Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Malaysia's ambitions to become a leading artificial intelligence (AI) nation can only succeed if the groundwork begins in schools, says Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Read more at https://tinyurl.com/25y8r94c

WATCH MORE: https://thestartv.com/c/news
SUBSCRIBE: https://cutt.ly/TheStar
LIKE: https://fb.com/TheStarOnline
Transcript
00:00In the past year, we launched the Rancangan Pendidikan Malaysia, then the School Curriculum Persekolah, and I know it was
00:10needed to be a strong, strong, strong, strong in the Kalangan Guru and in the Kementerian Pendidikan.
00:27Then, we will now show the era digital.
00:33I will show the first time in the National AI Office of AI.
00:43It is one of the TV as a central AI for the country.
00:50It is one of the TV as a central AI office of AI.
00:56It is not going to be a strong, strong, strong, strong.
01:00It is one of the TV as a central AI office of AI.
01:11It is one of the TV as a central AI office of AI.
01:30Yeah.
01:31Kerana ini melentuhkan kita mampu menggapai di langit, menjamin Malaysia maju untuk masa kini dan masa depan.
01:47Tetapi, dalam menuju orang itu, pengkalan dia masih di sekolah.
01:53Ini kita tekankan sebab itu beberapa perubahan itu dimulakan di sekolah.
02:00Dan tentunya tiap perubahan itu membebankan.
02:05Tidak benar kalau orang mengatakan perubahan itu mudah.
02:08Dan yang kadang-kadang yang menjadi penghalang.
02:12Yang sini setelah perubahan itu tidak semestinya orang-orang desa dan kampung.
02:17Saya di program JPE, Perkhidmatan Awam, saya ingat di Melaka.
02:23Saya peringatkan balik teori tentang propensity to change and resistance to change.
02:32Itu satu teori sosiologi yang tak terkenal.
02:38Tiada Maclellan tentang need for achievement.
02:41Satu lagi tentang propensity to change.
02:43Maknanya ada kelompok yang senang menerima khairah untuk terima perubahan.
02:51Itu disebut propensity.
02:53Dia ada keinginan dan nasrat sedang sedia menerima perubahan.
02:56Ada kelompok lain resistance to change.
02:59Dia menghalang ataupun tidak senang menerima perubahan.
03:07Umumnya kita fikir, yang senang menerima perubahan itu golongan alien.
03:15Karena dia terdidik.
03:17Dia tahu perubahan itu diperlukan.
03:20Itu pandangan umum.
03:23Tidak semestinya tepat.
03:25Dan umumnya memikirkan golongan tradisional, golongan konservatif dan di desa,
03:31itu penghalang perubahan.
03:33Resist to change.
03:35Ada kebenarannya, tapi tidak semuanya tepat.
03:39Sebab, golongan alien itu tidak akan berubah, mahu perubahan,
03:43kalau ia dianggap mencabar pengaruh dia, kerudukan dia,
03:48atau kepentingan dia.
03:49Sebab itu bila kita bicara tentang kelola,
03:51amalan sakau-menyakau, itu tidak senangnya oleh banyak alien.
03:56Kerana seolah-olah mencabar amalan dan budaya dia
04:02yang mengambil keputusan yang tidak telus,
04:06yang tidak bertanggungjawab.
04:11Harapnya tidak semua.
04:13Tetapi, ini juga kelompok yang dikatakan.
04:16Resist to change.
04:18Ada orang desa, kalau kita beri penanyian yang baik,
04:21sebab itu dakwah itu selalu disebut,
04:23Bil hikmah wal ma'waizatil hasanah,
04:27wajadil humbillati ahsan.
04:31Tiga kali diulang tentang cara yang baik ini.
04:34Kerana kita tidak menolak kemungkinan
04:36orang yang paling dianggap jumut, kolot, kampung dan desa itu,
04:41tidak mampu menerima pembaharuan dan perubahan
04:44kalau diberikan pendedahan, pencerahan yang baik dan penuh hikmah.
04:51Tapi secara umumnya teori sosiologi menekankan tanpa soal
04:58bahwa umumnya yang terdidik itu lebih semudah terima perubahan
05:02yang kurang pendedahan dan pendidikan itu akan menolak.
05:08Tapi saya tekan ke sini kerana pengalaman kita dari segi
05:12dalam soal data kelola perubahan,
05:15kadang-kadang kita menempuh perhatian
05:17di tercabarnya kelompok elit yang senang dengan kebiasaan mereka.
05:24terima kasih.
05:29Terima kasih.
05:32Terima kasih.
05:32Terima kasih.
05:33Terima kasih.
05:33Terima kasih.
05:34Terima kasih.
05:34Terima kasih.

Recommended