- 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jampidsus Febrie Adriansyah akhirnya ditahan di Rutan KPK, dalam momen pemindahan Eks Jampidsus Febrie ditahan tanpa diborgol dan rompi tahanan.
Sesaat sebelum ditahan, Febrie menuding ada upaya kriminalisasi dalam kasusnya.
Bagaimana membuktikan proses hukum ini berjalan transparan dan menjamin ada keseteraan dalam proses penyidikan yang berjalan di Kejagung?
Kita bahas bersama kuasa hukum Eks Jampidsus, Febri Diansyah, Pengajar STHI Jentera Institute Bivitri Susanti dan Anggota Komisi III Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682314/full-kuasa-hukum-febrie-bivitri-susanti-dan-dpr-bicara-transparansi-usut-kasus-tppu-eks-jampidsus
Sesaat sebelum ditahan, Febrie menuding ada upaya kriminalisasi dalam kasusnya.
Bagaimana membuktikan proses hukum ini berjalan transparan dan menjamin ada keseteraan dalam proses penyidikan yang berjalan di Kejagung?
Kita bahas bersama kuasa hukum Eks Jampidsus, Febri Diansyah, Pengajar STHI Jentera Institute Bivitri Susanti dan Anggota Komisi III Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682314/full-kuasa-hukum-febrie-bivitri-susanti-dan-dpr-bicara-transparansi-usut-kasus-tppu-eks-jampidsus
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:06Bertemu kembali saudara, usai ditetapkan sebagai tersang
00:10Febri meminta penyidik bisa menjelaskan siapa pemilik emas dan tunjuan penggunaannya
00:15Febri menilai penyidik harus mendalami dan mengonfirmasi sejumlah temuan barang bukti
00:20sebelum menetapkan dirinya sebagai tersangka dan menahannya
00:31Itu biar jasa penyidik lihat, itu punya siapa, dan digunakan untuk apa, kegiatan apa
00:39Nanti minta penyidik untuk jawab
00:51Menurut saya, ini belum cukup untuk jelaskan penahanan
00:56Di gedung bundar tidak pernah seperti ini
00:58Di gedung bundar tidak pernah seperti ini
01:01Saya merasa, memang ini kriminalisasi
01:06Kalau mas Rompi tadi mohon maaf, karena buru-buru juga udah malam ya
01:24Mantan Jampitsus Febri Adrian Syah tiba di rutan KPK
01:27Tanpa Rompi Tahanan dan Borgol di tangan
01:30Ia tidak terlihat layaknya tahanan tersangka korupsi
01:33Tampilan Febri yang terlihat berbeda ini menjadi pertanyaan wartawan kepada Kejaksaan Agung
01:39Jaksa Agung Muda bidang pengawasan Rudy Margono beralasan
01:43Tidak memberikan Rompi Tahanan dan Borgol kepada Febri karena buru-buru
01:48Kejagung menyebut Febri dijerat dengan kasus tindak pidana pencucian uang
01:53Selama menjabat sebagai Jaksa Agung Muda pidana khusus
01:57Kalau mas Rompi tadi mohon maaf, karena buru-buru juga udah malam ya
02:04Terus yang kedua, modus yang merendah secara umum
02:09Dugaan TPPU yang dilakukan oleh penyelenggahan negara
02:14Dalam jabatannya sebagai Jaksa atau pejabat sutural
02:21Selama dia menjabat mengabdikan diri di Kejaksaan
02:25Lebih detailnya tidak akan saya sampaikan karena terkait dengan strategi
02:32Sebelum ditahan di rutan KPK
02:34Ex-Jampitsus Febri Adrian Syah sempat menjalani pemeriksaan
02:38Sebagai tersangka dengan sprintik baru yang diterbitkan ke Jagung yakni TPPU
02:43Ex-Jampitsus Febri menilai penahanan terhadap dirinya tidak sesuai prosedur
02:47Karena seharusnya penyidik mendalami dan mengonfirmasi sejumlah alat bukti
02:51Yang sudah ada baru menahannya
02:55Bukti yang diajukan masih perlu didalami atau dikonfirmasi
03:04Sehingga menurut saya ini belum cukup untuk dilakukan penahanan
03:09Di gedung bundar tidak pernah seperti ini
03:12Di gedung bundar tidak pernah seperti ini
03:15Semua alat bukti harus dikonfirmasi dan diperdalam dulu
03:19Dan berkali-kali dilakukan expose
03:22Baru kita yakin bahwa ini tidak zolin
03:25Sehingga kita tetapkan tersangka
03:27Dan barulah kita melakukan penahanan
03:30Tetapi ini sudah menjadi keputusan pimpinan
03:34Saya siap menghadapinya
03:38Jika Febri Adrian Syah bisa berjalan bebas tanpa borgol di tangan dan rompi tahanan
03:43Berbeda dengan tersangka lain di kasus korupsi yang sama
03:46Yang sudah ditahan lebih dulu
03:48Don Rito
03:49Don Rito keluar dari ruang pemeriksaan kejagung dengan rompi tahanan dan tangan terborgol
03:55Ex-Jampitsus Febri Adrian Syah resmi ditetapkan sebagai tersangka
03:59Dan dilakukan penahanan selama 20 hari di rutan KPK
04:02Kejaksaan Agung berjanji menangani kasusnya secara transparan dan profesional
04:07Tim Liputan Kompas TV
04:13Ex-Jampitsus Febri Adrian Syah ditahan di rutan KPK
04:18Namun prosesnya tanpa diborgol maupun mengenangkan rompi tahanan
04:21Sesaat sebelum ditahan Febri menuding ada upaya kriminalisasi dalam kasusnya
04:26Lalu bagaimana membuktikan proses hukum ini berjalan transparan
04:29Dan menjamin ada kesetaraan dalam proses penyidikan yang berjalan di Kejaksaan Agung
04:33Saya akan berdiskusi bersama dengan para narasumber
04:36Lewat sambungan telepon bergabung bersama kami kuasa hukum Ex-Jampitsus Febri Adrian Syah
04:40Sementara dua narasumber bergabung lewat sambungan dalam jaringan
04:43Pengajar STIH Jentera Institut Bivitri Susanti
04:45Dan anggota Komisi 3 DPRRI dari fraksi Nasdem Rudianto Lalo
04:50Selamat sore semuanya dengan Tifal disini
04:53Selamat sore
04:54Oke terima kasih semua sudah bergabung
04:56Mas Febri suara Tifal terdengar ya mas
04:59Ya suaranya terdengar dengan baik
05:01Baik terima kasih sudah bergabung juga bersama kami Mas Febri
05:04Ramai diskursus di publik dalam proses penahanan tadi
05:07Klien Anda tadi malam itu ditahan di rutan KPK
05:10Tanpa diborgol dan tidak mengenakan rompi tahanan
05:13Sejauh mana Anda menanggapi reaksi publik soal itu?
05:17Saya pikir begini ya
05:19Kita memang perlu memilah terlebih dahulu
05:23Mana yang merupakan domain dari tugas advokat
05:27Dan juga domain dari tugas institusi itu yang perlu clear terlebih dahulu
05:35Saya tidak ingin kemudian melempar begitu ya
05:41Tetapi kalau kami di tim advokat kemarin setelah pemeriksaan selesai
05:46Kami sudah jelaskan bahwa fokus kami di tim advokat adalah pada substansi hukumnya
05:55Jadi harapan yang disampaikan pada saat proses pemeriksaan adalah agar fakta-faktanya jernih
06:03Jadi biar tidak kecampur-campur mana yang fakta mana yang bukan fakta
06:08Jadi fakta-faktanya jernih terutama tentu fakta-fakta hukum yang relevan ya
06:13Dan yang kedua tentu saja juga perlu jelas hak-hak dari tersangka termasuk diantaranya
06:23Hak untuk membuktikan sebaliknya atau hak untuk menyangkal
06:28Yang saya pikir disinilah justru tantangannya bagi penegak hukum
06:33Terutama penyidik di kejaksaan ya
06:35Untuk bisa lebih detail dalam proses pembuktian tersebut
06:41Saya pikir mungkin itu dari sisa ya
06:42Oke, Mbak Bivit kalau kemudian diskursus itu Anda tanggapi
06:46Perluka kita tanggapi serius atau sebetulnya ya hal wajar-wajar saja?
06:50Ya, saya kira kita mesti melihatnya di dua persoalan
06:53Yang pertama, hak-hak sesuai dengan KUHAP, hak-hak tersangka
06:57Sesuai dengan KUHAP, kita undang-undang hukum acara pidana
07:00Jadi itu memang kita tidak bisa bicarakan terlalu jauh
07:02Karena sangat-sangat normatif
07:04Tentu saja hak untuk mendalami dan seterusnya ada
07:06Kalau tidak sesuai silahkan dibawa ke peradilan
07:09Tapi ada yang kedua Mas
07:11Yaitu soal perlakuan yang sama
07:13Yang memang tidak tertera secara jelas dalam KUHAP
07:16Maksudnya bisa diperdebatkan lah
07:18Apakah harus pakai romping orange atau tidak misalnya
07:20Tapi saya kira kita harus melihat konteks politiknya di sini
07:23Bahwa Febri Andriansah ini adalah mantan Jampitsus nih
07:29Institusinya Kejaksaan dan seterusnya
07:31Sehingga mencolok sekali memang ketika ada tersangka lain
07:35Dalam pusaran kasus yang sama
07:37Ternyata diperlakukannya tidak secara sama
07:39Ya, lagi-lagi ini bisa diperdebatkan
07:41Tapi saya kira kita kalau melihat kasus ini
07:44Memang tidak bisa per-KUHAP saja
07:46Tapi harus melihat konteks politik yang melingkupinya
07:49Yang kita bisa urai panjang sekali
07:51Yang menyebabkan juga situasi ada perdebatan semacam ini
07:55Kalau alasannya dari Jamwas itu karena buru-buru harus segera ditahan
07:58Masih masuk akal nggak menurut Anda alasan itu?
08:01Ya, saya kira itu terlalu dipaksakan ya
08:03Buru-buru apa sih ya
08:05Apalagi kan konteksnya adalah
08:08Pak Febri juga orang yang tidak mungkin kemudian melarikan diri
08:12Seperti itu ya
08:13Sehingga memakaikan jaket orange saja
08:15Itu berisiko membuat ia melarikan diri
08:18Saya kira tidak sesederhana itu kan
08:19Saya kira itu juga kelihatan
08:21Memaksakan lah pendapat seperti itu
08:23Oke Mbak, Bang Rudy kenapa kemudian ini jadi diskursus?
08:26Karena kan ada perbandingan perlakuan dengan
08:28Satu tersangka lain, Don Rito
08:30Pakai rompi tahanan, ikut di Borgol
08:32Masuk dalam mobil tahanan
08:33Anda melihat ada perbedaan perlakuan juga di situ, Bang Rudy?
