- 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinilai bukan sekadar seremoni kenegaraan, tetapi juga momentum politik yang menunjukkan persatuan nasional Iran setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai Iran kini menggabungkan diplomasi dan kekuatan militer sebagai strategi menghadapi tekanan Barat, dengan Selat Hormuz tetap menjadi aset geopolitik utama yang tidak akan dilepaskan dalam proses negosiasi.
Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah berpandangan bahwa meski peluang perundingan masih terbuka, perdamaian tetap rapuh.
Baca Juga Momen Delegasi Dunia Hadiri Upacara Penghormatan Ali Khamenei | Sapa Pagi di https://www.kompas.tv/internasional/678831/momen-delegasi-dunia-hadiri-upacara-penghormatan-ali-khamenei-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/678854/full-pengamat-soroti-dampak-pemakaman-khamenei-terhadap-geopolitik-timur-tengah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Para pemimpin dunia memadati ibu kota Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
00:10Prosesi ini menandai babak akhir yang emosional setelah Ayatollah Ali Khamenei gugur pada usia 86 tahun akibat serangan udara gabungan
00:18yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
00:21Lalu apakah ini menjadi penanda akhir konflik Amerika Serikat dan Iran atau perang kedua negara tetap berlanjut?
00:28Selengah kita bahas bersama dengan pengamat Timur Tengah Hasibulo Satrawi serta pengamat Hubungan Internasional Presiden Universiti Tuku Reza Syah dari
00:35Sambungan Daring.
00:36Selamat pagi Mas Hasibulo, Pak Reza.
00:39Selamat pagi Indonesia, salam dari Presiden Universiti.
00:42Baik, sehat-sehat selalu Pak Reza dan juga Mas Hasibulo.
00:46Saya ke Mas Hasibulo terlebih dahulu.
00:47Kita lihat luar biasa di tayangan sebelumnya Mas Hasibulo setelah empat bulan akhirnya Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan, dimulai prosesi pemakamannya
00:57pada hari Sabtu kemarin.
00:59Apakah Anda melihat ini juga menjadi satu proyeksi pemakaman publik yang paling besar di dalam sejarah modern ini, Mas?
01:06Ya, saya rasa mengikuti prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, kita sebagai manusia dan dari perspektif kemanusiaan merasakan ada sesuatu yang
01:19tidak biasa.
01:21Ada sakralitas yang begitu kuat di situ, ada harisma yang begitu hadir di situ.
01:28Dan kalau kita mencatat, Mas Bray, paling tidak dalam beberapa tahun terakhir, saya merasakan empat orang yang ada nuansa seperti
01:38sekarang ini.
01:39Katakan dulu sekali, kurang lebih tahun 2004, itu ada Mendiangi Isir Arafat, yang sama sebagai tokoh dan pemimpin disambut dan
01:48disikapi dengan duka cita mendalam oleh masyarakat Palestina dan juga dunia.
01:55Di Indonesia kita tahu ada Kia Haji Abdul Rahman Wahid yang kita tahu bagaimana beliau meninggal juga sama, meninggalkan duka
02:03dan kemanusiaan yang luar biasa.
02:06Dan sekitar satu tahun yang lalu, 2025, kita juga diingatkan pada pemandangan yang terjadi di Fatikan, meninggalnya Paus Al-Francistus.
02:17Yang sekali lagi, manusia menyatu dalam kemanusiaan, merasakan sebuah kenyataan agung, kenyataan yang melintasi berbagai macam, katakanlah sekat-sekat komunalitas,
02:29sekat-sekat satu kelompok dengan kelompok yang lain.
02:33Dan hari ini, menurut saya, kita menyaksikan kembali fenomena perginya tokoh besar yang disaksikan oleh para pencintanya, ribuan bahkan jutaan
02:45diperkirakan akan mengiringi seluruh proses pemakaman Ayutullah Ayu Hamani.
02:51Dan sekali lagi, bagi saya ini adalah suatu pengakuan yang tidak bisa lagi direkayasa.
02:58Ini adalah ekspresi kejujuran, ini adalah ekspresi kemanusiaan.
03:03Karena itu, saya menyatakan dalam beberapa waktu sebelumnya, termasuk di Kompas, bahwa secara politik pada akhirnya keputusan untuk menunda proses
03:16pemakaman terhadap beliau ini, saya mencatatnya sebagai keputusan luar biasa.
03:21Karena ini diambil ketika Iran tidak lagi bisa menentukan dirinya apakah masih akan ada atau tidak.
03:2828 Februari serangan dilakukan, targetnya jelas adalah penggantian rezim.
03:34Dan berbagai macam tokoh utama telah meninggal.
03:37Kalau tidak ada keputusan dan pertimbangan yang matang, maka saya menduga mungkin akan diambil keputusan yang berbeda daripada hari ini.
03:47Tapi, sekali lagi ini diputuskan untuk ditunda sehingga ada proses yang lebih sempurna dan yang tidak kalah kuat.
03:55Mas Bray menurut saya secara politik, kenapa kemudian ini diambil hari ini?
03:59Hari-hari ini. Kenapa kok bukan sebelumnya? Kenapa kok bukan nanti?
04:03Saya sekali lagi membacanya sebagai pengamal politik.
04:06Ini ada penekanan-penekanan politik, makna-makna politik yang itu adalah intrinsik di dalamnya, menyatu di dalam sosok yang bernama
04:15Ayatullah Ali Khamani.
04:17Persis seperti beliau, beliau bukan hanya tokoh agama, bukan hanya tokoh politik, tapi juga tokoh agama pada waktu yang bersamaan.
04:25Dia adalah tokoh spiritual, selain sebagai tokoh kekuasaan.
04:29Dan inilah kemudian yang membedakan beliau dengan banyak pemimpin dunia sekarang ini, terutama di Barat katakan bahkan Presiden Trump sendiri
04:38atau bahkan Presiden-Presiden lain yang hanya notameni menjadi representasi daripada tokoh politik.
04:45Nah, ekspresi ini adalah mencerminkan beliau bukan hanya pemimpin politik, beliau melampaui bahkan melebihi pemimpin politik.
04:53Beliau adalah pemimpin spiritual, bahkan saya menyebut sebagai pemimpin yang direspon dengan cinta oleh masyarakatnya.
05:00Dan semua ini, pemandangan ini adalah bagi saya ekspresi kejujuran terkait cinta dan harisma yang ada dalam diri beliau.
05:07Baik, saya ke Pak Reza. Pak Reza, dengan banyak pemimpin dunia, delegasi dunia yang juga datang ke sana, apakah ini
05:15juga menjadi bentuk dukungan yang luar biasa besar untuk Iran dan juga dengan diadakannya di saat ini gitu.
05:22Pak Reza, dikala kondisi belum 100%, aman dan juga kondusif. Apa yang kemudian perlu diwaspadai? Apakah ada ancaman-ancaman tertentu
05:32yang kemudian bisa saja datang ketika, mungkin dalam tanda kutip, Iran sedang fokus ke pemakaman Ali Khamenei?
05:39Kalau saya perhatikan cara berpikir Iran adalah mereka negosiasi jalan terus, tapi kesiagaan nasional itu jalan terus.
05:48Kesiagaan itu terlihat dari sekitar 20 juta orang yang hadir pada upacara yang mulia hari ini dan beberapa hari ke
05:57depan.
05:57Ini merupakan momentum nasionalisme bagi masyarakat Iran, juga momentum kesetiaan pada pemimpin tertinggi, kemudian juga momentum untuk siap menjawab tantangan
06:08Amerika Serikat.
06:09Karena kalau saya perhatikan para pemimpin Iran, mereka mengatakan sekaranglah saatnya kami untuk menunjukkan kesetiaan kami, karena pemimpin kami, kami
06:18nyatakan kesetiaan pada Almarhum saat beliau masih hidup dan sekarang kami nyatakan kesetiaan kembali.
06:23Dan ini adalah membangun memori jangka panjang bagi masyarakat Iran bahwa dalam keadaan duka ini mereka semua bersatu.
06:31Dan ini bukan hanya di Teheran, tapi juga di kota-kota lain seperti Qom, Mashhad, Karbala, dan juga Najaf.
06:38Dan dari banyaknya kedatangan para pemimpin dunia, seperti dari Pakistan, Tajikistan, dari Rusia, dari Irak, dari Armenia, dari Turki, dari
06:48Cina, dari India, dari Turkmenistan, dari Georgia, dan tidak terhitung duta besar-duta besar asing.
06:54Yang hadir pada acara itu, ini menunjukkan bahwa mereka itu bersatu dalam satu peradaban, peradaban kemanusiaan, dan mereka itu sadar
07:04bahwa Iran ini adalah negara yang tidak main-main.
07:07Tapi apakah kedepannya ini akan aman? Saya pikir ada tiga faktor yang bisa mempengaruhi perdamaian.
07:15Pertama adalah faktor Donald Trump yang terus mengancam.
07:18Kedua adalah faktor perdamaian itu sendiri yang rapuh.
07:21Dan ketiga adalah faktor keamanan di perairan.
07:24Hormuz, bagian dalam dan bagian luar yang belum menentu.
07:27Perihal faktor Donald Trump itu sendiri, kita melihat ya, dari hari ke hari Donald Trump itu tetap arogan.
07:34Di mana dia mengatakan, pada hari Jumat lalu, saya memberikan waktu satu minggu untuk masyarakat Iran, untuk acara pemakaman ini.
07:42Tapi selanjutnya, kalau dia tidak juga tunduk pada aturan-aturan yang saya buat, maka akan ada perang habis-habisan.
07:51Dan dia menggunakan kata kunci ini 38 kali di media seperti CNN.
07:56Kemudian juga Donald Trump juga mengatakan pada bulan Juli yang lalu bahwa, bahwa Iran itu harus benar-benar taat kepada
08:06peraturan-peraturan itu detail satu per satu.
08:09Kemudian dia juga kaget, bahwa, oh saya tidak sangka ya, bahwa rakyat Iran itu mencintai pemimpinnya.
08:17Saya pikir dia adalah orang yang dibenci.
08:19Tapi kalau begitu, tetap juga negara itu harus taat pada negosiasi dengan saya.
08:26Dan cuma saya berharap Donald Trump itu tahu hari-hari keramat ke depannya, di mana pemakaman itu akan dilakukan pada
08:32tanggal 9 Juli, dan sampai tanggal 18 Agustus, itu adalah perkabungan nasional.
08:38Jadi kalau sekiranya ada serangan dari Donald Trump atas Iran, sampai tanggal 18 Agustus, maka ini akan benar-benar dijawab
08:46oleh masyarakat Iran dengan suatu perang habis-habisan.
08:49Kemudian juga faktor peradaman itu sendiri yang rapuh ya, kemudian juga kita perhatikan krisis di Hormuz itu kemungkinan besar masih
08:59terjadi.
09:00Jadi untuk itu dapat saya katakan bahwa pemakaman Ayatolah ini merupakan suatu tonggak besar dalam sejarah peradaman Iran, dan saya
09:11sangat berharap Amerika itu sadar untuk benar-benar kembali kepada perundingan.
09:16Oke baik, ini yang saya mau tanyakan juga ke Mas Hasibul, dengan proses pemakaman besar Ali Khamenei di Iran seperti
09:24itu, ke depannya bagaimana kemudian proses negosiasi maupun juga menuju ke kedamaian ini Mas?
09:31Karena di pemakaman ini juga warga Iran terus teriak soal tuntutan balas dendam, Amerika Serikat walaupun menghormati selama seminggu pemakaman,
09:39jadinya kemudian nanti negosiasi akan dilanjutkan setelah pemakaman.
09:43Di sisi lain juga Israel sebelumnya menyuarakan ancaman untuk membunuh Mostabah.
09:49Ini bakal nego lagi nggak? Atau bisa jadi malah nanti perang? Karena masih panas nih antara Israel, Iran, dan juga
09:57Amerika Serikat.
09:59Ya, terima kasih Mas Beres. Saya rasa memang membaca perkembangan di Iran dan Timur Tengah secara umum mutakhir, itu tidak
10:06cukup hanya dibaca dalam perspektif satu ruangan.
10:10Ini ibarat seperti kamar adalah ada beberapa kamar yang terkoneksi di antara satu sama lain.
10:16Kalau waktu perundingan ya hanya ada dua, katakanlah di Hormuz dengan di perundingan, tapi sekarang juga ada di pemakaman dan
10:24perkembangan-perkembangan yang lain.
10:26Saya ingin mengatakan kalau dari sisi Iran, sebenarnya Iran sedang melakukan beberapa langkah secara simultan,
10:34yang itu semuanya mengarah pada satu kenyataan yang kalau dalam analisa yang saya sampaikan, satu hari, dua hari setelah perang
10:4428 Februari,
10:46Iran kemungkinannya dua akan melakukan pergantian rezim atau pengukuhan rezim,
10:51maka yang sekarang mulai dilakukan adalah langkah-langkah nyata menuju pengukuhan rezim.
10:56Dan itu langkah besarnya sudah diambil dari tanggal 9 Maret ketika mutabah dinubatkan sebagai pengganti daripada bapaknya.
11:05Dan kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah perundingan yang dalam analisis waktu yang saya catat,
11:10itu jelas bagaimana Iran mengalami kayak semacam perubahan posisi.
11:15Dari awalnya tertekan kemudian menjadi menekan Amerika, menekan Israel,
11:20karena satu keadaan yang mau tidak mau harus dihadapi oleh Amerika, terutama terkait dengan kepentingan pemilu.
11:27Dan itulah kemudian yang saya melihat secara pasti walaupun perlahan dan simultan,
11:32Iran melangkah kepada pembangunan dirinya sebagai negeri di Timur Tengah
11:37yang berbeda di antara sebelum perang 40 hari dan setelah perang 40 hari.
11:44Sebelum perang 40 hari, Iran adalah menjadi sebuah negeri kaya raya,
11:48tapi kemudian dipersekusi dalam tanda kutip oleh berbagai macam kelompok di Timur Tengah,
11:55terutama para sekutunya Amerika.
11:57Dan kemudian perang 40 hari dijadikan sebagai kesempatan oleh Iran
12:01melakukan sebuah perlawanan totalitas,
12:05melakukan sebuah perjuangan besar sehingga dia mencapai titik hari ini.
12:09Yang kalau kata Galibab, apa yang dicapai oleh Iran hari ini tidak terlepas dari ludal.
12:14Karena itu cara berfikir Iran, kata Galibab adalah,
12:17kami tidak harus memilih di antara ludal atau diplomasi.
12:21Kami harus menggunakan ludal pada satu waktu dan menggunakan diplomasi pada waktu yang lain.
12:26Jadi saya melihat hari-hari ini dan ke depan,
12:29sebenarnya ini adalah sebuah upaya pembangunan ulan,
12:35pembaharuan Republik Iran,
12:37mewujudkan yang disebut sebagai Iran pasca perang.
12:40Dan bayangannya itu sebenarnya sudah nyata bagaimana Iran tidak lagi mau dijekte.
12:45Dan salah satu yang digunakan misalkan kartu hormos.
12:49Jelas, Iran tidak ingin lagi melepas kartu hormos.
12:52Walaupun harus berhadapan kembali dengan Amerika,
12:55walaupun harus kembali kepada perang total.
12:58Iran berpegang pada hormos.
13:00Dan menurut saya, itu sebuah kenyataan yang sangat strategis yang diambil oleh Iran.
13:05Karena nyatanya, hormos hari ini jauh lebih efektif menekan Amerika,
13:11bahkan dunia secara umum, bahkan daripada nuklir sekaligus.
13:14Nuklir hanya menjadi Iran dalam sebuah permusuhan bagi banyak negara,
13:19tapi dengan hormos justru Iran memberikan peran yang sangat efektif.
13:24Dan itu yang dari awal Mas Bray saya sampaikan,
13:27ini adalah kartu, ini adalah sayap yang digunakan oleh Iran dalam perang ini,
13:32dalam bola lambung.
13:34Itu saya sampaikan berulang-ulang semenjak dari perang ini,
13:36dan pencapaian Iran hari ini tidak lepas daripada efektifitas serangan bola lambung
13:42melalui sayap serat hormos yang,
13:45sekali lagi kalau kita melihat Iran ke depan,
13:47Iran tidak akan melepaskan hormos.
13:49Bahkan sekarang situasinya juga semakin kuat berpegangan kepada hormos.
13:54Oke, masih hormos yang menjadi andalan Iran tentunya untuk bangkit dan juga menekan Amerika Serikat.
14:00Saya kembali ke Pak Reza.
14:02Pak Reza, jika kita lihat kondisi saat ini,
14:04mungkin Amerika Serikat mikir-mikir lagi untuk menyerang Iran,
14:07paling tidak dalam masa berkabung pemakaman Ali Khamenei.
14:11Tapi bagaimana dengan Israel misalnya?
14:13Karena di tengah-tengah negosiasi selalu Israel datang mengacaukan semuanya.
14:18Apakah kemudian kita juga patut waspada terhadap ancaman Israel?
14:21Dan apakah Amerika Serikat bisa ngontrol Israel paling tidak?
14:25Seperti apa yang dikatakan oleh Iran, harus bisa menjaga ataupun mengendalikan,
14:30dalam tanda ketip, hewan peliharaannya?
14:33Tepat sekali ya.
14:34Israel adalah kekuatan yang luar biasa.
14:37Kalaupun Amerika mengatakan ingin mengontrol Israel,
14:40tapi dalam kenyataannya justru Israel yang mengontrol Amerika Serikat.
14:43Kita perhatikan misalnya ya,
14:45perusahaan-perusahaan multinasional itu selalu mengupayakan kontrak itu selalu dibuat.
14:50Kemudian kalangan AIPAC, American-Israel Public Affairs Committee,
14:56itu selalu bermain dalam proses naiknya elit-elit Amerika Serikat,
15:02legislatif, eksekutif, yudikatif.
15:04Kemudian juga di level gubernuran.
15:07Kemudian mereka juga selalu bermain pada saat ada pengambilan keputusan.
15:10Jadi saya pikir Israel tidak mau diganggu oleh siapapun,
15:13karena kita seperti mana pernah dinyatakan oleh Benyamin Netanyahu sendiri,
15:17selama saya masih memimpin dan juga pemimpin Israel ke depan,
15:21itu namanya Palestina itu tidak akan pernah ada,
15:25dan juga Israel raya itu akan terus berlanjut.
15:27Jadi ini yang saya pikir harus diwaspadai,
15:29bahwa kemungkinan besar Israel dapat saja melakukan berbagai aksi-aksi di laut.
15:36Misalnya mungkin saja akan terjadi yang namanya accidental detonation,
15:40ada kapal yang mendadak-meledak,
15:42kemudian ternyata kapal tersebut diledakkan secara remote oleh Israel,
15:46ini kemungkinan besar terjadi, seringkali dilakukannya,
15:48dan kemungkinan juga akan ada aksi-aksi terpisah
15:53yang merupakan suatu false flag.
15:57Istilahnya itu lempar batu sembunyi tangan.
16:00Sembunyi tangan kemudian menciptakan krisis antara Amerika Serikat dan Iran.
16:05Dan untuk itulah saya perhatikan Israel itu selalu punya kemungkinan,
16:09misalnya kita perhatikan pada saat hari-hari terakhir bulan Juni silam,
16:15bukankah Israel memperkarsai perundingan trilateral antara Israel,
16:19Lebanon, dan juga Amerika Serikat.
16:21Yang intinya adalah Amerika Serikat akan datang ke Lebanon
16:25untuk memperkuat ekonomi dan juga mendukung angkatan bersenjata Lebanon.
16:30Dan kemudian pada saat yang sama,
16:32ini adalah saat-saat di mana Unifil akan mengakhiri tanggung jawab mereka.
16:36Dan untuk itu dapat dikatakan bahwa
16:38dengan adanya perjanjian baru ini, trilateral ini,
16:41maka Hezbollah itu kemungkinan besar akan tersingkir.
16:44Jadi dengan demikian, perluasan wilayah Israel akan masuk ke seluruh wilayah Lebanon.
16:49Ini yang harus diwaspadai.
16:51Dan pada saat yang sama, emosi di Iran sedang sangat tinggi.
16:55Sedang ada penyatuan spiritual antara masyarakat dengan pemerintah mereka.
16:59Dan kondisi seperti ini,
17:01bila pemerintah Iran merasa bahwa
17:04bahwa kelompok-kelompok pro-Iran itu sedang terganggu,
17:07teraniaya, dan ada potensi dimusnahkan,
17:09maka tidak mustahil Iran akan melakukan langkah-langkah strategis
17:13di berbagai titik di Hormuz dan juga di luar Hormuz.
17:16Demikian.
17:16Baik, baik.
17:17Saya kembali ke Mas Hasibullah.
17:19Mas Hasibullah, jika kita bicara soal perundingan,
17:21yang kemungkinan akan dimulai lagi setelah
17:24rangkaian pemakaman Ali Khamenei berakhir seperti itu.
17:27Apakah kemudian ke depannya,
17:29ini Iran masih akan getol untuk mempertahankan selat Hormuznya
17:32dan masih membahas lagi-lagi soal selat Hormuz?
17:35Sementara isu-isu lain mungkin akan lebih dikesampikan.
17:38Pokoknya selat Hormuz beres dulu nih.
17:41Ya, sebenarnya kalau kita baca perkembangan-perkembangan yang ada,
17:46termasuk di perundingan itu,
17:47itu yang saya bilang tadi,
17:49itu kayak Iran sedang membangun masa depannya,
17:53Iran ke depan,
17:54walaupun memang berbeda-beda,
17:55tapi strukturnya menurut saya tidak.
17:57Tidak jauh berbeda.
17:58Yang pertama, bagaimana Iran ke depan akan lebih berdaya,
18:01itu bisa dibaca dari kesepahaman terkait dengan
18:06pembukaan sanksi dan pencairan aset yang dibekukan.
18:10Lalu kemudian melalui manajemen ulang selat Hormuz,
18:14itu lagi-lagi subtansinya adalah kurang lebih sama,
18:16bagaimana Iran ke depan itu akan menjadi Iran yang menentukan di kawasan,
18:20dia tidak akan lagi terpinggirkan,
18:22dia akan menjadi faktor di kawasan.
18:24Bahkan berkaitan dengan penghentian semua perang di semua front,
18:28terutama di Libanon,
18:29itu artinya apa?
18:30Artinya adalah tangan-tangan Iran,
18:32kuasa-kuasa Iran itu makin kuat menentukan.
18:35Tidak perlu senjata,
18:36karena cukup dengan kesepahaman dengan Amerika,
18:39maka mau tidak mau,
18:40Israel harus out dari Libanon.
18:42Coba bayangkan,
18:43ini Iran tidak menggunakan senjata,
18:45tapi dia menggunakan kesepahaman dengan Amerika
18:47untuk memaksa Israel out daripada Libanon.
18:51Karena itu,
18:52kalau kita baca respon daripada Israel,
18:54Israel menyadari cara main Iran yang dibalik layar,
18:57dibalik perundingan,
18:58tapi dia meneguhkan kekuasaannya,
19:02meneguhkan dominasinya.
19:04Karena kalau kita baca politik Israel,
19:06dia tidak ingin tunduk kepada Iran,
19:09dia tidak ingin tunduk kepada dominasi Iran,
19:11dan yang digunakan adalah,
19:13yang disebut oleh Pak Reza tadi,
19:15yaitu kesepakatan kerangka awal
19:17di antara dirinya dengan otoritas Libanon,
19:20yang juga dimediasi oleh Amerika,
19:24melalui Mendo Amerika.
19:25Jadi, Pak Brey,
19:27kalau kita baca dalam kacamata yang struktural tadi,
19:30maka sebenarnya Iran sekali lagi,
19:32dia sedang membangun ulang,
19:35apa namanya,
19:36jati dirinya,
19:37atau memperbaharui sekaligus mengukuhkan
19:40semangat revolusi dalam dirinya,
19:44dan pemakaman sekarang adalah merupakan sebuah modal ke depan.
19:48Karena sekali lagi,
19:49saya tadi sampaikan,
19:50kalau kemudian ini dilakukan sekarang,
19:52salah satu jawabannya adalah,
19:54karena akibat daripada perundingan dengan Amerika,
19:57sebenarnya di Iran juga terjadi,
19:59yang disebut sebagai faksionalisasi.
20:01Jadi bagaimana kelompok-kelompok yang lebih keras,
20:03itu tidak ingin sebenarnya kesepahaman ini berlanjut.
20:06Mereka ingin tetap lanjut dengan logika perang.
20:08Nah, pemakaman ini,
20:10tidak lain kalau saya memaknai secara politik adalah,
20:13upaya untuk memperbaharui,
20:15untuk memperkuat kembali,
20:16semangat revolusi Iran,
20:18persatuan Iran,
20:19yang itu akan digunakan oleh Iran ke depan,
20:21untuk membentuk Iran yang baru,
20:25yang menentukan di Timur Tengah,
20:26yang menentukan di Teluk,
20:28bahkan kalau tidak hati-hati,
20:29bukan tidak mungkin,
20:31Amerika akan semakin tersingkir,
20:34dari lapangan di Timur Tengah,
20:35akibat daripada,
20:37pola-pola permainan yang dimainkan oleh Iran.
20:40Misalnya, dengan pengamanan Teluk,
20:42sekarang itu kan publik sudah tahu,
20:45kenapa masih ada Amerika.
20:47Bukannya Amerika itu dibutuhkan untuk mengamankan Teluk,
20:50dari serangan luar dan dalam.
20:51Perang 40 hari,
20:53Iran membuktikan bahwa itu tidak membuktikan apapun.
20:56Karena rudal Iran,
20:58serangan Iran bisa mencabik dan menghancurkan negara-negara Arab Teluk.
21:01Nah, oleh karena itu,
21:02warupun Teluk sekarang mungkin secara retorika,
21:05masih konsisten dengan status,
21:07dengan kerjasama dengan Amerika,
21:09tapi saya menduga,
21:11di dalam kebatinan yang lebih dalam,
21:13juga ada kegelisahan,
21:14kalau tidak mau melibatkan Iran ke depan.
21:16Dan itu istinya,
21:18Iran pasca perang,
21:19akan berbeda dengan Iran sebelum perang.
21:22Oke, momen untuk memperkuat posisi,
21:23dan juga citra baru buat Iran,
21:25semakin kuat di kawasan seperti itu.
21:27Saya kembali ke Pak Reza.
21:29Pak Reza ini terakhir saja Pak Reza.
21:30Ini kan,
21:31dari masyarakat Iran,
21:32masih terus mendesak,
21:33untuk bisa membalaskan dendam,
21:34atas kematian Ali Khamenei.
21:36Di satu sisi,
21:37apakah Iran,
21:37ini akan menyerang terlebih dahulu,
21:40atau yaudah,
21:40kalau misalnya saya diserang,
21:41saya baru menyerang kembali.
21:43Dan kemudian,
21:44ke depannya,
21:44bicara soal negosiasi.
21:46Pak Reza,
21:47apakah kemudian yang perlu dibahas oleh kedua negara,
21:50dengan mediator,
21:51ini adalah,
21:52bukan lagi poin-poinnya,
21:54karena sudah ada 14 yang lalu,
21:55sudah diada,
21:56sudah ada 14 poin,
21:57yang di pertengahan Juni,
21:59tinggal bagaimana,
22:01penjembringannya,
22:01detailnya seperti apa,
22:03dan juga bagaimana,
22:03ketaatan dari poin-poin tersebut.
22:05Seperti apa, Pak?
22:07Pertama,
22:08apakah Iran akan menyerang dulu?
22:10Dalam tradisi Islam,
22:11mereka,
22:11mereka tidak akan menyerang terlebih dahulu.
22:14Tapi mereka akan,
22:15akan bertahan.
22:16Itu yang pertama.
22:17Kemudian,
22:18perihal detail dari perjanjian,
22:20sebenarnya ini akan tergantung,
22:21pada kualitas,
22:23kualitas Pakistan dan Qatar,
22:25dalam menengahinya.
22:26Dalam,
22:27dalam membedah isu-isu strategis tersebut.
22:30Karena kalau seperti dimintakan oleh Iran,
22:32nuklir,
22:33nuklir dan hormus itu,
22:35belakangan.
22:36Yang awal-awal,
22:37yang harus dibangun,
22:38yang harus diselesaikan dulu,
22:40adalah isu,
22:41Anda mengganti kerugian,
22:43yang kami derita,
22:44sejak 28 Februari.
22:46Kemudian,
22:46Anda membayar,
22:48membayar,
22:49dana-dana kami,
22:50yang Anda simpan,
22:51di berbagai bank,
22:52Amerika Serikat,
22:53dan Uni Eropa.
22:55Kemudian,
22:55yang kedua.
22:56Dan yang ketiga adalah,
22:57Anda harus memperbaiki,
22:59harus memperbaiki,
23:01cara Anda berbicara.
23:02Jangan Anda mengancam-ngancam kami terus.
23:04Dan ini kan tentunya harus,
23:05harus disadari oleh Amerika Serikat.
23:08Dan untuk itu,
23:09prakondisi ini,
23:10hendaknya dimengerti,
23:12baru setelah,
23:13setelah Iran percaya,
23:14bahwa Amerika Serikat itu tulus,
23:16bahwa Amerika Serikat itu,
23:17mampu mengendalikan Israel,
23:19baru Iran,
23:20akan masuk kepada,
23:21hal-hal yang sensitif.
23:23Yaitu hormus dan nuklir.
23:24Walaupun bagi Iran,
23:25hormus dan nuklir itu sama sekali,
23:27tidak bisa dinegosiasikan.
23:28Itu adalah marwah kami,
23:30marwah dari peradaban kami,
23:31yang sudah berusia lebih 4.000 tahun.
23:35Sedangkan Anda,
23:35Amerika Serikat,
23:36baru berusia 250 tahun.
23:38Demikian,
23:39rasa percaya diri Iran,
23:40yang sangat tinggi,
23:41dan sebagaimana dimanifestiasikan,
23:43dalam pemakaman,
23:45yang sangat agung hari ini.
23:46Demikian.
23:47Oke, prakondisi yang penting,
23:48tentunya nanti,
23:49untuk bagaimana memulai lagi,
23:51negosiasi putaran selanjutnya,
23:53setelah pemakaman ini,
23:55diselesai gitu ya,
23:56rangkaiannya.
23:56Kita harapkan,
23:57tidak ada gangguan,
23:58selama masa berkabung ini,
24:00dan juga,
24:00negosiasi,
24:01nanti berjalan dengan lancar.
24:03Terima kasih,
24:04Mas Hasibulo Satrawi,
24:05pengamati Murtengah,
24:06dan juga Pak Atukur Isasyah,
24:07pengamati hubungan internasional,
24:08Presiden Universiti,
24:09sudah bergabung di Sapa Indonesia Pagi.
24:11Selamat pagi.
24:12Pagi, Mas Terima kasih.
24:14Saudara, KPK tidak menutup kemungkinan,
24:17memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni,
Komentar