00:00Kembali di Kompas Malam, saudara militer Iran meluncurkan serangan pesawat tabrawak atau drone ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan
00:08Bahrain.
00:16Media Iran Tasnim Yus melaporkan militer Iran IRGZ meluncurkan serangan dari wilayah Iran Selatan.
00:24Serangan drone dilakukan angkatan darat Iran yang menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan pangkalan militer Amerika.
00:49Fasilitas komunikasi militer AS dan radar di Bahrain menjadi sasaran dalam gelombang serangan terpisah.
00:55IRGZ juga memperingatkan bahwa takgung jawab atas ketidakstabilan di kawasan dan berjanji memberikan respons lebih keras jika serangan AS terus
01:05berlanjut.
01:15Militer AS melancarkan serangan ketiga kalinya dalam pekan ini sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah kapal yang melewati Selat Hormuz.
01:25Komadu Pusat Amerika Serikat Senkom menyatakan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera
01:36Siprus
01:37yang melintas Selat Hormuz yang menyebabkan satu anggota kru hilang.
01:42Serangan ini berlangsung tak lama setelah IRGZ mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.
01:58Saudara pemimpin tertinggi Iran Mustafa Khomeini bersumpah bahwa rakyat Iran akan terus membalas dendam atas kematian ayahnya Ali Khomeini dan
02:06pejabat lainnya.
02:08Ketegangan ini meningkat usai Iran menyerang pangkalan militer AS dan dibalas dengan ancaman seribu rudal oleh Donald Trump.
02:23Saling serang antar Amerika Serikat dan Iran semakin memanas.
02:27Militer Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan Bahre.
02:33Serangan drone Iran menargetkan sistem pertahanan udara, patriot, kudang amunisi dan pangkalan militer Amerika.
02:40Pemimpin tertinggi Iran Mustafa Khomeini bersumpah bahwa rakyat Iran akan terus membalas dendam atas kematian ayahnya Ali Khomeini dan pejabat
02:49lainnya.
02:50Mustafa memastikan balas dendam ini jadi kehendak bangsa Iran dan harus dilaksanakan.
03:12bahkan udara.
03:25sementara itu Amerika Serikat kembali membombardir Iran
03:29puntut serangan Iran pada kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz
03:33serangan ini berlangsung tak lama setelah militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz
03:38lokasi rudal, drone, amunisi, peralatan komunikasi dan aset Iran
03:42jadi target serangan terbaru Amerika Serikat
03:45Amerika Serikat mengklaim serangan ini jauh lebih banyak daripada dua putaran terakhir
03:49sebelumnya Presiden Donald Trump menyatakan telah menyiagakan seribu rudal untuk menyerang Iran
03:55dalam akun trut sosial Trump, Trump menuliskan seribu rudal telah disiagakan dan diarahkan ke Republik Islam Iran
04:03dengan ribuan rudal lainnya siap menyusul seketika
04:06seandainya pemerintah Iran mewujudkan ancamannya yang telah diserukan di berbagai penjuru dunia
04:12untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat
04:16dalam hal ini saya
04:18perang di Timur Tengah semakin tak menentu
04:21militer Iran telah menutup Selat Hormuz sampai intervensi Amerika Serikat berakhir
04:26sementara pesawat militer Amerika Serikat telah bersiaga di Ben Gurion Israel
04:30jika sewaktu-waktu perang kembali pecah
04:37sederhana AS dan Iran saling menebar ancaman bagaimana dampaknya dengan proses negosiasi
04:42kita bahas soal ini bersama dengan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia
04:47Stanislaus Rianta
04:50selamat malam Pak Stanis
04:52selamat malam Mas
04:53Pak Stanis jika kita lihat ini musibah kami ini bersumpah membalas dendam
04:57di sisi lain Donald Trump juga mengklaim menyanggakan seribu rudal
05:01apakah ini hanya say word?
05:04ya saya kira ini karena kedua belah pihak tidak bisa menahan diri
05:08pas kalau ditandatangani perjanjian
05:10harusnya itu mentaati
05:12tapi karena ada
05:15Iran menyebut bahwa
05:18mereka mengakui melakukan serangan
05:19tapi serangan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok
05:21juga harus keras yang dimiliki oleh Iran
05:23di serangan yang di Selat Hormuz
05:25terhadap tiga kapal sipil
05:27ini hanya memicu serangan balasan dari Amerika
05:31kemudian serangan balasan dari Iran lagi
05:33ini saya kira karena memang dalam perjanjian itu
05:36tidak ada satu pengawas pihak kuat yang mengawasi perjanjian
05:40yang kedua ya karena kedua belah pihak tidak bisa menahan diri
05:42sehingga di timur tengah sekarang di kawasan panas kembali
05:48ini kedua belah pihak sudah tidak bisa menahan diri
05:51armada militer AS juga informasinya sudah siaga di Israel
05:55apakah kedua negara ini memang sudah siap secara taktis untuk perang terbuka kembali?
