00:00Taran udara di daerah kurang lebih ya, 500 meter tersebut, ya menjadi buruk gitu.
00:06Yang kelompok rentan itu ya bisa dibilang orang tua.
00:10Kemudian ibu hamil ya, ibu hamil dan bayi, kemudian balita.
00:15Dokter, ini kan TPS Jatiwaringin berarti udah masuk sekitar hari ke-4 ya, masih terbakar.
00:20Nah asap kan lumayan banget. Sebenarnya apa sih dampak atau bahaya dari asap terbakaran sama itu?
00:26Ya, jadi kebakaran di Jatiwaringin ya, Mbak Sindi, itu kan terhitung 30 Juni, sekarang sudah masuk hari ke-4 atau
00:374 Juni 2026.
00:41Untuk dampak kesehatan, kita pisahkan dulu nih, ini kan ada akut, ada kronik.
00:47Jadi 1 sampai 7 hari itu, itu masuk fase akut ya.
00:51Jadi tentu bahaya bagi masyarakat setempat maupun tim relawan, kita bilang.
00:58Itu yang pertama itu adalah ISPA, inspeksi saluran pernafasan akut ya.
01:04Akibat dari apa namanya asap yang terbakar dari Jatiwaringin tersebut.
01:09Nah itu ISPA.
01:10Kemudian yang kedua itu juga ada sakit mata ya.
01:14Atau kita nyebutnya itu konjunktivitis.
01:17Jadi iritasi mata pada mata gitu ya.
01:22Nah kemudian masih pada gangguan pernafasan ya.
01:27Jadi selain ISPA juga ada eksaserbasi asma namanya.
01:32Jadi atau asma.
01:33Jadi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut,
01:36ataupun relawan juga bisa juga.
01:38Yang memiliki asma ya, riwayt asma juga bisa jadi kambuh gitu asmanya.
01:43Nah kemudian juga ada namanya PPOK, penyakit paru pernafasan kronik ya.
01:50Jadi obstruksi kronik.
01:51Jadi ini PPOK ini biasanya orang-orang yang memang mempunyai bronkitis kronik yang sudah sangat lama.
01:58Nah itu juga bisa mengalami gangguan gitu.
02:02Kemudian juga ancaman pernafasan ya.
02:06Yang sifatnya emergensi.
02:08Mengingat dari gas yang akibat terbakar tersebut,
02:15kan juga ada selain gas metana ya,
02:17yang membuat juga akhirnya terbakar,
02:19juga ada kandungan-kandungan dari asap tersebut ada yang berbahaya sekali.
02:25Seperti yang kita tahu kan karbon monoksida ya.
02:28Kemudian juga ada benzena dan lain-lain.
02:33Nah itu apa namanya,
02:35mengancam ya,
02:37mengancam pada masyarakat itu yang dekat dengan tempat lokasi kebakaran
02:43maupun relawan tersebut.
02:45Seperti itu.
02:46Ini kan asap kan akan terbawa angin ya.
02:50Berarti sebenarnya dampak itu akan bisa berbahaya untuk orang-orang diradius berapa sih?
02:55Ya, kurang lebih ya.
02:57Kurang lebih sekitar radius 500 meter itu sudah masuk red zone ya,
03:02atau zona merah.
03:03Karena kan ini kan lokasinya kan TPA ini besar banget nih.
03:07Apa namanya,
03:08itu bukan sampah ini.
03:09Bukan sedikit.
03:11Nah ini kan ditambah lagi dengan situasi saat ini kita musim kemarau.
03:15Sudah mulai masuk.
03:16Nah ini juga yang membuat jadi apa namanya,
03:19perputaran udara di daerah kurang lebih ya,
03:21500 meter tersebut,
03:23ya menjadi buruk gitu.
03:25Yang kelompok rentan itu ya bisa dibilang orang tua.
03:30Kemudian ibu hamil ya.
03:31Ibu hamil dan bayi, kemudian balita.
03:35Nah seperti itu.
03:37Kalau selain asap,
03:39sebenarnya ada bahaya lagi nggak sih dok dari kebakaran?
03:41Misalnya jadi ada pencemaran lingkungannya, airnya.
03:44Iya, otomatis.
03:46Jadi memang selain,
03:48jadi gini,
03:49penyakit-penyakit pada pasca bencana apa namanya kebakaran,
03:54maupun pada saat sedang berlangsung juga tentu bukan hanya pernafasan.
03:59Akibat dampak apa namanya,
04:01air ya,
04:02air yang dari pembana kebakaran,
04:04maupun air yang didropping melalui helikopter,
04:07itu kan nanti juga bisa menyebabkan,
04:10apa namanya,
04:11banjir ya.
04:11air-air yang terkenang.
04:13Nah artinya juga ada potensi-potensi seperti demam pedara,
04:17kemudian juga potensi-potensi penyakit iritasi kulit,
04:20dan bahkan penyakit leptospirosis.
04:23Mengingat di atas itu ada di arah sampah yang
04:25mana tentu banyak hewan-hewan seperti tikus,
04:29kotoran-kotoran tikus, dan lain-lain.
04:30Jadi,
04:32bukan hanya pernafasan sekali lagi,
04:34namun juga penyakit-penyakit afternya ya,
04:37dan juga penyakit-penyakit yang memang tidak menular.
04:41Kalau yang seperti tadi saya paparkan,
04:43itu kan penyakit-penyakit yang menular.
04:44Seperti kayak misalkan pernafasan,
04:47asma, dan lain-lain,
04:48kemudian diare ya,
04:49diare juga bisa.
04:50Otomatis kan daerah tersebut akan sanitasinya buruk.
04:54Harapannya adalah,
04:56air-air yang memang dari pembana kebakaran tadi,
04:59juga jangan sampai masuk ke dalam
05:01saluran-saluran pipa air yang
05:03memang digunakan oleh masyarakat.
05:05Seperti itu.
05:07Oke.
05:08Kalau gitu,
05:09untuk masyarakat yang mau nggak mau,
05:11masyarakat tinggal di situ,
05:12mereka bisa melakukan apa,
05:14dok?
05:14Mungkin penanganan pertamanya
05:16untuk level masyarakat.
05:18Kalau usul saya,
05:19evakuasi.
05:20Evakuasi.
05:21Mengingat ini sudah hari keempat,
05:23jadi pemerintah perlu memikirkan
05:25untuk evakuasi sifatnya sementara,
05:28dibuatkan daerah yang memang,
05:30tanda kutip,
05:32ya tidak terpapar ya.
05:33Tidak terpapar oleh asap,
05:35dan kemudian juga menjamin
05:37sanitasi seperti air yang baik.
05:40Karena kita tentu pasca dari bencana ini
05:44kan nggak berarti itu selesai.
05:46Perlu juga ada pemisahan-pemisahan,
05:49apa namanya,
05:50area-area yang memang terbakar.
05:51Area-area yang terbakar tentu,
05:53kalau saran saya,
05:54usul saya lah,
05:55kepada pemerintah yang pertama,
05:56menyiapkan bulldozer untuk memisahkan
05:58daerah-daerah mana yang sudah terbakar
06:00dan tidak terbakar.
06:01Kemudian dengan menabur ya,
06:04menaburkan tanah yang memang harapannya juga
06:06itu membuat titik panas
06:09atau menjadi stop ya.
06:12Jadi kan bicara asap kan pasti nggak,
06:14nggak,
06:15nggak,
06:151-2 hari.
06:16Asap-asap yang aktif juga,
06:18ini masih akan tetap,
06:20apa namanya,
06:21berada di lingkungan sekitar.
06:23Seperti ini.
06:26Berarti kalau cuma sekedar dipindahin ke pengungsian,
06:28dipakai masker,
06:29itu nggak juga sebenarnya ya dok?
06:32Ya,
06:33jadi,
06:34karena ini kan kita mau mutus mata rantai
06:36terjadi pesakitan ya.
06:38Kenapa kita,
06:39tujuan kita adalah,
06:40apa namanya,
06:42membuat pengungsian.
06:44Yang berbahaya itu kan adalah
06:45inspeksi seluruh perlepasan akut.
06:47Jadi tujuannya sekali lagi,
06:49apa Mbak Sindi,
06:50kenapa kita mau mengevakuasi,
06:52itu adalah agar menurunkan angka morbiditas
06:55dan bahkan mortalitas.
06:57Terjadi evakuasi yang besar-besaran.
06:59Nah, ini kan sudah,
07:00artinya ini bencana sudah termapping sebenarnya.
07:04Ini kebakaran yang akan terjadi seperti ini,
07:06seperti ini, seperti itu.
07:07Nah, tinggal sekarang kita mengupayakan untuk
07:10pencegahannya seperti apa.
07:12Nah, pencegahan yang tentu yang memang,
07:13apalagi mengingat Jatiwaringin kan berada di kawasan Jabodetabeka.
07:17Kawasan memang sentral atau barometer nasional.
07:21Nah, banyak rumah sakit,
07:23banyak infrastruktur,
07:24banyak tempat-tempat yang memang,
07:25menurut saya,
07:26bisa dijadikan tempat lokasi
07:27untuk sementara evakuasi masyarakat.
07:32Kalau mungkin imbauan untuk masyarakat
07:34yang masih mengungsi di sana,
07:35apa gejala yang harus mereka waspadai
07:38ketika mereka tahu
07:39mereka harus ke PASKES?
07:41Ya, gejala pertama,
07:43yang pertama yang paling gampang banget adalah batuk.
07:45Batuk-batuk,
07:46kemudian bersin-bersin,
07:48kemudian,
07:49apa namanya,
07:50ria hidung dari sidung keluar cairan yang berendir,
07:53kemudian gatel-gatel,
07:55gatel-gatel juga cukup banyak,
07:57kemudian juga diari,
07:58udah diari 1-2 hari,
08:00nah itu yang standar.
08:02Yang artinya yang bisa diidentifikasi oleh masyarakat,
08:05kelainan tersebut,
08:06hendaknya langsung menuju ke
08:08pos kokesehatan yang sudah dibikin oleh pemerintah.
08:13Sedikit, dok, terakhir,
08:14kalau untuk teman-teman wartawan ini,
08:16kan mereka juga setiap hari liputan ke sana.
08:18Sebenarnya kalau pakai masker aja itu cukup?
08:20Tidak cukup.
08:21Kalau rekomendasi kami dari tim medis adalah
08:24menggunakan masker N95,
08:26Kenapa N95?
08:28Karena N95 itu bisa menyaring
08:30partikel-partikel halus
08:31yang berasal dari misalkan
08:32debu-debu yang
08:33yang berterbangan.
08:35Kalau dia masker biasa,
08:37masker seperti
08:37masker bedah ya,
08:39nah itu tidak
08:39tidak bisa menyaring
08:41partikel-partikel halus tersebut.
08:43Walaupun
08:43N95 itu juga mempunyai kekurangan.
08:46N95 itu tidak bisa
08:48menyaring seperti
08:49karbon monoksida,
08:51bensina, dan lain-lain.
08:52Akan tetapi setidaknya untuk
08:54apa namanya,
08:55safety pertama, safety first-nya,
08:57teman-teman media
08:58itu hendaknya menggunakan
09:00N95.
09:01Kemudian tampilannya juga ya
09:03menggunakan apa namanya,
09:04APD lainnya ya,
09:05seperti seperti sepatu bud.
09:06Yang tujuannya adalah untuk
09:08kita tidak terpapar
09:09cairan-cairan dari sampah-sampah tersebut.
09:12Dan kemudian kacamata juga penting tuh, Mbak.
09:14Kacamata ini juga untuk
09:15memproteksi kita dari asap-asap
09:17yang berlebihan
09:18sehingga yang akhirnya
09:20bakal membuat iritasi mata.
09:21Seperti itu.
09:23Sama kalau misalnya sudah terpapar nih,
09:25misalnya liputan
09:26biasanya 10 jam.
09:27Terus setelah itu
09:28ada cara yang bisa dilakukan?
09:30Misalnya minum vitamin kah
09:31atau apa gitu?
09:33Ya, vitamin boleh juga.
09:35Itu untuk kan untuk
09:35apa namanya,
09:37support imunitas ya.
09:38Tapi kalau misalkan
09:39teman-teman media,
09:40kalau misalkan sudah
09:41habis liputan,
09:42kalau saran saya,
09:43sepulang dari liputan
09:45langsung
09:45mandi ya,
09:47dan membuang
09:47apa namanya,
09:48seragam
09:49tugas tersebut
09:50untuk segera cuci.
09:51Karena kan kita nggak tahu nih
09:51asap-asap tersebut,
09:53partikel-partikel tersebut
09:54juga pasti bakal nempel
09:55di seluruh badan,
09:56di baju.
09:56Jadi mandi itu juga
09:57sekaligus kita membilas
09:58tulang
09:59zat-zat udara tersebut
10:02yang nempel ke badan kita.
10:03itu.
10:05Terima kasih.
10:07selamat menikmati.
Komentar