08:37Ya, pastinya
08:38Itu yang saya harus katakan bahwa
08:41Sejatinya penegakan hukum itu
08:44Ya harus juga dengan
08:46Due process of law
08:48Proses hukum yang baik dan adil
08:50Kalau kemudian seorang tersangka tidak pidana korupsi
08:53Dipakaikan rompi tahanan di Borgol
08:56Pada saat malah diperhadapkan di publik
08:59Maka hal yang sama kepada siapapun
09:02Itu harus diperlakukan
09:04Kapan ada pembedaan
09:06Kapan ada apa namanya
09:08Keistimewaan
09:09Maka itu
09:10Menurut hemat saya itu yang berbahaya
09:13Menurut hemat saya
09:14Karena akan
09:15Menghilang
09:17Akan membuat masyarakat tidak percaya
09:19Proses penegakan hukum itu sendiri
09:22Makanya saya katakan
09:23Kalau selama ini standarnya
09:25Seorang tersangka tipikor itu
09:27Dipakaikan rompi
09:28Tangannya di Borgo
09:30Lalu kemudian diperhadapkan ke publik
09:32Maka hal yang sama
09:34Mau dia mantan pejabat
09:35Mantan petinggi hukum
09:37Kalau dia sudah nyatakan tersangka
09:39Maka dia juga harus mendapatkan
09:42Perlakuan yang sama
09:43Supaya menghilangkan persepsi masyarakat
09:45Terkesan ada keistimewaan
09:47Itu yang saya kritik sebenarnya
09:49Terhadap kejaksaan agung
09:51Karena kita tidak mau
09:53Barua
09:53Institusi kejaksaan agung ini
09:55Rusakkan orang per orang
09:56Oknum per oknum
09:57Siapapun
09:58Oke
09:59Kalau kemudian ada
10:01Pandangan soal beda perlakuan ini
10:03Muncul di publik
10:04Maka kemudian bagaimana
10:05Publik bisa berharap
10:06Ada upaya transparansi
10:07Yang betul-betul ditunjukkan
10:08Kejaksaan agung
10:09Untuk mengusut kasus yang menjerat
10:10Mantan Jampitsus ini
10:12Kita akan diskusi kejadian itu nanti
10:13Di segmen berikutnya
10:14Kita jelaskan sebentar
10:39Melanjutkan diskusi Mbak Bivit
10:40Kalau kemudian
10:41Prosesnya sudah seperti ini
10:43Kita kan menunggu nih
10:44Setelah penahanan dari kedua tersangka
10:46Prosesnya setelah itu
10:48Febri sudah mendorong
10:50Agar telusuri dululah
10:51Pemilik emas yang 74 kilo
10:53Dan uang-uang itu
10:54Kemudian bagaimana Anda membaca
10:56Arahnya
10:56Penelusuran dari kejaksaan agung
10:58Mencari siapa pemilik
11:00Dari emas dan uang itu tadi
11:01Bakal gampang atau akan ada drama baru nih
11:05Gampang atau ada drama baru ya
11:07Saya kira bisa
11:08Yang kemungkinan bisa terjadi adalah
11:10Kalau boleh kita sebut drama
11:12Entahlah apa yang mau disebut
11:14Silahnya ya
11:15Tapi memang kerumitannya pasti tinggi
11:16Kenapa begitu?
11:18Karena kita juga mesti melihat situasi
11:20Misalnya satu
11:20Kan juga unik sekali
11:22Ada seseorang
11:23Yang sudah menjadi tersangka juga
11:24Don Rito
11:25Yang bahkan sudah mengklaim
11:27Itu memang punya saya
11:27Itu memang punya saya
11:28Biasanya orang menghindar
11:29Untuk mengatakan hal itu
11:31Jadi artinya mungkin ini yang bisa
11:32Tadi mas katakan sebagai drama
11:34Begitu ya
11:34Tapi katalah kerumitannya itu
11:36Terus kemudian yang kedua juga
11:39Situasi
11:39Kalau kita urai
11:43Perkara-perkara
11:44Yang menyertai perkara ini
11:45Mulai dari Asabri
11:47Kemudian PLN
11:48Dan lain seterusnya
11:49Itu juga
11:50Akan kita ketemu
11:52Banyak sekali aktor lainnya
11:53Nah jadi kalau berdasarkan
11:55Lihat
11:55Gejala-gejala seperti itu
11:57Saya menduga memang
11:58Ada tingkat kerumitan
11:59Yang unik sekali
12:00Karena itulah saya kira
12:01Ada sangkaannya sekarang
12:03Kepada TPPU
12:05Ya karena
12:05Kalau masalah kerugian negara
12:07Itu terlalu sederhana
12:08Biasanya
12:09Makanya konstruksinya
12:10Dibuat agak lebih mendalam
12:12TPPU itu
12:12Lebih
12:13Biasanya akan lebih
12:14Mengena ya
12:15Pada kerumitan-kerumitan
12:16Yang barangkali bisa kita
12:17Namakan drama itu
12:19Tapi saya kira ini akan
12:19Semakin panjang
12:20Karena
12:21Yang namanya korupsi
12:22Tentu saja tidak
12:23Pak Febri sendiri
12:24Tapi
12:25Akan ada banyak sekali
12:26Orang yang terkait
12:27Dan dugaannya
12:28Karena perkaranya
12:29Besar-besar
12:30Ada persoalan
12:31Satuan tugas
12:32PKH
12:34Penanganan kawasan hutan
12:35Dan lain sebagainya
12:36Maka kita akan ketemu juga
12:38Orang-orang yang
12:39Juga di atas
12:41Begitu misalnya
12:42Di lingkaran elit
12:43Sehingga
12:43Pasti akan banyak upaya
12:45Untuk menyembunyikan
12:46Upaya untuk
12:47Apa
12:49Mengalihkan perhatian
12:51Dan seterusnya
12:51Barangkali itu yang akan terjadi
12:53Mas Febri masih mendengar suara saya
12:54Mas Febri
12:55Ya ya masih
12:56Tapi tadi agak
12:57Kepotong-potong
12:58Oke
13:00Pertanyaan saya begini
13:01Kalau kemudian
13:02Ada dorongan dari
13:03Klien Anda
13:04Bahwa Kejaksaan Agung
13:05Harusnya telusuri dulu
13:06Siapa pemilik dari
13:07Emas dan uang-uang itu tadi
13:08Tapi saya sempat ingat juga
13:09Pernyataan dari
13:10Pak Febri
13:11Waktu itu
13:12Yang bilang bahwa
13:13Bukti-bukti itu
13:14Ada pemiliknya
13:15Terlebih bukti itu
13:16Ditemukan di rumah
13:17Klien Anda itu tadi
13:18Ini sebetulnya
13:19Pura-pura gak tau kah
13:21Atau
13:22Emang gak tau
13:23Gimana sih sebetulnya
13:24Sampai akhirnya Pak
13:24Febri mendorong hal semacam itu
13:26Mas Febri
13:27Jadi
13:28Beliau tentu punya
13:29Latar belakang pengalaman ya
13:31Panjang
13:32Mulai dari penyidik
13:34Fungsional gitu ya
13:36Sampai dengan
13:36Jampitsus
13:37Itu tentu mempengaruhi
13:39Apa yang
13:41Beliau lihat
13:42Penilaian terhadap
13:43Fakta-fakta
13:44Atau proses-proses yang berjalan
13:46Itu yang pertama
13:47Yang kedua
13:48Saya pikir kita
13:49Perlu kembali
13:50Karena tugas saya sebagai advokat ya
13:52Perlu kembali melihat
13:53Pada kita
13:55Penunang hukum acara pidana
13:58Situasi apa yang membuat
13:59Seseorang menjadi tersangka
14:01Itu jelas sekali
14:03Harus ada bukti permulaan
14:05Yang cukup
14:06Yang misalnya
14:07Kita mengenal dengan sederhana
14:09Ada minimal dua
14:10Alat bukti di sana
14:11Dua ini kan bukan hanya
14:13Kuantitas
14:13Ada bukti satu
14:15Berupa barang
14:16Ada bukti dua
14:16Berupa saksi
14:17Misalnya begitu
14:18Tentu tidak cukup hanya kuantitas
14:20Bukti ini juga harus berkualitas
14:23Berkualitas itu artinya
14:25Betul-betul ada relevansi
14:27Kedua bukti itu
14:28Yang bisa meyakinkan penyidik
14:31Sekaranglah penyidik di sini
14:32Yang punya kewenangan
14:33Untuk bisa menetapkan
14:35Seseorang sebagai tersangka
14:36Apalagi untuk melakukan penahanan
14:39Kalau penahanan ini
14:40Kita belajar
14:41Sejak awal ya
14:43Ketika seseorang ditahan
14:44Berarti buktinya
14:46Seharusnya benar-benar
14:48Tidak meragukan
14:49Karena ketika penahanan terjadi
14:51Sudah ada
14:52Upaya paksa yang dilakukan
14:55Terhadap seseorang
14:56Nah
14:57KUHAB ini kan tidak hanya dibuat
14:59Untuk satu orang
15:00Tapi untuk semua
15:01Rakyat Indonesia
15:03Begitu
15:03Atau semua pihak yang
15:05Subjek hukum yang bisa
15:06Yang wajib patuh pada KUHAB
15:08Karena itulah
15:09Sebenarnya
15:10Kita perlu kembali lagi ke sana
15:12Konteks pernyataan
15:13Seharusnya perlu didalami
15:15Menurut saya
15:16Adalah
15:16Yakinkan dulu
15:18Fakta-faktanya
15:19Secara jernih
15:20Buktinya
15:21Harus diuji
15:23Kualitasnya
15:24Sehingga
15:24Penanganan perkara ini
15:26Betul-betul
15:27Menjadi penanganan perkara
15:28Di
15:29Jalur hukum
15:30Kalau kemudian ada pertanyaan
15:32Dari bukti itu
15:33Sorry saya potong
15:33Mas Febri
15:34Kalau kemudian ada pertanyaan
15:35Dari kepemilikan
15:36Barang bukti itu
15:37Kemudian klien Anda
15:38Merasa dikriminalisasi
15:39Adakah rencana
15:40Untuk melakukan
15:41Peradilan
15:42Gini
15:43Saya sambung tadi sedikit
15:45Ini kaitannya dengan
15:46Yang ditanyakan
15:47Jadi
15:48Kalau di satu sisi
15:49Penyidik
15:50Sekarang sudah meyakini
15:51Kan penyidik sudah melakukan penahanan
15:53Artinya penyidik kan sudah meyakini
15:54Itu syarat-syarat penahanan
15:56Syarat-syarat
15:56Bukti
15:57Menurut saya ya
15:59Itu menunjukkan
16:00Justru
16:01Penyidik yang dulu
16:02Mungkin
16:03Bawahan-bawahannya
16:05Pak FA
16:07Itu justru sedang menjalankan
16:09Tugasnya
16:10Dari versi
16:11Mereka
16:12Sebagai
16:13Penyidik
16:14Nah di sisi lain
16:15Kalau ada counter
16:15Kalau ada bantahan
16:17Itu juga
16:18Hak yang seimbang
16:19Saya pikir
16:20Yang
16:21Sah disampaikan oleh
16:23Seseorang yang berstatus
16:25Sebagai
16:25Tersangka
16:26Nah
16:26Terkait dengan langkah hukum berikutnya
16:28Saya belum ketemu lagi nih
16:30Dengan Pak FA
16:31Karena ketika
16:32Beliau dibawa
16:34Ke
16:35Rutan KPK
16:36Itu masih
16:38Masa
16:38Belum bisa dikunjungi
16:40Selama sekitar 3 hari
16:42Kalau kata petugas rutan
16:43Jadi kami mungkin baru ketemu setelah
16:45Itu
16:45Untuk sementara kami perdalam dulu
16:47Substansinya
16:48Karena
16:48Sekali lagi
16:49Fokus kami adalah
16:50Fokus saya
16:51Di tim hukum adalah
16:53Pada
16:53Aspek substansi hukum
16:55Dan hak-hak
16:56Yang diatur di KUHAP tersebut
16:57Oke
16:58Bang Rudy
16:59Kalau kemudian ada
17:01Masalah perbedaan perlakuannya
17:02Jadi diskusi publik
17:03Maka Anda menaruh ekspektasi
17:05Seperti apa
17:05Soal transparasi
17:06Pengusutan kasus ini
17:09Ya
17:09Tentu kita tetap
17:10Positif tinggi ya
17:11Proses hukum
17:13Yang sedang berjalan ini
17:14Bisa transparan
17:16Bisa terbuka
17:16Dan itu menjadi harapan
17:17Kita bersama
17:18Tentunya
17:19Karena gini Pak
17:20Ini kan skandal besar
17:21Kenapa saya mengatakan itu
17:23Oleh karena ini
17:24Tersangkanya
17:25Ini seorang
17:26Mantan Jaksa Agung
17:27Tidak Perdana Khususus
17:28Jampisus
17:29Panglima perang
17:30Presiden
17:30Kejaksaan
17:32Gitu kan
17:32Dan prestasi-prestasi
17:34Yang selama ini
17:35Dimiliki oleh
17:37Kejaksaan
17:38Pengungkapan kasus
17:39Pemulihan kerugian negara
17:40Yang begitu besar
17:41Rupanya
17:41Oleh institusi
17:43Penelitian hukum lain
17:44Ternyata
17:45Ada dia menjadi
17:46Bagian dari
17:46Korupsi ini ya
17:48Ini yang menjadi
17:50Perdebatan Pak
17:51Dan
17:51Dan ini yang saya
17:52Mengatakan
17:53Dimana-mana
17:54Bahwa
17:55Ini kok
17:55Koreksi bersama kita
17:56Jangan sampai kemudian
17:58Orang-orang yang diberi
17:59Mandat oleh negara
18:00Untuk memberantas korupsi
18:02Itu menjadi bagian
18:02Korupsi sendiri
18:03Karena
18:03Apa namanya
18:05Kuasa besar
18:06Diberikan oleh negara Pak
18:07Kuasa untuk
18:08Menersangkakan
18:09Menangkap
18:10Pelaku
18:10Kejahatan
18:11Lalu kemudian
18:12Dia menjadi bagian
18:12Dari kejahatan itu
18:13Kalau kemudian
18:14Ini disebut skandal besar
18:15Bang sorry saya potong
18:16Kalau kemudian ini dipandang
18:17Sebagai skandal besar
18:18Maka posisi dari DPR
18:19Setidaknya
18:20Komisi 3
18:21Untuk melakukan pengawasan
18:22Terhadap mitraan dari
18:23Kejahatan Agong
18:23Akan sampai mana Pak?
18:26Kami yang
18:27Terlalu mengatakan
18:28Bahwa kami
18:29Komisi 3
18:29Selalu
18:30Menjadi mitra
18:32Pendegar hukum
18:33Selalu terus
18:33Mengawasi kerja-kerja
18:35Pendegar hukum
18:35Kemarin kan
18:36Komisi 3
18:37Menjadi jembatan ya
18:38Antara
18:39Kasus ini awalkan
18:40Dibongkar oleh
18:41Institusi Polri
18:41Ya kan
18:42Kemudian diserahkan
18:44Kepada institusi kejaksaan
18:45Mungkin ada
18:46Pembicaraan
18:47Antara
18:48Para
18:49Petinggian hukum
18:51Kita untuk
18:51Kemudian diserahkan
18:52Kepada kejaksaan
18:53Kami di DPR
18:54Kemudian menindaklanjuti
18:55Dengan panjang
18:56Pengawasan terhadap
18:57Proses hukum
18:58Yang berjalan ini
18:59Mau agar
18:59Betul-betul transparan
19:01Dan terbuka
19:02Jangan kemudian
19:02Ada kesan
19:04Perlindungan
19:05Atau diistimewakan
19:06Ya
19:07Tapi kami
19:08Sekali lagi
19:08Tidak mau terlalu jauh
19:10Teknis pendidikan
19:11Seperti apa
19:11Karena kami menghormati
19:13Apa namanya
19:14Kehormatan yang diberikan
19:15Negara kepada
19:16Para penyidik
19:17Biarlah
19:17Proses hukum ini
19:18Kita harapkan
19:19Berjalan secara
19:20Terbuka dan transparan
19:21Itu harapan kita
19:22Oke
19:23Mbak Bifid
19:23Ekspektasi Anda
19:24Soal transparansi
19:25Pengusutan kasus ini
19:26Harusnya bagaimana?
19:28Ya tentu saja
19:29Harapannya sangat tinggi
19:30Karena kontroversinya besar
19:31Kita ingat juga
19:32Kita lihat langsung
19:33Bagaimana mahasiswa pun
19:34Sampai menunggu depan
19:35Kejaksaan
19:35Selepas dari kontroversi
19:37Yang mengikutinya
19:37Tapi yang jelas
19:38Harapan pasti tinggi
19:39Karena
19:41Situasi ataupun
19:42Posisi dari
19:43Pak FA ini ya
19:44Yang sangat tinggi
19:45Kemudian yang kedua juga
19:47Saya kira
19:48Isu yang digaungkan
19:50Kan juga soal
19:51Kriminalisasi
19:52Misalnya
19:52Yang buat saya
19:53Sebenarnya sangat mudah
19:53Dibantah untuk melihat
19:55Relasi kuasanya
19:56Jangan dilihat bahwa
19:57Pak FA ini sudah bukan
19:59Berarti sudah tidak
20:00Relasi kuasa
20:00Saya kira keliru
20:01Cara melihat seperti itu
20:02Tapi bahwa dia adalah
20:03Kuat secara ekonomi
20:05Dan politik
20:05Itu yang jadi
20:06Tekanan utama kita
20:08Sehingga
20:08Transparansi harus tinggi sekali
20:10Tapi untuk mendorong ini
20:11Memang kita butuh
20:12Lembaga resminya
20:13Antara lain
20:14Pak Nudianto
20:15Dan kawan-kawan
20:15Di DPR
20:16Yang harus mengawasi
20:17Secara melekat
20:18Begitu
20:18Warga
20:19Seperti saya
20:20Akademisi
20:21Mahasiswa
20:21Semua harus mengawasi
20:22Tapi kan
20:23Pewendang formalnya
20:25Itu salah satunya
20:25Ada di DPR
20:26Nah ini yang saya kira
20:27Jadi krusial sekali
20:29Nanti bagaimana ini
20:29Dibuka seluas-luasnya
20:31Oke
20:32Kalau kemudian
20:33Anggaplah
20:33Ada rencana
20:34Dari FA
20:35Untuk mengajukan
20:36Pra-peradilan
20:36Bagaimana kemudian
20:37Ekspektasi Anda
20:38Kejagung akan
20:39Menindak lanjuti itu
20:40Dan mengusul kasusnya juga
20:43Tentu saja
20:44Sorry
20:44Ini ke Mbak Bivit dulu
20:45Mbak Bivit silahkan
20:46Oh baik
20:47Ke saya
20:48Ke siapa ini
20:49Mbak Bivit silahkan Mbak
20:50Baik
20:50Kalau ke peradilan
20:51Tentu saja
20:52Nanti kita akan tunggu
20:53Bagaimana putusan
20:54Dari Hakim Tunggal
20:55Nanti ya
20:55Tapi
20:58Pasti akan jadi
20:59Kewajiban bagi
21:00Kejaksaan
21:00Untuk menerangkannya
21:01Sebagai penyidik
21:02Nanti
21:02Dan saya kira
21:03Dengan tim khusus
21:05Yang mengatasi
21:06Atau menangani
21:07Masalah ini
21:07Saya kira
21:08Harapan saya adalah
21:09Mereka akan lebih
21:10Profesional
21:10Dan secara maksimal
21:12Mempertahankan
21:13Posisi pemeriksaan ini
21:14Sehingga bisa lanjut
21:15Sampai ke ujung
21:16Nanti
21:16Sehingga kasus ini
21:17Tuntas
21:18Tidak hanya
21:18Untuk PFA
21:19Tapi keseluruhan
21:20Jaringan
21:21Yang meliputi
21:22Kasus-kasus
21:23Yang sedang dibongkar
21:24Mas Febri
21:25Silahkan
21:26Ada ekspektasi sendiri
21:27Ya
21:28Saya setuju ya
21:30Kalau semua pihak
21:31Ikut mengawal proses ini
21:33Itu
21:33Kami setuju sekali
21:34Karena
21:35Justru yang kami harapkan
21:37Proses ini
21:38Betul-betul
21:38Menjadi proses hukum
21:40Sederhana itu
21:41Sebenarnya
21:41Sebagai proses hukum
21:42Faktanya harus jernih
21:43Hukumnya juga harus clear
21:45Itu yang pertama
21:46Nah yang kedua
21:47Kita juga
21:49Kemarin
21:50Pada saat proses pemeriksaan
21:51Sebenarnya ada
21:52Supervisi
21:54Ada petugas
21:55Ada pegawai
21:56Dari KPK
21:57Yang melakukan
21:58Supervisi
21:59Dan
22:00Salah satu pertimbangan
22:01Kemudian penahanan
22:02Dilakukan di KPK
22:04Kalau yang saya
22:04Yang disampaikan
22:06Ke kami adalah
22:07Itu juga
22:08Salah satu faktor
22:09Objektifitas
22:10Menurut saya
22:11Mungkin akan
22:12Banyak kritik lagi
22:13Kalau penahanan dilakukan
22:14Di Kejaksaan Agung
22:15Misalnya
22:16Makanya ditempatkan
22:17Di KPK
22:19Terlepas dari
22:20Apakah kami setuju
22:21Atau tidak ya
22:22Tapi
22:23Kita perlu melihat itu
22:24Secara
22:25Lebih
22:25Jernih
22:26Tapi sesungguhnya
22:27Mas Febri
22:28Adakah hal yang masih
22:29Mengganjal
22:29Di batinnya Pak Febri
22:30Soal penetapan tersangkanya
22:32Sehingga sampai
22:32Menyebut ini
22:33Prosesnya kriminalisasi
22:34Selain masalah bukti itu tadi ya
22:37Begini
22:37Kita perlu melihat
22:39Kalau seseorang
22:40Ditetapkan sebagai
22:41Tersangka
22:42Itu bisa saja terjadi
22:44Pada semua orang
22:45Karena itulah
22:47Penetapan tersangka itu
22:48Dasarnya harus
22:49Betul-betul kuat
22:51Betul-betul meyakinkan
22:52Untuk tahap penyidikan
22:54Itulah yang disuarakan
22:56Oleh beliau
22:57Karena pengalamannya
22:59Yang cukup panjang
23:00Nah jangan sampai
23:02Kemudian
23:02Hukum ini kan bisa
23:04Mengenai siapa saja nih
23:05Kita juga
23:06Tahu
23:07Hukum bisa ke bawah
23:08Hukum bisa ke atas
23:09Atau bisa ke siapa saja
23:10Nah inilah pentingnya
23:13Proses penyidikan kan baru dimulai
23:15Baru dimulai
23:16Di Kejaksaan Agung
23:17Sehingga
23:17Kalaupun fakta-fakta itu
23:19Diungkap
23:19Faksanya juga baru
23:21Fakta-fakta yang sangat awal
23:22Bahkan dalam pemeriksaan kemarin
23:24Misalnya
23:24Apa yang disampaikan oleh
23:26Pak F.A juga
23:27Belum
23:28Cukup jelas
23:30Informasi
23:31Atau
23:32Belum ada pertanyaan yang
23:33Spesifik
23:34Terkait dengan
23:36Misalnya
23:37Soal predicate crime
23:38Soal bukti-bukti yang
23:40Meyakinkan
23:41Nah
23:42Tentu wajar
23:43Kalau kemudian
23:44Ada pertanyaan
23:46Dari pihak tersangka
23:47Atau pihak kuasa hukum
23:49Tolong dong
23:50Jelaskan secara jernih
23:52Atau
23:52Ditanyakan
23:53Diklarifikasi
23:54Agar fakta-faktanya
23:55Clear gitu kan
23:56Hanya
23:56Hanya itu sebenarnya
23:58Yang
23:58Yang dipersoalkan
24:00Dan
24:00Fokus pada
24:01Substansi
24:01Hukumnya
24:02Jadi
24:03Jangan
24:04Harapannya tentu
24:05Kita
24:05Ini proses baru awal
24:06Kesimpulan
24:07Jangan terburu-buru
24:08Untuk
24:09Diambil
24:10Di proses yang
24:11Masih sangat awal ini
24:12Oke
24:12Bang Rudy
24:13Ada pandangan dari
24:14Mantan kabar es krim
24:15Susno 2G
24:16Yang menilai bahwa
24:18Ini sebetulnya
24:18Kasus tidak hanya bisa berhenti
24:19Di dua tersangka saja
24:20Tapi bisa sampai
24:22Sepuluh tersangka
24:22Yang menduga begitu
24:23Anda juga merasa demikian
24:24Dari tiga kasus korupsi itu tadi
24:26Asabri
24:26Krakatau Steel
24:27Sama Batubara
24:29Saya kira
24:31Saya mau mengatakan bahwa
24:33Kasus ini harus dituntaskan segera
24:35Karena ini pertaruhan lembaga
24:37Institusi Kejaksaan
24:38Ya
24:39Ini pertaruhan betul
24:40Institusi Kejaksaan
24:41Dimana
24:42Kepercayaan Kejaksaannya
24:43Begitu besar
24:44Selama ini
24:45Ya
24:45Karena keberhasilan
24:46Lalu kemudian
24:47Ternudai
24:47Tercederai
24:48Karena keterlibatan
24:50Duga
24:51Keterlibatan
24:51Pak
24:52Mantan
24:53Jampisus ini
24:54Karena itu
24:54Kasus ini
24:55Tidak
24:56Dibiarkan
24:57Mengendap
24:57Tidak boleh dibiarkan
24:58Berlarut-larut
24:59Ini harus segera dituntaskan
25:01Agar
25:01Bisa menjadi
25:03Jawaban kepada
25:04Masyarakat
25:05Publik
25:05Bagaimana mungkin
25:06Seorang Jampisus
25:07Misalkan diduga
25:09Ya
25:09Sekalipun itu dibantah
25:11Tetapi
25:12Itu yang menjadi
25:12Perdebatan
25:13Uang besar
25:14Emas yang baik
25:15Itu banyak
25:16Ya
25:16Lalu
25:18Kemudian
25:19Apa namanya
25:20Terjadilah
25:21Proses hukum ini
25:22Dan ini
25:23Yang harus
25:23Tidak boleh dibiarkan
25:25Berlarut-larut
25:25Harus segera dituntaskan
25:26Bahwa kemudian
25:27Ada yang terlibat
25:30Menambah
25:30Tersangka
25:31Dan sebagainya
25:31Kita percayakan
25:33Kepada penyidik
25:34Yang menangani
25:35Mbak Bifid
25:36Anda meyakini
25:36Bahwa ini tidak berhenti
25:37Di dua tersangka saja
25:39Mudah-mudahan sih
25:40Begitu
25:40Karena
25:40Seperti saya katakan
25:42Tadi
25:42Dan kita paham
25:43Namanya kasus korupsi
25:44Tidak mungkin sendirian
25:45Bahwa ada klaim
25:46Dari Don Rito
25:47Yang adalah uang saya
25:47Dan seterusnya
25:48Saya kira itu yang akan digali
25:49Dan bahwa ada indikasi
25:51Tadi
25:51Mas Ifan juga sedang menyebut
25:52Ada kasus
25:53Asabri
25:53Krakatau Sil
25:54Dan Batu Barak
25:55Nah artinya
25:56Dari tiga kasus
25:57Yang sudah terkait saja
25:58Tidak mungkin
25:59Satu aktornya
26:00Sampai dibilang Pak Susno
26:01Sepuluh orang loh Mbak
26:02Nah itu
26:03Tapi saya tidak tahu jumlahnya
26:04Mau sepuluh
26:05Atau mungkin lebih
26:06Saya tidak tahu
26:06Tapi
26:07Kalau memang
26:08Tim khusus
26:09Yang dibentuk itu
26:11Secara serius
26:12Dan disupervisi oleh KPK
26:13Itu bisa mendalam
26:14Saya yakin
26:15Akan ketemu
26:15Banyak secara keseluruhan
26:17Jaringannya
26:17Mas Febri
26:19Sejauh mana
26:20Kemudian
26:20Klien Anda
26:21Akan berani mengungkap
26:22Pihak-pihak lain
26:22Yang berada di balik kasus ini
26:25Saya pikir belum sampai
26:27Kesana ya
26:28Karena
26:30Pertanyaannya
26:30Sangat mendasarkan
26:31Kemarin
26:32Sebenarnya apa
26:33Perdikit krimnya
26:34Dan
26:34Faksa-faktanya
26:35Yang dituduhkan
26:37Kan tersangka itu
26:38Kan punya hak
26:39Itu jelas sekali ya
26:40Tersangka memiliki hak
26:42Untuk diberitahukan
26:44Apa sih
26:45Tidak pidana
26:45Yang dia lakukan
26:47Tentu tidak cukup
26:48Hanya dengan
26:48Oh Anda tindak pidananya
26:49Pasal ini
26:50Gitu kan
26:50Harus dijelaskan
26:52Apa sih perbuatan
26:52Yang dilakukan
26:53Sampai kemudian
26:54Ditetapkan sebagai tersangka
26:56Itu
26:57Dipandang
26:57Masih belum clear
26:58Jadi fasenya
26:59Menurut kami
27:01Ini masih
27:02Sangat
27:03Awal
27:04Kalau ini
27:05Dikatakan bisa berkembang
27:06Atau segala macam
27:07Itu kewenangan penyidik
27:08Kurang tepat
27:09Rasanya
27:09Kalau kami juga ikut
27:11Tapi sederhananya
27:12Pak Febri akan mengungkap
27:13Siapa pemilik emas dan uang itu
27:16Kalau dia tahu
27:18Kalau dia tahu kan
27:19Benarnya
27:21Beliau tahu
27:23Tapi
27:23Kalau beliau tidak
27:25Mengetahui
27:26Apa yang mau disampaikan
27:28Tapi
27:28Saya kira belum sampai
27:29Kesana ya
27:30Karena
27:30Isu yang paling mendasar
27:32Tadi itu
27:32Belum cukup
27:34Clear
27:35Karena itu
27:36Beliau membandingkan
27:37Dengan proses penanganan
27:38Perkara
27:39Di gedung bundar
27:40Yang pernah
27:41Dipimpin
27:42Sebelumnya
27:44Nah ini kan
27:45Dua point of view
27:46Yang saya pikir
27:47Sama-sama
27:47Relevan ya
27:48Dari perspektif
27:50Penegang hukumnya
27:51Dan juga dari
27:53Perspektif
27:54Atau advokatnya
27:55Begitu
27:56Tapi kok kesannya
27:57Jadi berat sekali
27:58Pak Febri
27:58Ini mengungkap
27:59Siapa pemilik emas itu
28:00Mas Febri
28:02Kesan itu kan
28:03Kesan yang
28:04Saya pikir
28:06Tumpuh di
28:08Pihak
28:09Luar ya
28:10Yang kita juga
28:11Nggak tahu
28:12Padahal
28:12Faks hukumnya
28:13Juga belum
28:14Clear kan
28:15Sampai saat ini
28:16Misalnya dari
28:17Kejaksaan Agung
28:18Apakah Kejaksaan Agung
28:20Sekarang
28:21Yang menangani ya
28:22Pernah mengatakan
28:23Siapa sebenarnya
28:24Pemilik
28:25Emas tersebut
28:27Pernah nggak
28:29Kejaksaan Agung
28:29Mengatakan itu
28:30Pada publik
28:30Kami dalam
28:32Proses pemeriksaan
28:33Juga tidak pernah
28:34Disampaikan
28:35Terkait dengan
28:36Hal tersebut
28:38Nah dari mana
28:39Kemudian ada
28:40Apa tadi
28:41Kesannya
28:41Sangat
28:43Berat
28:44Susah menambahkan
28:45Segala macam
28:45Sekali lagi
28:47Kami mengajak
28:48Ini proses hukum
28:50Jadi
28:50Proses hukum itu
28:51Memang step by step
28:52Harus clear
28:53Dan
28:54Ini sangat terkait
28:55Dengan hak orang
28:57Baik hak tersangta
28:58Ataupun hak-pihak lain
28:59Ini secara seimbang
29:00Saya melihatnya
29:01Oke
29:02Mas Febri
29:03Mbak Bifid
29:03Bang Rudy
29:04Terima kasih banyak
29:05Sudah mau berdiskusi
29:06Bersama kami kali ini
29:06Saya selalu untuk Anda bertiga
29:08Selamat sore
29:09Selamat sore
29:10Terima kasih
Komentar