperti begitu.
20:42Kan banyak juga yang namanya
20:43ada
20:44binatang-binatang
20:45sumber protein
20:46untuk orang Bali.
20:47Ya, kakul.
20:48Ya.
20:50ada ores
20:52mungkin di Singaraja, itu.
20:57Tapi jarang kita lihat sekarang
20:59kuliah-kuliah seperti ini, ya.
21:01Makanya tergolong
21:03menu yang ekstrim.
21:04Ya, pertama mungkin
21:06bahannya susah dicari.
21:08Ya.
21:08Kedua,
21:09pengetahuan
21:10anak-anak muda
21:13tentang masakan ini
21:15sedikit, gitu.
21:16Gak keren mungkin.
21:17Kalau kita sekolah masak,
21:20pelajaran pertama
21:21adalah buat mayones.
21:24Bukan buat
21:25masak gede, gitu.
21:26Nah, itu lagi.
21:29Jadi,
21:30gini aja.
21:36dan dalam
21:37banyak hal
21:38masakan tradisional Bali
21:39melibatkan
21:40kelapa, ya, Bli.
21:42Kelapa, minyak, itu.
21:44Karena
21:45ada yang bilang bahwa
21:47kelapa itu adalah
21:50bisa dipakai
21:51sebagai anti-racun, juga.
21:53Makanya dilibatkan terus, ya.
21:56Anti-oksidan, ya.
21:57Bukan, anti-racun, ya.
21:59Anti-racun, ya.
22:05Kalau beli itu
22:06sebagai penekun kuliner,
22:08sudah asmenjakap.
22:10Saya masak
22:11pertama kali
22:12untuk orang lain,
22:13dia ketika saya masih
22:14SMP.
22:15SMP.
22:15Itu terpaksa
22:16karena dulu ada
22:18tukang di rumah.
22:20Ibu saya kerja,
22:21Bapak saya kerja.
22:22Saya disiapkan bahan
22:25sama ibu saya.
22:26Dia bilang
22:26masak
22:27untuk tukangnya.
22:28Iya, iya.
22:29Akhirnya saya masak,
22:30dia bilang
22:31boleh juga, nih.
22:33Ya, terus
22:34berlanjutlah
22:35kita suka masak.
22:36Dan
22:36kebetulan saya juga kan
22:39penggemar
22:39minum tua, Bli.
22:40Ya, saya punya
22:41sekutua.
22:42Di sana
22:43kita sering komunikasi
22:44perihal bumbu
22:45dan segala macam.
22:46Itu belajar dari orang-orang tua
22:47di kampung, gitu.
22:48itu gini saya.
22:50Nah, saya pikir ini cukup, ya.
22:52Karena bahan
22:53untuk jubalnya juga
22:54tidak banyak, ya.
22:56Segini.
22:57Saya aduk aja langsung,
22:59jadikan satu.
23:03Nah, gini dia.
23:05Gini jadi bentuknya, ya.
23:08Kayak hitam-hitam sedikit itu.
23:11Nah,
23:12setelah itu
23:13kita tambahkan garam
23:15sebagai hal yang terpenting.
23:17Kalau tanpa ini
23:19ribut orang.
23:23sedikit aja.
23:27Sukanya asin juga.
23:30Pedas sebenarnya.
23:33Kalau siang sih asin.
23:34Kalau beli asin
23:35berarti beli dicintai
23:36banyak orang.
23:38Ya.
23:39Terasinya udah
23:40terkasih dikit.
23:44Ambil menunggu
23:45belauknya
23:48matang.
23:49Setelah itu
23:49kita campur dengan ini.
23:50Nanti kita plating aja
23:51dengan ini.
23:52Kita pakai ini.
23:53Sebetulan saya sudah siapkan
23:55tempatnya yang lain.
24:01Ya.
24:02Bagaimana?
24:03Sudah?
24:03Oh, sudah rupanya.
24:05Ya.
24:05Jadi tidak perlu terlalu lama
24:06karena binatang ini
24:07sejenis capung gitu.
24:09Kalau capung
24:09dulu di kampung itu
24:11nggak dimasak seperti ini.
24:13Tapi
24:14setelah dipanggang
24:15nunu capung gitu.
24:16Ya.
24:17Nggak hancur ya, Bih?
24:18Nggak.
24:18Kan cuman
24:19nggak
24:20nggak pakai api besar.
24:22Paling kalau
24:23kuda sayapnya hilang
24:24itu dah.
24:24Itu rasanya
24:25persis kayak jangkrik dia.
24:27Kalau pernah makan jangkrik
24:29capung kayak gitu.
24:31Kita campur ya.
24:34Nah ini
24:35saya campur.
24:38Nah.
24:39Ini sadrasenya
24:40rasanya sudah
24:41hampir semua
24:42ada di sini.
24:44Ya.
24:44Manisnya kita bisa
24:45dapatkan dari kelapa.
24:46garamnya ada.
24:49Kemudian
24:49unsur
24:50lautnya
24:51sudah ada juga.
24:52Yang
24:52dari terasi.
24:54Istilahnya
24:55gunung dan
24:55laut.
24:57Gunung dan laut
24:58bersatu sekarang.
24:59Nah.
24:59Penutupnya
24:59ini ada yang namanya
25:01lemo.
25:02Dalam filosofi
25:02masaan
25:03tradisional
25:04Bali
25:06ini adalah
25:07simbol
25:07buku yang
25:08pernah saya baca
25:09itu
25:10disebutkan bahwa
25:13lemo itu
25:13adalah simbolnya
25:15drupadi
25:15di panca
25:16pendawa.
25:18Drupadi
25:19tugasnya
25:20menyatukan
25:21kekuatan itu.
25:23Lima
25:23kekuatan itu
25:24disatukan oleh
25:25ini.
25:26Dalam dunia
25:27memasak Bali
25:27seharusnya
25:28ini turun
25:29paling terakhir.
25:31Ini yang
25:32ditambahkan terakhir
25:32bukan pertama.
25:33Gunanya adalah
25:34merekatkan
25:35semua
25:36lima rasa itu.
25:38Jadi rasa
25:38ke
25:38keenam itu
25:40adalah
25:42lemo
25:42kecuk ini.
25:43Tambahkan.
25:46Well done.
25:49Jadi tidak
25:50perlu lama.
25:53Inilah
25:54masakan
25:54tradisional
25:55orang Bali.
25:57Dia bisa
25:58menjadikan
25:59sambalnya ini
26:00kemudian menjadi
26:00sambal.
26:01Nasi panas-panas.
26:05Well done.
26:06Beginilah
26:07penampilan
26:07tampaknya
26:08di
26:08menu
26:11blau
26:12basa manis.
26:14Basa manis.
26:14Basa manis.
26:16Simple
26:16sederhana
26:17dan sederhana
26:19mungkin
26:20tapi dari
26:21cara rasanya
26:22mungkin
26:23sangat
26:24complicated.
26:28Tergantung
26:29waktu saja.
26:30Waktunya
26:31juru masak.
26:32Kalau dia
26:33punya waktu
26:34lebih
26:35dia akan
26:35complicated.
26:36Tapi kalau
26:37misalnya
26:37dia tidak
26:38ada waktu
26:38dia akan
26:39pergunakan
26:40uyah dan
26:40lengis saja.
26:42Saya pikir
26:43itu adalah
26:44bumbu yang
26:44paling simple.
26:45Tapi yang
26:46terpenting
26:47kebelakang lagi
26:47adalah
26:48rasa
26:49lapar
26:50itu sendiri.
26:51Jadi
26:52Bli
26:52boleh
26:54makan
26:55sehebat-hebatnya
26:56kalau Bli
26:56tidak lapar.
26:57Artinya Bli
26:58tidak akan
26:58bisa menikmati.
26:59Selera gitu ya.
27:01Jadi
27:01lapar adalah
27:02bumbu
27:03yang diciptakan
27:03Tuhan
27:04kepada
27:05masing-masing
27:05individu ini
27:07sebagai
27:08bumbu terbaik
27:09setelah
27:10garam.
27:13Coba
27:14Ece Bli
27:14mungkin
27:15tahu
27:16biar tahu
27:17saja
27:17pedasnya
27:19bagaimana
27:25apalagi
27:26pakai
27:27ini
27:27minumnya.
27:29Sama-sama
27:30Bli
27:34Tengah
27:35aja
27:35di Bali
27:37orang Bali
27:37minumnya
27:38tidak pakai pipet
27:44segar
27:47mantap
27:48ya
27:48ada
27:50perpaduan
27:51rasa pedas
27:52ada
27:53manisnya
27:53juga
27:54ada
27:55asin
27:56semua
27:56bercampur
27:57apalagi
27:59setelah
27:59minum
28:00air bungka
28:01ini
28:01tambah segar
28:02alam
28:04kalau orang
28:06Jawa
28:06bilang
28:06mana lagi
28:08mana lagi
28:09mana lagi
28:10cendian
28:11kan
28:31cendian
28:32beli cerita
28:32tadi
28:32banyak
28:33sekali
28:33yang
28:33memang
28:35apa yang
28:35jadi
28:36insight
28:36baru
28:37kita
28:37mengenai
28:38kulingan
28:38Bali
28:38dan ini
28:39perlu
28:39dilestarikan
28:40benar
28:41sekali
29:10saya
29:11saya
29:12inginnya
29:13suatu hari
29:14untuk
29:15bisa
29:15kembalinya
29:16belauk yang
29:18kita cari
29:18di Sianjur
29:19ini
29:19dan tidak
29:19jauh-jauh
29:20lagi ada
29:20di Bali
29:21mungkin
29:22dibagi
29:23daerahnya
29:24mungkin
29:25disininya
29:26nanam
29:26organik
29:27full
29:28satu
29:28kabupaten
29:29mungkin
29:29kabupaten
29:30yang lain
29:31menanam
29:31new hybrid
29:32atau yang
29:33nanam
29:33ketan
29:34nanam
29:34itulah
29:35istilahnya
29:35sistem pertanian
29:36itu
29:36tidak
29:37tidak
29:37ampura
29:39ini
29:39cuma
29:40saran
29:40tapi
29:42bila mana
29:43hal ini
29:44dilakukan
29:44saya
29:46yakin
29:47binatang
29:49binatang
29:49itu
29:49akan
29:50tumbuh
29:51lagi
29:51nanti
29:52ada
29:52biar kita
29:53tidak
29:53lagi
29:54harus
29:55susah-susah
29:57untuk
29:57menambahkan
29:58protein
29:58di dalam
29:59pola pakan
30:00kita
30:01yang sementara
30:02mungkin
30:02lebih banyak
30:03kita konsentrasi
30:04di karbohidrat
30:05satu lagi
30:06pesannya
30:06untuk
30:07generasi
30:08muda
30:08berikutnya
30:09tentang
30:10menu
30:11khas
30:11bali ini
30:12kan
30:12memang
30:12kalau tidak
30:13dilestarikan
30:14siapa lagi
30:15nanti yang
30:15mewarisi
30:16apa pesannya
30:17kalau saya
30:18sederhana
30:19aja sih
30:20coba aja
30:21makan
30:22karena
30:23perlu yang
30:24makan ini
30:25dengan makan
30:26dia akan
30:27tahu nanti
30:27ternyata ini
30:28apalagi nanti
30:29dia tahu
30:30bahan-bahan
30:32itu
30:32bahasa
30:34gede
30:34istilahnya
30:34itu
30:35apa sih
30:36bedanya
30:37dengan jamu
30:38bahwa itu
30:38menyehatkan
30:39jadi
30:40tolong
30:41cintai
30:42masakan
30:43tradisional
30:43bali
30:44jangan sampai
30:45hilang
30:45dengan jalan
30:47mengkonsumsinya
30:47dan ibu-ibu
30:49juga yang
30:49di rumah
30:51tolong
30:51perbanyak juga
30:52masak
30:52tradisional
30:53bali
30:53jangan
30:54ambil
30:55simpelnya
30:56aja
30:56kita pergi
30:57cari simpel
30:58beli ini
30:59beli itu
30:59enggak
30:59coba
31:00belajar juga
31:01bagaimana caranya
31:02saya tahu juga
31:03sekarang sudah
31:03banyak juga
31:04yang jual-jual
31:05bumbu
31:05bali
31:06gitu loh
31:06belajar
31:07dari sana
31:08dulu
31:08nanti
31:08kalau sudah
31:09pingin
31:10buat
31:10saya
31:11siap kok
31:13ya
31:13berbagi ilmu
31:15lah
31:15istilahnya
31:15berbagi
31:17berbagi
31:17pengetahuan
31:18tentang bagaimana
31:18caranya
31:19membuat
31:19bumbu
31:21biar
31:21masakan
31:22tradisional
31:23bali ini
31:23tetap
31:24lestari
31:24saya
31:25bercita-cita
31:26beli
31:27kenapa
31:28enggak ada
31:28juar lawar
31:29di New York
31:30sana
31:30sementara
31:31susi itu ada
31:32di kute
31:33apalagi padang
31:35kita enggak
31:36kemana-mana
31:38nah itulah
31:39itu gini
31:40ya
31:41ya
31:44senang bisa
31:45ada di sini
31:46ya
31:46beli
31:47enggak apa-apa
31:48yang sebutkan
31:48sebagai
31:49belawa
31:50beli gogong
31:54istilah buat saya
31:55enggak terlalu
31:56penting
31:56saya ingin
31:57menjadi diri
31:59belawa
32:00ini kan
32:01sebagai
32:01istilah
32:02sama
32:02dengan
32:03set
32:03kalau
32:03dari
32:04barat
32:05kurang
32:05lebih
32:05kurang
32:06lebih
32:06marilah
32:08kita
32:08menemang
32:10lebih
32:11mendekatkan
32:12lili
32:12dengan istilah
32:13istilah
32:13bali
32:13karena
32:15di bali
32:16itu
32:16terminologi
32:18dapurnya
32:18banyak
32:19sama
32:20kita enggak
32:21tahu
32:21ada
32:22ngis
32:23itu
32:23semua
32:24beda
32:24biar
32:25enggak
32:25kita
32:25nanti
32:26malah
32:27belajar
32:27terminologi
32:29jardini
32:30cube
32:31dice
32:32yang begitu
32:32nanti
32:33padahal kita
32:34punya
32:34ya gitu
32:35raya
32:37raya
32:37raya
32:37semua
32:39sebagai penutup
32:40terima kasih
32:41semeton
32:42berita bali
32:43dot com
32:44sudah mengikuti
32:45dari awal
32:46sampai kita
32:47praktik
32:47memasak
32:48lauk
32:50basel
32:51manis
32:51ini ya
32:52dengan
32:53di gogong
32:53sebagai
32:54penekun
32:55kuliner
32:56bali
32:56demikian
32:57podcast
32:58kali ini
32:58dengan
32:59topik
32:59kuliner
33:00saya
33:00terima kasih
33:01sampai jumpa
33:02kembali
33:03di podcast
33:03berikutnya
33:04om
33:05santi
33:05santi
33:06santi
33:06selamat
33:07selamat
33:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan