Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Jika Pesta Kesenian Bali (PKB) hanya dianggap sebagai hiburan atau entertainment semata, maka keberlanjutannya akan kehilangan arah yang jelas, namun, jika festival ini dipahami sebagai bentuk kesadaran, pemaknaan, dan cerminan dari pandangan hidup masyarakat Bali, maka PKB akan mampu menjadi pilar kebudayaan yang bersifat regeneratif sekaligus menjamin keberlanjutan (sustainability) nilai-nilai tradisi itu sendiri.

#PestaKesenianBali
#KeberlanjutanBudaya
#SeniBudayaBali
#TaksuBali
#BudayaRegeneratif

Tonton selengkapnya: https://youtu.be/37CB8ALFT48?si=CmPF1828sitblkEy

Media sosial Beritabali.com :
Facebook : https://www.facebook.com/beritabalicom
Instagram : https://www.instagram.com/beritabalimedia
TikTok : https://www.tiktok.com/@beritabali.tv
X (Twitter) : https://x.com/beritabalix
Threads : https://www.threads.net/@beritabalimedia
Dailymotion : https://www.dailymotion.com/beritabalicom
Youtube : https://www.youtube.com/@beritabalichannel
Facebook Grup : https://www.facebook.com/groups/beritabali
Spotify : https://open.spotify.com/show/5Dh1dqzMYeZoRDgeMxVIkF
WA Channel : https://s.id/Beritabalicom
Transkrip
00:00Betulnya kan pesta kesenian Bali ini banyak diikuti oleh daerah-daerah lain.
00:03Cuman, ya mungkin daerah lain itu menganggap.
00:07Kalau kita menganggap pesta kesenian Bali ini hanya sebuah entertain atau hiburan,
00:15pengertiannya hanya di sana, ya mungkin tidak sustainability dia.
00:20Arahnya nggak jelas.
00:21Tapi kalau kita memahami bahwa seni atau pesta kesenian Bali yang seperti di Bali ini
00:28sebuah pemahaman kesadaran dan pemaknaan,
00:32karena ada hubungannya dengan pandangan hidup, dengan nilai dia di sana,
00:39ini akan bisa menjadi sebuah yang regeneratif dan sustainability.
Komentar

Dianjurkan