Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Angkatan Laut Iran merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target militer Amerika Serikat, termasuk pangkalan militer dan kapal perang, pada Senin waktu setempat. Dalam rekaman tersebut, serangan disebut menyasar sistem komunikasi, depot penyimpanan bahan bakar, baterai pertahanan udara Patriot, menara kontrol, serta persediaan amunisi milik Amerika Serikat di Kuwait.

Iran menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas agresi yang disebut berulang kali dilakukan Amerika Serikat terhadap wilayahnya. Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan. Trump juga mengusulkan agar negara-negara Teluk menanggung biaya pengamanan Selat Hormuz oleh Amerika Serikat, termasuk usulan pengenaan biaya sebesar 20 persen terhadap kapal komersial yang melintas. Usulan tersebut ditujukan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Dalam dialog KompasTV, perkembangan ketegangan di Selat Hormuz, dampaknya terhadap stabilitas kawasan, serta implikasinya terhadap jalur perdagangan dan energi dunia dibahas bersama Pengamat Timur Tengah BRIN, Nostalgiawan Wahyudi, melalui sambungan virtual.

#Iran #AmerikaSerikat #SelatHormuz #DonaldTrump #IRGC

Baca Juga AS Serang Iran Usai Trump Umumkan Blokade Hormuz, Konflik Kembali Ancam Perang Besar di https://www.kompas.tv/internasional/680493/as-serang-iran-usai-trump-umumkan-blokade-hormuz-konflik-kembali-ancam-perang-besar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/680515/full-pengamat-brin-bahas-ketegangan-selat-hormuz-usai-usulan-as-tarik-biaya-20-persen-sapa-malam
Komentar

Dianjurkan