Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Lembaga Kemanusiaan Tanggap Darurat Bencana Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), M. Iqbal, mendorong pemerintah segera mengevakuasi warga di sekitar TPA Jatiwaringin.

"Kalau usul saya, evakuasi. Mengingat ini sudah hari keempat, jadi pemerintah perlu memikirkan evakuasi yang sifatnya sementara. Dibuatkan tempat yang memang tidak terpapar oleh asap," ujar Ketua Lembaga Kemanusiaan Tanggap Darurat Bencana PB IDI, M. Iqbal, pada Sabtu (4/7/2026).

"Kemudian juga menjamin sanitasi, seperti air yang baik. Karena tentu pasca-bencana ini bukan berarti semuanya selesai," lanjutnya.

Iqbal menilai pemerintah perlu menjauhkan warga dari paparan asap serta menjamin sanitasi yang baik.

Baca Juga [FULL] Menteri LH Jumhur Cek Kebakaran TPA Jatiwaringin: Pemadaman Tinggal 3,6 Persen di https://www.kompas.tv/nasional/678913/full-menteri-lh-jumhur-cek-kebakaran-tpa-jatiwaringin-pemadaman-tinggal-3-6-persen

#tpajatiwaringin #kebakaran #idi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678914/full-idi-wanti-wanti-bahaya-asap-kebakaran-tpa-jatiwaringin-desak-pemerintah-evakuasi-warga
Transkrip
00:00Taran udara di daerah kurang lebih ya, 500 meter tersebut, ya menjadi buruk gitu.
00:06Yang kelompok rentan itu ya bisa dibilang orang tua.
00:10Kemudian ibu hamil ya, ibu hamil dan bayi, kemudian balita.
00:15Dokter, ini kan TPS Jatiwaringin berarti udah masuk sekitar hari ke-4 ya, masih terbakar.
00:20Nah asap kan lumayan banget. Sebenarnya apa sih dampak atau bahaya dari asap terbakaran sama itu?
00:26Ya, jadi kebakaran di Jatiwaringin ya, Mbak Sindi, itu kan terhitung 30 Juni, sekarang sudah masuk hari ke-4 atau
00:374 Juni 2026.
00:41Untuk dampak kesehatan, kita pisahkan dulu nih, ini kan ada akut, ada kronik.
00:47Jadi 1 sampai 7 hari itu, itu masuk fase akut ya.
00:51Jadi tentu bahaya bagi masyarakat setempat maupun tim relawan, kita bilang.
00:58Itu yang pertama itu adalah ISPA, inspeksi saluran pernafasan akut ya.
01:04Akibat dari apa namanya asap yang terbakar dari Jatiwaringin tersebut.
01:09Nah itu ISPA.
01:10Kemudian yang kedua itu juga ada sakit mata ya.
01:14Atau kita nyebutnya itu konjunktivitis.
01:17Jadi iritasi mata pada mata gitu ya.
01:22Nah kemudian masih pada gangguan pernafasan ya.
01:27Jadi selain ISPA juga ada eksaserbasi asma namanya.
01:32Jadi atau asma.
01:33Jadi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut,
01:36ataupun relawan juga bisa juga.
01:38Yang memiliki asma ya, riwayt asma juga bisa jadi kambuh gitu asmanya.
01:43Nah kemudian juga ada namanya PPOK, penyakit paru pernafasan kronik ya.
01:50Jadi obstruksi kronik.
01:51Jadi ini PPOK ini biasanya orang-orang yang memang mempunyai bronkitis kronik yang sudah sangat lama.
01:58Nah itu juga bisa mengalami gangguan gitu.
02:02Kemudian juga ancaman pernafasan ya.
02:06Yang sifatnya emergensi.
02:08Mengingat dari gas yang akibat terbakar tersebut,
02:15kan juga ada selain gas metana ya,
02:17yang membuat juga akhirnya terbakar,
02:19juga ada kandungan-kandungan dari asap tersebut ada yang berbahaya sekali.
02:25Seperti yang kita tahu kan karbon monoksida ya.
02:28Kemudian juga ada benzena dan lain-lain.
02:33Nah itu apa namanya,
02:35mengancam ya,
02:37mengancam pada masyarakat itu yang dekat dengan tempat lokasi kebakaran
02:43maupun relawan tersebut.
02:45Seperti itu.
02:46Ini kan asap kan akan terbawa angin ya.
02:50Berarti sebenarnya dampak itu akan bisa berbahaya untuk orang-orang diradius berapa sih?
02:55Ya, kurang lebih ya.
02:57Kurang lebih sekitar radius 500 meter itu sudah masuk red zone ya,
03:02atau zona merah.
03:03Karena kan ini kan lokasinya kan TPA ini besar banget nih.
03:07Apa namanya,
03:08itu bukan sampah ini.
03:09Bukan sedikit.
03:11Nah ini kan ditambah lagi dengan situasi saat ini kita musim kemarau.
03:15Sudah mulai masuk.
03:16Nah ini juga yang membuat jadi apa namanya,
03:19perputaran udara di daerah kurang lebih ya,
03:21500 meter tersebut,
03:23ya menjadi buruk gitu.
03:25Yang kelompok rentan itu ya bisa dibilang orang tua.
03:30Kemudian ibu hamil ya.
03:31Ibu hamil dan bayi, kemudian balita.
03:35Nah seperti itu.
03:37Kalau selain asap,
03:39sebenarnya ada bahaya lagi nggak sih dok dari kebakaran?
03:41Misalnya jadi ada pencemaran lingkungannya, airnya.
03:44Iya, otomatis.
03:46Jadi memang selain,
03:48jadi gini,
03:49penyakit-penyakit pada pasca bencana apa namanya kebakaran,
03:54maupun pada saat sedang berlangsung juga tentu bukan hanya pernafasan.
03:59Akibat dampak apa namanya,
04:01air ya,
04:02air yang dari pembana kebakaran,
04:04maupun air yang didropping melalui helikopter,
04:07itu kan nanti juga bisa menyebabkan,
04:10apa namanya,
04:11banjir ya.
04:11air-air yang terkenang.
04:13Nah artinya juga ada potensi-potensi seperti demam pedara,
04:17kemudian juga potensi-potensi penyakit iritasi kulit,
04:20dan bahkan penyakit leptospirosis.
04:23Mengingat di atas itu ada di arah sampah yang
04:25mana tentu banyak hewan-hewan seperti tikus,
04:29kotoran-kotoran tikus, dan lain-lain.
04:30Jadi,
04:32bukan hanya pernafasan sekali lagi,
04:34namun juga penyakit-penyakit afternya ya,
04:37dan juga penyakit-penyakit yang memang tidak menular.
04:41Kalau yang seperti tadi saya paparkan,
04:43itu kan penyakit-penyakit yang menular.
04:44Seperti kayak misalkan pernafasan,
04:47asma, dan lain-lain,
04:48kemudian diare ya,
04:49diare juga bisa.
04:50Otomatis kan daerah tersebut akan sanitasinya buruk.
04:54Harapannya adalah,
04:56air-air yang memang dari pembana kebakaran tadi,
04:59juga jangan sampai masuk ke dalam
05:01saluran-saluran pipa air yang
05:03memang digunakan oleh masyarakat.
05:05Seperti itu.
05:07Oke.
05:08Kalau gitu,
05:09untuk masyarakat yang mau nggak mau,
05:11masyarakat tinggal di situ,
05:12mereka bisa melakukan apa,
05:14dok?
05:14Mungkin penanganan pertamanya
05:16untuk level masyarakat.
05:18Kalau usul saya,
05:19evakuasi.
05:20Evakuasi.
05:21Mengingat ini sudah hari keempat,
05:23jadi pemerintah perlu memikirkan
05:25untuk evakuasi sifatnya sementara,
05:28dibuatkan daerah yang memang,
05:30tanda kutip,
05:32ya tidak terpapar ya.
05:33Tidak terpapar oleh asap,
05:35dan kemudian juga menjamin
05:37sanitasi seperti air yang baik.
05:40Karena kita tentu pasca dari bencana ini
05:44kan nggak berarti itu selesai.
05:46Perlu juga ada pemisahan-pemisahan,
05:49apa namanya,
05:50area-area yang memang terbakar.
05:51Area-area yang terbakar tentu,
05:53kalau saran saya,
05:54usul saya lah,
05:55kepada pemerintah yang pertama,
05:56menyiapkan bulldozer untuk memisahkan
05:58daerah-daerah mana yang sudah terbakar
06:00dan tidak terbakar.
06:01Kemudian dengan menabur ya,
06:04menaburkan tanah yang memang harapannya juga
06:06itu membuat titik panas
06:09atau menjadi stop ya.
06:12Jadi kan bicara asap kan pasti nggak,
06:14nggak,
06:15nggak,
06:151-2 hari.
06:16Asap-asap yang aktif juga,
06:18ini masih akan tetap,
06:20apa namanya,
06:21berada di lingkungan sekitar.
06:23Seperti ini.
06:26Berarti kalau cuma sekedar dipindahin ke pengungsian,
06:28dipakai masker,
06:29itu nggak juga sebenarnya ya dok?
06:32Ya,
06:33jadi,
06:34karena ini kan kita mau mutus mata rantai
06:36terjadi pesakitan ya.
06:38Kenapa kita,
06:39tujuan kita adalah,
06:40apa namanya,
06:42membuat pengungsian.
06:44Yang berbahaya itu kan adalah
06:45inspeksi seluruh perlepasan akut.
06:47Jadi tujuannya sekali lagi,
06:49apa Mbak Sindi,
06:50kenapa kita mau mengevakuasi,
06:52itu adalah agar menurunkan angka morbiditas
06:55dan bahkan mortalitas.
06:57Terjadi evakuasi yang besar-besaran.
06:59Nah, ini kan sudah,
07:00artinya ini bencana sudah termapping sebenarnya.
07:04Ini kebakaran yang akan terjadi seperti ini,
07:06seperti ini, seperti itu.
07:07Nah, tinggal sekarang kita mengupayakan untuk
07:10pencegahannya seperti apa.
07:12Nah, pencegahan yang tentu yang memang,
07:13apalagi mengingat Jatiwaringin kan berada di kawasan Jabodetabeka.
07:17Kawasan memang sentral atau barometer nasional.
07:21Nah, banyak rumah sakit,
07:23banyak infrastruktur,
07:24banyak tempat-tempat yang memang,
07:25menurut saya,
07:26bisa dijadikan tempat lokasi
07:27untuk sementara evakuasi masyarakat.
07:32Kalau mungkin imbauan untuk masyarakat
07:34yang masih mengungsi di sana,
07:35apa gejala yang harus mereka waspadai
07:38ketika mereka tahu
07:39mereka harus ke PASKES?
07:41Ya, gejala pertama,
07:43yang pertama yang paling gampang banget adalah batuk.
07:45Batuk-batuk,
07:46kemudian bersin-bersin,
07:48kemudian,
07:49apa namanya,
07:50ria hidung dari sidung keluar cairan yang berendir,
07:53kemudian gatel-gatel,
07:55gatel-gatel juga cukup banyak,
07:57kemudian juga diari,
07:58udah diari 1-2 hari,
08:00nah itu yang standar.
08:02Yang artinya yang bisa diidentifikasi oleh masyarakat,
08:05kelainan tersebut,
08:06hendaknya langsung menuju ke
08:08pos kokesehatan yang sudah dibikin oleh pemerintah.
08:13Sedikit, dok, terakhir,
08:14kalau untuk teman-teman wartawan ini,
08:16kan mereka juga setiap hari liputan ke sana.
08:18Sebenarnya kalau pakai masker aja itu cukup?
08:20Tidak cukup.
08:21Kalau rekomendasi kami dari tim medis adalah
08:24menggunakan masker N95,
08:26Kenapa N95?
08:28Karena N95 itu bisa menyaring
08:30partikel-partikel halus
08:31yang berasal dari misalkan
08:32debu-debu yang
08:33yang berterbangan.
08:35Kalau dia masker biasa,
08:37masker seperti
08:37masker bedah ya,
08:39nah itu tidak
08:39tidak bisa menyaring
08:41partikel-partikel halus tersebut.
08:43Walaupun
08:43N95 itu juga mempunyai kekurangan.
08:46N95 itu tidak bisa
08:48menyaring seperti
08:49karbon monoksida,
08:51bensina, dan lain-lain.
08:52Akan tetapi setidaknya untuk
08:54apa namanya,
08:55safety pertama, safety first-nya,
08:57teman-teman media
08:58itu hendaknya menggunakan
09:00N95.
09:01Kemudian tampilannya juga ya
09:03menggunakan apa namanya,
09:04APD lainnya ya,
09:05seperti seperti sepatu bud.
09:06Yang tujuannya adalah untuk
09:08kita tidak terpapar
09:09cairan-cairan dari sampah-sampah tersebut.
09:12Dan kemudian kacamata juga penting tuh, Mbak.
09:14Kacamata ini juga untuk
09:15memproteksi kita dari asap-asap
09:17yang berlebihan
09:18sehingga yang akhirnya
09:20bakal membuat iritasi mata.
09:21Seperti itu.
09:23Sama kalau misalnya sudah terpapar nih,
09:25misalnya liputan
09:26biasanya 10 jam.
09:27Terus setelah itu
09:28ada cara yang bisa dilakukan?
09:30Misalnya minum vitamin kah
09:31atau apa gitu?
09:33Ya, vitamin boleh juga.
09:35Itu untuk kan untuk
09:35apa namanya,
09:37support imunitas ya.
09:38Tapi kalau misalkan
09:39teman-teman media,
09:40kalau misalkan sudah
09:41habis liputan,
09:42kalau saran saya,
09:43sepulang dari liputan
09:45langsung
09:45mandi ya,
09:47dan membuang
09:47apa namanya,
09:48seragam
09:49tugas tersebut
09:50untuk segera cuci.
09:51Karena kan kita nggak tahu nih
09:51asap-asap tersebut,
09:53partikel-partikel tersebut
09:54juga pasti bakal nempel
09:55di seluruh badan,
09:56di baju.
09:56Jadi mandi itu juga
09:57sekaligus kita membilas
09:58tulang
09:59zat-zat udara tersebut
10:02yang nempel ke badan kita.
10:03itu.
10:05Terima kasih.
10:07selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan