Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Suasana duka menyelimuti rumah duka di GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (12/7).

Komedian Temon Templar dengan nama lengkap Simson Rarameha Ngadang meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum diduga meninggal akibat serangan jantung.

Karangan bunga dari sejumlah rekan artis dan komedian tampak memenuhi halaman rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal menghibur masyarakat melalui lawakannya.

Di mata sang istri, Mae, Temon bukan hanya seorang komedian di atas panggung, tetapi juga sosok suami yang selalu membawa kebahagiaan bagi keluarganya.

Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang jenaka, bertanggung jawab, dan selalu berusaha membuatnya tersenyum dalam berbagai situasi.

"Saya kenal dia dari umur 19 tahun. Buat saya, saya manggil dia abangnya. Selalu bikin saya ketawa. Dulu kalau saya kerja lagi suntuk, dia pasti melakukan apa saja cuma buat bikin saya ketawa," ujar Mae.

Mae mengatakan, sifat humoris Temon tidak hanya ditunjukkan saat bekerja sebagai komedian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

"Buat saya dia suami yang hebat," tuturnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680126/kabar-duka-komedian-temon-meninggal-istri-sebut-sosoknya-sebagai-suami-hebat
Transkrip
00:00Itu pendapat orang yang beda-beda, tapi buat saya dia suami yang hebat.
00:04Setiap saya melihat saya cemberut atau gimana, capek, bagaimana, dia pasti bikin saya ketawa.
00:43Terima kasih telah menonton!
01:11Terima kasih telah menonton!
01:30Temuan itu seperti apa sih, Bu? Suami, sosok seperti apa?
01:34Saya kenal dia dari umur 19 tahun.
01:40Buat saya...
01:41Saya manggil dia abangnya, selalu bikin saya ketawa.
01:48Dulu kalau saya kerja lagi suntuk, apa-apa, gimana-gimana, dia pasti telfon.
01:52Cuma buat bikin saya ketawa.
01:54Artinya memang sifat jenakanya, Bu?
01:58Ya, enggak pernah namanya...
02:04Apa ya?
02:06Hebatnya dia nyimpen semuanya sendiri, enggak pernah mau bikin saya susah, katanya.
02:12Cuma...
02:13Ya, dia hebat.
02:16Mungkin buat orang yang ngelihat dari luarnya, atau mendengar gosip, atau mendengar kabar,
02:23itu pendapat orang yang beda-beda.
02:25Tapi buat saya, dia suami yang hebat.
02:27Setiap saya melihat saya cemberut atau gimana, capek, bagaimana, dia pasti bikin saya ketawa.
02:33Enggak pernah fail, selalu buat anaknya juga, ngajarin anaknya, mudah-mudahan nurun ke anaknya,
02:43mesti itu komedinya, karena dia udah ajarin lagu-lagu komedinya ke anaknya.
02:50Orang yang hebat, orang yang baik.
02:53Alhamdulillah, saya dengar dari semua orang yang datang pun,
02:57beliau, almarhum, adalah sosok yang baik.
03:03Ya, terbaik, karena saya kenalin memang udah lama, dari sebelum jadi komediannya.
03:12Beliau sakit sudah lama berarti?
03:14Kalau sakit yang saya tahu kan, yang kita memang tahu ya, wear itu darah tinggi.
03:19Oh, darah tinggi.
03:20Dia punya wear, darah tinggi.
03:21Tapi pas saat di pagi ini, dibawa ke rumah sakit, karena dadanya nyiri.
03:27Terus ternyata langsung rekam jantung.
03:29Itu ternyata menurut dokter adalah ada penyumbatan jantung, jantungnya jadi serangan jantung.
03:38Jadi dilakukan obatan, sambil kita nunggu wujudkan ke rumah sakit.
03:45Tapi ya, terolong, kayaknya memang udah waktunya.
03:52Salah satu momen apa sih, Bu, yang sampai saat ini terkenang dengan Bapak ini?
03:57Pertama kali saya ketemu beliau.
03:59Pertama kali saya ketemu teman almarhum dulu di Radio WSK.
04:04Yang aneh lagi Pak, karena kan sebelumnya saya cuma dengar suaranya, tapi pas ketemu, oh yang kayak gini suaranya.
04:12Tapi anehnya saya enggak, enggak ada rasa yang, wah ini kayak gini nih, jadi saya jauh enggak ngerti.
04:20Saya juga kenapa, mungkin emang udah jodohnya atau gimana, kita malah makin dekat waktu.
04:28Terima kasih banyak, Bu.
04:29Terima kasih banyak.
Komentar

Dianjurkan