Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Timnas Indonesia akan menjalani laga krusial melawan Timnas Vietnam di Fase Grup Piala AFF 2026.

Kemenangan Timnas Indonesia melawan Kamboja dan Timor Leste akan menjadi bekal untuk laga melawan Vietnam, namun kualitas pemain dari Timnas Vietnam akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan John Herdman.

Lini pertahanan Indonesia dinilai akan mampu meredam serangan Vietnam jika tampil dalam komposisi terbaik.

Sementara di sektor tengah, Thom Haye disebut akan menjadi motor permainan berkat visi dan akurasi umpan. Sementara di lini depan Mitchell Baker akan menjadi senjata pamungkas Timnas Indonesia berkat keunggulan duel udara dan penempatan posisi.

Namun, ancaman-ancaman non-teknis khas Vietnam berupa provokasi di lapangan akan menjadi tantangan.

Saksikan #ArahJuaraKompasTV bersama Pengamat Sepak Bola Haris Pardede & Jurnalis KompasTV Theo Reza hanya di YouTube KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683709/prediksi-indonesia-vs-vietnam-di-piala-aff-2026-waspada-provokasi-skuad-vietnam-arah-juara
Transkrip
00:00Kalau soal positioning, kemudian clinical, bola-bola udara, saya yakin Michelle Becker unggul.
00:06Pasti, nggak mungkin nggak.
00:07Kim Sang Sik sudah mempelajari kelebihan kita dan mencoba mencari serumnya, kelemahannya apa.
00:13Di sisi kita juga sama.
00:15Kita berharap John Huffman, pelatih yang sangat luar biasa, mungkin salah satu pelatih terbaik tim nasional kita,
00:20bisa memiliki counternya juga.
00:23Tapi Vietnam itu memang banyak pemahaman belakangnya, terutama itu jebolan dari Piala Asia U23.
00:28Terutama saat mereka menghadapi Arab Saudi, mereka itu sangat luar biasa kompak.
00:33Jadi kolektivitas mereka ini yang menjadi kekuatan.
00:45Halo sahabat Kompas TV, kembali lagi di arah juara.
00:50Di episode kita kali ini, kita akan membahas pertandingan antara Indonesia melawan Vietnam.
00:56Di fase grup FF 2016, saya tidak sendiri, sudah bersama saya, Bung Haris Padede atau Bung Harpa.
01:06Kita akan membahas soal pertandingan Indonesia melawan Vietnam.
01:11Tapi aku ingin tanya dulu nih Bang, soal kan kemarin tim nas juga sudah melakoni dua pertandingan.
01:19Terus kemudian skornya juga cukup meyakinkan nih dua pertandingan ini.
01:24Ke Kamboja 51, kemudian Timor Leste juga 3-0.
01:29Terus yang kemudian disorotin nih, kemarin susunan pemainnya nih, dari starter.
01:34Nah, kalau menurut Bung Harpa nih, dua pertandingan tim nas kemarin ini sepertahankan.
01:41Ya, buat saya dari skor mungkin terasa meyakinkan ya.
01:47Tapi kalau kita lihat lawannya, menurut saya penuh dengan tantangan lah.
01:54Kenapa? Karena Kamboja ini kan rankingnya jauh di bawah kita kan.
01:58170-an kalau saya nggak salah.
02:00Sementara Timor Leste lebih bawah lagi, 201.
02:02Jadi terbentang kelas yang begitu jauh gitu.
02:06Jadi mungkin kalau diibaratkan kita dengan Kamboja atau dengan Timor Leste ini ibarat ya kita dengan Jepang seperti itu.
02:17Tapi memang lawan Timor Leste kita sudah bisa menduga ya.
02:20John Hartman akan melakukan rotasi dan itu memang tidak bisa dinafikan.
02:25Karena turnamen ini masih panjang, ya ada 8 anak tangga yang harus dilalui kalau kita ingin menjadi yang terbaik di
02:32turnamen ini untuk pertama kali.
02:35Cuman memang dalam dua pertandingan ini menyeratkan dua hal.
