Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir tahun tetap terjaga di level 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan proyeksi pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.

Menurutnya, outlook defisit sebesar 2,85 persen PDB merupakan perhitungan dengan kondisi saat ini.

Namun, pemerintah masih melihat adanya sejumlah faktor yang dapat memperbaiki kinerja fiskal hingga akhir tahun.

Purbaya bilang, penurunan harga minyak dunia, perbaikan penerimaan pajak dan cukai, serta perbaikan pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkatkan pendapatan negara.

Dewan Perwakilan Rakyat menanggapi laporan pertanggungjawaban APBN 2025 oleh pemerintah pusat.

PDI Perjuangan menilai pemerintah tidak efektif mengendalikan belanja sesuai pendapatan negara sehingga defisit anggaran membengkak.

Sementara Partai Golkar mengapresiasi laporan keuangan pemerintah pusat yang mencatat perbaikan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan.

Meski dengan sejumlah catatan, laporan pemerintah disetujui untuk ditindaklanjuti membahas RUU Pertanggungjawaban APBN 2025.

Baca Juga [FULL] Purbaya Lapor ke DPR: Proyeksi Pendapatan Negara 2026 Lampaui Target APBN di https://www.kompas.tv/nasional/679305/full-purbaya-lapor-ke-dpr-proyeksi-pendapatan-negara-2026-lampaui-target-apbn

#apbn #menkeupurbaya #purbaya #dpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/679403/menkeu-purbaya-optimistis-defisit-apbn-2026-terkendali-di-level-2-85-persen-pdb-jmp
Transkrip
00:01Saudara Menteri Kewangan Purbaya Yudisa Dewa optimistis, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara 2026 hingga akhir tahun tetap terjaga di
00:11level 2,85% terhadap produk domestik bruto sejalan dengan proyeksi pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.
00:19Menurutnya outlook defisit sebesar 2,85% PDB merupakan perhitungan dengan kondisi saat ini.
00:26Namun pemerintah masih melihat adanya sejumlah faktor yang dapat memperbaiki kinerja fiskal hingga akhir tahun.
00:34Purbaya bilang penurunan harga minyak dunia, perbaikan penerimaan pajak dan cukai, serta perbaikan pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkatkan pendapatan negara.
00:53Tentukan defisitnya hanya 2,85% dengan kondisi seperti sekarang, tapi nanti kalau harga minyak dunia turun lebih sedikit,
01:02terus juga nanti saya berhasil lebih bagus memperbaiki pajak dan biaya cukai, dan ekonomi yang membaik sesuai dengan prediksi kita.
01:13Ada kemungkinan besar pendapatan pajak kita akan meningkat dan kondisi yang kadang-kadang akan semakin membaik.
01:19Meningkatnya kan artinya itu batas yang paling atas segitu, defisitnya 2,85%.
01:25Ada kemungkinan kita bisa turunkan ke bawah lagi, tergantung dampak dari kebijakan yang baru kita jalankan kemarin kan.
01:32Kita taruh berapa uang 400 triun kan di perekonomian, BI juga akan membantu, harusnya kita ketemunya akan lebih cepat lagi.
01:41Sementara itu, Saudara Dewan Perwakilan Rakyat menanggapi laporan pertanggung jawaban APBN 2025 oleh pemerintah pusat.
01:48Pedi Perjuangan menilai pemerintah tidak efektif mengendalikan belanja sesuai pendapatan negara, sehingga defisit anggaran memekat.
01:56Sementara Partai Pendukung Pemerintah, Partai Golkar, mengapresiasi laporan keunggungan pemerintah pusat yang mencatat perbaikan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan.
02:05Meski dengan sejumlah catatan, laporan pemerintah disetujui untuk ditindaklanjuti membahas RUU Pertanggungjawaban APBN 2025.
02:15Dengan pertimbangan pendapat pandangan dan catatan di atas, maka fraksi PDI Perjuangan menyetujui untuk melakukan pembahasan lebih lanjut
02:27atas RUU tentang pertanggung jawaban atas APBN tahun anggaran 2025 sesuai dengan mekanisme.
02:37Pimpinan sidang dan hadirin yang berbahagia, berdasarkan beberapa pokok pikiran yang telah kami sampaikan,
02:43maka fraksi Partai Golkar menyatakan menyetujui rancangan undang-undang tentang pertanggung jawaban atas pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025 untuk dibahas
02:54lebih lanjut.

Dianjurkan