00:00Piala AFF 2026 jadi edisi ke-16 sekaligus perayaan 30 tahun sejak kompetisi itu berlangsung.
00:05Namun Timnas Indonesia masih berupaya mengejar gelar juara pertamanya.
00:10Akankah skuad Garuda meraih gelar juara di bawah asuhan pelatih John Hurtman?
00:16Piala AFF masih jadi ambisi yang belum tercapai Timnas Indonesia.
00:2130 tahun bergulir, skuad Garuda belum pernah mencicipi manisnya gelar juara di kawasan Asia Tenggara.
00:30Kini di bawah asuhan pelatih John Hurtman, harapan tak sekedar menjuarai piala AFF, tapi juga meningkatkan level Timnas.
00:40Hurtman menyebut kompetisi ini jadi pembuktian untuk Timnas bisa naik ke level Asia.
01:26Kehadiran Hurtman juga komposisi pemain yang dibawah.
01:30Membuat harapan untuk meraih gelar juara perdana di piala AFF, membumbung tinggi.
01:37Indonesia ini sudah 6 kali jadi runner-up.
01:40Harusnya yang ke-7 kali ini harusnya bisa lah kalau bisa lulus final nih, harusnya bisa jadi juara.
01:45Karena John Hurtman itu kayaknya membawa suasana baru lah buat Timnas Indonesia.
01:49Lagi-lagi sejarah membuktikan bahwa kita sudah sering runner-up.
01:56Mungkin saatnya ini menjadi juara.
01:58Era pemain juga berubah ya mas?
01:59Era pemain juga, pemainnya mungkin sudah berubah generasinya.
02:03Ya kalau melihat kualitas pemain yang ada sekarang ini, level kita sebenarnya bukan lagi level AFF ya.
02:08Seharusnya kalau sudah begitu kondisinya ya kita harus juara gitu.
02:13Apalagi John Hurtman kan sudah totalitas dia.
02:17Sudah mau melatih itu pindah benar dia ke Jakarta dan itu kelihatan ya.
02:21Kualitas pemain terus berkembang di bawah pimpinan pelatih John Hurtman
02:26membuat publik tanah air optimistis Indonesia bisa merengkuh gelar juara di Piala AFF tahun ini.
02:32Namun patut diwaspadai Indonesia harus bisa belajar banyak tentunya
02:38dan memiliki strategi khusus untuk menghalau permainan dan juga permain naturalisasi
02:43yang berada di Timnas Vietnam, Kamboja dan juga Singapura.
02:47Yang membuat laga di grup A tentunya semakin ketat.
02:51Rini Taniken, Ghaniar Febrian, Kompas TV, Jakarta.
Komentar