Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
Pakar Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana serangan terhadap Iran lebih merupakan bagian dari perang informasi atau strategi deception.

"Ini sebenarnya perang informasi ya. Kalau dalam teori namanya deception. Perang ini sudah sangat melelahkan semua, terutama sekali Amerika Serikat," kata Teuku Rezasyah dalam program Kompas Malam, Minggu (2/8/2026).

Teuku juga menilai faktor politik domestik AS ikut memengaruhi langkah Trump.

Baca Juga Iran Tembak Kapal Tanker Minyak yang Diduga Terobos Rute Selatan Selat Hormuz | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/683565/iran-tembak-kapal-tanker-minyak-yang-diduga-terobos-rute-selatan-selat-hormuz-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/683577/full-pakar-hi-teuku-rezasyah-analisis-alasan-trump-batalkan-serangan-ke-iran-kompas-malam
Transkrip
00:00Pak Teguh, ini Amerika Serikat yang semula gencar akan menyerang Iran secara habis-habisan, tiba-tiba berubah haluan dengan klaimnya.
00:07Sebenarnya kalau melihat dari diksi yang disampaikan oleh Trump lewat media sosial, kepada publik, apa sebenarnya yang direncanakan oleh Trump?
00:17Ini sebenarnya perang informasi ya, kalau dalam teori namanya deception ya.
00:22Perang ini sudah sangat melelahkan semua, terutama sekali sama Amerika Serikat.
00:26Ya, direncanakan perang itu kurang dari satu minggu, tapi sudah berjalan lima bulan plus dua hari.
00:32Dan ini mendekati tanggal, mendekati 3 November 2026, yakni empat bulan mendatang, di mana akan ada pemilu selat.
00:41Di dalam kondisi kebingungan seperti ini, Donald Trump mengeluarkan statement yang mengagetkannya.
00:47Pertama mengatakan ini adalah kesepakatan awal itu telah tercapai.
00:51Kemudian dikatakan bahwa Iran siap membuka kembali selat hormus, segera dan total, dan juga menghentikan ancaman program nuklir dari Iran.
01:01Dari Iran hal ini ditolak, mereka tidak melakukan diplomasi dengan Amerika Serikat.
01:06Kemudian juga Trump mengatakan adanya desakan dari sekutu-sekutu Timur Tengah.
01:10Memang negara-negara teluk itu aktif membujuk Donald Trump untuk menahan diri guna menjaga perang yang lebih luas.
01:15Antara lain, putra mahkota Muhammad bin Salman itu melakukan komunikasi telepon langsung dengan Trump,
01:21yang intinya mendesak deeskalasi konflik dan memprioritaskan dialog demi stabilitas keamanan internasional.
01:27Demikian juga tokoh-tokoh dari Qatar dan Uni Amrit Arab.
01:30Negara ini meminta penundaan aksi militer karena mereka yakin mediasi diplomatik itu sudah dekat dengan solusi final.
01:37Jadi mereka juga ada optimisme, tapi juga tentunya ketakutan karena mereka sangat khawatir mendapat serangan rudal balistik dari Iran.
01:47Tapi kalau kita melihat lebih dalam, ternyata rekomendasi dari kalangan militer Amerika Serikat itu juga sudah tegas.
01:56Mereka mengakui bahwa banyak target-target yang berhasil Iran capai,
02:01tapi pada saat yang sama juga mereka mengatakan Iran itu sebenarnya tinggal 20% lagi,
02:06dan kalau kita hajar terus-menerus, kita bom terus-menerus, itu akan membawa perang menuju skala masif,
02:12dan itu akan menyeret Amerika Serikat ke perang darat.
02:15Terus diakui Amerika Serikat juga sangat khawatir sebenarnya dengan ancaman militer dari Iran.
02:20Karena kalau kita melihat sumber-sumber dari Iran sendiri,
02:23itu rudal balistik Iran itu sudah semakin cepat, semakin presisi, dan semakin kuat daya ledaknya.
02:30Misalnya Iran sudah berhasil meledakkan radar dan basis-basis pertahanan udara Amerika Serikat
02:36di semua pengkalan militer yang ada di Timur Tengah.
02:39Misalnya kita lihat bahwa misalnya perangkat-perangkat seperti Patriot Air Defense Radar,
02:45kemudian Monitoring Radar, kemudian Tactical Radar, itu sudah banyak yang hancur,
02:48totalnya total 47.
02:50Kemudian juga pada namanya Operational Infrastructure Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah,
02:56itu ada 48 aset yang sudah hancur, misalnya adalah MQ-9 drone hanggar,
03:02itu hanggar yang sudah rusak, kemudian hanggar yang memuat pesawat F-15 itu juga sudah hancur,
03:09kemudian juga hanggar yang memuat pesawat P-8 itu juga sudah hancur.
03:14Kemudian yang menariknya adalah Iran juga sudah berhasil menghancurkan fasilitas support and logistics,
03:20itu ada 44 aset yang hancur, misalnya fighter jet dan helikopter ada 6 yang hancur,
03:26kemudian storage tanks itu 12 sudah hancur, jadi ini sangat mengkhawatirkan Amerika Serikat.
03:31Ya, apakah dengan analisa Anda, terutama dengan serangan operasional oleh Iran yang bisa dikatakan
03:38berhasil begitu ya atas Amerika Serikat, apakah ini juga yang menjadi landasan
03:42bahwa Iran bisa dengan mudah mengatakan bahwa kami tidak ada istilah untuk menunda adanya serangan
03:51dan ini seolah menyebut bahwa Amerika Serikat dengan klaim seperti ini artinya Amerika Serikat yang putus asa.
03:56Nah bagaimana Anda menilai respons Iran terhadap klaimnya Trump kali ini?
04:02Statement dari Iran mengatakan ini adalah pengelabuhan,
04:05mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh statement dari Amerika Serikat,
04:12karena Iran itu mengatakan ancaman militer itu sangat nyata dan berpotensi menghancurkan peradaban kami.
04:20Ini adalah statement dari akting Menteri Pertahanan Iran, Syed Majid Ibn Reza,
04:25itu menyatakannya di dalam media post.
04:28Kemudian juga Iran mengatakan yang Amerika katakan itu adalah mimpi,
04:32jadi untuk itu mereka mengatakan kami tetap akan konsentrasi mempertahankan selatormus habis-habisan,
04:38kemudian juga Iran juga mengatakan ini adalah ceasefire atau peradaan yang sifatnya goyang.
04:45Dan untuk itu Iran berpikir sekarang, sekaranglah saatnya untuk terus menyerang.
04:50Karena dalam bayangan Iran adalah mereka sedang berada pada semangat yang tinggi
04:54dan juga mereka sadar bahwa di periode, di kepemimpinan Donald Trump sekarang,
05:01itu tingkat persetujuan masyarakat atau namanya approval itu bergerak sekitar 33 ke 35 persen
05:09dan juga itu sangat menguatirkan Donald Trump sebenarnya.
05:13Kemudian juga kalau kita melihat pada media-media masa Amerika Serikat,
05:18mereka semakin tidak puas dengan tingginya biaya hidup,
05:22kemudian juga kita perhatikan situs-situs polling seperti The Economist,
05:27kemudian Nate Silver, kemudian juga APDC itu semua mengatakan bahwa reputasi Donald Trump itu sedang turun
05:35dan dikhawatirkan dalam pemilu selah bulan November nanti, tanggal 3,
05:41itu kemungkinan besar Partai Republik itu akan redup dan nanti kepemimpinan akan diisi oleh Partai Demokrat
05:49dan mereka dengan suara yang lebih besar di Parlemen Amerika Serikat,
05:54maka mereka berpotensi untuk melakukan pemakzulan atas Donald Trump.
05:58Jadi Iran tahu persis Amerika Serikat sedang dikejar waktu
06:01dan Iran mengatakan persenjataan kami dari hari ke hari sudah semakin canggih dan semakin akurat
06:06dan untuk itu Iran tidak meminta bantuan dari Cina dan Rusia
06:11walaupun mereka mengatakan kami sudah bekerja sama dengan Iran di masa lalu
06:16dan sekarang Iran sudah mampu bergerak sendiri.
06:19Sebenarnya ada hitung-hitungan terkait resiko, konsekuensi dari masing-masing negara ini
06:26baik Amerika Serikat maupun Iran begitu.
06:28Tapi dengan Anda katakan bahwa perang komunikasi ini saat ini sedang terjadi
06:32yang sebenarnya ini sudah terjadi berkali-kali.
06:35Nah ini potensi ancaman jika perang berlarut-larut ini seperti apa
06:39dan apa sebenarnya dari perang informasi ini yang ingin disampaikan oleh negara sekitar
06:45ataupun kita di dunia ini oleh Amerika Serikat dan Iran?
06:50Dunia itu berharap ya, perdamaian itu segera terwujud ya
06:54walaupun ini sangat sulit karena kalau kita lihat kalangan pemerintah Iran dan juga masyarakat Iran
06:59mereka berpikir apa yang dikatakan oleh Amerika Serikat itu pasti bohong.
07:03Itu pertama. Ini adalah ciri-ciri munafik menurut mereka.
07:06Dan kedua, kalau Amerika Serikat mengajak membuat perjanjian itu akan dia ingkari sendiri.
07:11Jadi 14 perjanjian yang 14 kerangka perjanjian itu tidak akan berhasil hanya berwujud masan kertas.
07:18Kemudian kalau nanti 14 item itu dilakoni dengan hati-hati
07:24itu tetap Amerika Serikat itu akan menggunting dalam lipatan.
07:27Jadi sebenarnya dunia itu berharap ya perundingan itu akan berjalan
07:31bergerak dari lunak ke keras.
07:33Misalnya ada hal-hal yang bisa dibahas.
07:36Misalnya Amerika Serikat itu menarik diri dari jalur-jalur yang dikuasainya di luar Selat Hormuz.
07:43Kemudian juga Amerika Serikat meniadakan blokade laut tapi memonitornya dari jarak jauh.
07:50Kemudian Amerika Serikat juga menarik diri dari ancaman-ancaman.
07:56Karena Selat Hormuz itu memang sudah aman sebelumnya.
07:58Malah semakin tidak aman setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang pada tanggal 28 Februari silam.
08:05Baru setelah hal-hal yang lunak itu dibahas.
08:08Misalnya juga dengan pembiayaan atas dana-dana Iran yang berada di Amerika Serikat.
08:14Yang mengendap sejak masa Syahansyah Muhammad Reza Pahlavi Aryamer.
08:18Itu agar dikembalikan kepada Iran.
08:20Tapi Israel tentunya akan menolak karena Iran akan menggunakannya untuk pertahanan.
08:24Tapi setelah prakondisi ini dilalui, barulah mereka bisa mengajak Iran untuk berbicara soal misalnya nuclear enrichment.
08:34Bisa mengajak Iran untuk berbicara tentang sanksi.
08:37Kemudian bisa berbicara dengan Iran perihal proksi-proksi regional yang dikendalikan oleh Iran.
08:43Jadi dunia juga berharap-harap.
08:45Cuma pada saat ini kita melihat bahwa Pakistan, Qatar dan Qatar itu sudah kehabisan bensin.
08:52Mereka sudah tidak memiliki ide lagi untuk lanjut.
08:55Padahal Amerika Serikat selalu meminta kepada Pakistan tolong dikondisikan agar perundingan itu ke depan itu memungkinkan kami memiliki exit strategi.
09:03Exit strategi yang elegan sehingga Amerika Serikat tidak terkesan kalah.
09:07Tapi sebenarnya ini sedang diusahakan dan kita masih menunggu keberhasilan dari diplomat.
09:13Jadi peluang-peluang untuk mendapatkan kesepakatan itu dalam waktu dekat apakah mungkin terrealisasi?
09:17Pak Teguh singkat saja?
09:20Kalau Amerika Serikat masih melakukan ancaman terus-menerus, saya pikir Iran akan mengatakan ini adalah prakondisi yang tidak ideal
09:27dan mereka akan tetap siap untuk menyerang fasilitas-fasilitas Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah.
09:32Demikian.
09:32Baik. Terima kasih atas analisa Anda lengkap kepada kami di Kompas Malam Kompas TV, Pakar Hubungan Internasional Presiden University, Pak
09:40Teguh Rezasyah.
09:41Terima kasih, salam sehat selalu. Sampai jumpa lain waktu.
09:44Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan