00:00Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap sempat menawarkan bantuan terapi psikologis kepada Almarhumah,
00:06Dr. Eliza Prinsila Utami Pakainoni atau Dr. Ica.
00:10Namun tawaran tersebut tidak diterima karena Dr. Ica telah menjalani penanganan dari seorang psikiater.
00:19Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan pendampingan psikologis ditawarkan sebagai bentuk perhatian
00:26dan upaya pemulihan kondisi mental Dr. Ica setelah muncul laporan dugaan intimidasi yang dialaminya.
00:31Menurut Kapolda, Polda NTT memiliki tim psikologis yang siap memberikan pendampingan untuk membantu menstabilkan kondisi psikologis korban.
00:41Namun saat ditawari layanan tersebut, Dr. Ica menyampaikan sudah menjalani terapi dengan seorang psikiater
00:48sehingga memilih untuk tidak mengikuti pendampingan dari Polda.
00:52Kapolda juga menegaskan penyelidikan terhadap dugaan intimidasi Dr. Ica tetap berjalan secara profesional dan transparan.
01:03Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan tentang kejadian almarhumah Dr. Ica,
01:07saya sudah memerintahkan kepada terapis, para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu.
01:14Dan kebetulan alhamdulillah ada salah seorang terapis kami yaitu Dr. Melty,
01:18yang teman sejawatnya almarhumah sudah berusaha menghubungi almarhumah dengan tujuan adalah untuk membantu,
01:26membantu supaya menetralkan depresinya dia.
01:31Tapi sangat disayangkan dok ya, yang almarhumah menolak karena menjawab sudah ditangani oleh psikiater.
01:38Di rujuk ke psikiater, padahal misalnya ande kata ya almarhumah berkenan dulu,
01:45kalau kita bantu kita rilis, mungkin bisa, bedalah ceritanya ya, tapi mungkin sudah jalan.
Komentar