Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, mengajak publik untuk melihat substansi tuntutan mahasiswa ketimbang terjebak pada identitas kelompok yang menyuarakannya.

Menurut Mesa, yang terpenting adalah apakah tuntutan dan kegelisahan yang disampaikan mahasiswa relevan dengan persoalan yang dirasakan masyarakat.

Mesa menilai publik perlu menilai apakah suara yang disampaikan mahasiswa benar-benar mewakili keresahan yang dirasakan masyarakat.

Menurut Mesa, dinamika di media sosial sering kali membuat masyarakat lebih fokus pada identitas kelompok dibanding isi tuntutan yang diperjuangkan.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Ade Armando mengingatkan bahwa tidak ada suara tunggal dalam gerakan mahasiswa maupun dalam demokrasi.

Ade menilai publik perlu memahami bahwa perbedaan pandangan di kalangan mahasiswa merupakan hal yang wajar.

Menurut Ade, demokrasi justru memberi ruang bagi berbagai pandangan untuk hidup berdampingan, termasuk pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah.

Ade juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara selama disampaikan dalam koridor demokrasi. Namun ia mengingatkan agar narasi yang berkembang tidak mengarah pada ajakan revolusi.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc

#mahasiswa #ugm #ricuh



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675992/mahasiswa-ugm-minta-pahami-substansi-tuntutan-ade-armando-kritik-presiden-boleh-revolusi-jangan
Transkrip
00:00Sampai ada tudingan terafiliasi dengan partai tertentu, ada ikatan dengan anggota tertentu.
00:06Gampang kalau menurut saya. Caranya adalah, mendingan ditanya ke orang itu.
00:09Anda jangan bilang hanya bikin kalimat-kalimat yang multi-interpretable seperti itu.
00:16Bisa ditafsirkan dengan cara yang sangat beragam.
00:18Kalau Anda memang ingin mengatakan di belakang meza ini ada pihak-pihak tertentu membiayai dia, sebut aja siapa.
00:26Partai politik, partai politik yang mana.
00:28Menurut saya itu cara yang harusnya dibiasakan oleh kita.
00:33Jangan cuma mengatakan menurut sumber saya, menurut orang lain, bla bla bla.
00:38Itu penting.
00:39Dan saya sebetulnya juga, tadi saya udah mengeritik teman-teman BEM GM ya.
00:45Tapi saya juga harus mengeritik, apa namanya tadi?
00:48BEM Persatu.
00:49Kalau mereka menyebut namanya BEM Persatu, artinya memang anggotanya harus BEM.
00:56Gak bisa, Anda bukan BEM, Anda menyatakan diri Anda BEM Persatu.
01:00Jadi sekarang mungkin perlu dipertegas, BEM-BEM mana saja itu, siapa orangnya.
01:05Jangan sampai terjadi seperti yang Anda sebut di Universitas Nasional.
01:10Betul ya tadi ya, punas kan.
01:12Itu aja ditanya, Anda itu siapa saja.
01:15Anda jangan menyebut diri Anda BEM Persatu.
01:18Seolah-olah ini adalah sebuah organisasi yang mempersatukan BEM dari berbagai tempat.
01:23Nah itu jadi penting, karena sekarang ini terlalu mudah kita menyuarakan tuduhan,
01:30hardikan, apa sih namanya, bahkan jadinya fitnah gitu ya.
01:34Secara terbuka dan kita sendiri terbiasa untuk menerima itu dan percaya begitu saja
01:39tanpa meminta orang tersebut untuk menyatakan secara tegas yang Anda maksud itu siapa.
01:45Oke, pada akhirnya gini juga Mesa, yang terpikir dengan beda posisi
01:49antara SEMA UGM dan beberapa aliansi mahasiswa lain dengan BEM Bersatu itu,
01:55orang jadi mikir, ini yang jenuin mendukung suara publik harus kami percaya yang mana?
02:01Kalau Anda dari SEMA UGM, apa yang mungkin perlu publik pahami
02:06atau suara-suara aspirasi-aspirasi mahasiswa dari berbagai aliansi ini?
02:09Kalau gitu saya boleh tambahkan.
02:11Oke, tunggu saya kasih kesempatan Sema Du.
02:13Alih-alih melihat jenuinitas ataupun juga sikap untuk masyarakat misalnya saya,
02:20saya hanya pengguna media sosial, saya melihat oh ada dinamika di media sosial
02:25dan kira-kira siapa yang harus saya ikuti misalnya.
02:30Nah, lebih baik lihat substansinya daripada lihat lebih banyak mana orangnya,
02:36lebih banyak mana misalkan dari substansinya
02:42ataupun hal-hal yang kiranya justru itu backingnya dan sebagainya
02:46yang dalam hal ini lebih baik dilihat apakah substansi, apakah tuntutan,
02:52apakah suara kegelisahan itu juga mewakili diri kita.
02:55Diri saya sebagai pengguna media sosial misalnya.
02:57Ketika itu mewakili suara kegelisahan kita, ya seharusnya kita mendukung juga.
03:02Tapi, seringkali memang kita terbawa dengan arus misalkan komentar.
03:07Komentar-komentar yang itu tidak jenuin, buzzer, framing, dan lain sebagainya
03:11yang kiranya justru membuat kita jadi terbawa arus mengkonstruksi pikiran kita
03:17untuk memikirkan hal yang negatif juga.
03:19Dan dalam hal ini, kita masing-masing juga perlu untuk membuat suatu prinsip.
03:25Apa sih sebetulnya yang kita tuju? Apa sih sebenarnya yang kita inginkan?
03:28Dan dalam hal ini, kami di SEMA misalkan Serikat Mahasiswa
03:33harap apa yang menjadi kegelisahan rakyat, apa yang menjadi kegelisahan mahasiswa
03:39atau setidaknya Serikat Mahasiswa, itu memang berdasar dari kegelisahan masing-masing di antara kita.
03:45Dan itu tidak tergambar di aliansi BEMBER 1 itu menurut Anda.
03:48Sejauh ini apa yang disuarakan oleh aliansi BEMBER 1, itu tidak mewakili apa yang menjadi kegelisahan kami.
03:56Kira-kira seperti itu.
03:57Tapi saya mau bilang begini, tapi ini juga penting untuk kita pahami.
04:01Bahwa sebetulnya suara mahasiswa itu tidak tunggal.
04:07Tapi mereka punya otoritas untuk mengatakan kami BEM.
04:11BEM itu adalah pemilihan langsung kan?
04:15Pemilihan langsung.
04:17Proses penentuan agota BEM?
04:18Serikat.
04:19Serikat Mahasiswa.
04:20Pemilihan internal.
04:22Pemilihan internal.
04:23Pemilihan internal.
04:24Tapi ada pemilihannya.
04:25Jadi mereka punya otoritas untuk mengatakan kami mewakili sebetulnya mahasiswa fakultas.
04:31I don't know, UGM atau apa ya.
04:34Masalah dengan si BEMBER 1, pertanyaan besarnya adalah Anda tuh punya hak gak untuk mengatakan Anda itu BEMBER 1?
04:44Itu sebetulnya utamanya.
04:46Tapi sebetulnya di sisi lain menjadi penting juga bagi kita untuk mengetahui bahwa tidak semua mahasiswa itu sejalan dengan cara
04:55berpikirnya.
04:56Teman-teman serikat, teman-teman BEMUI misalnya.
05:00Banyak juga yang misalnya sejalan dengan saya yang mengatakan bahwa gak gitu.
05:04Saya juga menganggap bahwa betapapun saya merasa bahwa kita harus mensejahterakan masyarakat.
05:11Tapi kalau pertama itu ya terpaksa dinaikin.
05:14Misalnya gitu ya.
05:15Kembali soal BBM ini.
05:17Gak, saya mau bilang bahwa memang kita itu dalam demokrasi.
05:21Demokrasi itu tidak pernah mengatakan kita harus pakat.
05:24Demokrasi itu tidak pernah mengatakan bahwa hanya boleh ada satu suara.
05:28Demokrasi selalu mengatakan diizinkan untuk beragam suara.
05:32Nah dalam hal ini teman-teman itu juga harus pahami itu ya.
05:36Bahwa sebetulnya kalaupun Anda menganggap bahwa pemerintah itu salah.
05:41Tapi ini adalah pemerintah yang juga dipilih oleh paling tidak presidennya dipilih oleh rakyat.
05:47Presidennya membentuk pemerintah.
05:49Anda gak setuju sama pemerintah ini.
05:51Boleh gak Anda menyuarakan kritik keras Anda?
05:54Boleh.
05:55Anda boleh gak bilang bahwa presiden harus dimakzulkan sekarang?
05:58Boleh.
05:59Kalau baru ngomong.
06:00Ya kalau cuma ngomong.
06:02Tapi kalau Anda sampai mengatakan revolusi-revolusi.
06:06Saya ingin mengingatkan hati-hati dong bro.
06:08Oke.
06:09Kalau ngomong revolusi-revolusi.
06:11Mendingan kita diskusinya tentang apa iya harga pertama harus sampai 16 ribu.
06:17Misalnya gitu ya.
06:18Atau mungkin Mas Armando ke depan kiranya perlu ketemu sama kawan-kawan BEM UI ya.
06:24Boleh.
06:24Boleh.
06:25Saya juga orang yang menyaksikannya dari media kan.
06:29Media memberitakan dengan cara ya sesingkat itu.
06:34Nah dalam hal ini yang tidak terjadi di Indonesia adalah diskusi.
06:38Bercakap-cakap.
06:39Oke.
06:40Bertemu.
06:41Jadi kalau Anda cuma mengandalkan media sosial.
06:44Media sosial itu yang Anda kutip itu cuma berapa menit.
06:46Dua, tiga menit kan.
06:49Yang saya sampaikan itu minimal sembilan menit misalnya.
06:52Oke.
06:53Sembilan menit aja udah pendek.
06:55Yang sebetulnya harusnya enam puluh menit kan gitu.
06:57Jadi kita harus memang membiasakan.
06:59Waktu-waktu untuk.
07:01Anda dong bantu.
07:03Total politik tuh.
07:04Oke.
07:04Anda bisa minta total politik lain kali.
07:07Bikin acara itu.
07:08Jangan cuma ngundang tiga pejabat pemerintah.
07:11Tapi juga undang apa.
07:13Apa Pancasila lembaga.
07:17Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan