Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI yang menuntut perbaikan kondisi ekonomi Indonesia mendapat respons dari pimpinan DPR. DPR berjanji akan menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Mahasiswa di sejumlah daerah kembali melanjutkan aksi demonstrasi pada Jumat kemarin. Mereka menuntut perbaikan kondisi ekonomi bangsa yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Di Jakarta, mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul melakukan konvoi menuju Gedung DPR RI di kawasan Senayan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.

Pimpinan DPR RI kemudian menemui perwakilan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan meneruskannya kepada pemerintah untuk dibahas lebih lanjut.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menegaskan agar eksekutif dan legislatif tidak bermain-main dengan persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Mereka juga mengingatkan bahwa gelombang aksi akan kembali dilakukan apabila tuntutan yang disampaikan tidak direalisasikan.

DPR menyatakan akan meneruskan berbagai aspirasi mahasiswa kepada pemerintah, termasuk terkait penurunan harga BBM dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.

Apakah respons DPR tersebut cukup menjawab tuntutan mahasiswa?

Topik ini akan dibahas bersama Presiden Mahasiswa Trisakti Dhenni Ribowo, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, serta Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Baca Juga Mahasiswa Demo Depan Gedung DPR hingga Sufmi Dasco-Saan Mustopa Temui Massa | PARASOT di https://www.kompas.tv/video/675979/mahasiswa-demo-depan-gedung-dpr-hingga-sufmi-dasco-saan-mustopa-temui-massa-parasot

#demo #demomahasiswa #trisakti #dpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676066/presma-trisakti-ungkap-isi-percakapan-telepon-dengan-menteri-esdm-kepala-bgn-saat-temui-dpr
Transkrip
00:01Kita masuk ke menu pertama diskusi Sapa Indonesia malam.
00:04Demo aliansi mahasiswa di depan gedung DPR RI menuntut perbaikan ekonomi Indonesia.
00:10Pimpinan DPR kemudian menemui perwakilan mahasiswa dan berjanji menindak lanjuti tuntutan mereka.
00:20Mahasiswa di sejumlah daerah kembali melanjutkan demonstrasi Jumat kemarin.
00:25Mereka menuntut perbaikan kondisi ekonomi bangsa.
00:27Di Jakarta, mahasiswa dari Universitas Trisakti, Mercu Buwana, dan Esa Unggul melakukan konvoy menuju gedung DPR RI di kawasan Senayan.
00:36Beberapa tuntutan antara lain meminta evaluasi total program makan bergizi gratis,
00:41serta menurunkan harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok.
00:46APBN cukup besar di beberapa proyek-proyek nasional tidak berdampak kepada masyarakat.
00:50Tapi apa yang kita lihat sekarang, Pertamina menaikkan Pertamax non-subsidi.
00:55Nah itu berdampak pada apa? Semua masyarakat beralih kepada Pertalait.
00:59Nah sedangkan teman-teman sekarang melihat bahwasannya hampir SPBU, beberapa SPBU itu sudah menyatakan Pertalait ini habis.
01:05Dan itu akan berdampak pada ekonomi masyarakat juga. Itu yang pertama.
01:08Yang kedua kita bisa melihat bagaimana kita menuntut berantas semua inkompetensi pejabat-pejabat negara yang tidak sesuai dengan bidang-bidangnya.
01:15Itu berdampak juga kepada masyarakat itu sendiri. Kita melihat bagaimana kemarin MBG berlangsung.
01:20Selama itu tidak ada hal-hal yang memang terlihat begitu signifikan gitu.
01:25Perubahannya harus dilakukan evaluasi.
01:27Makanya kami menuntut pemerintah untuk berhentikan sementara MBG ini juga evaluasi total.
01:32Pimpinan DPR RI menemui perwakilan mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPR-MPR.
01:39Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad, berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.
01:46Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan per telepon tadi kepada pihak eksekutif,
01:54baik Menteri SDN maupun Kepala BGN.
01:59Dan didengarkan langsung aspirasi tersebut disampaikan oleh kami kepada mereka.
02:08Dan tadi beberapa aspirasi yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat,
02:16kami juga sudah sampaikan dan insya Allah kita akan lanjutkan dan kita akan tindaklanjuti.
02:26Dalam pertemuan dengan DPR, mahasiswa meminta eksekutif dan legislatif tidak bermain-main dengan perut lapar rakyat.
02:33Sebab gelombang tuntutan bakal kembali disuarakan jika janji tak direalisasikan.
02:39Tim Liputan, Kompas TV
02:43Pimpinan DPR bertemu dengan mahasiswa yang kemarin berunjuk rasa menuntut perbaikan ekonomi bangsa.
02:49DPR berjanji akan meneruskan tuntutan ke pemerintah termasuk soal penurunan harga BBM dan evaluasi program makan bergizi gratis.
02:57Apakah respons itu cukup bagi mahasiswa?
03:00Bergabung dalam diskusi malam ini, Presiden mahasiswa Universitas Trisakti Deni Ribowo,
03:05Ketua Komisi 2 DPR RI Rifkin Izamikar Sayuda,
03:08dan Direktur Eksekutif Carta Politika Yunarto Wijaya.
03:12Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
03:15Selamat malam Mas Tifal.
03:18Selamat malam semuanya, terima kasih sudah bergabung dalam diskusi kami malam ini.
03:21Bung Deni sudah ada respons kemarin dari aspirasi teman-teman disampaikan di DPR,
03:28lalu kemudian bertemu dengan pimpinan DPR, pimpinan DPR menyebutkan sudah diteruskan itu dan akan segera ditindaklanjuti.
03:36Tapi dari pihak mahasiswa sendiri berharap adakah batas waktu, tenggat waktu agar seluruh tuntutan itu bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah?
03:45Baik, terima kasih Mas Tifal.
03:48Dari kami sebenarnya mengembalikan ke mekanisme di lapangan Mas.
03:52Jadi kemarin ada beberapa hal yang memang dari pihak DPR-nya sendiri yang menjanjikan ke kami,
03:58salah satunya pembebasan teman-teman kami, itu mereka ngasih batas dengan sendirinya.
04:04Mereka ngasih batas 7x24 jam, bahwasannya mereka akan membantu pelepasan tersangka teman-teman kami.
04:10Lalu untuk permasalahan ekonomi, kemarin sebenarnya dari kami memberikan batas 30 hari,
04:16tetapi hal itu memang belum kami sampaikan karena kemarin belum bisa diselipkan dalam ruang-ruang diskusi,
04:27sehingga kemarin kita sampaikan bahwasannya hal ini ketika dalam waktu dekat permasalahan ekonomi,
04:34karena tuntutan kami kemarin terkhusus kepada permasalahan ekonomi,
04:37yang pertama tidak dapat direalisasikan oleh pemerintah, kiranya teman-teman dan juga masyarakat
04:45akan dengan sendirinya bisa melanjutkan perjuangan-perjuangan dan juga kritik terhadap pemerintah.
04:50Mungkin seperti itu Mas.
04:51Jadi saya perlu penegasan lagi, jadi sebetulnya teman-teman membatasi paling lama 30 hari harus dipenuhi janji itu?
04:57Atau bisa lebih singkat lagi daripada itu?
04:59Kita berharap bisa lebih singkat, karena kemarin beberapa jajaran eksekutif yang ditelepon oleh pihak legislatif bahasanya dalam waktu dekat ini.
05:10Seperti itu.
05:11Spesifiknya dalam waktu dekat itu bagaimana, lalu pihak eksekutif yang Anda dengar percakapan antara pimpinan DPR itu dengan siapa-siapa
05:17saja?
05:18Kemarin ada dua orang yang memang secara terbuka oleh pimpinan DPR,
05:23ditelepon langsung terbuka kepada kami dan diberi pengeras suara.
05:30Ada dua orang, yang pertama ada Ketua BGN dan juga Menteri SDM yang kemarin dipertanyakan langsung atas permasalahan rakyat terhadap
05:39tuntutan-tuntutan kami.
05:40Yang Anda dengar saat itu Menteri SDM bicara bagaimana atau responsnya bagaimana, lalu Kepala BGN meresponsnya bagaimana?
05:46Baik, yang pertama terkait dengan Menteri SDM, terkait dengan permasalahan BBM,
05:54yaitu tidak adanya transparansi saat kenaikan harga Pertamax naik,
06:01dan juga hari ini teman-teman juga mengetahui gitu, harga minyak dunia sudah mulai menurun,
06:06tetapi penyesuaian harga Pertamax masih belum bisa dilakukan oleh pihak Kementerian SDM.
06:14Tetapi yang disampaikan beliau, beliau juga mengafirmasi apa yang kita sampaikan bahwasannya harga minyak dunia hari ini sudah mulai turun,
06:21dan hari ini beliau menyampaikan dalam waktu dekat, insya Allah kita akan melakukan penyesuaian harga.
06:26Lalu yang kedua terkait dengan kelangkaan Pertalet yang sudah mulai ada di beberapa daerah dan juga di pemberitaan sudah mulai
06:34naik,
06:34hal itu disampaikan kontra narasi terhadap apa yang kita sampaikan.
06:38Jadi beliau menyampaikan bahwasannya hal itu tidak benar dan stok BBM kita masih ada.
06:45Dan kita sampaikan juga, Bapak boleh lihat di berita bahwasannya,
06:48dan boleh dicek di beberapa titik yang salah satunya kami mention kemarin di SPBU dan Mogot itu kehabisan Pertalet,
06:56sehingga kami sampaikan dan beliau berkomitmen untuk mengecek dan menyelaraskan apa yang disampaikan bahwasannya ketersediaan bahan bakar subsidi ini sesuai.
07:06Karena dampaknya terhadap ekonomi dan bahan pokok ini sangat signifikan.
07:11Mas Rifki, karena salah satu tuntutan, kalau saya kutip tuntutan dari teman-teman Universitas Sakti,
07:15salah satunya adalah untuk pemulihan ekonomi dan politik nasional.
07:20Kalau Anda dan teman-teman Komisi 2 sendiri merespons tuntutan ini, akan bagaimana meneruskan aspirasi itu ke pemerintah, Mas Rifki?
07:33Ya, satu definisi stabilitas politik itu kan memang kami harus cermati betul apa yang dimaksud oleh adik-adik mahasiswa.
07:44Tetapi jauh sebelum aksi demonstrasi ini, lebih kurang 10 hari yang lalu Komisi 2 DPR RI telah menggelar satu rapat
07:53kerja dan rapat dengar pendapat yang saya kira merespons.
07:57Kegelisahan para kepala daerah, baik itu gubernur, bupati, kabupaten, kota di suruh Indonesia, terkait dengan dua hal.
08:08Satu, realokasi transfer keuangan pusat ke daerah yang kita sering sebut dengan transfer keuangan daerah.
08:15Karena hampir 90 persen daerah kita baik provinsi, kabupaten, kota sangat tergantung terhadap APBN.
08:23Maka ketika terjadi realokasi TKD menjadi program-program prioritas yang lain,
08:29tentu APBD-nya menjadi sangat terbatas ruang fiskalnya.
08:34Di sisi yang lain, mereka diberikan kewajiban oleh undang-undang hubungan keuangan pusat dan daerah,
08:41alokasi belanja pegawainya nggak boleh lebih dari 30 persen APBD.
08:45Sementara, kepala-kepala daerah hasil pilkada tahun 2024 yang lalu,
08:51itu mewarisi kebijakan kepala daerah sebelumnya,
08:54yaitu pengangkatan secara massal pegawai, pemerintah dengan perjanjian khusus atau P3K,
09:01yang mulai undang-undang, itu dibiayai oleh APBD.
09:06Sehingga kemudian atas kegelisahan itu,
09:08kami undang ke Komisi 2DPRRI bersama Menteri Dalam Negeri dan Menempat RBI.
09:12Ada beberapa hal yang kami sepakat.
09:19Dan saya kira ini tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah.
09:23Kebijakan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
09:26Agar daerah yang sekarang kesulitan memenuhi lebih dari 30 persen maksimal APBD-nya untuk belanja pegawai,
09:36sebagian daerah yang memang tidak mampu untuk memenuhi itu,
09:42khusus misalnya untuk tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan,
09:46itu dibiayai P3K-nya melalui APBN.
09:50Sorry saya potong, mas.
09:51Sorry saya potong.
09:52Kalau kemudian kembali ke pertanyaan saya merujuk pada tuntutan dari mahasiswa ini,
09:56kemungkinan dari DPR untuk meneruskan itu ke pemerintah, apakah bisa lebih cepat?
10:01Ya ini kami sedang, kan itu sudah ada pemerintahnya.
10:04Kalau di komisi 2, kami tidak pernah menggelar RDP, RDPU tanpa ada dari eksekutif.
10:10Jadi kami mendelivery satu isu itu langsung kepada policy makers dalam hinginnya pemerintah.
10:17Nah, Mendagri, Menpan RB itu sekarang sedang berdisusi dengan Menteri Keuangan,
10:22Menteri Bapak Penas untuk merumuskan afirmasi ini.
10:24Apa kaitannya ini dengan politik, stabilitas politik?
10:27Kalau di daerah tidak sanggup membangun, karena ruang fiskalnya itu enggak ada lagi,
10:32maka kan kemudian ekonomi dan politik di daerah pasti akan sangat dinamis.
10:37Para gubernur, bupati, wali kota akan sangat sulit untuk memenuhi janji-janji politiknya.
10:43Akan sangat memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.
10:47Dan itu pasti akan meningkatkan sedikit banyak eskalasi di daerah.
10:53Sesuai dengan kewenangan kami,
10:56kami mencoba untuk menjelaskan bisa memberikan afirmasi.
10:59Saya senang betul aksi tadi malam setelah diterima oleh Bank Dasko dan Kang Saan,
11:04itu merumuskan beberapa kesepakatan.
11:07Salah satu kesepakatannya adalah efisiensi dari program makan bergizi gratis
11:13yang sudah disisir dan disasar oleh Badan Gizi Nasional sebesar 70 triliun rupiah.
11:19Tentu ini kan terus berjalan sebagaimana pernyataan dari BGN.
11:24Apakah itu misalnya terkait dengan dapur-dapur yang tidak tepat sasaran,
11:30yang kemudian memang harus ditutup di level perkotaan yang menyasar siswa-siswa kelas menengah ke atas,
11:36yang sekarang sudah disinyari lebih dari 75 dapur yang ditutup.
11:40Nah seluruh efisiensi ini menurut pandangan kami,
11:43itu bisa digunakan, satu, untuk memberikan subsidi kepada daerah,
11:48agar stabilitas ekonomi dan politik di daerah itu terjamin.
11:52Yang kedua, termasuk juga kita bisa menambahkan subsidi terhadap sektor
11:57yang dirasakan oleh rakyat, termasuk sektor energi,
12:00BBM yang juga menjadi salah satu concern dari adik-adik mahasiswa.
12:04Sehingga pertemuan tadi malam saya yakin 1-2 hari ini akan segera ditindaklanjuti oleh DPR,
12:09akan memanggil para menteri-menteri terkait,
12:11karena tren DPR sekarang bukan hanya sekedar penampung aspirasi.
12:16Saya berterima kasih kepada pimpinan DPR yang sekarang juga mampu menjadi mediator
12:20dari aspirasi dan dalam banyak pertemuan,
12:25pertemuan-pertemuan yang dipimpin oleh pimpinan DPR berhasil menghasilkan polisi-polisi baru.
12:29Saya kira itu.
12:30Mas Toto, kalau Anda punya ekspektasinya akan bagaimana tindaklanjut dari aspirasi ini?
12:35Aspirasi dari mahasiswa disampaikan kepada DPR,
12:38kemudian DPR akan sampaikan itu atau ditindaklanjuti kepada pemerintah.
12:41Tapi tindaklanjut atas tuntutan itu, sejauh mana Anda menaruh ekspektasi itu, Mas Toto?
12:45Catatan pertama, Mas Tival, dan ini menurut saya catatan bukan hanya kepada DPR dan pimpinan DPR,
12:50tapi kepada teman-teman mahasiswa.
12:52Kalau kata kuncinya adalah transparansi,
12:54misalnya tadi satu contoh terkait dengan kenapa setiba-tiba BBM pertama naik ketika harga minyak dunia
12:59sudah turun.
13:01Kenapa kemarin pertemuannya tertutup?
13:02Itu yang saya sayangkan.
13:04Kalau berbicara mengenai transparansi,
13:06harusnya pertemuan yang digelar kemarin itu dibuat saja terbuka.
13:10Mas Tival jadi nggak usah nanya lagi tadi.
13:12Apa saja yang dibicarakan?
13:14Isinya apa?
13:15Menteri apa yang ngomong?
13:16Isinya apa?
13:17Sehingga kemudian, karena kan begini, pertemuan kemarin itu atau aksi yang dilangsungkan oleh teman-teman mahasiswa,
13:25itu kan mewakili masyarakat.
13:27Bukan negosiasi antara dua pihak bernama mahasiswa dengan DPR saja.
13:32Tapi antara DPR sebagai wakil rakyat dengan mahasiswa yang mewakili aspirasi masyarakat yang belum didengar oleh DPR selama ini.
13:41Itu poin pertama.
13:42Poin kedua, kita apresiasilah ada komunikasi yang menurut saya paling tidak harus kita hargai,
13:49ditemui yang namanya aksi mahasiswa.
13:51Sehingga aksi mahasiswa ini bukan dilihat sebagai ancaman,
13:53tapi sebagai alarm evaluasi.
13:56Tapi ini kan juga mencerminkan sebuah hal yang sudah teragregasi sekian lama.
14:01Kalau sampai mahasiswa harus teriak-teriak, turun ke jalan,
14:05datang ke depan gedung DPR, atau kemudian menuju istana,
14:09artinya mereka sudah bingung harus teriak kemana lagi.
14:12Ketika mereka sudah bingung harus teriak kemana lagi,
14:14artinya kan ada fungsi agregasi politik dalam fungsi penganggaran,
14:20dalam fungsi legislasi, dalam fungsi pengawasan,
14:24yang selama ini dianggap tidak berjalan dengan baik.
14:27Ketika misalnya saya berikan contoh,
14:29ketika muncul misalnya terkait isu anggaran MBG,
14:32Bang Rifki sudah mengatakan disyukuri,
14:35akhirnya ada pemangkasan, bisa digunakan untuk TKD,
14:38mungkin bisa digunakan untuk mensubsidi lebih untuk bahan bakar kita,
14:42pertanyaannya kan adalah, ketika kemarin dianggarkan kemana DPR kita,
14:46sampai 335 triliun, yang sekarang terbukti itu pemborosan,
14:51bahkan sudah menjadi bagian dari korupsi.
14:54Ketika kemudian ada pengadaan-pengadaan yang luar biasa pemborosannya,
14:59ketika terjadi tidak tepat sasaran dalam target MBG,
15:03ketika terjadi perencanaan yang salah,
15:05kemana teman-teman komisi yang terkait dengan MBG,
15:09kalau itu terjadi dalam dialektika sebagaimana mestinya,
15:12harusnya kan teman-teman di mahasiswa,
15:15ini bisa aktif belajar,
15:16nggak usah perlu kejalanan lagi.
15:18Nah ini yang menurut saya,
15:20jangan-jangan kita harus bicara mengenai satu hal yang mungkin sensitif ya,
15:24Mas Tival.
15:25Apakah jangan-jangan,
15:26kalau kita mau berpikir positif,
15:28saya percaya teman-teman anggota DPR ini niatnya kerja,
15:31minimal bisa terpilih lagi kalau kerjanya bagus,
15:34nggak diteriakin oleh masyarakat.
15:36Tapi jangan-jangan suara mereka terbelenggu,
15:38oleh karena koalisi dalam sistem presidensial,
15:41yang menurut saya mungkin salah diartikan.
15:44Ketika koalisi ini diartikan,
15:47balas budinya adalah,
15:48mereka dikasih jatah menteri,
15:50dikasih jatah proyek,
15:52tapi balasannya adalah,
15:53partai-partai melalui anggota DPR,
15:55jangan kritik apapun,
15:58program prioritas dan kebijakan pemerintah.
16:00Dan ketika itu terjadi,
16:02nggak akan ada satupun anggota DPR yang bisa bersuara,
16:05menyuarakan aspirasi konstituennya.
16:07Pada titik itulah kita akan melihat kebuntuan,
16:10dan akhirnya harus terjadi,
16:12teriak-teriakan oleh mahasiswa,
16:14suara-suara yang ramai di netizen di sosial media,
16:18barulah kemudian direspon oleh teman-teman DPR.
16:22Kan harusnya ini tidak perlu terjadi.
16:23Kira-kira itu, Mas Dini.
16:24Mas Denny, ini ada muncul pertanyaan,
16:26kenapa kemudian sampai tertutup,
16:27apakah dari teman-teman mahasiswa,
16:29sempat ada dorongan juga sebetulnya dalam pertanyaan itu,
16:31lebih baik terbuka saja.
16:33Baik, mungkin hari ini bisa menjadi jawaban atas statement tadi yang disampaikan.
16:40Hari ini mungkin publik bisa melihat di akun Instagram kepresidenan mahasiswa.
16:45Jadi kemarin mungkin kalau memang tidak bisa dilakukan secara live,
16:48dari mungkin akun-akun media yang memang hanya diizinkan masuk di depan,
16:53tapi kemarin saat pelaksanaan kami melakukan secara live,
16:57jadi komunikasi kami dan juga apa yang terjadi diskursus di dalam itu sudah kami upload juga di media akun Instagram
17:07kami.
17:07Jadi pembicaraan di dalam itu mayoritas sudah kita up dan terakhir menjelang penutup itu memang sempat terpotong sinyal,
17:16tidak bisa kita upload secara keseluruhan.
17:18Jadi mungkin transparansi apa yang terjadi di dalam bisa dilihat di situ.
17:22Jadi kami yang menginisiasi transparansi kepada masyarakat bukan dari pihak legislatif.
17:29Lalu yang kedua terkait dengan tadi disampaikan terkait sebagai mediator antara masyarakat dan juga pemerintah,
17:41tadi saya sangat menolak hari ini DPR seharusnya tidak hanya menjadi mediator,
17:48tapi juga memberikan solusi karena ada beberapa hal yang terlewatkan dan itu menurut saya menjadi hal yang perlu dipertanyakan
17:55di beberapa rapat yang dilakukan dengan badan terkait atau kementerian terkait,
18:00tetapi komisi terkait,
18:02seperti contoh terkait dengan pembelian sepeda motor listrik dan lain-lain,
18:06itu DPR sempat menyatakan bahwasannya kami tidak mengetahui.
18:10Dan itu kan hal yang sangat krusial,
18:12anggaran yang cukup besar,
18:14yang harusnya DPR bisa mengawal dan DPR bisa mengetahui hal tersebut.
18:18Dan hal-hal inilah yang hari ini kami sayangkan,
18:22sehingga mungkin kami perlu bersuara di jalan,
18:25kami perlu turun dan kuliah di jalan,
18:27untuk bisa memanggil ketukan hati nurani DPR untuk bisa melihat permasalahan-permasalahan masyarakat.
18:32Mungkin seperti itu.
18:33Kami apresiasi Anda bertiga sudah mau bergabung diskusi malam ini,
18:36Mas Denny, Mas Rifki, Bang Toto, terima kasih sudah bergabung bersama kami.
18:40Selamat malam semuanya, sehat selalu.
18:41Terima kasih, Bang Rifki.
Komentar

Dianjurkan