Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di tengah masa gencatan senjata. Iran memperluas serangan ke sejumlah target milik Amerika Serikat di kawasan Teluk serta kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM, Prof. Herbertus Jaka Triyana, menilai kesepakatan damai yang sebelumnya dicapai kedua negara dibangun di atas dasar saling ketidakpercayaan sehingga sangat rapuh dan mudah dilanggar.

Menurut Prof. Jaka, eskalasi konflik diperkirakan masih akan terus berlanjut karena masing-masing pihak mengedepankan kepentingan nasional, isu nuklir, dan kalkulasi geopolitik.

Ia juga menekankan pentingnya peran mediator internasional yang tidak hanya memfasilitasi perundingan, tetapi juga memiliki mekanisme untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan agar perdamaian dapat benar-benar terwujud.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/680377/full-guru-besar-ugm-prediksi-konflik-as-iran-makin-sengit-nota-damai-dinilai-sangat-rapuh
Transkrip
00:01Saudara Iran AS kembali memanas di masa genjatan senjata yang tengah berlangsung saling serang terjadi.
00:07Dan kini Iran kembali menutup Selat Hormuz.
00:10Pertanyaannya bagaimana nasib nota kesepakatan damai dan upaya diplomasi kedua negara?
00:15Pagi ini saudara kita akan bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM, Heribertus J.K. Triana.
00:22Yang sudah terhubung bersama kami di Sapa Indonesia Pagi melalui Sambungan Daring.
00:26Selamat pagi Pak Jaka, apa kabar?
00:27Selamat pagi Mbak Nanda, sehat selalu, baik-baik saja. Terima kasih.
00:32Pak Jaka, kita melihat di masa genjatan senjata.
00:36AS tampaknya melakukan serangan dan juga selalu menebar ancaman begitu.
00:42Sebenarnya apa sih yang membuat AS seperti tidak bisa menahan serangan dan juga terus menebar ancaman di masa genjatan senjata?
00:48Pak Jaka?
00:49Yang pertama, deal yang terjadi sebelumnya itu basisnya adalah saling ketidakpercayaan.
00:55Tidak percaya dari masing-masing pihak berdasarkan kepentingan nasional mereka masing-masing.
01:00Kalau kita lihat saat sekarang, yang paling tidak bisa dipercaya itu adalah tindak tanduk dari interpretasi kedua negara,
01:07kedua belah pihak terkait dengan isu nuklir yang paling utama.
01:11Dari sini, kekhawatiran ketakutan itu menjustifikasi tindakan-tindakan koersif,
01:17tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika dengan alasan adanya preemptive strikes,
01:22preemptive self-defense untuk mengurangi rasa takut terhadap kemungkinan pengembangan senjata nuklir.
01:28Yang saya kira di sini tidak terjadi adanya kesepakatan yang berbasis pada bilateral agreement.
01:33Yang kedua, deal yang terjadi dalam jendah waktu perundingan selama 60 hari ke depan,
01:40kita bisa melihat intinya adalah sebagai faktor pendingin,
01:43tetapi tidak ada faktor pelaksana dari siapa yang harus menegakkan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati tiga hal tadi.
01:51Sehingga para pihak itu memiliki interpretasi, memiliki masing-masing interpretasi untuk apa itu melaksanakan atau tidak.
01:59Sehingga sangat mudah untuk dapat diingkari berdasarkan interpretasi mereka.
02:04Dan sekali lagi, deal yang terjadi sebelumnya itu didasarkan pada kalkulasi terhadap kepentingan-kepentingan mereka sendiri.
02:11Sehingga sangat rapuh dan tidak memiliki landasan yang sangat kuat.
02:15Oke, berarti kan pertanyaannya apakah di masa kejatan senjata ini yang dilakukan oleh AS,
02:20mereka tidak mempertimbangkan dampaknya dan kalkulasikan ke depan dampak yang terjadi.
02:25Seperti saat ini kan saat Horwus mulai kembali ditutup pinbasnya.
02:29Saya kira satu hal yang perlu kita lihat kenapa Amerika begitu sangat agresif.
02:34Pertama, karena momentum.
02:35Kita bisa melihat saat sekarang ada satu krisis kepercayaan di dalam kepemimpinan nasional Iran,
02:40bahwa terjadi satu kekosongan kepemimpinan yang ini membawa dampak penyatuan yang begitu luas.
02:47Pertama adalah itu.
02:48Lalu yang kedua, situasi ekonomi di Iran itu juga semakin melemah.
02:52Sehingga Amerika mengambil kesempatan untuk menyerang Iran secara kuat sebagai satu tekanan militer
02:59untuk menggolkan rencana terkait dengan apa itu pembatasan senjata nuklir yang terjadi.
03:05Sementara di Amerika kita bisa melihat juga bahwa Amerika membutuhkan satu bentuk kemenangan
03:10terkait dengan isu nuklir, Hormuz, dan juga sanksi yang ada.
03:14Selain itu, kalau kita lihat di Iran saat sekarang, Iran juga membutuhkan quote-unquote musuh bersama
03:20untuk menyatukan faksi-faksi yang ada di Iran supaya mereka tetap bersatu
03:24menjadi sebuah nation atau statehood di dalam hukum ataupun hubungan internasional.
03:29Saya kira interpretasi atas kepentingan, lalu juga ketahanan nasional,
03:34dan juga penentuan posisi ideologi politik pertahanan geopolitik ke depan
03:38itu betul-betul menjadi sebuah kalkulasi-kalkulasi yang saat sekarang itu menjadi hal yang sangat diperhitungkan
03:47oleh kedua belah pihak, pihak netral ataupun negara-negara yang ada di sekitar Teluk.
03:51Jadi dari kondisi yang Pak Jaka sampaikan tadi melihat ke depannya, berarti konflik akan semakin sengit?
03:57Atau seperti apa Pak Jaka?
03:59Saya kira kita bisa memprediksikan akan semakin sengit,
04:03tetapi konteksnya adalah terkait dengan penggunaan kekerasan bersenjata bilateral antara Amerika dengan Iran
04:09yang walaupun saat sekarang itu juga menjadi sebuah sumber di dalam ketegangan di negara-negara Teluk
04:17yang ini menjadi tong mesyu yang kapanpun akan bisa meledak.
04:21Kalau kita lihat saat sekarang juga Iran sedang mempersiapkan dan juga menambah
04:25kekuatan proksi-proksi mereka yang ada di Hamas, yang ada di Hoti, dan lain sebagainya.
04:29Saya kira serangan ke-6 negara ini juga membuktikan bahwa saat sekarang Iran juga memperluas jangkauan
04:36terkait dengan penggunaan kekerasan ini sebagai satu bentuk balasan
04:40untuk menyatukan dan juga memperoleh simpati dalam eskalasi penggunaan kekerasan ini.
04:46Sekali lagi, saat sekarang yang terjadi adalah politik eskalasi untuk saling menekan, untuk memperoleh kemenangan.
04:53Dan kalau kita lihat, kita bisa juga memprediksikan ke depan bahwa perundingan jeda yang kemarin disepakati itu akan berakhir
05:02dan terus akan terjadi guncangan-guncangan sampai nanti titik terakhir, kepentingan mereka dapat dinegosiasikan.
05:09Oke. Kalau kita melihat, Pak Jaka, pasca Iran kembali menutup selat hormus dan juga mengklaim
05:15sudah menyerang pangkalan Amerika Serikat di Qatar dan juga di Bahrain,
05:19bagaimana Pak Jaka melihat efektivitas serangan udara yang dilakukan oleh AS
05:23dalam melempuhkan kemampuan aset rudal dan juga drone IRGC saat ini?
05:27Pak Jaka.
05:28Saya kira kita bisa melihat saat sekarang bahwa serangan-serangan yang terjadi
05:32itu memang bukan lagi pada satu penggunaan kecanggian teknologi
05:38yang basisnya adalah kemutakhiran teknologi,
05:41tetapi kualitas dan kuantitas dari serangan itu yang menjangkau dan menambah
05:46daya ledak keterlibatan dari masing-masing pihak yang selama ini adalah netral.
05:50Kita lihat enam negara ini digunakan Amerika sebagai pangkalan militer untuk menekan Iran
05:56dan sekarang Iran menjawab dalam eskalasi yang sangat luas di dalam konflik di Teluk saat sekarang.
06:02Dampaknya apa?
06:03Saya kira ini akan membawa sebuah perhitungan geopolitik global
06:06bahwa saat sekarang ke enam negara ini akan tidak lagi menjadi negara yang netral,
06:12tetapi mereka akan berhitung pula untuk mengambil satu sikap terkait dengan kepentingan politik mereka.
06:18Apakah akan tetap bersekutu dengan Amerika
06:21ataupun mereka akan memberikan satu ruang-ruang diplomasi berundingan dengan Iran
06:26untuk menjadikan kawasan ini sebagai satu tempat yang bisa digunakan sebagai kehidupan bersama di kemudian hari?
06:34Saya kira ini adalah sebuah langkah-langkah yang nanti akan meredefinisi kepentingan mereka semua
06:40dan juga kehadiran Amerika di kawasan.
06:42Ini akan membawa dampak perubahan yang luar biasa di Unitarisme Amerika
06:46yang akan tergerus terkait dengan penggunaan-penggunaan
06:49ataupun persatuan dari negara-negara yang ada di Teluk.
06:52Saya kira eskalasi ini yang akan menjadi kalkulasi-kalkulasi politik,
06:58kalkulasi hubungan internasional yang sangat menentukan
07:00yang didasari pada adanya kepentingan terhadap nuklir, hormus,
07:05dan juga sanksi yang masih diterapkan terhadap Iran.
07:07Oke, ini menarik sudah disinggung oleh Pak Jaka.
07:10Negara-negara Arab di Teluk ini kan menjadi sasaran rudal walasan Iran
07:13karena menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
07:15Jadi kalau menurut Pak Jaka ke depannya dilema politik negara-negara
07:18seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi
07:21dalam memposisikan diri ke depannya, akan seperti apa Pak Jaka?
07:25Saya kira mereka akan bersekutu.
07:27Mereka akan membuat sebuah blok
07:29di mana mereka akan berkuat jati diri mereka
07:33di dalam kerangka kehidupan bersama di kawasan.
07:36Mereka tidak lagi akan mengandalkan Amerika sebagai sekutu utama,
07:39tetapi mereka saat sekarang juga pasti akan mencari celah-celah alignment baru
07:44mungkin misalnya dengan China, mungkin misalnya dengan Rusia,
07:48ataupun dengan kekuatan-kekuatan global yang ada di kawasan.
07:51Seperti misalnya bersekutu dengan Pakistan,
07:54misalnya bersekutu dengan Mesir, dan lain sebagainya.
07:56Untuk sekali lagi menjaga kepentingan nasional mereka.
08:00Sehingga sekali lagi ini adalah juga momentum buat enam negara ini.
08:04Kenapa? Karena saat sekarang Amerika perhatiannya juga terpecah.
08:07Terpecah di Ukraina, terpecah di Taiwan, dan lain sebagainya.
08:10Dan saat sekarang mereka fokus di Teluk, dan ini menjadi sebuah momentum
08:15untuk mereka berpikir ke depan terkait dengan kepentingan nasionalnya.
08:18Saat sekarang kalau kita lihat, reaksi dari enam negara yang diserang ini
08:22intinya adalah menggunakan basis kerangka hukum internasional.
08:25Satu, mengutuk.
08:26Dua, mereka menyatakan menggunakan kekuatan diplomasi
08:30supaya tidak terjadi eskalasi yang lebih besar.
08:33Tetapi saat sekarang mereka juga berhitung bagaimana ke depan kepentingan nasional mereka
08:37bisa dijaga terkait dengan eskalasi yang akan semakin besar
08:40antara Amerika dengan Iran dengan proksinya.
08:44Oke, itu sikap dari negara-negara Arab di Teluk.
08:46Tapi bagaimana dengan sekutu Amerika Serikat di Asia?
08:49Apakah mereka memang setuju dengan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat saat ini?
08:53Saya kira sekutu Amerika di Asia itu masih weight and seam
08:57terkait dengan dampak langsung ataupun tidak langsung
09:01terkait dengan serangan yang saat ini sekarang terjadi.
09:03Pertanyaannya adalah saat sekarang bagaimana isu terkait dengan
09:07kemampuan nuklir untuk penggunaan senjata
09:10itu kan menjadi sebuah ancaman yang memang sangat-sangat dirasakan
09:14dan sangat mengkhawatirkan.
09:15Bagaimana isu terkait dengan penggunaan nuklir untuk senjata ini
09:18bisa diminimalisir, bisa dipastikan bahwa
09:21Iran tidak menggunakan ini sebagai satu bentuk
09:25apa provokasi ataupun ancaman.
09:27Saya kira ini juga akan menjadi sebuah titik awal
09:30bagi negara-negara di Asia, sekutu Amerika
09:33untuk weight and see sampai nanti
09:35jeda 60 hari ke depan ini seperti apa.
09:38Saya kira ini terjadi satu apa ya
09:41apa itu
09:43reaksi yang nanti akan memperoleh satu keteraturan di depannya
09:46dan masing-masing negara pasti akan melakukan
09:49kalkulasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya
09:51terkait dengan current situation yang ada
09:54antara Amerika dengan Iran.
09:56Saya kira pola kecenderungan lalu juga apa
09:58pilihan-pilihan rasional itu pasti
10:00akan dibangun, akan disepakati ketika kepentingan-kepentingan mereka sangat
10:05akan saling bertemu sebagai sebuah kalkulasi politik
10:08dan sebagai pilihan yang paling rasional.
10:10Oke, kita scoopnya agak lebih luasin
10:13diperluas lagi Pak Jaka
10:14kalau kita melihat bagaimana
10:15posisi Israel saat ini
10:18di tengah semakin memanasi
10:19antara saling serang Amerika Serikat dan juga Iran
10:22kalau dari Pak Jaka sendiri melihat
10:24apakah untuk kali ini memang momennya
10:26untuk mereka berdua
10:26antara Amerika Serikat dan juga Iran saja
10:28tanpa keterlibatan Israel
10:29tapi kan kalau kita melihat sejauh ini
10:31mau bagaimanapun juga kondisinya
10:33Israel tetap ada di situ
10:34dan kenapa pertanyaannya Amerika Serikat
10:36tidak bisa tegas dengan Israel Pak Jaka?
10:38Pertama, karena kepentingan Israel
10:41itu kan juga difasilitasi oleh kepentingan Amerika
10:45terkait dengan penggunaan isu nuklir
10:47untuk keamanan itu kan
10:49mereka memiliki common baseline
10:51terkait dengan ancaman yang nyata
10:53terkait dengan nuklir yang dikembangkan oleh Iran
10:55dugaan, quote-unquote
10:56sehingga kehadiran Iran dengan isu
11:00kehadiran pengembangan pengayaan uranium untuk nuklir
11:03itu menjadi sebuah ancaman
11:05yang menyatukan kepentingan Amerika dengan Israel
11:08ataupun negara-negara di kawasan
11:11seperti 6 negara yang menjadi pangkalan militer dari Amerika
11:14isu terkait dengan pengembangan nuklir
11:17ini menjadi pokok yang sampai saat sekarang itu
11:19belum disepakati
11:20belum memperoleh titik temu
11:22belum memperoleh apa itu redefinisi
11:25terkait dengan keterbukaan
11:26availability-nya, aksesnya
11:28dan juga tindakan-tindakan apa
11:30yang disepakati untuk memastikan
11:32bahwa nuklir yang dikembangkan Iran itu tidak akan digunakan
11:35untuk mengganggu keamanan internasional
11:37sehingga kekhawatiran-kekhawatiran ini
11:40menyatukan Amerika dan Israel
11:43terkait dengan eksistensi Iran
11:45yang kita lihat serangan-serangan yang dilakukan oleh Amerika
11:48itu fokus pada pengembangan-pengembangan infrastruktur nuklir
11:52yang ada di Iran
11:53sehingga justifikasinya adalah
11:55inilah yang mempersatukan mereka
11:57Oke, Pak Jaga, berarti kalau kita lihat ke depannya
12:02nota kesepakatan
12:03walaupun ada nota kesepakatan
12:05hal ini tetap terjadi
12:06saling serang dan segala macamnya
12:08dan sebenarnya apa yang harus dilakukan ke depannya
12:11cans apa atau
12:12menurut Anda apa yang kiranya akan terjadi ke depannya
12:15apakah memang nota kesepakatan
12:17atau nota damai antara Iran dan juga Amerika Serikat
12:19ini akan sulit
12:20di tengah kondisi seperti saat ini
12:23dalam review ataupun kita bisa melihat
12:27deal yang terjadi kemarin
12:28tiga deal yang disepakati antara Amerika dan Iran
12:31itu lesson-nya adalah
12:33tidak ada yang namanya polisi
12:36yang memastikan bahwa Amerika dan Iran itu
12:40mau dan mampu untuk mentaati deal-deal itu
12:43saya kira apa yang harus dilakukan ke depannya adalah
12:46supaya ini tidak eskalasinya tidak meluas
12:49siapapun yang menjadi mediator
12:51entah itu Oman, entah itu negara-negara yang lain
12:54itu harus juga merancang sebuah mekanisme
12:56bahwa deal apapun
12:58yang dilakukan oleh Amerika dan Iran
13:02itu harus juga difasilitasi
13:04dengan mekanisme
13:05pemaksaan pelaksanaan dari deal-deal itu
13:07kehadiran mediator
13:09itu harus ditingkatkan sebagai
13:11penengah, sebagai satu apa itu
13:14apa ya, pengemudi
13:15di dalam pelaksanaan deal-deal itu
13:17saya kira deal yang kemarin tidak mengatur
13:19terkait dengan ini
13:20sehingga ke depannya
13:21kalau akan terjadi deal lagi
13:22alangkah baiknya
13:24diberikan, dibuat
13:26satu mekanisme
13:27ataupun kehadiran mediator ini
13:29sebagai polisi yang mengawasi dan mengatur
13:31terkait dengan keberadaan
13:33hak dan kewajiban yang muncul
13:34sekali lagi
13:35yang kedua yang bisa kita
13:37sampaikan adalah
13:39alangkah baiknya
13:40akan terjadi satu yang disebut
13:42sebagai agreement
13:43bilateral agreement
13:44atau peace agreement
13:45antara Amerika dengan Iran
13:47ini adalah level sumber hukum yang tertinggi
13:49yang bisa dilakukan
13:50kalaupun itu tidak bisa tercapai
13:52mekanismenya adalah
13:54harus ada mekanisme
13:55pelaksana dari deal itu
13:57pihak ketiga
13:58yaitu mediator
13:59kita akan lihat bagaimana ke depan
14:02yang berarti
14:02Pak Jaka
14:03terima kasih sudah berbagi
14:05insightnya bersama kami
14:06di Sapa Indonesia Pagi
14:07Guru Besar Hukum Internasional
14:08Fakultas Hukum UGM
14:10Heribertus C.K. Triana
14:11selamat pagi Pak Jaka
14:12sehat selalu
14:13selamat pagi Mbak Nanda
14:14sehat selalu
14:14selamat pagi Mbak Nanda
Komentar

Dianjurkan