06:01ini yang kita khawatirkan sebenarnya
06:03ini Amerika nampaknya lebih serius daripada serangan-serangan sebelumnya
06:06kalau kita melihat dari armada-armada yang disiapkan
06:09kemudian dampak serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran
06:13terhadap pangklan-pangklan Amerika di kawasan ini
06:15Amerika lebih serius dan ketika Amerika serius
06:19ini cukup mengkhawatirkan karena Amerika itu negara yang kuat
06:23dia mempunyai alusista yang cukup kuat
06:26dan itu dapat digerakkan dari pangklan-pangklan militer
06:29dari negara-negara di sekitar kawasan
06:31dan tentu Iran juga tidak mudah jika Amerika itu melakukan serangan secara total
06:36ini berbahaya karena kita lihat pada beberapa bulan yang lalu
06:40ketika Amerika melakukan serangan ini
06:42saya kira tidak dengan kekuatan penuhnya
06:44jadi itu masih menurut saya masih memanahan diri
06:48tapi ketika terjadi serangan-serangan seperti ini
06:50kemudian Amerika nanti membalasnya dengan kekuatan yang lebih daripada yang kemarin
06:54ini cukup berbahaya
06:55saat ini Iran memainkan kartu Selat Hormuz
06:59seperti dilakukan penutupan Selat Hormuz
07:02bagaimana Anda melihat ini?
07:04apakah nanti AS juga akan melakukan hal yang sama
07:06seperti sebelum-sebelumnya melakukan blokade?
07:09ya senjata yang paling ampuh yang dimiliki di Iran itu bukan senjata nuklir
07:14tapi senjata Selat Hormuz
07:15jadi Iran memainkan itu
07:17karena Selat Hormuz ini menjadi urat nadi
07:19perekonomian dunia yang cukup vital
07:21jadi ketika Iran berhasil melakukan
07:23menguasai kemudian memblokade itu
07:26maka dunia akan tergantung dari itu
07:27dan dunia akan mendapat tekanan
07:29dan tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Iran di Selat Hormuz ini
07:33diharapkan dapat melakukan tekanan terhadap Amerika
07:35tapi Amerika tentu juga tidak mudah ditekan juga
07:38dia akan melakukan serangan-serangan balasan
07:40dan bahkan menguasai Selat Hormuz
07:42dan dampaknya ini bukan terhadap Iran
07:44bukan terhadap Amerika
07:45ini terhadap dunia
07:46jadi ini cukup mengkhawatirkan
07:47karena situasi kembali panas
07:49dan saya melihat lebih panas daripada
07:51bulan-bulan sebelumnya
07:53sebelum perjanjian ditandatangani
07:55jika kita lihat
07:57beberapa kali
07:58AS dan juga Iran ini
08:01terlibat kembali saling serang
08:02sebetulnya dalam diplomasi yang sudah dilakukan
08:06selama gejata-sejata ini
08:07apakah mereka saling menganggap
08:09ada MOU yang dilanggar
08:11Anda melihatnya apakah
08:12MOU seperti apa yang dilanggar
08:14atau tuntutan Iran yang belum terpenuhi
08:17atau seperti apa?
08:18ya MOU itu
08:20ini kan antara negara Amerika dan Iran
08:23sementaranya ada kelompok-kelompok
08:24yang melakukan provokasi
08:26ada misalnya kelompok-kelompok garis keras Iran
08:29yang melakukan provokasi serangan
08:30di Selat Hormus terhadap kapal-kapal yang melintas
08:33kemudian juga ada provokasi dari Israel
08:36terhadap situasi di sana
08:37jadi saya kira memang perjanjian itu rapuh
08:40karena hanya ditandatangani oleh Iran dan Amerika
08:43sementara kelompok-kelompok lain
08:45yang terlibat di dalam Timur Tengah
08:46yang terlibat di dalam peristiwa perang di sini
08:49itu tidak menandatangani itu
08:51itu yang pertama
08:51yang kedua
08:52tidak ada lembaga atau badan yang lebih besar
08:55daripada kedua negara ini
08:57seperti PBB misalnya
08:58yang mengawasi
09:00ketika perjanjian itu rapuh
09:02dan tidak ada mengawasi
09:03maka perjanjian itu
09:04sangat rentan untuk dilanggar
09:06jadi situasi seperti ini yang terjadi
09:09kemarin kan ketika terjadi
09:11mediasi atau diplomasi itu
09:14ada mediator
09:15ada dua negara
09:15kalau nggak salah
09:16Qatar dan juga Pakistan
09:18bagaimana peran mereka ketika
09:19perang ini kembali terjadi?
09:22saya kira Qatar dan Pakistan
09:23tidak cukup kuat untuk menjadi mediator
09:25situasi seperti ini
09:27menjadi mediator untuk penandatangan
09:30saya kira oke
09:31karena negara itu
09:32sifatnya administratif ya
09:34tetapi untuk menjadi mediator
09:35supaya kedua belah pihak
09:37menahan diri
09:38untuk mentaati
09:39isi perjanjian
09:41kemudian menjaga kawasan
09:42tetap stabil
09:43saya kira sulit
09:44jika hanya
09:44kedua negara
09:45jalan lain selain
09:47jika mengandalkan PBB
09:48adalah negara-negara
09:49Timur Tengah bersatu
09:50negara-negara besar
09:51seperti Qatar
09:53kemudian Arab Saudi
09:54itu harusnya bersatu
09:56negara-negara di sana
09:57kemudian menjadi pengawas
09:58situasi ini
09:58jika tidak
09:59maka situasi ini
10:01akan terus panas
10:01dan ini dampaknya
10:02kemana-mana
10:02termasuk ke kita
10:03ya tentu kita berharap
10:06bahwa situasi
10:07masih dapat dikendalikan
10:09dan tidak terjadi
10:10perang yang lebih besar lagi
10:11terima kasih
10:12Pak Stanislaus Rianta
10:14pengamat
10:14intelijen
10:15dan keamanan UI
10:17telah bergabung bersama kami
10:18di Kompas Malam
10:19selamat menikmati
Komentar