Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Timnas Indonesia tiba di Jakarta setelah menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2026. Sebanyak 26 pemain pilihan pelatih John Herdman mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu malam.

Skuad Garuda yang diperkuat kombinasi pemain muda dan berpengalaman akan menjalani laga perdana Grup A menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin mendatang. Turnamen edisi ke-16 ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali mengejar gelar juara Piala AFF yang belum pernah diraih sepanjang 30 tahun penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Pelatih John Herdman menegaskan Piala AFF bukan hanya menjadi target meraih prestasi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa Timnas Indonesia siap bersaing di level Asia sebagai bagian dari langkah menuju Piala Dunia.

Seberapa penting gelar Piala AFF bagi Timnas Indonesia di era John Herdman? Bagaimana peluang Skuad Garuda mewujudkan target tersebut? Simak pembahasannya bersama Analis Sepak Bola Firzie Idris.

#TimnasIndonesia #PialaAFF2026 #JohnHerdman #SkuadGaruda

Baca Juga Timnas Indonesia Siap Hadapi Kamboja, M. Kusnaeni Ulas Kekuatan Skuad Garuda | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/682298/timnas-indonesia-siap-hadapi-kamboja-m-kusnaeni-ulas-kekuatan-skuad-garuda-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682308/full-analis-sepak-bola-firzie-idris-bahas-peluang-timnas-indonesia-raih-gelar-piala-aff
Transkrip
00:00Surat Timnas Indonesia tiba di Jakarta setelah menjalani pemusatan latihan selama 3 pekan di Bali United Training Center Gianyar, Bali.
00:10Ragnar Orat Mangun, Bekamputra hingga Rizky Rido tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangram, Banten pada Sabtu malam.
00:16Mereka merupakan 26 pemain yang lolos seleksi ketat John Hurtman untuk tampil di Piala AFF 2026.
00:22Juru taktik berpaswar Inggris itu mengandalkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
00:27Skuad Garuda akan menantang Kamboja di Laga Perdana di Stadion Pakansari Bogor pada Senin nanti.
00:39Piala AFF 2026 jadi edisi ke-16 sekaligus perayaan 30 tahun sejak kompetisi itu berlangsung.
00:45Namun Timnas Indonesia masih berupaya mengejar gelar juara pertamanya.
00:49Akankah Skuad Garuda meraih gelar juara di bawah asuhan pelatih John Hurtman?
00:56Piala AFF masih jadi ambisi yang belum tercapai Timnas Indonesia.
01:0130 tahun bergulir, Skuad Garuda belum pernah mencicipi manisnya gelar juara di kawasan Asia Tenggara.
01:09Kini di bawah asuhan pelatih John Hurtman, harapan tak sekedar menjuarai Piala AFF,
01:16tapi juga meningkatkan level Timnas.
01:20Hurtman menyebut, kompetisi ini jadi pembuktian untuk Timnas bisa naik ke level Asia.
01:26Kini di bawah asuhan pelatih Tenggara.
01:43Kini di bawah asuhan pelatih Tenggara.
01:44Tapi lebih penting untuk grup ini mencari saya siap.
01:48Seperti yang saya katakan kepada pemain hari ini, mereka berkembang.
01:51Mereka hanya menjadi lebih baik.
01:52Saya melihat hal-hal yang berbeda dari pemain yang berbeda.
01:54Mereka lebih jelas.
01:56Dan saya berhubungan untuk melihat apa beberapa pemain yang saya tidak tahu banyak.
02:01Saya akan mencari dalam 5 hari lagi.
02:04Jadi saya akan berhubung.
02:06Kehadiran Hurtman juga komposisi pemain yang dibawa.
02:10Membuat harapan untuk meraih gelar juara perdana di Piala AFF membumbung tinggi.
02:17Indonesia ini sudah 6 kali jadi runner-up.
02:20Harusnya yang ke-7 kali ini harusnya bisa lah.
02:23Kalau bisa lulus final nih, harusnya bisa jadi juara.
02:25Karena John Hurtman itu kayaknya membawa suasana baru lah buat Timnas Indonesia.
02:30Lagi-lagi sejarah membuktikan bahwa kita sudah sering runner-up.
02:36Mungkin saatnya ini menjadi juara.
02:38Era pemain juga berubah ya, Mas?
02:39Era pemain juga.
02:40Pemainnya mungkin sudah berubah generasinya.
02:43Kalau melihat kualitas pemain yang ada sekarang ini, level kita sebenarnya bukan lagi level AFF ya.
02:49Seharusnya kalau sudah begitu kondisinya ya kita harus juara gitu.
02:53Apalagi John Hurtman kan sudah totalitas dia.
02:57Sudah mau melatih itu pindah benar dia ke Jakarta dan itu kelihatan ya.
03:02Kualitas pemain terus berkembang di bawah pimpinan pelatih John Hurtman
03:06membuat publik Tanah Air Optimistis Indonesia bisa merengkuh gelar juara di Piala AFF tahun ini.
03:12Namun patut diwaspadai Indonesia harus bisa belajar banyak tentunya
03:18dan memiliki strategi khusus untuk menghalau permainan dan juga permain naturalisasi
03:24yang berada di Timnas Vietnam, Kamboja dan juga Singapura
03:27yang membuat laga di grup A tentunya semakin ketat.
03:31Rini Taniken, Gahniar Febrian, Kompas TV, Jakarta.
03:35Di edisi ke-30 tahun Indonesia belum pernah sekalipun merasakan gelar juara Piala AFF.
03:41Seberapa penting sebetulnya gelar AFF bagi Timnas di era saat ini?
03:45Kita bahas bersama dengan analis sepak bola, Virzi Idri.
03:48Selamat malam, Bung Virzi.
03:51Ya, malam Mbak Im, malam semua.
03:52Tadi kita simak bersama, sebagian penonton berharap kita juara AFF.
03:57Untuk saat ini harus tercapai gak sih dengan materi pemain sekarang, Bung Virzi?
04:02Oh ya, tentu kalau kita bahas partisipasi Timnas di Piala AFF itu adalah
04:08mungkin lebih banyak kisah dukanya ya, kisah nyarisnya 6 kali jadi runner-up
04:15dan terutama ketika adu penalti pada 2002 dan ketika kita sangat diunggulkan di 2010
04:22kita gagal menjadi juara, terakhir kita mencapai final 2020
04:26di bawah coaching di era pandemi, juga tinggal selangkah lagi
04:31tapi kembali kita gagal ketika itu juga menghadapi Thailand yang menjadi pemilik juara terbanyak.
04:40Tentu kita gak bisa melihat diri kita sebagai kekuatan yang udah level Asia
04:45kalau Asia Tenggara aja kita belum taklukan ya.
04:49Ini kan semuanya step by step ya, regional, continental, baru level dunia.
04:55Secara ranking dunia memang kita di turnamen sekarang itu urutan ketiga ya
05:01tapi 100 kita beringkat 118, dua negara Thailand, Vietnam itu di atas ranking 100
05:11jadi 94 dan 99.
05:14Tapi kan aktualnya mungkin kita punya ranking di atas juga mungkin sepantaran dengan mereka atau lebih baik.
05:22Jadi menurut saya ini adalah suatu kewajiban untuk kita bisa membawa pulang profi Piala AFF
05:30tapi kita juga lihat komposisi squad ini seperti apa
05:34dan bagaimana John Hetman mempersiapkan tim ini dalam konteks menghadapi Piala Asia
05:41dan juga nanti menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.
05:45Bung Visi, sebetulnya apa sih yang jadi kendala atau batu sandungan bagi timnas ketika kita
05:50enam kali runner-up gagal untuk jadi juara?
05:52Yang bisa jadi pembelajaran lah untuk timnas era sekarang?
05:57Ya berbagai macam ya, sakit hati dari hasil di lag pertama kita sudah lebih baik
06:05tapi kemudian di lag kedua kita kalah, adu penalti 2002, 2010 kita juga begitu diunggulkan
06:12tapi di lag pertama lawan Malaysia kita terkapar, 2004 juga kita diunggulkan lawan Singapura
06:20tapi kita kalah di Singapura jadi ini banyak sebenarnya ya berbagai faktor yang menentukan
06:27berbagai skenario, berbagai kisah nyaris itu tadi yang membuat squad Garuda ini kok
06:36kenapa sampai sekarang itu masih belum bisa menjadi kampiun di antara negara-negara tetangga mereka sendiri
06:44sebenarnya itu sih yang mental block dan mental barrier
06:47selama mental block itu belum bisa terpecahkan, kita belum bisa melewati tantangan tersebut
06:55ya kita akan selamanya ya masih membicarakan what if, what if, bahkan untuk di level Asia
07:02masa Singapura aja udah juara, Malaysia sudah juara tapi sementara kita belum gitu
07:08jadi itu sih sebenarnya bukan suatu tingkatan yang harus, yang kita ngerasa kita udah lebih tinggi
07:14karena pemain-pemain kita udah bisa main di round 4 qualifiers
07:18tapi buktikan bahwa kita juga bisa menjadi raja di kawasan seperti itu
07:24kalau soal konsistensi bagaimana apakah memang untuk di level turnamen
07:28konsistensi timnas itu perlu diuji lagi nih?
07:32ya ini kan sepak bola, cycle ya tentu secara siklus kita mengharapkan lebih baik
07:38kita gak bisa melihat siklus 2024 akhir ya
07:42karena ketika itu di PLAFF antara Coachin atau Coachin Tayong itu turnamen terakhirnya
07:49atau PSSI memutuskan untuk menurunkan timnas yang terdiri dari para pemain U23 ya
07:56waktu itu kan persiapannya menuju SEA Games
07:58terus habis itu kita harus melihat juga konteksnya ketika itu kita menghadapi Vietnam
08:03yang kita akan hadapi juga sekarang
08:05kita gak bisa menang lawan Filipina pertandingan terakhir
08:10itu juga menentukan
08:12jadi memang Asia Tenggara kekuatannya juga berkembang sekarang
08:17tidak hanya di kita tapi juga di negara-negara tetangga
08:21baik, Bung Firzi kita punya ini grafis statistik bagaimana head-to-head jelang lawan kita perdana
08:27lawan Kamboja
08:27ini kami akan coba tampilkan bagaimana statistik antara tim Indonesia dan Kamboja
08:33runner-up 6 kali secara head-to-head di PLAFF 2 kali kita menang
08:38sementara peringkat FIFA 118 berbanding 175
08:42bagaimana Anda melihat statistik ini kita dengan Kamboja Bung Firzi?
08:47ya kita terakhir ketemu Kamboja di Fast Group juga ya di 2022
08:52ketika itu kita menang 2-1 ya
08:54kita sempat unggul dulu terus dibalas
08:58terus kemudian kita memenangkan laga berkat golnya Witan
09:01pada menit ke-35
09:03emang sekarang dengan komposisi pemain kita yang ada
09:06seharusnya kita bisa berada di atas mereka ya
09:10cuman kan kita tahu di AFF apapun bisa terjadi
09:14kita tentu mengharapkan hasil yang maksimal
09:16meneruskan kerja bagus Coach John ketika menang lawan Oman dan Mozambique
09:22ketika itu ya di ronde laga FIFA Match Day Juni
09:27itu memberikan suatu dorongan fokus mental yang sangat baik
09:33kita menang clean sheet
09:34beberapa pemain juga diuji
09:36yang tadinya mungkin bukan pemain utama
09:39jadi harapannya bisa meneruskan momentum tersebut
09:43semoga di laga awal nanti langsung gaspoh
09:45lawan Kamboja
09:46terima kasih Bung Firzi untuk ulasnya di program Kompas Malam hari ini
09:50selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan