Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Amerika Serikat menunda serangan besar-besaran ke Iran yang bahkan diklaim sebagai serangan yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim ada permintaan dari Iran dan negara lain di Timur Tengah untuk menunda segala serangan karena kerangka kesepakatan telah disetujui.

Hal itu disampaikan dalam unggahan di akun Truth Social pribadi Donald Trump. Ia bahkan menyebut Israel turut dalam kesepakatan ini.

Trump menulis, Amerika Serikat telah siap bertindak melawan Iran dengan kekuatan militer yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.

Meskipun demikian, Amerika Serikat baru saja diminta oleh Iran serta negara-negara Timur Tengah lainnya untuk menunda segala serangan.

Penundaan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz secara segera, sepenuhnya, dan total. Demi kepentingan dunia, Trump mengaku setuju untuk membatalkan serangan.

Donald Trump mengatakan hanya ingin menang saat menjawab pertanyaan jurnalis mengenai strategi Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali gencatan senjata.

Trump kembali mengklaim Amerika Serikat telah bersikap baik dan Iran sedang dihancurkan.

Trump juga mengklaim Iran tidak lagi memiliki angkatan laut dan angkatan udara. Ia pun meyakini kemampuan militer Iran kini sangat kecil.

Para analis mengatakan perang Amerika Serikat dan Iran berada pada titik kritis dengan potensi eskalasi lebih lanjut, seiring pola serangan balasan yang kembali berlanjut serta harapan untuk mengakhiri konflik.

Menyatakan menunda serangan ke Iran, Trump menyebut serangan yang ditunda sebagai serangan besar-besaran yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya.

Apakah klaim ini hanya strategi Amerika Serikat dalam negosiasi dengan Iran?

Hal tersebut akan dibahas bersama Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia, Angel Damayanti.

Baca Juga Serangan Siber Iran ke 30 Sistem Air di AS? Trump Salahkan Gubernur Minnesota di https://www.kompas.tv/internasional/683514/serangan-siber-iran-ke-30-sistem-air-di-as-trump-salahkan-gubernur-minnesota

#iran #trump #as #selathormuz

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/683552/guru-besar-keamanan-internasional-soal-trump-klaim-iran-minta-tunda-serangan-hanya-strategi-as
Transkrip
00:13Selamat menikmati
00:55Selamat menikmati
01:16Selamat menikmati
01:45Selamat menikmati
02:15Selamat menikmati
02:35Selamat menikmati
03:14Selamat menikmati
03:32Selamat menikmati
04:03Selamat menikmati
04:25Selamat menikmati
04:28Selamat menikmati
04:30Selamat menikmati
05:08Selamat menikmati
05:39Kristen Indonesia
05:41Selamat menikmati
06:11Selamat menikmati
06:13Selamat menikmati
06:15Selamat menikmati
06:17Selamat menikmati
07:14Nah itu
07:15Selamat menikmati
07:17Selamat menikmati
07:20Selamat menikmati
07:49Selamat menikmati
07:52Kalau menikmati
08:36Selamat menikmati
09:07Ini memang
09:08Selamat menikmati
09:40Selamat menikmati
09:59Selamat menikmati
10:29Selamat menikmati
10:58Selamat menikmati
11:29Selamat menikmati
11:50Selamat menikmati
11:53Selamat menikmati
12:13Selamat menikmati
12:14Selamat menikmati
12:26Selamat menikmati
12:28Selamat menikmati
12:28Selamat menikmati
12:29Selamat menikmati
12:30Selamat menikmati
12:31Selamat menikmati
12:34Selamat menikmati
12:38Selamat menikmati
12:41Selamat menikmati
12:43Iran. Ketika Iran memang membutuhkan
12:45uranium dan dia punya
12:47kemampuan untuk mengembangkan uraniumnya
12:49menurut Iran sebenarnya untuk kebutuhan
12:51energi di dalam negeri, tapi kan oleh negara
12:53lain dipersepsikan sebagai ancaman
12:55nah artinya disini ada
12:56common concern, ada kekhawatiran
12:59atau ada apa ya
13:01kepentingan yang
13:04isunya sama, tapi kepentingannya
13:07berbeda. Ketika Iran membutuhkan ini
13:09untuk listrik, negara lain melihat ini
13:10sebagai ancaman. Nah disini dibutuhkan
13:13negosiasi, bukan berperang
13:14karena ketika perang malah akan membuat
13:16konflik menjadi semakin besar, eskalasi
13:18makin meningkat. Tapi mari duduk bersama
13:20ya, mari perhatikan apa
13:22yang menjadi kebutuhan Iran dan apa
13:24yang menjadi kekhawatiran negara-negara di sekitar
13:26Iran, terutama Israel. Bereskan
13:29itu sama-sama dalam
13:30negosiasi. Nah itu sebenarnya
13:32yang bisa menjadi titik temu, Mas Yassir
13:35ditambah lagi krisis ekonomi ya
13:36dengan platformus yang ditutup ekonomi
13:38banyak negara makin sulit
13:40tentu ini harus dipikirkan segera
13:42diselesaikan. Karena salah satu
13:44titik temu dari
13:46kepentingan kedua negara ini adalah
13:48di Selat Hormuz. Tapi pertanyaannya adalah
13:50poin-poin kesepakatan untuk
13:52di Selat Hormuz ini yang
13:54akhirnya masih digodok oleh
13:55kedua negara. Karena
13:56nampaknya alot sekali ya. Kalau
13:58saking alotnya, bagaimana peran dari
14:00negara-negara lain sehingga dapat
14:02mempertemukan kedua negara ini
14:03agar titik temu soal Selat Hormuz ini
14:05disepakati?
14:06Prof?
14:09Ya mungkin perlu dibentuk semacam
14:11dewa negara teluk begitu ya
14:13dewa negara-negara yang punya
14:15kepentingan yang sama terhadap Selat Hormuz
14:18bahwa negara-negara teluk dan
14:20negara-negara lain di sekitar
14:22teluk dan di seluruh dunia gitu ya
14:25global itu membutuhkan Selat Hormuz
14:27sehingga dipastikan harus ada
14:29kedamaian, keamanan, stabilitas. Nah
14:31dibentuklah konsorsium atau dibentuklah
14:33dewan yang isinya negara-negara teluk
14:35yang punya kepentingan yang sama
14:36untuk memastikan ini aman. Nah
14:39disini memang kemudian menjadi beda
14:40kepentingannya karena Iran maunya
14:42di wilayah yang bagiannya Iran itu
14:45memang Iran yang mengelola. Sebenarnya
14:47bisa saja tapi tadi ada
14:49kesepakatan-kesepakatan sampai
14:51wilayah mana Iran punya kan kalau
14:53kayak di hukum laut itu ada hukum
14:56laut teritorial, ada laut ZEE, dan
14:59ada laut lepas gitu ya. Nah
15:01Iran memang boleh mengatur ketika itu
15:03laut teritorialnya Iran, tapi ketika
15:06dan laut ZEE itu juga boleh dikelola.
15:08Tapi di luar itu nah buatlah
15:10kesepakatan bersama sehingga tadi
15:12semua pihak bisa mendapatkan benefit
15:15dari penggunaan Selat Hormuz ini. Nah
15:17disini yang perlu dibangun
15:20persamaan penyamaan persepsi, persepsi
15:22yang sama bahwa kita semua butuh
15:24Selat Hormuz. Bahwa Iran punya
15:27wilayah atau laut teritorial, yes
15:29itu harus dihargai haknya Iran, hak
15:31berdaulatnya harus dihormati. Tapi
15:34Iran juga perlu menyadari bahwa negara-negara
15:37lain juga membutuhkan Selat Hormuz itu. Sehingga
15:40perlu ada tawar-menawar yang menguntungkan, yang
15:43mendapatkan semua pihak itu mendapatkan
15:45manfaat. Begitulah.
15:46Oke ini yang diharapkan bisa terjadi ya
15:49negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
15:51yang juga didukung ataupun diperantari oleh
15:53negara-negara yang punya kepentingan
15:55di Selat Hormuz ini. Terima kasih.
15:57Prof. Angel Damayanti atas perspektifnya di Kompas Petang. Salam sehat.
Komentar

Dianjurkan