Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih yang mengadopsi pendekatan militeristik ditanggapi Direktur Yayasan Hatta sekaligus putri ketiga Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta.

Halida menegaskan, pendekatan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari gagasan Bung Hatta dalam membangun gerakan koperasi.

Ia kemudian mengutip langsung pesan Bung Hatta dalam buku Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat.

"Bung Hatta sendiri dalam tulisannya, Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat yang merupakan kumpulan tulisan Bung Hatta dan pidato Bung Hatta, di sini pada halaman 158 pesan Bung Hatta, 'bukan dengan jalan perintah dan mendesak, tetapi dengan jalan mendidik,'" ungkapnya.

Halida menambahkan bahwa semangat utama koperasi adalah membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan.

Menanggapi target pemerintah membentuk 40 ribu Koperasi Merah Putih hingga berkembang menjadi 80 ribu koperasi pada 2029, Halida mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berorientasi pada angka.

Menurut Halida, pembangunan koperasi harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan semata melalui pendekatan fisik atau militeristik.

Halida juga menyinggung konsep Rekonstruksi dan Rasionalisasi (RERA) yang pernah dijalankan Bung Hatta saat menjadi Perdana Menteri. Menurutnya, kebijakan tersebut justru menegaskan pemisahan fungsi sipil dan militer.

Saat ditanya mengenai komposisi pelatihan yang lebih banyak diisi pembekalan militer dibanding manajerial, Halida menyatakan metode tersebut tidak sejalan dengan pemikiran Bung Hatta.

Ia menilai pembentukan manajer koperasi seharusnya dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan desa dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kJtf0NVIOJE



#kopdesmerahputih #militer #tni




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/679199/putri-bung-hatta-tolak-pendekatan-militeristik-untuk-koperasi-desa-merah-putih-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Dan kita tahu juga Bu Halida bahwa beberapa hari terakhir ini publik begitu menyoroti
00:05khususnya terkait dengan persiapan calon manajer kooperasi Merah Putih Bu
00:09yang kemudian dididik secara militeristik tentu sangat kental dengan nuansa hierarkis
00:15dan yang tidak diprediksi adalah bahwa ada 5 orang
00:185 orang peserta calon manajer kooperasi Merah Putih yang kemudian meninggal dunia
00:23Apakah pendekatan militeristik ini juga yang mungkin menjadi salah satu kaidah yang pernah disuarakan oleh Bu Hatta?
00:29Tidak
00:29Tidak pernah salah sekali?
00:31Tidak
00:31Bung Hatta sendiri dalam tulisannya
00:34Oke
00:35Gerakan kooperasi dan perekonomian rakyat yang merupakan kumpulan tulisan Bung Hatta dan pidato Bung Hatta
00:43Disini pada halaman 158 pesan Bung Hatta
00:48Bukan dengan jalan perintah dan mendesak tetapi dengan jalan mendidik
00:55Oke
00:56Jalan mendidik dan meyakinkan rakyat
00:59Jadi ini adalah jalan pendidikan
01:02Jadi kalau misalnya bisa diatur begini tapi jangan masuk unsur politik ya disitu
01:09Karena yang menarik juga bahwa pemerintah untuk tahun ini Bu menargetkan ada 40 ribu kooperasi Merah Putih yang kemudian terbangun
01:17di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga tahun 2029 angkanya ini menyentuh angka 80 ribu kooperasi Merah Putih yang harus berdiri
01:25Tanggapan Bu Halida
01:26Ya kembali ke yang tadi ya
01:29Kalau kita dalam rangka membangun seperti Bung Hatta bilang
01:34Membangun kooperasi dan kooperasi membangun
01:38Bagaimana kita membangun kooperasi itu adalah dengan jalan pendidikan
01:43Nah untuk itu
01:45Tidak bicara kuantitatif
01:47Bukan soal kuantitatif
01:49Kualitatif
01:50Kualitas
01:51Dan kalau misalnya
01:53Tadi disebut ya ada yang sampai
01:55Meninggal dunia
01:56Meninggal dunia karena latihan bersifat militer yang terlalu keras ya fisik
02:03Sebetulnya ketika membangun kooperasi kita harus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat
02:09Oke saya ingin membahas soal apa yang kemudian tadi tertuang di buku itu Bu soal perintah
02:14Apakah ini juga yang kemudian menjadi salah satu fokus dari Bung Hatta
02:19Koreksi kalau saya salah ketika menjabat sebagai Perdana Menteri dan berfokus kepada bagaimana
02:24Mengelola militer saat itu dengan satu gagasan yaitu RERA
02:28Rekonstruksi dan juga rasionalisasi
02:31Memisahkan peran militer dan juga peran sipil
02:34Apa kekhawatiran terbesar ketika dua
02:37Maka instrumen ini menjadi satu
02:41Ketika RERA itu di ajukan oleh Bung Hatta dan dilaksanakan
02:48Itu adalah pengendalian dan juga kembali ke fungsi masing-masing
02:55Jadi waktu itu angkatan agar kembali ke Barak
03:00Kembali kepada membangun militer yang kuat dalam arti profesionalisme
03:06Ya jadi RERA itu sebetulnya adalah suatu gerakan bahwa
03:12Meritokrasi dalam kehidupan kita itu penting
03:17Bahwa proses pelatihan kepada calon manajer ini
03:21Untuk yang dilakukan militeristik ini 30 hari
03:25Sementara manajerialnya hanya dilaksanakan 15 hari
03:29Apakah hal ini cukup?
03:31Apa atau apa mungkin yang sebenarnya paling dibutuhkan
03:34Untuk seseorang yang nantinya akan mengelola kooperasi?
03:37Tidak bisa
03:40Metode ini tidak bisa kalau menurut saya
03:43Tidak bisa?
03:44Bung Hatta juga tidak bisa begitu
03:45Oke
03:46Dan memang harus dibangun dari kesadaran masyarakat?
03:50Ya harus ada satu program yang betul-betul dalam hal ini
03:54Apa yang ada di desa itu dipelajari
03:57Ya kemudian harus ada ahli-ahli dari akademik
04:02Ya sosiologis antropologis itu pasti sudah perlu
04:05Dan tentu juga dengan sosial ekonominya
04:12Ketika kita membahas soal hari ataupun jumlah hari pelatihan
04:17Koreksi kalau saya salah Pak
04:1830 hari dilatih oleh militer
04:21Sementara 15 hari atau lebih sedikit ini untuk pelatihan manajerial
04:26Itu yang kita kemarin dievaluasi juga
Komentar

Dianjurkan