JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak diskusi dengan mahasiswa asal Papua di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).
Dalam pertemuan itu dibahas soal program khusus untuk mendorong pengembangan sektor pertanian di Tanah Papua.
Mulai dari kopi, pala, kakao, sagu hingga ubi sesuai dengan karateristik dan potensi daerah masing-masing.
Amran optimis sektor pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi generasi muda Papua.
#mentan #papua #amran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678849/full-dialog-mentan-amran-dengan-mahasiswa-bahas-sektor-pertanian-di-tanah-papua
Dalam pertemuan itu dibahas soal program khusus untuk mendorong pengembangan sektor pertanian di Tanah Papua.
Mulai dari kopi, pala, kakao, sagu hingga ubi sesuai dengan karateristik dan potensi daerah masing-masing.
Amran optimis sektor pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi generasi muda Papua.
#mentan #papua #amran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678849/full-dialog-mentan-amran-dengan-mahasiswa-bahas-sektor-pertanian-di-tanah-papua
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Pendekatannya Papua, di sana kami sudah bergerak satu tahun, dua tahun, ini adalah karipan lokal.
00:11Apa komoditas di sana?
00:13Nah kemarin, yang diminta adalah kopi, pala, kelapa, kakao, sagu, ubi sebagian, sagu.
00:29Nah sekarang yang menarik adalah yang tadi Papua Pugunungan, ini menarik sekali.
00:35Perkenalkan nama saya Etron Tabuni, dari Papua Tengah, asal kampus Ong Surya, semester 5.
00:43Baik mungkin dari Papua Tengah, buah yang bisa kelola dan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat di sana,
00:54mungkin satu tidak terlepas dari Papua Pugunungan yaitu ubi, ubi, singkong, dan juga mungkin keladi, mungkin Papua Tengah ya.
01:15Buah merah, mungkin ada banyak-banyak bahan-bahan yang bisa diolah untuk kebutuhan masyarakat.
01:24Ada banyak bahan-bahan yang bisa diolah.
01:27Jadi semacam ubi, ya kayak semacam begitu.
01:33Ya mungkin, dan mungkin untuk program kelapa sawi dan hal-hal lain itu kami dari Papua Tengah tidak menerima itu.
01:42Karena itu tidak, mungkin tidak cocok untuk tanam di Papua Tengah.
01:47Oke, sekarang Papua Barat, oh sudah tadi, jangan dulu.
01:56Papua Barat tadi, Pak Layah, kemudian Papua Barat Dayak.
02:07Papua, silakan deh, berdiri.
02:11Selamat pagi, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, salam sejahtera, salam kebajikan.
02:18Pernyataan, nama saya Ronaldo Jakobinista, saya dari Universitas Kristi Indonesia.
02:23Ya.
02:24Ya, kalau dari Papua Barat Dayak, mungkin yang pertama dari Kabupaten Maybrat itu ada kacang tanah.
02:31Kacang tanah, ya.
02:32Ya, terus yang kedua mungkin dari Sorong Selatan itu ada sagu.
02:36Di sana itu ada beberapa macam jenis-jenis sagu.
02:39Itu mungkin potensi salah satu yang bisa diangkat.
02:42Oke.
02:42Ya.
02:43Kemudian?
02:44Terus yang berikut dari Tamborau mungkin ada daerah Pisisir itu bisa diangkat kelapanya,
02:51mungkin dari kopra, dari vibirnya mungkin masih bisa.
02:54Oke.
02:54Ya.
02:56Sama kita juga di Tamborau mungkin ada buah merah dan lain-lain.
03:02Cuma sebagian itu belum terlalu diangkat.
03:05Dulu ada sebenarnya kopi, tapi itu pada zaman Belanda.
03:10Tapi kopinya bagus?
03:12Zaman itu katanya salah satu produksi di Tamborau juga.
03:17Itu untuk tentara Belanda dulu.
03:19Oke.
03:19Cuma karena mungkin pembudayaannya kurang, pelatihannya kurang.
03:24Jadi tanamannya ada, tapi tidak terawat.
03:27Masyarakat lebih kayak bertanam seperti singkong, apa-apa, dan lain-lain.
03:32Begitu.
03:32Oke.
03:32Mungkin itu saja, sekian dan terima kasih.
03:35Selamat pagi.
03:35Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:37Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:38Saya Martin Simbiabdi dari Kabupaten Jaipura, Provinsi Papua.
03:42Saya berkuliah di Universitas Kristian Indonesia.
03:45Kalau kita lihat untuk Papua, dia terbagi dalam beberapa wilayah.
03:50wilayah, yaitu ada dari Biak sampai di Sarmi.
03:55Dan beberapa daerah, kalau untuk yang sementara, kalau untuk dari saya, daerah saya, Jaipura, Kerom, dan Sarmi,
04:03kami itu lebih banyak kepada Pinang untuk pertaniannya.
04:08Terus daerah Kerom itu dia lebih kepada sawit, terus sawah.
04:16fokusnya kepada selain sawah, ada juga jagung, dan juga kakao, atau buah coklat kalau kita sebut di sana.
04:25Dan lain sebagainya, mungkin kalau teman-teman ataupun daerah-daerah pesisir lain,
04:31mungkin lebih kepada, kalau Jaipura itu disentralkan sebagai fokus kepada daerah peternakan, sapi, dan lain sebagainya.
04:39Mungkin kalau daerah pesisir seperti Biak, Serui, Waropen, mereka lebih kepada perikanan, dan lain sebagainya.
04:46Ada juga perkebunan, tapi itu mungkin perkebunan yang dimiliki oleh sebagain orang,
04:50tapi dikelola untuk keluarga masing-masing.
04:54Seperti begitu yang untuk daerah Papua.
04:58Sementara seperti begitu, Bapak. Terima kasih.
05:04Beberapa bulan lalu, kami undang seluruh, dari seluruh Papua, Tanah Papua, kami undang ke Kementerian Pertanian ini.
05:16Kami undang semua, Bupati, Gubernur, tokoh-tokoh adat, petani, dan seterusnya.
05:22Ini datang, nah kami undang itu, ini usulannya.
05:28Ini usulannya, komoditasnya.
05:31Buka komoditasnya, ini, diminta kemarin.
05:36Pala sudah ada, sagu, kakao, jagung, kopi, ayam, kambing, adal sintan, opla, dan seterusnya.
05:47Nah memang yang menarik hari ini, tidak ada cangkul.
05:49Nah, cangkul saya coba, sementara saya suruh hitung.
05:52Cangkul linggis dengan skop.
05:55Khususnya Papua yang ubi.
05:57Berarti Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
06:01Nah itu, jadi kita fokus dulu, Pak Gubernur, satu-satu dulu supaya ini terbagi rata.
06:08Yang lain, sudah kita bagi kemarin.
06:11Jadi total di sana, tapi ini adalah milik masyarakat semua.
06:17Sekali lagi, saudaraku, adekku yang saya cintai, ini milik masyarakat semua.
06:21Jadi kita, pembangunan langsung masyarakat.
06:25Nah nanti kami hitung, khusus ubi, dengan alat tadi, linggis apa dan seterusnya.
06:35Kalau penduduknya Papua Tengah berapa?
06:41Yang dari Papua Tengah. Eh, bukan Papua Tengah.
06:44Papua Tengah.
06:46Oh, sama, Papua Pegunungan.
06:49Tapi ubi, mana tadi yang Papua Tengah yang bertanya?
06:53Itu di sana, yang berminan ubi ya?
06:57Ubi kayu atau, eh, ubi jalar atau ubi apa?
07:02Pak, ubi jalar ya?
07:06Pak, wagu.
07:07Bagus kan kami rencana mungkin satu bulan, dua bulan ke depan.
07:11Ini kan kami sudah siapkan anggarannya.
07:142,3,2 triliun.
07:17Setelah itu 2-3 bulan, kami mau datang di sana evaluasi.
07:21Yang tidak jalan, aku pindahkan ke kabupaten lain.
07:25Contoh nih, kabupaten apa di Papua Pegunungan?
07:32Tolikara.
07:33Terus, eh, dari Papua Barat kemana?
07:37Eh, Fakfak.
07:38Begitu Fakfak, itu aku kasih pala.
07:41Sesuai permintaannya, udah.
07:42Ada palanya itu Fakfak.
07:44Nah, setelah itu kalau Fakfak
07:47tidak bisa tanam, 3 bulan kami datang,
07:50kami kumpulkan nanti bupati dengan gubernur.
07:53Tidak tanam, ini saya pindahkan, contoh ya.
07:56Tidak tanam, tidak mampu selesaikan anggarannya,
07:59pindahkan ke kabupaten Tolikara.
08:03Begitu nanti anunya.
08:04Semua kami begitu.
08:06Kalimantan kemarin ada satu provinsi,
08:08anggaran aku tutup.
08:09Kenapa?
08:11Anggaran yang turun tidak
08:12di,
08:14tidak diselesaikan dengan baik.
08:16Ya.
08:18Jadi ada, ada, nah,
08:19ini selesai Ubi,
08:22sementara saya hitung.
08:23Baik,
08:25coba hitung semua dengan anunya.
08:26Total kemampuannya per hektare dan alatnya.
08:30Nah,
08:30mampunya seperempat hektare mungkin ya,
08:32satu paket alat, ya.
08:34Per hari,
08:35atau seperepuluh.
08:37Satu hektare berapa hari?
08:38Eh, berapa?
08:47Entah,
08:48untuk Ubi,
08:48kita hitung Ubi.
08:50Kira-kira,
08:51kalau dia pakai lingis satu,
08:52skop satu,
08:55berkelompok aja.
08:56Berkelompok aja.
08:5750 skop,
08:5930,
09:01ini,
09:02lingis.
09:0250 skop,
09:0350 parang,
09:04ada 40 lingis,
09:07kalau 10 menampok,
09:08taruh di situ.
09:09Oh, oke, oke.
09:10Kemudian,
09:11sama juga.
09:12Berkelompok.
09:13Oh, oke, oke.
09:14Tapi kita hitungnya itu,
09:15nah,
09:16oke,
09:16sekarang kalau Papua-Pegunungan tadi,
09:19gimana ya?
09:20Bisa nggak bicara dengan,
09:23telpon,
09:24eh, Papua Tengah.
09:24Bisa nggak telpon gubernurnya?
09:27Ada yang kenal gubernurnya?
09:29Atau wagupnya ada nggak?
09:31Bisa.
09:31Bukan susang,
09:32Pak.
09:33Hah?
09:35Susang,
09:36nggak ada.
09:37Iya, bagaimana?
09:38Oke,
09:39Dinda,
09:40nanti,
09:41nanti,
09:42Pak Ketua,
09:42Pak Felix.
09:44Oke,
09:44nah,
09:45karena jangan sampai kita ambil keputusan,
09:47kemarin hadir nggak,
09:48Papua-Pegunungan?
09:52Nah,
09:52kita mau hitung.
09:53Oke,
09:54sekarang,
09:56ini yang sekarang sudah selesai,
09:59ada nggak angkat tangan?
10:02Sudah,
10:02yang sudah selesai.
10:03Baru satu,
10:05yang hampir selesai,
10:08yang semester,
10:10delapan,
10:11enam,
10:13semester berapa?
10:15Berarti ini anak muda semua,
10:17semester dua.
10:19Ini mahasiswa atau,
10:22yang mahasiswa angkat tangan?
10:26Oh,
10:27mahasiswa semua.
10:28Oh,
10:28mahasiswa semua.
10:31Tidak,
10:31maksudku,
10:33kalau Anda mahasiswa,
10:34tapi punya tanah nggak?
10:36Tanah sendiri?
10:37Di,
10:38di,
10:38di,
10:39di kampung.
10:40Ada?
10:41sekarang,
10:42sekarang siapa kepala sukunya ini mahasiswa?
10:45Jadi,
10:46kepala sukunya ini semua?
10:48Boleh,
10:49boleh.
11:18baik,
11:19maaf,
11:20supaya mudah.
11:21Begini,
11:22gini,
11:22gini aja deh,
11:23siapa,
11:24siapa dari Papua Tengah,
11:27Papua Barat,
11:28Papua Punggungan?
11:29Nanti,
11:30kontak person ke,
11:32ke,
11:34kontak person ke,
11:35Ustaz Soca.
11:36Ada maksud saya.
11:38Jadi gini,
11:39yang punya lahan.
11:41Silahkan dulu.
11:43Silahkan dulu.
11:44Silahkan dulu.
11:45Baik,
11:45Bapak,
11:45untuk,
11:46kalau,
11:47berwilayah itu ada,
11:48namanya,
11:49korwin,
11:49koordinator wilayah masing-masing,
11:50dari Jabodetabik ini.
11:52Kalau untuk kami,
11:53dari Jai Wijaya sendiri itu,
11:54adik,
11:55Amir Udi Naswa,
11:55dari sudah di depan.
11:56Oke,
11:57oke,
11:57sudah ada satu.
11:58Ya,
11:58kalau untuk kabupaten lain itu,
12:00mungkin hadir itu,
12:01tidak bisa tanya ke yang lain.
12:02Oke,
12:02ada nggak nanti,
12:06saya mau undang,
12:07kalau sudah,
12:08nanti pulang,
12:09mungkin dua minggu,
12:10tiga minggu ke depan,
12:11saya undang ketua-ketuanya,
12:13gini,
12:15saya dari,
12:16Gunung Tertinggi di Sulawesi Selatan,
12:18Pondre,
12:19saudara saya banyak di Papua.
12:22Saya ingin,
12:23mahasiswa,
12:23ada lahannya,
12:25ini ada lahannya,
12:26ada gerakan untuk pemuda tani Indonesia.
12:30Nah,
12:30ada lahannya,
12:31kita support,
12:33ini untuk mahasiswa,
12:34yang masyarakat,
12:35sudah ada bagiannya.
12:37Sekarang,
12:37oh,
12:38aku mau tanam pala satu hektare.
12:40Saya mau tanam pala,
12:42jadi begitu tamat,
12:45pendapatannya sudah lebih tinggi daripada pegawai.
12:49Nah,
12:49itu.
12:51Contoh ini,
12:51contoh,
12:52saya contohkan satu.
12:53Ini pembibitan nih,
12:55ini gratis.
12:58Kelapa,
12:59ada biaya tanam,
12:59ada biaya
13:01olah,
13:02biaya bibit.
13:03Jadi tinggal modal tunjuk,
13:05yang penting bukan tanahnya orang ditunjuk,
13:07itu masalah lagi.
13:08Persoalan besar.
13:09Paham maksudku?
13:10Arah ke sana,
13:13saya ingin,
13:14seperti ini,
13:15saudara kita di Papua Selatan kemarin,
13:17testimoninya ini.
13:20Stop,
13:21stop,
13:21ini pembibitannya.
13:22Seperti ini,
13:23kakao,
13:24kelapa ini,
13:24mentek.
13:26kalau ubi kan,
13:27perlakuan khusus nanti nih.
13:28Dengan ini.
13:29Nah,
13:30sekarang ini.
13:33Jadi,
13:34nanti,
13:34oh,
13:34ada tanahnya 2 hektare.
13:36Tanam sekarang,
13:37sudah semester berapa?
13:38Begitu selesai,
13:402 tahun,
13:40sudah berbuah.
13:43Jadi,
13:43langsung bisa nikah.
13:44Nggak ada halangan lagi.
13:46Ini mas isu sudah,
13:48rata-rata punya istri?
13:48Belum?
13:50Belum ya?
13:51Ada yang punya istri?
13:53Sambil kuliah?
13:55Oh iya,
13:55iya,
13:55iya.
13:56Berarti bagus.
13:57Jadi,
13:57itu langsung,
13:58tidak ada mahar di sana,
14:00kakak.
14:00Nggak ada mahar.
14:03Apa mas kawinya biasa?
14:05Pak,
14:05ketua.
14:07Dengar.
14:10Tapi,
14:10oh tidak pernah.
14:11Ini kan tinggal dijual,
14:12jadi uang.
14:14Ah,
14:14ini.
14:18langsung di ujungnya saja.
14:25Jadi,
14:26ini aku bentuk anak muda.
14:31Terus,
14:31ujungnya.
14:35Stop.
14:39Dia dapat.
14:40Terus,
14:41nggak ada rekaya,
14:41Kalimantan,
14:42Aceh,
14:42karena kami adalah orang desa,
14:45ini kita harus bangun,
14:47ekonomi dari desa.
14:49Benar nggak?
14:51Nah,
14:51jadi kita bangun dari,
14:53dari,
14:53dari desa.
14:55Mana,
14:56nah,
14:57ini,
14:58tapi ada yang menarik,
14:59setelah ini,
15:00alat,
15:01sudah tanam,
15:02langsung dikejar.
15:04Kakak,
15:04kakak,
15:05kenapa?
15:07Dia bisi,
15:08ada apa ini?
15:10Boleh nggak?
15:11Saya beristri.
15:13Karena,
15:13sudah lama saya tunda,
15:14tapi pendapatan saya sudah ada,
15:16saya munikah,
15:17sudah empat bulan,
15:18sudah banyak,
15:18ada tebungan nih.
15:19Saya,
15:20oh boleh,
15:20tidak ada larangan.
15:21Jadi,
15:22tidak dilarang beristri,
15:23kalau sudah dikasih,
15:24bantuan nggak?
15:25Dipikir,
15:26dilarang,
15:26ini dipikir,
15:27ini,
15:28ini hibah diberikan,
15:30kemudian dia kerjakan.
15:31untuk mahasiswa,
15:32kan ada keluarga di kampung,
15:33ada tanahnya,
15:35itu yang di store.
15:36Nih,
15:38ini yang di store nanti,
15:39oh,
15:40ada tanah saya sekian.
15:41Tapi,
15:42melalui,
15:43jadi,
15:43satu kali kami panggil,
15:45langsung melalui,
15:46ketua-ketua korwilnya.
15:49Bisa ya,
15:50Pak?
15:50Nah,
15:51siapa yang tertua di antara,
15:52seluruh,
15:53siapa yang dipercayakan nanti?
15:56Organisasi nih.
15:57Supaya mudah,
16:00ketemu.
16:01Oh,
16:01ini,
16:02contoh nih,
16:02si A,
16:04oh,
16:04saya sudah punya lahan 2 hektare,
16:06mau ditanami,
16:07kakao,
16:08yang tadi,
16:09ditanami pala.
16:10Jadi,
16:11di luar program ini,
16:12jadi ini khusus mahasiswa,
16:14untuk,
16:15masa depan.
16:16Di luar program ini.
16:18Seperti tadi,
16:19pala.
16:20Pala sudah banyak di kampungnya.
16:22Nah,
16:22cuma,
16:23jangan sampai tidak kena proyek tempatnya,
16:25Anda.
16:26Itulah tujuannya yang dipanggil.
16:27Karena kenapa?
16:28Mahasiswa yang Anda adalah,
16:30putra terbaik,
16:31tanah Papua.
16:32Anda yang bisa mengangkat ekonomi,
16:35karena cerdas,
16:37pintar,
16:38dan,
16:39ada lahan di sana,
16:40yang harus dibangunkan lahan tidur.
16:43Nah,
16:44itu maksudnya.
16:45Sekarang nanti,
16:47Pak Ketua beliau,
16:48kita tuakan karena ketua,
16:50apa namanya?
16:53Komite Eksekutif Papua.
16:56Nah,
16:56beliau,
16:57beliau nanti,
16:59oh,
17:00staffnya Bapak aja.
17:02ini aja,
17:03organize,
17:03organize deh,
17:05ini semua,
17:06siapa yang berminat?
17:07Oh,
17:08aku mau tanam kelapa.
17:09Tombol,
17:09ada lahannya,
17:11nanti kami hubungi di sana,
17:12staff kami,
17:12itu hubungi,
17:13menghubungkan.
17:14Nanti semua.
17:15Gitu ya?
17:16Pak Ketua gitu,
17:17lebih muda ya?
17:18Nah,
17:19kopi.
17:19Karena ada kopi,
17:21ini kopi,
17:21karena ini ketua,
17:22kalau ketua kopi ini aja ya,
17:24dari Popo mana?
17:26Kenapa pegunungan lebih banyak?
17:28Ini Pak Wagup ini ya,
17:29undang masyarakatnya.
17:31Hah?
17:32Jago nya kopi.
17:33Nah,
17:34kopi nanti,
17:35jangan Popo-Pegunungan lebih banyak ya,
17:37ada seluruhnya,
17:39Papua ya.
17:41Yang dari Popo-Pegunungan,
17:43angkat tangan.
17:46Oh,
17:47ini memang.
17:49Kemudian,
17:49yang dari Popo Barat?
17:52Popo Tengah?
17:55Papua,
17:56apa lagi?
17:58Barat Daya?
18:01Oke,
18:02banyak.
18:04Popo-Pepunungan,
18:05Popo Barat Daya.
18:07Popo Hindu?
18:09Oh ya,
18:11udah.
18:12Jadi gini,
18:14nanti,
18:14kita satu pintu,
18:17siapa namanya?
18:18Torano?
18:21Kakak,
18:22Kakak Torano,
18:23yang mau tanam,
18:25silahkan.
18:26Yang mau tanam kopi,
18:28pala,
18:28apa,
18:28dan seterusnya.
18:30Tetap,
18:32ya,
18:33peternakan,
18:34ya,
18:35ayam,
18:35dan seterusnya,
18:36kan ada biasa minta babi,
18:37dan seterusnya,
18:38nanti di,
18:39dengan,
18:40di jam peternakan.
18:42Tetapi,
18:43peternakan belakangan,
18:44yang ada anggaranya dulu,
18:45perkebunan.
18:46Sekarang ini.
18:46jadi bertahap.
18:48Yang ada anggaranya,
18:50perkebunan,
18:50dengan horti,
18:51dengan pangan.
18:53Ah,
18:54oke.
18:56Sekarang,
18:57ah,
18:59perkebunannya,
19:00yang pala tadi,
19:01punya tanah deh,
19:02punya.
19:03Punya, Pak.
19:04Ah,
19:04sudah,
19:04berapa hektar?
19:06Dua.
19:07Dua hektar?
19:08Oh,
19:08sudah kaya tuh,
19:09dua hektar deh.
19:09Coba dua hektar saja,
19:11tanam pala atau kopi?
19:13Pala bisa,
19:14kopi bisa.
19:14Kalau kopi,
19:16itu kalau dua hektar,
19:19satu hektar itu,
19:21sekarang dua ton.
19:23Kali,
19:25berapa itu?
19:2670,
19:27140 ribu.
19:29Kali dua,
19:32tiga ratusan,
19:32280 ribu,
19:33280 juta.
19:35Hidup tuh,
19:36kalau dua hektar.
19:38Ya.
19:40Oke,
19:41jadi nanti,
19:42silahkan kita bangun,
19:43nilai yang kita
19:44dorong ke sana,
19:46ada kurang lebih
19:463,2 ribu.
19:50Hadinda Felix,
19:51kita ketemu di,
19:52tanggal 4,
19:53hari Sabtu.
19:55Saya berangkat sebentar,
19:56Kita ketemu,
19:57di sana lagi,
19:58baru nanti,
20:00setelah ini,
20:00uang kan saya sudah kirim nih.
20:03Ini yang,
20:04perubahan ya,
20:05sudah sedia anggarannya kan?
20:06Sudah jalan kan?
20:07Tidak,
20:08sebagian besar,
20:08yang lain sudah jalan kan?
20:10Kan ada revisi.
20:11Ah,
20:11sudah alisin.
20:13Kemudian perkebunan mana?
20:162026.
20:17Perkebunan mana?
20:19Sudah,
20:20sudah jalan.
20:22Kalau bisa,
20:23Bapak duluan ke sana.
20:24Jalan keliling,
20:25ke,
20:26perkebunan kan?
20:28Gini,
20:29sesetiknya mana?
20:31Oh,
20:32sudah berangkat duluan.
20:33Gini,
20:34nanti bagi,
20:36kontak,
20:36Papua Pugunungan,
20:38Papua Tengah,
20:39Papua apa namanya,
20:41Barat,
20:41Barat Dayak,
20:42datangi semua.
20:42Baru laporkan ke saya,
20:44ini perkembangannya.
20:45Keliling ya,
20:46tetapi diikuti oleh,
20:48ada orang pangan,
20:50jadi satu kali berangkat,
20:51ada orang pangan,
20:52ada orang,
20:52Alsin,
20:54sudah,
20:54keliling ya,
20:55ada orang Horty,
20:56Pak Dirjem Perkembungan yang pimpin.
20:58Wakili saya keliling dulu,
21:00melihat aspirasi dari sana.
21:01Iya,
21:03iya.
21:04Oke,
21:05ini saya putuskan ya,
21:07untuk Papua Pugunungan,
21:09karena ini yang lain,
21:11cukup banyak memang kemarin,
21:12Papua Selatan,
21:13Papua Barat,
21:14cukup banyak.
21:15Nah,
21:16saya putuskan dulu,
21:17Pak,
21:19Wagub,
21:20dengan mana tadi,
21:21Papua Pugunungan,
21:23tolong sampaikan nanti,
21:24eh bukan,
21:24Papua Pugunungan,
21:25Papua Tengah,
21:27sampaikan ke Gubernurnya ya,
21:29Pak Felix,
21:30kita beli alat,
21:33itu 100 ribu,
21:35satu provinsi,
21:37jadi 2,
21:38200 ribu.
21:38Untuk ini,
21:39karena tidak cetak sawah,
21:41yang lain kan cetak sawah,
21:42minta sawah.
21:43Jadi 100 ribu,
21:45Bapak nanti bagi per kabupaten ini,
21:47kalau bagi 8,
21:48berapa tuh?
21:50Terserah pembagiannya,
21:52kan penduduknya tidak sama.
21:53100 ribu ini nanti,
21:54tolong langsung revisi,
21:56jadi tahun ini.
21:57Nah,
21:57itu lebih bermanfaat sementara,
22:00daripada BBK,
22:00yang menunggu,
22:01kalau itu langsung mencangkul,
22:02cari bibit sendiri biasanya.
22:08Udah,
22:08sama-sama kita,
22:09sama-sama kita petani,
22:11Pak Wagup,
22:11jadi aku hafal ini.
22:12Kalau sudah ada cangkul,
22:13sudah ada gerik gaji,
22:14sini sudah hidup.
22:16Sekarang 100 ribu langsung,
22:17tapi yang tanggung jawab adalah,
22:19Pak Gubernur,
22:20Pak Wagup,
22:20Bupatinya.
22:21nanti,
22:22kalau kamu nindah,
22:26bicara dengan,
22:29gimana,
22:30gimana?
22:36Enggak,
22:37enggak mau,
22:37enggak mau ini.
22:38Udah,
22:41enggak,
22:42yang jelas,
22:43beritahu,
22:44siapa namanya?
22:45Kakak,
22:46kakak siapa namanya?
22:50Netron.
22:52Netron.
22:53Netron,
22:53kamu tanggung jawab,
22:54enggak boleh begitu sebagai pemuda.
22:56You berani ketemu Menderi,
22:57baru Gubernur,
22:58Gubernur sendiri tidak ketemu,
22:59ini salah pikir juga,
23:00ini saudara aku satu.
23:02Ini,
23:03ini,
23:04kenapa saya undang ke rumah pribadi,
23:06karena,
23:08anda ketemu dengan kakakmu,
23:10saudaramu sendiri.
23:11Benar enggak?
23:12Jadi itu,
23:13saya undang.
23:14Netron,
23:16usahakan,
23:17saya bantu,
23:17tapi anda harus,
23:18bicara dengan Gubernur.
23:19Minimal,
23:20Bupatinya.
23:21Cukup Bupatinya.
23:22Berapa sih kebupaten?
23:23Netron,
23:24berapa kebupaten?
23:26Berapa tengah?
23:27Iya.
23:31Enam.
23:32Iya bagi enam.
23:33Jadi satu kebupaten bagi enam.
23:34Siapa bupati yang kakak telpon,
23:36itu yang dapat,
23:37tetapi juga Gubernurnya Fafelis.
23:39Tapi bobotnya tinggi kalau anda.
23:43Kalau Fafelis yang telpon,
23:45ya agak-agak turun dikit bantuannya.
23:46Ya dikurangi 20 persen lah.
23:48Tetapi kalau you telpon,
23:50karena itulah tujuan aku undang.
23:52Supaya tahu program ini.
23:54Kalau ini kemarin untuk rakyat semua,
23:56sudah jalan.
23:57Tapi,
23:57ini program baru,
23:59untung Pak Wagup datang.
24:01Untung Pak Wagup datang.
24:02ini program baru.
24:04Ini saya putuskan 100 ribu untuk di Bapak,
24:07100 ribu untuk pegunungan.
24:12Nah nanti pembibitannya disupport.
24:14Sesuai kemampuan agar anda.
24:16Support.
24:17Paket timnya ke sana.
24:19Order itu alat.
24:22Berapa lama?
24:22Jangan lihat.
24:25Tidak, tidak.
24:26Jangan.
24:26You beli tanggung jawab.
24:27Barangnya datang saat,
24:28belanja.
24:30Ambil di tempat barangnya.
24:33Jadi bagaimana caranya?
24:36Ada kapal laut.
24:37Bisa tembus.
25:04Bapak pilih.
25:06Bila aku mau bentuk begini.
25:07Masyarakat.
25:08Mereka suka sebuah yang tertentu, barang yang tertentu.
25:12Pak Gubernur kapan pulang?
25:20Begini, Pak Gubernur minta tolong, jangan dulu pulang.
25:24Begitu kami ke sana, Bapak sama-sama Pak Dirjen, mau model bengkok begini, terserah Bapak.
25:30Mau bengkok begini, baru begini atau begini, terserah.
25:34Mau juga begini, apa namanya, boleh.
25:39Pak Gubernur yang menentukan modelnya.
25:41Heron, pindah, kamu tanggung jawab modelnya.
25:44Model begini, kalau salah modelnya kamu yang salah.
25:47Yuk ikut juga, jangan-jangan diambil, biar adil.
25:51Jadi biar dia datang, ini artinya, antara yang muda dengan yang tua, sama.
25:57Aspirasinya sama diterima.
25:59Kalau nanti aku terima ini, itu Heron dibuli nanti, kalau dia pulang kampung, apa guna-guna kamu datang.
26:05Ini sama, yang muda dengan yang tua.
26:08Ini ya, kesetaraan.
26:10Oke, nanti rumuskan modelnya, cangkulnya, linggisnya, apa namanya, skopnya 100.
26:18Ini yang benar.
26:20Inilah pentingnya, bayangkan kalau kita tidak ketemu ini pagi.
26:23Ini yang benar.
26:24Ini kemarin sudah pada datang.
26:26Sudah habis aspirasi, hasbis.
26:28Muncul ini dua.
26:31Kira-kira, anak-anakku dulu saya tanya Pak Wagup.
26:35Karena dia nanti jadi gubernur lagi.
26:37Anak-anakku, semua yang dari Tanah Papua.
26:43Pak Gubernur, enggak, enggak.
26:45Bukan yang kata.
26:46Pak Gubernur tidak datang.
26:48Pak Wagup tidak datang.
26:50Tapi aku masih kirim bantuan.
26:51Kira-kira, yang mana ini yang baik hati ini.
26:55Kalau ditimban dua-dua.
26:58Atau putangannya saya sudah ngerti.
27:00Enggak usah disebut.
27:02Jadi, tapi Pak Wagup, dikejar saya.
27:05Karena sudah tahu bahwa, tidak ada linggisnya.
27:09Mulai Makassar, Pak Mentandato, nomor kuat diambil di mana.
27:13Saya bilang, apa Wagup benar nih?
27:15Bisa enggak, aku ketemu, aku ketemu.
27:17Dari kemarin, sudah satu minggu saya dikejar.
27:19Malah mau dikejar ke Makassar.
27:21Begitu dikasih kesempatan jaman 6.
27:23Enggak, jaman 6 saya bangun biasa.
27:25Jadi, Pak Gubernur, tepuk tangan untuk Pak Wagup.
27:31Itu daerah lain, semua anak mahasiswa silakan.
27:35Oh, aku, saya mau ini, saya mau ini, saya mau ini.
27:38Silakan.
27:39Mumpung ini, kami masih ada kesempatan revisi.
27:42Lewat satu bulan sudah agak berat.
27:46Revisi.
27:46Jadi, kami ini, beliau Pak Ketua Komite Percepatan Pembangunan, beliau tepuk tangan untuk beliau.
27:58Jadi, beliau perjuangkan kita dan saya.
28:01Jadi, dia ketua umum, saya ketua, ketua dua.
28:06Karena ada ketua satu, terlanjur kita tunjuk kemarin.
28:09Untuk bangun Popua.
28:11Ya, nanti, satu saya minta, KTP ya.
28:15Mau enggak, saya KTP Pegunungan atau Popua Barat?
28:18Bagaimana, saya ambil KTP nanti.
28:20Hah?
28:22Enggak, jadi saya ambil KTP di mana?
28:25Yang keluarkan KTP siapa?
28:34Nanti, ini kopi.
28:37Ada berapa anggotanya?
28:42Orang?
28:46Aski, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, berdiri, saya suka dengar ini, ini anak-anak
28:55muda begini biasa, ini biasanya kaya raya kalau begini, ya, ya, silahkan.
29:13Ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini,
29:17ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini,
29:20ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini,
29:28ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini,
29:28ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini,
29:29ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini
29:34satu tadi begitu saya putuskan
29:36jangan banyak-banyak ya
29:44bapak punya ini
29:45siap, terima kasih
29:52saya curiga
29:54siap
29:55siap kakak ganteng
29:57bisa gak sepulang saya
30:01kita nanti takdir gak
30:02semua dapat
30:03karena kami ingin
30:07selama ditakdirkan ini
30:08kami merasa kami adalah orang Papua
30:15dan kami sudah bawa bukti
30:18sudah 2 tahun
30:19sudah 2 tahun kami bangun
30:21kemarin Papua Barat
30:22ada Papua Barat tadi?
30:24mana?
30:24Pak Gubernur itu minta
30:26kawal cetak sawa itu
30:27dengan pahal kawal ya
30:29oke kamu ikuti
30:30karena minta
30:31kemarin tambahan
30:322 ribu
30:32cetak sawanya sudah ditambah ya
30:35sudah?
30:37coba teleponan ya
30:38jadi
30:45begini
30:45begini bapak
30:46kami baru 1 tahun lebih
30:49kami punya ponang kurang
30:51di Papua Gunungan
30:53hampir
30:54hampir
30:5470 ribu
30:56jadi
30:57ini tambah ini lagi
30:58nanti naik
30:59berapa 70 ribu
31:00berarti selesai pengangguran
31:01karena 100 ribu tadi alatnya
31:04lebih berarti 30 ribu
31:06jadi
31:06jadi 30 ribu tadi
31:08Pak Dirjen
31:09kurangi
31:1070 ribu saja pengangguran
31:1230 ribu
31:12saya kembalikan
31:1330 ribu
31:22berarti
31:23berarti nanti tahun depan
31:25nanti tahun depan
31:2670 ribu ya
31:2730 ribu
31:28dia tertampung
31:28apa itu
31:29mohon maaf
31:30berarti saya kurangi dulu Pak
31:31itu dulu
31:32saya kurangi 30 ribu
31:33ini satu beban
31:35Provinsi Papua
31:37Pegunungan
31:37Bapak Gubernur
31:38punya uang sedikit
31:40tidak bisa
31:41apa itu
31:42tidak bisa
31:43lakukan penyerapan
31:44yang kami bisa
31:46jual sama Bapak
31:47demi untuk
31:4950
31:49apa itu
31:5070 ribu ini
31:52ditambah dengan
31:53masyarakat
31:551 juta ini
31:561 juta ini
31:58ada kopi
31:59ada
32:00format baru ini
32:02UBI
32:03kan sudah ada
32:04UBI
32:05UBI
32:05UBI ini
32:06saya mau sampaikan
32:07sama Bapak
32:08bahwa
32:09sawah kemarin
32:112000
32:12sedikit mandek
32:14saya tanda tangan
32:15dengan Bapak punya
32:16staff di
32:16Jayapura
32:17untuk kerjasama
32:18dengan saya
32:19supaya
32:20kalau
32:20kita tidak
32:23turunkan
32:23apa itu
32:24turunkan tangan
32:25itu
32:26sama sekali
32:27tidak bisa jalan
32:27tapi sedikit
32:29mandek
32:29gara-gara
32:30apa itu
32:31harga yang sudah
32:32berubah minyak naik
32:33dan lain-lain
32:33dengan 35
32:34per hektare
32:3635 juta ini
32:37tidak masuk
32:44silahkan bicara
32:48izin
32:51terima kasih
32:52kakak menteri
32:53kakak ganteng
32:54terima kasih
32:56karena kakak punya
32:57senyum itu
32:58membuat kita semua
32:59indah
33:01terima kasih
33:02saya panggil
33:04kakak menteri
33:04karena
33:04adik sedikit botak
33:08kakak terima kasih
33:09saya
33:09Lemeus Franky Gombo
33:10saya
33:11ownernya
33:12kopi emas hitam
33:13Papua
33:15kami dibina
33:16melalui
33:17komite eksekutif
33:19selama
33:192 tahun lebih
33:20beliau
33:21menjabat sebagai
33:21PC Gubernur
33:22beliau telah melakukan
33:23terbosan yang luar biasa
33:24mengirim kami
33:25ke luar negeri
33:25membuat kopi Bapak Pergunungan
33:27izin Bapak
33:28kami membuat kopi Bapak Pergunungan
33:29ikut kegiatan Melbourne International Coffee Expo
33:31kami masuk
33:33Kapping Life International
33:34kami dapat
33:35great one
33:36the best coffee in the world
33:36Bapak izin
33:38siap
33:39kami
33:42ini aku bangga
33:43ini
33:43gak ada kameranya
33:46ini sudah
33:48menginternasional
33:49lima jari untuk petani Bapak
33:51siap
33:53lima jari bergerak
33:55maka petani akan sehat Bapak
33:57bapak
33:57lima jari bergerak
33:58maka petani akan sehat
33:59maka petani akan sehat
34:01siap
34:04izin Bapak
34:05kami hadir mewakili
34:08representasi Indonesia
34:09di Melbourne International Coffee Expo
34:11kopi kami masuk sudah
34:12certified international coffee
34:14Bapak izin
34:16kami
34:16disupport langsung oleh
34:18Bapak Gubernur
34:19Bapak Wakil Gubernur
34:20dan juga Bapak Komite
34:21izin
34:23pemimpin-pemimpin kami yang hebat Bapak
34:24yang benar-benar
34:25menerjemahkan visi dan misi
34:27Bapak Presiden
34:28dan juga Wakil Presiden
34:28melalui kemintaan Bapak
34:29terima kasih
34:31dan izin Bapak
34:32kami pemuda
34:33punya tema adalah
34:34Back to the Gardens of Eden
34:36kembali harus ke Kebun
34:37melakukan
34:38kantor administratif di Kebun Kopi
34:40kami melibatkan semua komponen
34:42semua elemen
34:43berkolaboratif
34:44melakukan
34:46pengembangan
34:47dan juga pembukaan
34:48lahan baru
34:49kami
34:49asosiasi Kopi Indonesia
34:51izin Bapak
34:52ASKI
34:52saya ketua
34:5448 sudah kami buka
34:56Bapak izin
34:57siap
34:59semua
34:59kami libatkan
35:01semua komponen
35:01Bapak izin
35:028 kabupaten
35:04Bapak izin
35:05jadi kami juga
35:05bina
35:06beberapa branding
35:07dari beberapa kabupaten
35:08dan juga
35:10untuk UMKM
35:11dan juga
35:12bagaimana
35:12anak-anak
35:13Papua
35:13kursus untuk
35:14OAP
35:15punya kemampuan
35:16luar biasa
35:17tapi bagaimana
35:18kita bangun
35:18sebuah lembaga
35:19kursus pelatihan
35:20disitu kami bina
35:22kami training
35:23bagaimana kita
35:24pun akan kembali ke Kebun
35:25untuk melakukan
35:26kantor administratif
35:27di Kebun Kopi
35:27Bapak izin
35:28sehingga pemuda
35:28yang sudah sekolah
35:29maupun yang masih
35:31menunggu pekerjaan
35:32ayo kita kembali ke Kebun
35:33karena di Kebun
35:34banyak uang
35:36banyak pekerjaan
35:38semua bantuan
35:39akan datang di Kebun
35:40ya
35:41so
35:41kami harus
35:42back to the gardens
35:44karena kita harus
35:45melakukan kantor administratif
35:46berkolaborasi
35:47dengan
35:47Pak Wakil Gubernur
35:49yang senantiasa
35:50memperjuangkan
35:52visi
35:53dan misi
35:54Bapak Wakil Presiden
35:55dan juga
35:58melalui
35:59Kementerian
36:00Pertanian
36:01izin Bapak
36:03dan disini
36:03kami memang
36:04membutuhkan
36:06bantuan
36:08berkaitan dengan
36:10peralatan
36:11pengimbangan kopi
36:11dan juga untuk
36:12perluasan lahan
36:16perluasan lahan
36:17dan juga untuk
36:18bagaimana kita
36:19memperhatikan
36:20benai sistem
36:22hulu ke hilir
36:22karena kalau kopi
36:23berbicara tentang
36:24storytelling
36:25jadi bagaimana
36:27kopi di
36:28kebun
36:29dia ada di sebuah
36:30meja
36:31emas
36:33sehingga
36:34Bapak izin
36:35kami
36:37kami memang
36:38sangat membutuhkan
36:39bantuan untuk
36:40bagaimana kita
36:40memperhatikan
36:41delapan kabupaten
36:42tidak hanya kita
36:43bicara tidak satu
36:44kabupaten
36:44tapi kami
36:45asosiasi kopi Indonesia
36:46hadir untuk
36:46menerjemahkan
36:48visi dan misi
36:48daripada Bapak
36:49Presiden
36:49dan juga Bapak Wakil Presiden
36:50melalui
36:51Kementerian
36:52dan juga Bapak
36:53Gubernur
36:54dan delapan kabupaten
37:03siap Bapak
37:04sehingga
37:04izin Bapak
37:06perlu Bapak
37:07ketahui
37:08kami di
37:09Cafe Farmers
37:09untuk petani
37:10delapan kabupaten
37:11kami hadir
37:13representasi
37:14dari seluruh
37:15orang tua
37:15dan penggiat
37:16kopi
37:16dan juga petani
37:19sehingga
37:19surat yang
37:20sudah di
37:21sudah di
37:22kami serahkan
37:23Bapak izin
37:23di depan
37:24weja Bapak
37:25itu menjadi
37:27perkumpulan kami
37:27semoga
37:33ada jalan
37:34untuk
37:36siap Bapak
37:37izin
37:38untuk saat ini
37:38sudah 500
37:39sektar Bapak
37:39izin
37:42terima kasih
37:53terima kasih
38:13ini kan
38:15tolong
38:16ini kan seluruh
38:18Papua
38:18seluruh Indonesia
38:19kan Bapak
38:20masuk
38:21asosiasi seluruh Indonesia
38:22kami di
38:24DPD Provinsi
38:25Pokok Pergunungan
38:26oh
38:27Provinsi
38:28Berapa etar
38:29Pak
38:30Franky
38:31tadi ini
38:31punya 48
38:32dibuka
38:33buat
38:34percontohan
38:3448 itu
38:35saya jadikan
38:37100
38:38sektar
38:38hari ini
38:40tambahkan
38:41Pak Dijen
38:42Pak Direktur
38:42tambahkan
38:43100 sektar
38:44Bapak yang kontrol
38:44900
38:46tolong dipantau
38:47yang 900
38:48ya
38:49ya
38:50nah
38:52oke
38:52salaman
38:53Bapak
38:54langsung
38:54disitu
38:56nanti
38:57langsung
38:57Direktur aja
38:58yang mana
39:00Direkturnya
39:03terus Direkturnya
39:07Pak
39:10ya
39:10langsung ke Pak Dijen
39:12jadi Pak Gubernur
39:13nanti langsung
39:14dengan Dirjem
39:14Perlatan
39:15kemudian ini
39:16langsung Dirjem
39:17oke
39:17tanam ya
39:18aku bangga
39:19kami ada pembina
39:20disini
39:21di pusat
39:21mana
39:22oh kalau itu
39:24sudah
39:24sudah kayak rumahnya
39:26disini
39:26ya sudah
39:27sudah aman
39:27aman
39:28100 ya
39:29dan
39:30namanya siapa
39:33jadi
39:34kopi
39:35kopi
39:36unggulan
39:37opo
39:37pegunungan
39:38dibawah
39:39frankie
39:39tulis namanya
39:41disitu
39:41100
39:42dan
39:42sudah ada
39:43lahannya kan
39:4448 tuh
39:46nah
39:46nah
39:49sekarang
39:49maksudku
39:51ini kan ada
39:52900 nih
39:53berarti
39:54sudah 1000
39:54nah 100
39:56ini pengawasan
39:56Bapak
39:57jadi beliau yang
39:58ngawasi
39:59langsung
40:00Pak Gubernur
40:00jadi
40:01langsung
40:01Direktur dari saya
40:02saya kontrol
40:04tapi
40:05pinjau juga
40:06yang 1000
40:07oke
40:07masih ada
40:09ahli pala
40:09ahli pala sudah
40:10ahli kelapa
40:12ada gak
40:14kelapa
40:15oke makasih
40:16kelapa saya ada
40:17eh
40:18nanti
40:19biarlah dulu
40:20eh
40:22eh
40:23tolong
40:24adek-adek
40:25eh
40:25saya ulangi lagi
40:26ini anggaran
40:27ini anggaran
40:30eh
40:31untuk Papua
40:33karena Papua
40:34kami geser anggaran
40:36yang
40:37beberapa anggaran
40:38itu perintah
40:39Bapak Presiden
40:40ini 3,5
40:422 selama
40:432 tahun
40:44tapi untuk tahun ini
40:453,2 triliun
40:47kami geser
40:48untuk masyarakat
40:48nah tolong
40:49adek-adek yang saya cintai
40:51saya banggakan
40:52minimal
40:53membantu
40:54pengawasan di lapangan
40:55melihat
40:55kalau ada
40:58menyimpang
40:59dan seluruhnya
40:59atau terlambat
41:00langsung lapor
41:01kita tunjuk
41:02koordinatornya
41:03berdiri deh
41:04siapa
41:05Orano
41:08jadi koordinatornya
41:09kemudian nanti
41:10tunjuk
41:11mahasiswa
41:12setiap kabupaten
41:14jadi kalau kita
41:14mau ngopit
41:15mau ngopit
41:16ditombol aja
41:16kita ngopi
41:17kita ngopi
41:19sama-sama
41:23untuk diskusi
41:25kecil
41:25seperti hari ini
41:26ya
41:27sekali lagi
41:29Pak Gubernur
41:31terima kasih
41:31Pak Gubernur
41:32oh ada pandangan
41:32silahkan
41:40Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
41:42ya
41:43shalom
41:44salve
41:47tepuk tangan
41:48untuk kakak menteri dulu
41:50dan juga
41:51dengan dajaran
41:52ini Pak Sekjen
41:53Pak Dirjen
41:53para direktur
41:54jadi hari ini
41:56adalah pertemuan pertama
41:57saya pikir di dalam
41:59sejarah kabinet ini
42:00baru kakak menteri
42:01saja
42:01karena sebagai orang Papua
42:02juga jadi menerima
42:03kita disini
42:06dan hari ini
42:07hari pertemuan pertama
42:09bukan pertemuan terakhir
42:10kita akan memulai lagi
42:12akan lebih detail lagi
42:13kakak-kakak
42:14karena kita baru
42:15ada yang sudah ketemu
42:16ada yang belum
42:17nanti kita inventaris lagi
42:20tadi
42:20kakak menteri
42:22sudah sampaikan
42:22kita disini
42:23tapi kita punya keluarga
42:24bapak, mama
42:25kakak, om
42:26atau tante
42:27ada orang yang kerja disana
42:28punya lahan
42:29tadi ada pinang
42:30ada kacang-kacangan
42:31tadi di
42:32nebrat
42:33dan lain-lain
42:34rasa-rasa orientasi
42:36pasar ada pasar internasional
42:38ada pasar nasional
42:39ada pasar lokal
42:39dan punya nilai
42:41potensi yang baik
42:42jadi siap
42:43kakak menteri
42:44kami akan
42:45kondilasi dengan
42:46kakak-kakak mahasiswa
42:47maupun kakak yang sudah
42:49alumni yang masih disini
42:50kita akan koordinasi
42:51untuk langsung
42:53dengan
42:53saudara-saudara
42:55simpul-simpul
42:55di masing-masing
42:56tanah Papua
42:57untuk mensukseskan
42:58agenda Bapak Presiden
43:00dan secara khusus
43:01untuk
43:02kakak menteri
43:03pertanian
43:04mungkin demikian dari kami
43:06nanti kita akan
43:07atur lagi
43:07kakak
43:08mungkin setelah
43:09Pak Menteri ada agenda
43:10dan Bapak Presiden
43:10mungkin kita masih disini
43:12kita akan bisa
43:12bincang-bincang lagi
43:13kontak person
43:15kemudian
43:16kebutuhan-kebutuhan
43:17yang kita bisa langsung
43:18eksekusi ya
43:19kakak menteri
43:19hormat dari kami
43:21kami dari
43:24kami kakak Felix
43:25Wanggai
43:26nanti siap untuk
43:27koordinasi dengan
43:27kakak dan adik-adik
43:29semua untuk
43:29tindak lanjut
43:30ke depan
43:31kita harus
43:32kembali gerakan
43:33kembali ke kebun
43:33ini bahasa
43:34gerakan kembali ke kebun
43:35ini kakak menteri
43:37ini bahasa
43:38ketika kami
43:39PJ Gubernur
43:39ini bahasa dari
43:40Bapak Pendeta Dorman
43:41Wanikbo
43:42beliau bilang
43:43waktu kita dikelilah
43:44beliau bilang
43:45kita harus gerakan
43:46kembali ke kebun
43:47seperti kita punya
43:48orang-orang tua dulu
43:49maka disinilah kebun tadi
43:50making money
43:52making job
43:53kemudian juga
43:54making revenue
43:55pendapatan
43:56dan ini menjadi
43:57kita kembali
43:58tidak hanya ekonomi
43:59tapi adalah jalan
44:00kultural kita
44:01jalan untuk kembali
44:02kita punya leluhur
44:03untuk kembali
44:05hidupkan kita
44:05punya tanah
44:07tanah tidak dijual
44:08tapi tanah punya
44:09nilai ekonomi
44:10berbeda nilai sosial
44:11untuk kita semua
44:12demikian dari kami
44:13terima kasih kakak menteri
44:15kakak kakak dirjen
44:16para dirjen
44:17dan juga
44:18kita punya kakak
44:20wakup kita
44:21langsung
44:23beliau langsung
44:24sudah memang
44:25ke petani
44:25kemarin kami
44:26ke Yaukimo
44:27ke Yalimo
44:28dengan beliau langsung
44:29dan beliau langsung
44:30ke kebun kopinya
44:31kakak Frankie
44:32hormat dari kami
44:33shalom
44:34salve
44:35assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
44:44terima kasih
44:45Pak Ketua
44:47Pak Baguh
44:48sebelum saya
44:50berangkat ke acara berikutnya
44:52aku tanya
44:53ada gak
44:53anak yatim piatu
44:55yang mahasiswa ini
44:56tidak ada bapak
44:57tidak ada ibu
44:58berapa orang
45:00satu
45:01tidak
45:01satu
45:02dua
45:02tiga
45:03empat
45:04lima
45:05enam
45:05tujuh
45:06delapan
45:06yang
45:07sini semua
45:08yang tidak ada bapak
45:08tidak ada ibu ya
45:09sini ya
45:10maju nak
45:10maju
45:11yang tidak ada bapak
45:12tidak ada ibu
45:13dan
45:14yang masih mahasiswa
45:16tidak ada bapak
45:17tidak ada ibu
45:21yang tidak ada bapak
45:22tidak ada ibu ya
45:25sudah
45:27janganlah
45:30sini enak-enak bawa saja
45:31selendangnya, bawa selendangnya
45:33enak
45:33enak-enak bapak
45:37mesiswa
45:37ini kopi dari kami
45:43nanti ini aku suka nih
45:45malah sudah jadi
45:47itu ke sana nanti
45:49kok tambah ya
45:51karena dia sudah punya tujuh
45:53punya sendiri
45:57oh ada
45:59aku tambah
46:01saya tambah 5 hektare ya
46:02ya langsung ambil
46:04jatahnya ke situ
46:08ini siapa namanya
46:09nama saya Anton pak
46:10foto siapa ini
46:12itu kakak
46:13ya berarti bukan bapak
46:15itu kakak yang ada
46:18inilah ngaku-ngaku kak
46:19jadi yang saya kasih tambah 5 hektare
46:22berjuang terus
46:23kamu harus sukses
46:25yang mana saudaranya
46:28yang pakai topi
46:30wah hebat
46:33ya sini
46:34ini anak yatim ya
46:39ini sudah kaya
46:41ini sudah kaya
46:55cukup
46:57ini adalah jakit
47:00sekitar sesama
47:01ini berintanya pak
47:06ini
47:06mari kembali berkebun
47:09bangun Papua
47:10bangun Papua
47:11Papua Sejapra
47:15ini
47:15jadi
47:16kakak putri
47:17biar aku
47:18dia dapur
47:19udah panggil kakak ya
47:22oke
47:23oke
47:36Terima kasih.
48:06Terima kasih.
48:27Terima kasih.
48:30Terima kasih.
48:31Terima kasih.
48:31Kakak-kakak, saudaraku, sahabatku,
48:33izinkan saya melanjutkan pekerjaan
48:36menemani, mendampingi Bapak Presiden,
48:39menerima Presiden Belarus.
48:41Ya, minta maaf kalau ada salah, keliru, saya bukan manusia sempurna.
48:46Kami juga punya hilap, yang bisa menyempurnakan saya adalah adinda yang saya cintai semua.
48:52Jadi kalau ada salah dalam proyek kegiatan nanti, tolong saya diingatkan.
48:57Ya, sekali lagi, mohon maaf kalau ada kekurangan dalam penerimaan di tempat ini.
49:02Dan salam hormat buat keluarga semua, yang mahasiswa berjuang, berjuang, berjuang, belajar, belajar, belajar.
49:11Agar bisa menjadi orang sukses, orang hebat.
49:15Makasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar