Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan. Militer Iran mengklaim menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, sementara Amerika Serikat kembali melancarkan serangan balasan ke sejumlah target militer Iran.

Menurut media Iran, Tasnim News, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan drone yang menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, pangkalan militer Amerika Serikat, serta fasilitas komunikasi dan radar di Kuwait dan Bahrain. IRGC juga menegaskan akan memberikan respons yang lebih keras apabila serangan Amerika Serikat terus berlanjut.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kembali menggempur sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. Target serangan disebut meliputi lokasi rudal, drone, amunisi, fasilitas komunikasi, dan aset militer Iran lainnya.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan terus membalas serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat Iran. Dalam pidatonya, ia menyebut pembalasan tersebut sebagai tuntutan rakyat Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga kembali mengeluarkan pernyataan melalui akun Truth Social. Trump menyebut telah menyiagakan seribu rudal yang diarahkan ke Iran dan memperingatkan akan mengerahkan kekuatan yang lebih besar apabila muncul ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, perhatian internasional kini tertuju pada peluang kelanjutan proses negosiasi dan upaya meredakan ketegangan yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

#KompasTV #Iran #AmerikaSerikat #TimurTengah #SelatHormuz

Baca Juga [FULL] Analisis Pakar Strategi PPAU soal Eskalasi Perang AS-Iran Usai Pemakaman Ali Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/679841/full-analisis-pakar-strategi-ppau-soal-eskalasi-perang-as-iran-usai-pemakaman-ali-khamenei

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/680145/pengamat-ui-bahas-pernyataan-mojtaba-khamenei-yang-janji-terus-balas-serangan-as-kompas-malam
Transkrip
00:00Kembali di Kompas Malam, saudara militer Iran meluncurkan serangan pesawat tabrawak atau drone ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan
00:08Bahrain.
00:16Media Iran Tasnim Yus melaporkan militer Iran IRGZ meluncurkan serangan dari wilayah Iran Selatan.
00:24Serangan drone dilakukan angkatan darat Iran yang menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan pangkalan militer Amerika.
00:49Fasilitas komunikasi militer AS dan radar di Bahrain menjadi sasaran dalam gelombang serangan terpisah.
00:55IRGZ juga memperingatkan bahwa takgung jawab atas ketidakstabilan di kawasan dan berjanji memberikan respons lebih keras jika serangan AS terus
01:05berlanjut.
01:15Militer AS melancarkan serangan ketiga kalinya dalam pekan ini sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah kapal yang melewati Selat Hormuz.
01:25Komadu Pusat Amerika Serikat Senkom menyatakan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera
01:36Siprus
01:37yang melintas Selat Hormuz yang menyebabkan satu anggota kru hilang.
01:42Serangan ini berlangsung tak lama setelah IRGZ mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.
01:58Saudara pemimpin tertinggi Iran Mustafa Khomeini bersumpah bahwa rakyat Iran akan terus membalas dendam atas kematian ayahnya Ali Khomeini dan
02:06pejabat lainnya.
02:08Ketegangan ini meningkat usai Iran menyerang pangkalan militer AS dan dibalas dengan ancaman seribu rudal oleh Donald Trump.
02:23Saling serang antar Amerika Serikat dan Iran semakin memanas.
02:27Militer Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan Bahre.
02:33Serangan drone Iran menargetkan sistem pertahanan udara, patriot, kudang amunisi dan pangkalan militer Amerika.
02:40Pemimpin tertinggi Iran Mustafa Khomeini bersumpah bahwa rakyat Iran akan terus membalas dendam atas kematian ayahnya Ali Khomeini dan pejabat
02:49lainnya.
02:50Mustafa memastikan balas dendam ini jadi kehendak bangsa Iran dan harus dilaksanakan.
03:12bahkan udara.
03:25sementara itu Amerika Serikat kembali membombardir Iran
03:29puntut serangan Iran pada kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz
03:33serangan ini berlangsung tak lama setelah militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz
03:38lokasi rudal, drone, amunisi, peralatan komunikasi dan aset Iran
03:42jadi target serangan terbaru Amerika Serikat
03:45Amerika Serikat mengklaim serangan ini jauh lebih banyak daripada dua putaran terakhir
03:49sebelumnya Presiden Donald Trump menyatakan telah menyiagakan seribu rudal untuk menyerang Iran
03:55dalam akun trut sosial Trump, Trump menuliskan seribu rudal telah disiagakan dan diarahkan ke Republik Islam Iran
04:03dengan ribuan rudal lainnya siap menyusul seketika
04:06seandainya pemerintah Iran mewujudkan ancamannya yang telah diserukan di berbagai penjuru dunia
04:12untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat
04:16dalam hal ini saya
04:18perang di Timur Tengah semakin tak menentu
04:21militer Iran telah menutup Selat Hormuz sampai intervensi Amerika Serikat berakhir
04:26sementara pesawat militer Amerika Serikat telah bersiaga di Ben Gurion Israel
04:30jika sewaktu-waktu perang kembali pecah
04:37sederhana AS dan Iran saling menebar ancaman bagaimana dampaknya dengan proses negosiasi
04:42kita bahas soal ini bersama dengan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia
04:47Stanislaus Rianta
04:50selamat malam Pak Stanis
04:52selamat malam Mas
04:53Pak Stanis jika kita lihat ini musibah kami ini bersumpah membalas dendam
04:57di sisi lain Donald Trump juga mengklaim menyanggakan seribu rudal
05:01apakah ini hanya say word?
05:04ya saya kira ini karena kedua belah pihak tidak bisa menahan diri
05:08pas kalau ditandatangani perjanjian
05:10harusnya itu mentaati
05:12tapi karena ada
05:15Iran menyebut bahwa
05:18mereka mengakui melakukan serangan
05:19tapi serangan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok
05:21juga harus keras yang dimiliki oleh Iran
05:23di serangan yang di Selat Hormuz
05:25terhadap tiga kapal sipil
05:27ini hanya memicu serangan balasan dari Amerika
05:31kemudian serangan balasan dari Iran lagi
05:33ini saya kira karena memang dalam perjanjian itu
05:36tidak ada satu pengawas pihak kuat yang mengawasi perjanjian
05:40yang kedua ya karena kedua belah pihak tidak bisa menahan diri
05:42sehingga di timur tengah sekarang di kawasan panas kembali
05:48ini kedua belah pihak sudah tidak bisa menahan diri
05:51armada militer AS juga informasinya sudah siaga di Israel
05:55apakah kedua negara ini memang sudah siap secara taktis untuk perang terbuka kembali?
06:01ini yang kita khawatirkan sebenarnya
06:03ini Amerika nampaknya lebih serius daripada serangan-serangan sebelumnya
06:06kalau kita melihat dari armada-armada yang disiapkan
06:09kemudian dampak serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran
06:13terhadap pangklan-pangklan Amerika di kawasan ini
06:15Amerika lebih serius dan ketika Amerika serius
06:19ini cukup mengkhawatirkan karena Amerika itu negara yang kuat
06:23dia mempunyai alusista yang cukup kuat
06:26dan itu dapat digerakkan dari pangklan-pangklan militer
06:29dari negara-negara di sekitar kawasan
06:31dan tentu Iran juga tidak mudah jika Amerika itu melakukan serangan secara total
06:36ini berbahaya karena kita lihat pada beberapa bulan yang lalu
06:40ketika Amerika melakukan serangan ini
06:42saya kira tidak dengan kekuatan penuhnya
06:44jadi itu masih menurut saya masih memanahan diri
06:48tapi ketika terjadi serangan-serangan seperti ini
06:50kemudian Amerika nanti membalasnya dengan kekuatan yang lebih daripada yang kemarin
06:54ini cukup berbahaya
06:55saat ini Iran memainkan kartu Selat Hormuz
06:59seperti dilakukan penutupan Selat Hormuz
07:02bagaimana Anda melihat ini?
07:04apakah nanti AS juga akan melakukan hal yang sama
07:06seperti sebelum-sebelumnya melakukan blokade?
07:09ya senjata yang paling ampuh yang dimiliki di Iran itu bukan senjata nuklir
07:14tapi senjata Selat Hormuz
07:15jadi Iran memainkan itu
07:17karena Selat Hormuz ini menjadi urat nadi
07:19perekonomian dunia yang cukup vital
07:21jadi ketika Iran berhasil melakukan
07:23menguasai kemudian memblokade itu
07:26maka dunia akan tergantung dari itu
07:27dan dunia akan mendapat tekanan
07:29dan tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Iran di Selat Hormuz ini
07:33diharapkan dapat melakukan tekanan terhadap Amerika
07:35tapi Amerika tentu juga tidak mudah ditekan juga
07:38dia akan melakukan serangan-serangan balasan
07:40dan bahkan menguasai Selat Hormuz
07:42dan dampaknya ini bukan terhadap Iran
07:44bukan terhadap Amerika
07:45ini terhadap dunia
07:46jadi ini cukup mengkhawatirkan
07:47karena situasi kembali panas
07:49dan saya melihat lebih panas daripada
07:51bulan-bulan sebelumnya
07:53sebelum perjanjian ditandatangani
07:55jika kita lihat
07:57beberapa kali
07:58AS dan juga Iran ini
08:01terlibat kembali saling serang
08:02sebetulnya dalam diplomasi yang sudah dilakukan
08:06selama gejata-sejata ini
08:07apakah mereka saling menganggap
08:09ada MOU yang dilanggar
08:11Anda melihatnya apakah
08:12MOU seperti apa yang dilanggar
08:14atau tuntutan Iran yang belum terpenuhi
08:17atau seperti apa?
08:18ya MOU itu
08:20ini kan antara negara Amerika dan Iran
08:23sementaranya ada kelompok-kelompok
08:24yang melakukan provokasi
08:26ada misalnya kelompok-kelompok garis keras Iran
08:29yang melakukan provokasi serangan
08:30di Selat Hormus terhadap kapal-kapal yang melintas
08:33kemudian juga ada provokasi dari Israel
08:36terhadap situasi di sana
08:37jadi saya kira memang perjanjian itu rapuh
08:40karena hanya ditandatangani oleh Iran dan Amerika
08:43sementara kelompok-kelompok lain
08:45yang terlibat di dalam Timur Tengah
08:46yang terlibat di dalam peristiwa perang di sini
08:49itu tidak menandatangani itu
08:51itu yang pertama
08:51yang kedua
08:52tidak ada lembaga atau badan yang lebih besar
08:55daripada kedua negara ini
08:57seperti PBB misalnya
08:58yang mengawasi
09:00ketika perjanjian itu rapuh
09:02dan tidak ada mengawasi
09:03maka perjanjian itu
09:04sangat rentan untuk dilanggar
09:06jadi situasi seperti ini yang terjadi
09:09kemarin kan ketika terjadi
09:11mediasi atau diplomasi itu
09:14ada mediator
09:15ada dua negara
09:15kalau nggak salah
09:16Qatar dan juga Pakistan
09:18bagaimana peran mereka ketika
09:19perang ini kembali terjadi?
09:22saya kira Qatar dan Pakistan
09:23tidak cukup kuat untuk menjadi mediator
09:25situasi seperti ini
09:27menjadi mediator untuk penandatangan
09:30saya kira oke
09:31karena negara itu
09:32sifatnya administratif ya
09:34tetapi untuk menjadi mediator
09:35supaya kedua belah pihak
09:37menahan diri
09:38untuk mentaati
09:39isi perjanjian
09:41kemudian menjaga kawasan
09:42tetap stabil
09:43saya kira sulit
09:44jika hanya
09:44kedua negara
09:45jalan lain selain
09:47jika mengandalkan PBB
09:48adalah negara-negara
09:49Timur Tengah bersatu
09:50negara-negara besar
09:51seperti Qatar
09:53kemudian Arab Saudi
09:54itu harusnya bersatu
09:56negara-negara di sana
09:57kemudian menjadi pengawas
09:58situasi ini
09:58jika tidak
09:59maka situasi ini
10:01akan terus panas
10:01dan ini dampaknya
10:02kemana-mana
10:02termasuk ke kita
10:03ya tentu kita berharap
10:06bahwa situasi
10:07masih dapat dikendalikan
10:09dan tidak terjadi
10:10perang yang lebih besar lagi
10:11terima kasih
10:12Pak Stanislaus Rianta
10:14pengamat
10:14intelijen
10:15dan keamanan UI
10:17telah bergabung bersama kami
10:18di Kompas Malam
10:19selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan