Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dari pendataan yang dilakukan SMKN 6 Semarang, tercatat 707 siswa dan guru yang terdampak keracunan setelah mengonsumsi MBG.

Pasca kejadian keracunan massal, aktivitas belajar mengajar di sekolah kini kembali berjalan normal.

Sebagian besar siswa yang sebelumnya mengalami gejala keracunan telah kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Dugaan sementara, keracunan terjadi setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dibagikan.

#mbg #keracunan #smknsemarang

Baca Juga Mengaku Polisi dan Janjikan Pekerjaan, Pria di Banjarbaru Nekat Tipu Kekasih | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/683826/mengaku-polisi-dan-janjikan-pekerjaan-pria-di-banjarbaru-nekat-tipu-kekasih-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683828/siswa-guru-di-smkn-6-semarang-alami-gejala-keracunan-diduga-usai-konsumsi-mbg-kompas-siang
Transkrip
00:00Dari pendataan yang dilakukan SMKN 6 Semarang, tercatat 707 siswa dan guru yang terdampak keracunan setelah mengonsumsi MBG.
00:10Pasca kejadian keracunan masal, aktivitas belajar mengajar di sekolah kini kembali berjalan normal.
00:16Sebagian besar siswa yang sebelumnya mengalami kejala keracunan telah kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
00:23Dugaan sementara, keracunan terjadi setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu makan bergizi gratis atau MBG yang dibagikan.
00:32Siswa dan guru merasakan gejala mual, pusing, muntah, hingga sakit perut.
00:41Dari pendataan yang terkena, terkena indikasi gitu ya, artinya ada dampak mual, terus pusing, terus kemudian muntah, diare, itu ya
00:54sekitar 690-an lebih lah.
00:57693 ditambah dengan gurunya itu belasan.
01:02Jadi totalnya kalau di totalnya 700-an lebih.
01:06Setelah itu tidak masalah pulang seperti biasa, sampai di rumah itu seperti biasa aktivitas dan memang kalau sore itu memang
01:12saya tidak makan lagi di rumah.
01:15Kira-kira malam kurang lebih jam 23, saya itu bangun, badan saya itu sakit, sakit.
01:22Kemudian agak mulus ke belakang, bolak-balik, karena saya menganggap itu kondisi saya ya, yang memang saya tidak stabil.
01:50Terima kasih.
02:01Untuk sampel dari kejadiannya hingga saat ini masih dalam proses di laboratorium, Dinas Kesehatan di Semarang, di Gitu Inton.
02:11Dan diperkirakan sampel hasil dari penyelidikan ini baru bisa keluar paling cepat ini satu minggu setelah masuk di laboratorium.
02:20Sehingga saat ini belum bisa diketahui hasil dari sampel makan bergisi gratis yang sedang diteliti.
02:27Namun kalau tadi kami sempat berbincang-bincang gitu ya, dari kejadian pada hari Kamis, Pekan lalu hingga saat ini,
02:37siswa dan juga guru yang menjadi korban terdampak ini, yang jumlahnya sekitar 707 warga di sekolah SMK Negeri 6 Semarang
02:47mengaku,
02:47bahwa kalau dilihat dari bentuk pada saat akan mengkonsumsi makan bergisi gratis di hari tersebut, memang menu ini cukup mencurigakan.
02:56Karena ada bau khas tertentu dan juga rasa yang kurang nyaman begitu saat mereka mengkonsumsi.
03:02Namun kalau tadi kami sempat berbincang-bincang, setelah banyaknya warga sekolah yang menjadi korban,
03:11ada 10 yang kemudian dilarikan di rumah sakit dan hingga pada selasa hari ini,
03:16ke 10 anak yang dilarikan ke rumah sakit ini sudah bisa kembali ke rumah mereka masing-masing dan juga sudah
03:25mulai bisa melakukan aktivitas pembelajaran
03:28begitu sebagian sudah mulai masuk sekolah.
03:30Selain itu juga kalau kami tadi berbincang-bincang, kemudian seperti apa kelanjutan dari SPPG begitu ya,
03:38yang memasok makan bergisi gratis di hari tersebut,
03:42pihak sekolah menyebut bahwa SPPG tersebut saat ini telah diberhentikan sementara untuk kebutuhan proses penyelidikan.
03:49Karena kalau kita lihat di beberapa waktu lalu setelah dilakukannya tingjauan dari BGN,
03:54kemudian ke SPPG Karang Turi atau SPPG terkait ini ditemukan beberapa hal yang cukup janggal begitu ya,
04:02dan juga masih dalam proses penyelidikan diantaranya ini adalah SPPG tidak memenuhi seluruh standar
04:07dari program makan bergisi gratis yang harusnya ini dipenuhi begitu.
04:13Kemudian juga adanya lokasi SPPG ini yang kurang bersih begitu,
04:18dan saat ini masih dalam data-data tersebut masih dihimpun untuk proses penyelidikan berikutnya begitu Impron.
04:26G, si Tani ada katakan SPPG terkait ditemukan sejumlah pelanggaran begitu ya,
04:31sehingga diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru.
04:33Lalu apakah sudah ada sanksi yang diberikan kepada SPPG terkait?
04:39Hingga saat ini untuk SPPG terkait memang tengah diberhentikan sementara Impron untuk proses penyelidikan,
04:46sehingga SPPG ini tidak bisa beroperasi sampai dengan proses penyelidikan ini berlangsung,
04:52atau mungkin juga nanti kemudian akan mengikuti sanksi berikutnya.
04:57Namun hingga saat ini proses penyelidikan ini masih berlangsung.
05:00Kalau kami melihat juga tadi keluseslah dari anak-anak di sini memang menyebut bahwa
05:06selain SPPG ini diduga berada di lokasi yang kurang bersih begitu ya,
05:13beberapa kali juga mereka mendapati bahwa makanan-makanan yang disuplai dari SPPG Karangturi ini
05:19memang dalam kondisi kurang layak dikonsumsi di beberapa waktu.
05:24Namun baru akhirnya hal ini bisa terbukti atau terjadi begitu ya keracunan masal di SMK Negeri 6 ini
05:34pada pekan lalu di hari Kamis dan juga hari Jumat.
05:37Tidak sedikit juga kemudian tadi saat kami berbincang-bincang dengan siswa-siswa mereka mengeluhkan
05:43bahwa setelah mengkonsumsi ini mereka juga mengalami sakit perut,
05:47kemudian mual dan juga diare hingga berkepanjangan tidak hanya satu hari namun hingga tiga hari
05:54dan juga hingga dilarikan ke rumah sakit imbron.
05:57Baik, hingga saat ini proses penyelidikan masih terus dilakukan
06:00termasuk dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh SPPG terkait.
06:04Sementara itu sampel makanan juga masih terus dilakukan proses uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Semarang.
06:10Terima kasih atas laporan Anda Jurnalis Kompas TV G. Silutvia dan Juru Kamera Perha Yuda Febrianto.
Komentar

Dianjurkan