- 7 jam yang lalu
- #pialadunia2026
- #cristianoronaldo
- #neymar
- #modric
JAKARTA, KOMPAS.TV Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan menuju trofi, tetapi juga menjadi panggung perpisahan bagi sejumlah legenda sepak bola dunia.
Air mata Cristiano Ronaldo dan Neymar saat tersingkir, hingga momen terakhir Luka Modric dan Mohamed Salah di panggung terbesar sepak bola, menjadi simbol berakhirnya sebuah era.
Seberapa besar warisan yang mereka tinggalkan? Kita bahas bersama Jurnalis Digital KompasTV, Theo Reza, dan Content Creator Harian Kompas, Dave Reffly, di ARAH JUARA.
Baca Juga Laga Kejutan! Messi Ditantang Xhaka, Prediksi Argentina Vs Swiss di Piala Dunia 2026? | ARAH JUARA di https://www.kompas.tv/olahraga/679953/laga-kejutan-messi-ditantang-xhaka-prediksi-argentina-vs-swiss-di-piala-dunia-2026-arah-juara
#pialadunia2026 #cristianoronaldo #neymar #modric
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/680083/tangis-cristiano-ronaldo-neymar-warnai-last-dance-akhir-sebuah-era-di-piala-dunia-2026-arah-juara
Air mata Cristiano Ronaldo dan Neymar saat tersingkir, hingga momen terakhir Luka Modric dan Mohamed Salah di panggung terbesar sepak bola, menjadi simbol berakhirnya sebuah era.
Seberapa besar warisan yang mereka tinggalkan? Kita bahas bersama Jurnalis Digital KompasTV, Theo Reza, dan Content Creator Harian Kompas, Dave Reffly, di ARAH JUARA.
Baca Juga Laga Kejutan! Messi Ditantang Xhaka, Prediksi Argentina Vs Swiss di Piala Dunia 2026? | ARAH JUARA di https://www.kompas.tv/olahraga/679953/laga-kejutan-messi-ditantang-xhaka-prediksi-argentina-vs-swiss-di-piala-dunia-2026-arah-juara
#pialadunia2026 #cristianoronaldo #neymar #modric
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/680083/tangis-cristiano-ronaldo-neymar-warnai-last-dance-akhir-sebuah-era-di-piala-dunia-2026-arah-juara
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ada beberapa pemain, ya kita sebut bintang lah, mulai dari Cristiano Ronaldo, terus Luka Modri, terus Mohamed Salah yang diperkirakan
00:13akan tidak melanjutkan Piala Dunia di berikutnya.
00:16Melihat Cristiano Ronaldo sih di Piala Dunia kali ini, ya gue gak tau apa yang harus, gue harus memuji dari
00:23mana gitu, gue udah gak tau gitu,
00:25karena, udah lah ya, emang udah selesai lah Cristiano Ronaldo gitu loh, di Piala Dunia kali ini gitu sih.
00:33Apakah ini jadi, apa ya, lubang lah dari karir Cristiano?
00:38Tapi seenggaknya Messi gak ada statement untuk pensiun.
00:41Iya sih.
00:41Iya, itu dia ini masalah.
00:43Kalau ngelihat kemarin kan bisa dibilang penalti, apa ya, penalti kepisahan lah ya, penalti kepisahan dari Neymar untuk Brazil ya.
00:54Kita juga melihat frame-framenya lah di masa lalu, walaupun banyak cedera ya sebenernya di World Cup ini dia.
01:01Perjalanan seorang Neymar, benernya kalau agak disayangkan sebenernya waktu dia pindah ke PSG sih sebenernya.
01:07Oh, oke.
01:08Iya, karena mungkin kalau dia di Barcelona akan meraih lebih banyak prestasi di sana ya, di Barcelona ya, bersama Messi
01:13ya gitu.
01:18Halo sahabat Pompas TV, kembali lagi di Arah Juara, podcast yang membahas mengenai prediksi serba-serbi yang terjadi di Pesta
01:27Bola 2026.
01:28Nah, di episode kali ini, gue gak mau, bukan gak mau ya, kita gak akan bahas prediksi dulu, kita akan
01:36bahas soal trivia yang terjadi di Pesta Bola 2026.
01:40Nah, soal apa? Ada beberapa pemain, ya kita sebut bintang lah, mulai dari Cristiano Ronaldo, terus Luka Modri, terus Muhammad
01:55Salah yang diperkirakan akan tidak melanjutkan Pela Dunia di berikutnya.
02:01Tidak sendiri, gue bersama dengan host, half time break, Mas Dev.
02:06Halo, halo, sahabat Pompas TV, sama kita lagi nih.
02:11Oke Mas Dev, ini kita akan bahas, ya, para pemain ini ya, last dance ya.
02:17Last dance, last dance, pemain bintang nih.
02:21Kalau ngeliat, kita ke Cristiano dulu kali ya.
02:23Oke, dia lagi nih.
02:26Mumpung Portugal nih.
02:28Oh iya.
02:29Portugal, nah kalau mengenang pertandingan dari Cristiano, kalau di Pesta Bola 2026 nih, kalau dari Mas Dev sendiri, gimana nih
02:38keliatnya?
02:40Emang udah harusnya gak ikut lah dia.
02:43Iya, dari semua pertandingan, lawan Uzbek doang yang levelnya jauh di Portugal, dia bisa perform.
02:48Bersiasanya lawan Kongo kan dia ya, lawan Republik Kongo, terus juga lawan Kolombia, terus abis itu lawan, dia tuh 32
03:01besar lawan apa ya?
03:0232 besar melawan...
03:04Oh, Kroasia, lawan Kroasia baru ketemu Spanyol, benar?
03:06Oh, betul, betul.
03:07Luan Kroasia, ya goalnya juga penalti, jadi, dan, ah udahlah gitu maksudnya, di luar prestasi yang udah dia buat, itu
03:16kan prestasi, semua prestasi yang udah Cristiano lakukan kan itu di masa prime-nya ya, gitu.
03:22Dan masa prime-nya pun itu udah selesai, gue bilang sejak di Piala Dunia terakhir kemarin 2022 gitu.
03:28Jadi, ya sebenernya karena pelatihnya aja si Roberto Martinez, jadi masih diberikan kesempatan untuk bermain gitu, karena itu statement dari
03:39Roberto Martinez itu sendiri.
03:41Tapi kalau Cristiano Ronaldo, buat gue, dia tuh harusnya bisa lebih bijak lagi ya, ketika dia ikut, kayak Neymar lah
03:50gitu.
03:50Neymar nggak, nggak apa namanya, bukan Neymar yang memaksakan dirinya untuk main, tapi malah publik yang memaksai dia untuk main
03:58gitu loh.
03:59Makanya Neymar pun di bench, dia tidak masalah, terus juga ikutin arahan dari Carlo Ancelotti juga pelatihnya, tapi kalau Cristiano
04:09Ronaldo ini nggak gitu loh.
04:10Dia harus main, dia ingin membuktikan ya untuk dirinya sendiri, dan pada akhirnya ya ini yang dia dapatkan gitu loh.
04:19Dan melihat Cristiano Ronaldo sih di Piala Dunia kali ini, ya gue nggak tahu apa yang harus, gue harus memuji
04:26dari mana gitu, gue udah nggak tahu gitu.
04:28Karena, udah lah ya, emang udah selesai lah Cristiano Ronaldo gitu loh.
04:34Di Piala Dunia kali ini gitu sih.
04:36Apakah ini jadi, apa ya, lubang lah dari karir Cristiano?
04:42Kalau menurut lu?
04:43Nggak lah gitu, Cristiano Ronaldo salah satu pemain yang tersukses dan terbagus, ya gratis all of time juga lah, untuk
04:51di dunia sepak bola gitu loh.
04:53Tapi, apa namanya, ya di usia 41 ini, ya memang sih mungkin bisa dibilang, di usia segini masih bisa kompetitif
05:03di ajang dunia gitu loh.
05:05Mungkin bisa dibilang, apa namanya, cukup bagus ya gitu.
05:09Tapi, pada nyatanya, faktanya, dia memaksakan itu dan akhirnya nggak perform juga kan, gitu.
05:15Jadi, hal yang ingin dia buktikan bahwa dunia salah malah berbalik keadaannya, malah lu yang salah gitu.
05:24Jadi dunia yang benar gitu loh.
05:25Tapi kalau ngeliat trennya sih, dia kan katanya sudah statement akan pensiun ya setelah Piala Dunia kali ini.
05:34Sebelum pertandingan melawan Spanyol ini.
05:37Iya.
05:37Tapi gue malah justru khawatir, yang ditunjuk pelatih Portugal sekarang, Jorge Jesus.
05:43Pelatih Al Nasser, yang latih dia juga.
05:46Iya.
05:46Jadi, statement dia akan pensiun kemungkinan batal.
05:51Kemungkinan.
05:52Kemungkinan.
05:53Karena ada kemungkinan yang lain, di Euro 2038, bahkan mungkin World Cup 2030, yang dimana Portugal akan menjadi tuan rumah.
06:02Masa iya, ikon besar Portugal tidak dibawa?
06:06Itu kekhawatiran gue.
06:08Minimal, bench lah.
06:10Iya, minimal kalau dibawa ya bench lah, gitu.
06:12Udah, ya 44-45 ya.
06:17Itu dia.
06:18Tapi gue harap gue salah, gitu loh.
06:20Gue harap gue salah, walaupun pelatihnya nanti Jorge Jesus.
06:23Tapi ada kemungkinan juga, karena juga Argentina pun babak awal ya.
06:29Kebagian, ya.
06:30Kebagian juga.
06:31Kebagian juga.
06:31Itu pun juga masih mungkin tuh Messi itu.
06:34Tapi seenggaknya Messi gak ada statement untuk pensiun.
06:36Iya sih.
06:37Iya, iya.
06:39Kalian kenal ini dilihat lagi nih, omongannya nih.
06:42Dia pegang omongannya gak?
06:43Iya.
06:43Itu dia.
06:44Dia sendiri kan yang bikin bumbu-bumbu ini.
06:47Itu.
06:48Saya.
06:50Gue mau geser ke Neymar lah.
06:54Oke.
06:55Kalau ngelihat kemarin kan, bisa dibilang penalti, apa ya?
07:00Penalti pemiru, apa ya?
07:02Perpisahan lah ya.
07:04Penalti pemiru dari Neymar untuk Brazil ya?
07:08Neymar untuk Brazil.
07:09Brazil, terus kita juga melihat frame-framenya lah di masa lalu, walaupun banyak cedera ya sebenernya di World Cup ini
07:18dia, kayak di waktu itu di melawan, sebelum kalah ya, sebelum kalah lawan Jerman.
07:257-1, itu Neymar juga cedera, di cederaan juga lumayan parah lah yang dibilang.
07:32Nah kalau melihat perjalanan Neymar ini, kalau dari Mas Steve sendiri, gimana?
07:40Perjalanan seorang Neymar, ya sebenernya kalau agak disayangkan sebenernya waktu dia pindah ke PSG sih sebenernya.
07:48Oke.
07:48Iya, karena mungkin kalau dia di Barcelona akan meraih lebih banyak prestasi di sana ya, di Barcelona ya, bersama Messi
07:56ya gitu.
07:56Dan tadi udah disinggung cederanya waktu 2014 itu merupakan cederanya Neymar yang membuat rentetan cedera yang sekarang dialami juga, salah
08:04satunya dari situ juga gitu.
08:06Ditambah gaya hidup Neymar yang sehat alias tidak sport lah gitu, maksudnya banyak partinya, ya wajar pemain berhasil kan emang
08:18begitu ya gitu.
08:20Ya itulah gitu, kombinasi dari semua itu yang membuat kondisi Neymar ya pada ke sekarang, padahal umurnya dalam tanda kutip
08:28banyak loh di umur Neymar sekarang masih banyak yang perform juga.
08:3134 tahun, Harry Kane masih perform, Karim Benzema di umurnya Neymar masih perform gitu.
08:38Tapi Neymar dengan ya sebenernya sangat disayangkan sih dengan skill yang dia punya, dengan style bermain yang sangat indah yang
08:49ditampilkan oleh Neymar.
08:52Memilih klub PSG yang dalam tanda kutip exposure nggak sebesar itu jadi tenggelam sendiri dianya gitu loh.
08:58Dan tidak bisa membuat banyak prestasi di sana juga, dan akhirnya ketika waktu itu dia punya tiga penyerahan terbaik Mbappe
09:07Neymar Messi, malah nggak ada hasilnya juga kan.
09:10Jadi dan melihat di Piala Dunia akhirnya dia bisa tampil lagi di 2026, nyatanya dia udah tidak bisa perform itu.
09:20Mungkin kalau penampil, mungkin kalau cara dia bermain seperti di 2022, mungkin Brazil akan bisa sampai di titik yang sekarang,
09:30kalau gue bilang.
09:30Tapi ternyata udah nggak sebagus itu Neymar-nya. Neymar di 2022 cukup ngegendong loh waktu itu dan akhirnya kalah sama
09:37Kroasia ya.
09:38Iya, Kroasia.
09:40Nah, gue tuh ngeliat Brazil sebagai kuda hitam tuh karena faktor itu, dan ternyata di sini tidak ditunjukkan oleh Neymar
09:47karena kondisinya ya.
09:48Jadi ya sayang banget, tapi ya apresiasi sebesar-besarnya lah, gue sangat happy bisa ngeliat Neymar bermain di masa gue
09:57ya gitu.
09:57Jadi ya, respek lah buat Neymar.
10:00Marik lagi ke Liga Berhasil deh.
10:03Iya, itu kan maksudnya dia memaksakan ya, memaksakan ingin-ingin tampil lah gitu.
10:09Bukan memaksakan ingin cetak rekor yang lain-lain kayak Cristiano.
10:14Kalau dia bener-bener maksa, gue pengen tampil di Piala Dunia, dia merasa bisa, yaudah dia akan tampil gitu loh.
10:20Dan ini kan terakhir juga, dan dia nggak neko-neko ingin main jadi starter kok, dia cuma pengen di bawah
10:24aja gitu, udah, terakhir.
10:27Oke, satu pemain lagi yang ya lumayan lah, Luka Modric.
10:34Oke.
10:34Lumayan, nah kalau menurut tuh apakah bisa dibilang nih si Luka Modric sebagai gelandang yang terbaik?
10:42Iya lah, satu-satunya gelandang yang mendapatkan Ballon d'Or, enggak satu-satunya si Rodri juga udah dapet ya.
10:50Iya maksudnya sebelum Rodri, di masa prime-nya Cristiano dan juga Messi, hanya dia pemain tengah yang mendapatkan Ballon d
10:57'Or.
10:57Dan membawa Kroasia sampai final dan juga semi-final.
11:02Dengan, apa namanya, mungkin bisa gue bilang salah satu perwakilan negara perbatasan mungkin dari Kroasia, Eropa Barat sama Eropa Timur.
11:13Bisa membawa Kroasia di level tertinggi loh, selama dua edisi berturut-turut.
11:19Ya buat gue dengan jumlah populasi 5 jutaan, mungkin sekarang 6 jutaan bertambah.
11:24Membawa Kroasia di level tertinggi itu, ya itu, itu kan ada peran yang sangat besar dari Luka Modric gitu loh.
11:30Itu di, itu di tim nasional. Di klub, treble Liga Champions, terus juga dua kali Liga Champions setelah mereka treble
11:41dua atau tiga gitu.
11:42Dua atau tiga ya itulah gitu. Waktu dipegangan Clotty lagi.
11:45Jadi, Real Madrid pun hancur ditinggal oleh Luka Modric dan juga Toni Kroos.
11:52Toni Kroos.
11:52Jadi, ya peran yang sangat besar dari Luka Modric, ya yang bisa membuat Luka Modric menjadi best victory in the
11:59world sih.
12:01Kira-kira nih, kalau menurut Mas Dev, ada nggak sih generasi-generasi, ya mungkin kalau bisa dibilang ada Mbappé ya,
12:10Mbappé gitu-gitu.
12:11Tapi kalau di Portugal gitu, pengganti dari Cristiano, ada nggak sih?
12:19Nggak ada lah. Pengganti, mungkin kayaknya waktu itu bisa dibilang mendekati kan Eden Hazard ya?
12:27Iya, iya, iya.
12:28Eden Hazard mungkin bisa mendekati siapa? Ya mungkin dua-dua pemain ini, Messi sama Cristiano Ronaldo.
12:33Dan mungkin juga Neymar kalau tidak pindah ke PSG mungkin akan mendekati juga level dan kualitasnya kayak Messi dan Ronaldo.
12:41Aduh, tapi dua-dua pemain ini, apa namanya, gaya hidupnya sama. Hazard juga males-malesan hati ya, makanya banyak cedera
12:50juga waktu itu di Chelsea.
12:52Kreal Madrid pun yang kita tahu sendiri, mungkin cedera sama pemainnya banyak cederanya gitu.
12:57Jadi ya, dan sampai saat ini, sayangnya ketika sekarang Kylian Mbappé dan mungkin Erling Haaland ya, yang menjadi dua nama
13:07besar yang disorot di generasi sekarang nih, usianya udah akan mendekati peaknya gitu.
13:14Jadi, setelah peak kan paling beberapa lama lagi sih kita bisa menikmati mereka, tidak seperti Leo dan juga Cristiano, jadi
13:23dua pemain ini irreplaceable sih, untuk jadi pembahasan sih.
13:27Oke, kalau bicara di tahun 2030, mungkin kalau bisa dibilang apa ya, rising star lah, menurut lu gimana?
13:40Kalau berkaca dari 2026 ya, maksudnya kayak bintang-bintang yang akan...
13:46Sebenarnya ada beberapa, dari Spanyol tentu Lamine Amal, udahlah Lamine Amal kalau dia stabil, nggak aneh-aneh, nggak berulah.
13:57Udah berat takut kayak gaya hidupnya.
13:58Betul, kalau dia nggak berulah, idolanya Jenemar, sebenarnya takut gaya hidupnya juga dia ikutin juga gitu, ini yang dikhawatirkan kan.
14:06Makanya sekarang dijaga ketat banget sama klub, perkembangannya Lamine Amal.
14:09Tentul Lamine Amal, ketika di 2030 itu peak-nya dia, menuju peak-nya Lamine Amal, di Argentina ada Nikopas sebenarnya,
14:19Nikopas-nya Komo.
14:21Dan kayaknya berpotensi bisa brilliant lah si Nikopas ini. Sekarang kan masih ada Messi, kemungkinan nanti posisinya Messi yang diisi
14:29sama Nikopas kan.
14:31Terus juga, sebenarnya sayang Arda Guler di Turki ya, bukan saya Arda Guler di Turki, cuman maksudnya, environment dari Turki
14:39kayaknya nggak mendukung dia gitu.
14:41Padahal di Turki ya, satu-satunya yang ngangkat buat gue ya Arda Guler gitu loh.
14:46Terus, selain Arda Guler itu tadi gue, oh ini, di Jerman itu ada, kalau nggak salah Carl, siapa gitu namanya.
14:56Itu ada tuh pemain mudanya München sekarang, sekarang di München itu juga lumayan menjadi sorotan tuh.
15:01Mungkin nanti di masa, di 2030, peak-nya Musiala, peak-nya Florian Wirth, dan mungkin akan ada nama dia juga
15:09tuh nanti tuh di timnas Jerman ya.
15:13Dan Jerman nanti sudah bersama Jurgen Klopp, itu juga mungkin akan ada perubahan yang cukup besar, yang akan menarik juga
15:18sih kalau gue lihat di 2030 nanti ya gitu.
15:21So far sih itu dulu, ya dari nama-nama Prancis ya paling, yang, yang, Olise, Duwe, Duwe, dua nama itu
15:32sih paling.
15:33Sisanya gue nggak tau Dembele apakah masih main, apakah masih fit, terus juga Mbappé, Mbappé kayaknya juga pasti.
15:40Tapi kan yang dilihat yang mudah-mudahnya kan, ya Prancis sih dua itu ya.
15:45Portugal nggak ada, nggak ada Portugal ya Kak, ya gue nggak tau ya Messi Junior atau Cristiano Junior sudah bisa
15:54menyentuh level itu apa belum, ya gue nggak tau lah nanti di 2030 itu.
15:58Mungkin akan dipantau lagi ntar ya.
15:59Oke.
15:59Gitu sih.
16:00Oke mungkin, apa namanya, kalau bisa dibilang si Rising Star ini cukup akan menghasil lah 2020 ya, karena udah era
16:10-eranya Cristiano pun udah selesai gitu maksudnya.
16:14Lah iya makanya.
16:152006 terus ya tontonannya jadi gimana gitu kalau kata orang-orang kan.
16:21Ya mungkin itu dulu dari obrolan soal apa nanya, trivia, the ends, ya bisa dibilang bukan the ends of era
16:32ya, apa kayak pergadinya, the ends of era ya, dari Cristiano, terus kita juga bisa menikmati lah si Messi, kita
16:43nikmati lah pertandingan di tahun 2026 ini, sebaik mungkin gitu.
16:48Ya, itu dia sahabat Kompas TV, kita lihat bagaimana pertandingan di tahun 2030, apakah semakin menarik dengan Racing Star yang
17:02bangkit nih dari 2026.
17:07Kita tonton lagi di 2026 ini gimana pertandingannya, dan itu saja, salam jarak.
17:17Salam jarak.
Komentar