00:01Bismillahirrahmanirrahim.
00:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:07Hari ini, dengan hati penuh duka cita mendalam dan dengan rasa hormat,
00:13saya Megawati Soekarno Putri, Presiden kelima Republik Indonesia
00:19dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,
00:24sekaligus sebagai Putri Dr. Insinyur Soekarno
00:30atau yang terkenal disebut Bung Karno,
00:33Bapak Bangsa dan Presiden pertama Republik Indonesia,
00:38menyampaikan pesan ini sebagai seorang sahabat terhadap rakyat Iran.
00:44Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran,
00:52tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang
00:55yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia.
01:03Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei
01:08bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran
01:14yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah.
01:20Dalam diri beliau, saya melihat gemah perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya Bung Karno.
01:28Sejak muda, Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei telah mengenal dan mengagumi
01:35serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno.
01:38Tidak mengherankan jika beliau ikut merumuskan jalan bangsa Iran
01:44sebagai sebuah sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial
01:51yang juga mencita-citakan tata dunia yang bebas dari belenggu imperialisme dan kolonialisme.
02:00Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004
02:06ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia kelima.
02:12Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau.
02:19Saat itu, saya merasakan pancaran karisma yang sangat kuat
02:23dan ketenduhan hati yang sangat dalam.
02:27Beliau adalah seorang ulama yang lembut, namun teguh memegang prinsip.
02:34Sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya.
02:39Saya terkenang bagaimana Ayatollah Ali Khamenei menilai Pancasila dan semangat Bandung
02:46sebagai salah satu referensi penting dalam merumuskan visi Iran yang merdeka dan bermartabat.
02:54Bagi saya, ini bukanlah pujian diplomatik.
02:57Itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa.
03:06Sebuah jembatan yang dibangun dari pengalaman bersama melawan penjajahan,
03:12intervensi asing, dan luka-luka sejarah,
03:16serta pengharapan akan dunia yang lebih adil dan bermartabat.
03:21Oleh karenanya, ketika hari ini kita melepas keberkian beliau,
03:27saya tidak hanya merasakan kehilangan seorang pemimpin Iran,
03:32akan tetapi juga seorang penjaga api perjuangan dunia ketiga.
03:38Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau,
03:42saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya
03:46pada penyelesaian konflik melalui jalan damai,
03:51dialog yang adil,
03:53serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan,
03:59bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak.
04:04kepada keluarga besar almarhum,
04:08para pemimpin dan ulama Iran,
04:11serta seluruh rakyat Iran,
04:14izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus.
04:20Semoga Allah yang maha pengasih dan penyayang,
04:23melapangkan jalan bagi beliau,
04:26menerima seluruh amal perjuangannya,
04:29dan mengampuni segala kekhilafannya.
04:33Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan,
04:38persatuan, dan kebijaksanaan
04:40untuk melalui masa-masa sulit ini
04:43di tengah badai sejarah yang sedang bergelora.
04:47Selama jalan saudaraku yang mulia Ayatollah Ali Khameni,
04:53kami melepas kepergianmu dengan doa,
04:57rasa hormat,
04:58dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu.
05:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:08Merdeka!
Komentar