02:40Pertama, ke dalam maskuat kita ini patut dipertanyakan.
02:43Karena begitu kita katakanlah mengubah komposisi tidak yang terbaik, menurunkan katakanlah rotasi, itu langsung goyang.
02:55Keluaran Kamboja juga gitu.
02:56Kita lihat di babak pertama kita tampil bagus, menguasai, efektif, menciptakan banyak luang.
03:02Tapi begitu babak kedua, mulai pergantian pemain, langsung berubah, langsung shaky gitu ya.
03:07Terlepas dari kebobolan yang terjadi itu gara-gara individu, Nadeo Arkeminata.
03:14Lawan Timor Leste juga sama ketika kita starter, kita lihat line-upnya, rotasi cukup dalam dilakukan oleh John Hartman.
03:21Terutama di area pertahanan itu hampir seluruh diganti.
03:26Di depan hampir seluruh dipertahankan, hanya Beckham Putra yang digantikan Ragnar kalau saya nggak salah.
03:32Nah, begitu kita tampil dengan pemain pelapis, langsung goyang juga.
03:37Ya, Lawan Timor Leste yang peringkatnya jauh, kita susah menembus pertahanan mereka.
03:41Nah, sebenarnya untuk Lawan Timor Leste memang seperti yang saya katakan tadi, sangat masuk akal dan wajar untuk dilakukan rotasi.
03:49Tapi menurut saya, harusnya rotasi itu di babak yang kedua.
03:52Jadi kita push dulu di babak yang pertama, tampilkan pemain terbaik, tekan mereka, ciptakan peluang.
04:00Dan kalau bisa dua gol, tiga gol, nah baru babak kedua turun dengan pemain pelapis.
04:05Nah, itu situasi yang sudah langsung lock.
04:08Kenapa? Karena kalau mau Timor Leste mau layback, terserah mereka sudah tertinggal 0-3 atau 0-2.
04:13Tapi kalau mereka mau keluar menyerang, maka ada ruang yang bisa kita memanfaatkan.
04:16Tapi ini kebalik.
04:18Bahwa pertama, justru John Hartman menampilkan pemain pelapis, walaupun nggak semua, sehingga akhirnya kesulitan.
04:25Dan akhirnya agak sedikit frustasi.
04:27Padahal kita bermain dengan keunggulan satu orang loh, sejak menit 20-an.
04:32Jadi hampir setengah jam lebih kita gagal menciptakan gol lawan tim yang peringkatnya 201 dan dengan 10 pemain.
04:40Tapi again, overall kita mesti memberikan apresiasi, memberikan semangat juga, dan nanti lawan Vietnam ini jadi kunci.
04:48Kalau kita bisa menang, maka kita bukan hanya bisa mengunci tiket ke semifinal, tapi juga memulangkan Vietnam.
04:56Kemungkinan besar memulangkan Vietnam tidak lolos grup.
05:00Nah, kalau tadi kan Bung Harpa juga menciptakan soal pertahanan.
05:04Kalau melihat struktur pertahanan timnya sekarang ini, gimana sih Bang?
05:08Berapa solid nih untuk melawan Vietnam?
05:13Kalau secara pertahanan ya, kalau kita turun tampil dengan tim terbaik sih, saya cukup yakin ya dengan Garuda.
05:19Apalagi nanti ada Rizki Ridho di sana, ada Sandy Wall di sana.
05:24Kemudian kalau Sandy Pati nama dimasukkan, kita bisa lihat.
05:27Ya, saat lawan timur Rila ST, terlepas dari lawannya peringkatnya jauh,
05:30tapi kapasitas dia, kemampuan dia dalam pertahanan dan menyerang itu sangat bagus.
05:35Kalau itu saya nggak khawatir lah.
05:37Dan masih ada benteng pertahanan dalam diri seorang Nadewargi Winata.
05:40Tapi satu yang mesti diingat, setiap pertandingan menghadap Vietnam itu adalah masalah non-teknis.
05:46Ya, kita semua tahu Vietnam ini gemar melakukan provokasi.
05:50Itu sah-sah saja dalam sepak bola.
05:53Kalau kita sedikit menilik Piala Dunia kemarin,
05:56Perancis dan Paraguay itu kelihatan sekali Paraguay mencoba untuk memprovokasi
06:01Kilian Bapak dan kawan-kawan.
06:03Tapi tampaknya mereka sudah dibekali mungkin dengan ujangan ya.
06:07Mungkin dengan oleh Didri Deschamps, sehingga akhirnya ketawa-ketawa saja.
06:11Setiap para pemain Paraguay mencoba untuk melakukan provokasi.
06:15Pas pun di final juga demikian.
06:17Kalau kita lihat, siapa ya tuh?
06:20Yang Enzo Fernandes kan menebas pemain Spanyol.
06:25Saya lupa siapa.
06:25Kemudian berapa kali, bahkan sampai setelah pertandingan pun,
06:29Pak Redes sepertinya drunken master ya.
06:31Mabok sangat apa, hantam sana, hantam sini.
06:34Tapi kita lihat pemain Spanyol tetap tenang.
06:36Nah, ini yang kita butuhkan.
06:37Jadi, apa yang mungkin kita pikir, kita kelebihan kita,
06:42bahwa kita reaktif gitu ya.
06:45Tapi buat mereka itu justru dianggap sebagai kelemahan.
06:48Pasti selalu ada menjelang pertandingan Vietnam itu,
06:51komentar-komentar yang sengaja dihembuskan,
06:53dan kemudian akan teramplifikasi
06:55dan akan sampai di halaman smartphone-nya para pemain.
06:59Dan kalau tidak dijaga, ini mereka bisa terpengaruh.
07:02Nah, saya pikir, jadi balik lagi secara materi,
07:04saya yakin John Holman juga pelatih yang Fives-nya positif.
07:07Banyak yang mengatakan demikian.
07:09Nah, cuman dia harus memahami juga nih,
07:11rivalitas lokal kita dengan Vietnam seperti apa,
07:14supaya dia punya serum atau counter
07:17dalam menghadapi trik-trik yang dilakukan
07:19atau yang kemungkinan besar akan dilancarkan oleh para pemain Vietnam.
07:24Artinya banyak faktor non-teknis yang patut dicurigai ya, Bang.
07:29Pasti, pasti, itu pasti.
07:32Jadi, bicara soal ini, Bang, performa pemain.
07:36Di Timnas ini kan ada Mitchell Baker lah.
07:40Mitchell Baker, teman-trik,
07:41terus satu gol melawan Timor Restri.
07:44Kemudian, kalau di sisi Vietnam itu ada
07:50Nguyen Dinbach ya.
07:52Nguyen Dinbach yang cukup hat-trick ya.
07:54Melawan Timor Restri.
07:55Tapi kemudian masih tidak melawan Singapura
08:01kosong-kosong gitu kan.
08:03Nah, kalau melihat head-to-head dari dua pemain ini nih, Bang.
08:07Gimana menurutmu?
08:08Ya, Dinbach ini kan memang sudah lama ya membela Vietnam.
08:13Ketajamannya,
08:14kemudian aklimatisasi dia dengan sesama tim pasti lebih bagus.
08:18Tapi, Mitchell Baker punya kelebihan bola-bola udara.
08:22Kemudian, positioning dia.
08:25Saya paling terkesima ketika melihat goal kedua,
08:29kalau saya nggak salah,
08:30saat kita menghancurkan kombojo 5-1.
08:32Ketika Eliano lari dari kanan,
08:34nah, kemudian dia dengan cepat mengambil posisi juga.
08:37Sehingga, ketika Eliano mendeliver bola,
08:40dia langsung sudah on position
08:41dan langsung bisa mencepleskan bola, mentapping.
08:44Lawan Timor Restri juga salah satu golnya begitu.
08:46Ketika ada block crossing,
08:49sepertinya bola itu akan,
08:51atau dalam jangkauan keeper.
08:52Tapi, dia tetap tidak apa ya, tidak lengah.
08:55Dia tetap standby dan bener aja.
08:57Bolanya lepas, kemudian dia langsung bisa tap in.
08:59Jadi, kalau soal positioning,
09:01kemudian clinical, bola-bola udara,
09:04saya yakin Mitchell Baker unggul.
09:07Tapi, memang dia baru main.
09:09Kalau saya lihat komposisi dia itu,
09:12di Laun Kamboja,
09:14kolektivitas dia dengan Tom Hai misalnya sangat bagus.
09:17Kemudian, satu dari Eliano juga cukup bagus.
09:20Tapi, di Laun Timor Restri mulai macet lagi.
09:22Nah, konsistensi ini yang mungkin menjadi tantangan.
09:25Karena kalau diimbahkan,
09:26sudah main bertahun-tahun mungkin ya,
09:28dengan sesama tim-teammatenya.
09:30Jadi, pasti sudah lebih paham satu sama lain.
09:34Tapi, kita beruntung lah.
09:35Kita beruntung.
09:36Bayangkan kalau Mitchell Baker saat itu tidak ada,
09:39maka, ya dengan segala hormat,
09:41dengan pemain yang lain,
09:42saya pikir ketajaman kita akan berkurang.
09:43Nah, mudah-mudahan,
09:45John Hartman sama juga.
09:46Pasti, enggak mungkin enggak.
09:48Pasti, Kim Sang Sik sudah mempelajari kelebihan kita
09:52dan mencoba mencari serumnya,
09:55kelemahannya apa.
09:56Nah, di sini kita juga sama.
09:57Kita berharap,
09:58John Hartman, pelatih yang sangat luar biasa,
10:01mungkin salah satu pelatih terbaik tim nasional kita,
10:03bisa memiliki, apa ya,
10:06counternya juga.
10:07Ya, untuk bagaimana kalau misalnya,
10:09Michelle Baker dan Tom Hai,
10:11ini dua pemain yang memang pasti sangat diantisipasi mereka,
10:13itu bisa tetap keluar dari katakanlah jeratan
10:17Parakmen Vietnam,
10:18kalau memang dua pemain ini coba untuk dimakai kesimpikan rupa.
10:22Oke.
10:25Bunga Alpah sudah mentionnya soal Tom Hai,
10:28terus apa namanya.
10:29Di lini tengah kan,
10:31kalau lihat dua pertanian kemarin,
10:33gimana ya,
10:34cukup manis lah umpan-umpannya dari Tom Hai dan lain-lain.
10:39Iya.
10:40Terus,
10:42Gimana, Bung?
10:44Iya,
10:44saya pikir Tom Hai,
10:47very brilliant player ya,
10:49dia bermain dengan otak,
10:51walaupun kalau saat berlari itu sepertinya tersenggal-senggal,
10:55sepertinya,
10:55tapi sebenarnya enggak.
10:57Dan,
10:58minute play dia yang cukup banyak di Persib Bandung ini juga kita harus appreciate,
11:02sehingga stamina dia kelihatan,
11:04ya,
11:05slightly lebih baik lah.
11:06Dia main hampir full,
11:08kalau nggak salah full,
11:08bahkan di dua laga.
11:09Pun terus, ya.
11:11Iya.
11:11Dan umpan-umpannya kita lihat sangat luar biasa,
11:14ketika dia dikepung dua orang,
11:15dia selalu bisa melepaskan diri dengan umpan-umpan akuratnya,
11:19visinya sangat bagus,
11:20bahkan terakhir juga dia kasih bonus kan,
11:22tendangan bebas yang,
11:23itu kalau keeper mana pun nggak bisa menjangkau.
11:25Jadi,
11:26sekali lagi,
11:28cuma ada sedikit mungkin kekhawatiran,
11:30karena dua pertandingan ini demand full nih.
11:32Mungkin,
11:32kalau kemarin Timor Leste itu sesuai skenario,
11:35di awal-awal kita langsung unggul banyak,
11:37feeling saya waktu itu mengatakan dia akan ditarik luar,
11:39mungkin menit 70,
11:40untuk membuat dia lebih fresh lagi lawan Vietnam,
11:44karena ini kan pertanyaan penting.
11:45Tapi ya sudah,
11:46saya yakin,
11:48tim kebugaran atau tim fitness punya cara
11:50untuk membuat dia kembali tampil dari 100%,
11:54karena kita sangat butuh ibaratnya,
11:58kalau mesin ini pistonnya begitu ya.
12:01Dan,
12:02tentu di luar dia kan,
12:04ini tetap berpengar kolektif ya.
12:05Kita lihat,
12:06di area dia ini,
12:07kalau Messi punya bodyguard dalam diri Paredes dan Rodrigo de Paul,
12:12kalau Tom Hai ini punya dua dalam tanah kutip bodyguard,
12:15yaitu Ivar Jenner dan juga Mark Locke.
12:18Dua pemain ini,
12:18juga harus kita beri apresiasi,
12:20tapi mereka membuat tugas dari Tom Hai jadi lebih mudah.
12:23Jadi,
12:23tidak usah terlalu banyak dia ikut turun bertahan,
12:26cukup fokus untuk menyerang,
12:29dan mudah-mudahan ini berjalan dengan baik,
12:33tidak ada yang cedera,
12:34dan kita bisa langsung mengamankan tiket ke sini final
12:36dengan mengalahkan Vietnam.
12:39Nah,
12:39kalau melihat ya,
12:41kita tidak mau berharap,
12:43Guru Gawang,
12:43misalnya kayak,
12:44gimana,
12:45kalau menurut Abang ini,
12:47posisi Tom Hai,
12:49ini,
12:50mungkin ada siapa sih Bang,
12:52kalau menurut Abang selain Tom Hai,
12:55gitu?
12:56Iya,
12:56jujur ya,
12:59kalau sebenarnya,
13:01sebenarnya buat saya Riki Kamboaya harusnya,
13:03buat saya ya,
13:04tapi Riki Kamboaya kan nggak dipanggil ya,
13:06yang menurut saya,
13:08karakternya mirip,
13:09umpah-umpahnya juga bagus,
13:11syuting juga bisa,
13:12main box to box,
13:13ya,
13:14cuman,
13:15ya,
13:15setiap latihan itu punya prerogatif ya,
13:17untuk memanggil atau tidak memanggil pemain,
13:19kalau ada dia,
13:20saya nggak tahu ya,
13:21di timus kayaknya nggak ada yang mendekati dia,
13:23gaya mainnya,
13:24kalau Ivar Jenner masih lebih kepada holding with fielder,
13:27kalau Tom Hai ini kan juga,
13:28kadang-kadang bantu ke depan juga,
13:29kemudian juga,
13:31gemar melakukan umpar vertikal,
13:33dia kadang-kadang nganter sampai,
13:35kadang bisa main di flank kiri juga,
13:37jadi,
13:38ya,
13:38saya pikir satu-satunya yang mungkin,
13:40eh,
13:40dia juga beda,
13:41gayanya mainnya nyayap dari kanan,
13:43masuk ke dalam,
13:43jadi,
13:43kita memang,
13:45faktanya hanya bertumbuh dengan dia,
13:46jadi,
13:47kalau buat saya sih,
13:48agak sedikit disayangkan,
13:49nggak memanggil Ricky Kambuaya ya,
13:51saya juga nggak tahu kenapa,
13:52apakah memang keadaannya kurang bugar,
13:54atau mungkin ada preferensi pelatih yang lagi-lagi harus kita hormati,
13:58gitu,
13:58jadi,
13:58again,
13:59show must go on,
14:00ini adalah squad yang sudah,
14:02sudah tersedia,
14:03maka,
14:04ya,
14:04kita banyak-banyak berdoa mungkin sebagai penonton,
14:06agar Tom Hai tetap,
14:08bugar dan juga tidak cedera,
14:10bahkan juga tidak kena kartu,
14:11karena Tom Hai kita tahu juga,
14:14terkadang,
14:15agak sedikit reaktif,
14:16dan kita masih ingat,
14:17di round 4 kemarin kan,
14:19dia kena kartu merah,
14:19yang membuat akhirnya nggak main pertandingan kan,
14:21nah,
14:22ini jangan sampai terjadi,
14:23mungkin itu aja yang bisa menjadi harapan kita saat ini.
14:26Iya,
14:26siap,
14:27kalau ngelihat,
14:28apa namanya,
14:30pertandingan kebelatan,
14:31kan,
14:31kalau,
14:33beberapa pertandingan Indonesia,
14:34Vietnam kan,
14:36cukup,
14:36dominan lah ya,
14:37kemenangan Indonesia,
14:38Indonesia,
14:39tapi,
14:40pertandingan terakhir ini kan,
14:42Vietnam,
14:44menang lah intinya,
14:45dari Indonesia,
14:47ini kalau melihat,
14:49melihat komposisi pemainnya sekarang nih,
14:52Bung Harpa kayak gimana?
14:53Saya sih optimis ya,
14:55to be honest,
14:55kenapa?
14:56karena,
14:57saya nggak tahu ya,
14:58dua kekalahan tuh,
14:59satu lagi yang mana saya lupa,
15:00yang pasti satu itu,
15:01kalah kita di IFF 2 tahun lalu kan,
15:03di Manahan Solo,
15:04pokoknya lagi IFF 2 tahun lalu lah,
15:06nah,
15:06tapi kan waktu itu kita turun dengan pemain U22,
15:09under 22 loh,
15:10berarti kan,
15:11kayak modal-modal Arkan Kaka,
15:13kemudian,
15:13yang muda-muda lah,
15:14ya kan,
15:15umur-umur 19 tahun,
15:1620 tahun,
15:16jadi waktu itu mungkin,
15:17nggak bisa jadi patokan,
15:18nah,
15:19sekarang ini kan,
15:19bukan hanya yang senior,
15:21tapi,
15:22yang,
15:22boleh dikatakan 2 per 3 lah,
15:24dari kekuatan utama tim nasional kita main,
15:25ada Tom Hai,
15:26ada Eli Andor,
15:27Randers,
15:27ada Ivar Jenner,
15:28Ragnar Ragnar Mangun,
15:30ya,
15:30meskipun tanpa ada,
15:31apa,
15:32Jahit Ses,
15:33dan Kevin Dix,
15:34dan Ole,
15:34tapi kan ini udah cukup bagus ini,
15:36jadi,
15:37dengan,
15:38dengan materi yang seperti ini,
15:39dan,
15:40apa ya,
15:41sudah cukup,
15:41sudah cukup lama lah,
15:43mereka bermain secara bersama,
15:45bahkan ada TC-nya,
15:46saya sih optimis ya,
15:46harusnya kita bisa,
15:47melangkah sejauh mungkin,
15:49dan bahkan memutus,
15:50jinx kita yang nggak pernah juara,
15:51di turnamen kali ini,
15:52seperti itu.
15:56Soal prediksi skor,
15:57Timnas melawan Vietnam,
15:59kira-kira kalau dari Bunga Arpa sendiri?
16:03Saya pikir kita bisa menang tipis 1-0,
16:06dan mungkin ada kartu merah,
16:07satu ya,
16:11sangat mungkin ada kartu merah,
16:13tapi mudah-mudahan buat Vietnam kartu merahnya,
16:15ya,
16:16keras lah,
16:17keras,
16:17makanya kita kalau bisa,
16:18memanfaatkan itu,
16:20lawan yang harus kita bikin marah itu lawan,
16:22jangan kita yang jadi emosi,
16:24supaya,
16:24ya,
16:25kan kadang-kadang ada pamil mengatakan,
16:26kita bisa menang atau juara itu,
16:28kadang-kadang bukan hanya karena kita hebat,
16:30tapi lawan membuat kesalahan,
16:32gitu,
16:32jadi itu normal,
16:33yang penting kita tidak melanggar,
16:34apa ya,
16:36fair play lah,
16:37atau dalam bola kadang-kadang,
16:38trik-trik itu seperti biasa,
16:39jadi jangan kita aja terus yang dimanfaatin,
16:40tapi juga,
16:41kalau bisa kita bikin lawan juga emosi,
16:43dan akhirnya,
16:44merusak permainan mereka,
16:45seperti itu.
16:46Oke,
16:48gimana,
16:49Bang,
16:49aku ingin soal-soal,
16:54Vietnam,
16:55ini dua pertandingan ini,
16:57belum kebobolan sama sekali,
16:59gitu,
17:00nah,
17:00kalau melihat pertahanan Vietnam ini,
17:04sepeda,
17:05Bang.
17:06Ya,
17:06itu menarik sekali ya,
17:08jadi memang banyak yang tidak mensoroti area ini,
17:10tapi Vietnam itu memang,
17:12banyak pemain-pemain belakangnya,
17:14terutama itu jebolan dari Piala Asia U23,
17:16dan kalau kita lihat,
17:18di sana,
17:20di saat,
17:21terutama saat mereka menghadapi Arab Saudi,
17:24itu,
17:24mereka itu sangat luar biasa kompak,
17:26jadi kolektivitas mereka ini yang menjadi kekuatan,
17:29mereka bergerak secara beriringan,
17:31bersamaan,
17:32saling menutup,
17:33itu memang harus diakui,
17:34mereka sangat luar biasa,
17:35walaupun kalau buat saya,
17:36secara individu,
17:37saya masih megang kualitas kita ya,
17:39dari Sirido,
17:40ada Sandy Walls,
17:41tapi mereka itu memang harus diakui sangat kompak,
17:45jebakan offset mereka juga sangat jalan,
17:47kemudian,
17:48cara mereka untuk mempress lawan itu juga sangat bagus,
17:51dan juga tentunya,
17:53apa namanya ya,
17:55gigant pressing mereka juga jalan mas,
17:56jadi dari depan itu,
17:57para pemain depan itu juga langsung mengganggu,
17:59sehingga,
18:00bola itu tidak terlalu gampang juga,
18:01langsung jatuh ke area tengah,
18:04atau bahkan pertahanan mereka,
18:05dan itu membuat mereka akhirnya memang,
18:07walaupun sempat kepleset juga,
18:09lawan apa,
18:10Singapura ya,
18:11mereka bermain imbang 0-0,
18:12tapi tahanan mereka sangat solid gitu,
18:15ini menjadi,
18:15makanya saya tadi bilang,
18:16skornya juga 1-0 ya,
18:17saya juga tidak melihat kita akan semudah,
18:20sudah pasti tidak akan semudah menghadapi Kamboja dan,
18:22dan Timor Leste,
18:24dimana kita dapat begitu banyak peluang,
18:26lawan Vietnam itu jangan-jangan kita mungkin hanya dapat 1-2 peluang,
18:29dan itu kita bertumpu kepada Michelle Becker,
18:31mudah-mudahan walaupun cuma dapat 2 peluang misalnya,
18:33satu menjadi goal,
18:34dan kemudian kita bertahan dengan baik,
18:37mudah-mudahan kita bisa menang gitu,
18:38jadi setiap peluang harus kita manfaatkan,
18:40dan setiap kesalahan harus diminimalisir,
18:44karena membongkar pertahanan Vietnam itu,
18:46jauh lebih sulit ketimbang,
18:49membongkar pertahanan Kamboja dan juga Timor Leste.
18:53Oke, Bu,
18:54kita kawal keperangan timnas lah,
18:57Indonesia ini melawan Vietnam,
18:58dan kemudian mengunci tiket semifinal nanti,
19:02nanti malam.
19:03Ya, mudah-mudahan.
19:04Terima kasih,
19:05Bung Ata,
19:05atas semaktunya.
19:07Salam Rahjual.
19:08Salam Rahjual.
19:09Salam Rahjual.
Komentar

Dianjurkan