Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUPANG, KOMPAS.TV - Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap sempat menawarkan bantuan terapi psikologis kepada almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Namun, tawaran tersebut tidak diterima karena Dokter Icha telah menjalani penanganan dari seorang psikiater.

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan pendampingan psikologis ditawarkan sebagai bentuk perhatian dan upaya pemulihan kondisi mental Dokter Icha setelah muncul laporan dugaan intimidasi yang dialaminya.

Menurut Kapolda, Polda NTT memiliki tim psikologi yang siap memberikan pendampingan guna membantu menstabilkan kondisi psikologis korban.

Namun, saat ditawari layanan tersebut, Dokter Icha menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani terapi dengan seorang psikiater sehingga memilih untuk tidak mengikuti pendampingan dari Polda.

Kapolda juga menegaskan penyelidikan terhadap dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha tetap berjalan secara profesional dan transparan.

Baca Juga Kasus Kematian Dokter Icha, 2 Anggota DPRD TTU Bantah Adanya Intimidasi | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/678894/kasus-kematian-dokter-icha-2-anggota-dprd-ttu-bantah-adanya-intimidasi-sapa-malam

#poldantt #doktericha #dprdttu #intimidasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678895/dokter-icha-sempat-tolak-tawaran-pendampingan-psikologis-polisi-polda-ntt-ungkap-alasan
Transkrip
00:00Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap sempat menawarkan bantuan terapi psikologis kepada Almarhumah,
00:06Dr. Eliza Prinsila Utami Pakainoni atau Dr. Ica.
00:10Namun tawaran tersebut tidak diterima karena Dr. Ica telah menjalani penanganan dari seorang psikiater.
00:19Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan pendampingan psikologis ditawarkan sebagai bentuk perhatian
00:26dan upaya pemulihan kondisi mental Dr. Ica setelah muncul laporan dugaan intimidasi yang dialaminya.
00:31Menurut Kapolda, Polda NTT memiliki tim psikologis yang siap memberikan pendampingan untuk membantu menstabilkan kondisi psikologis korban.
00:41Namun saat ditawari layanan tersebut, Dr. Ica menyampaikan sudah menjalani terapi dengan seorang psikiater
00:48sehingga memilih untuk tidak mengikuti pendampingan dari Polda.
00:52Kapolda juga menegaskan penyelidikan terhadap dugaan intimidasi Dr. Ica tetap berjalan secara profesional dan transparan.
01:03Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan tentang kejadian almarhumah Dr. Ica,
01:07saya sudah memerintahkan kepada terapis, para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu.
01:14Dan kebetulan alhamdulillah ada salah seorang terapis kami yaitu Dr. Melty,
01:18yang teman sejawatnya almarhumah sudah berusaha menghubungi almarhumah dengan tujuan adalah untuk membantu,
01:26membantu supaya menetralkan depresinya dia.
01:31Tapi sangat disayangkan dok ya, yang almarhumah menolak karena menjawab sudah ditangani oleh psikiater.
01:38Di rujuk ke psikiater, padahal misalnya ande kata ya almarhumah berkenan dulu,
01:45kalau kita bantu kita rilis, mungkin bisa, bedalah ceritanya ya, tapi mungkin sudah jalan.
Komentar

Dianjurkan