00:00Sampai ada tudingan terafiliasi dengan partai tertentu, ada ikatan dengan anggota tertentu.
00:06Gampang kalau menurut saya. Caranya adalah, mendingan ditanya ke orang itu.
00:09Anda jangan bilang hanya bikin kalimat-kalimat yang multi-interpretable seperti itu.
00:16Bisa ditafsirkan dengan cara yang sangat beragam.
00:18Kalau Anda memang ingin mengatakan di belakang meza ini ada pihak-pihak tertentu membiayai dia, sebut aja siapa.
00:26Partai politik, partai politik yang mana.
00:28Menurut saya itu cara yang harusnya dibiasakan oleh kita.
00:33Jangan cuma mengatakan menurut sumber saya, menurut orang lain, bla bla bla.
00:38Itu penting.
00:39Dan saya sebetulnya juga, tadi saya udah mengeritik teman-teman BEM GM ya.
00:45Tapi saya juga harus mengeritik, apa namanya tadi?
00:48BEM Persatu.
00:49Kalau mereka menyebut namanya BEM Persatu, artinya memang anggotanya harus BEM.
00:56Gak bisa, Anda bukan BEM, Anda menyatakan diri Anda BEM Persatu.
01:00Jadi sekarang mungkin perlu dipertegas, BEM-BEM mana saja itu, siapa orangnya.
01:05Jangan sampai terjadi seperti yang Anda sebut di Universitas Nasional.
01:10Betul ya tadi ya, punas kan.
01:12Itu aja ditanya, Anda itu siapa saja.
01:15Anda jangan menyebut diri Anda BEM Persatu.
01:18Seolah-olah ini adalah sebuah organisasi yang mempersatukan BEM dari berbagai tempat.
01:23Nah itu jadi penting, karena sekarang ini terlalu mudah kita menyuarakan tuduhan,
01:30hardikan, apa sih namanya, bahkan jadinya fitnah gitu ya.
01:34Secara terbuka dan kita sendiri terbiasa untuk menerima itu dan percaya begitu saja
01:39tanpa meminta orang tersebut untuk menyatakan secara tegas yang Anda maksud itu siapa.
01:45Oke, pada akhirnya gini juga Mesa, yang terpikir dengan beda posisi
01:49antara SEMA UGM dan beberapa aliansi mahasiswa lain dengan BEM Bersatu itu,
01:55orang jadi mikir, ini yang jenuin mendukung suara publik harus kami percaya yang mana?
02:01Kalau Anda dari SEMA UGM, apa yang mungkin perlu publik pahami
02:06atau suara-suara aspirasi-aspirasi mahasiswa dari berbagai aliansi ini?
02:09Kalau gitu saya boleh tambahkan.
02:11Oke, tunggu saya kasih kesempatan Sema Du.
02:13Alih-alih melihat jenuinitas ataupun juga sikap untuk masyarakat misalnya saya,
02:20saya hanya pengguna media sosial, saya melihat oh ada dinamika di media sosial
02:25dan kira-kira siapa yang harus saya ikuti misalnya.
02:30Nah, lebih baik lihat substansinya daripada lihat lebih banyak mana orangnya,
02:36lebih banyak mana misalkan dari substansinya
02:42ataupun hal-hal yang kiranya justru itu backingnya dan sebagainya
02:46yang dalam hal ini lebih baik dilihat apakah substansi, apakah tuntutan,
02:52apakah suara kegelisahan itu juga mewakili diri kita.
02:55Diri saya sebagai pengguna media sosial misalnya.
02:57Ketika itu mewakili suara kegelisahan kita, ya seharusnya kita mendukung juga.
03:02Tapi, seringkali memang kita terbawa dengan arus misalkan komentar.
03:07Komentar-komentar yang itu tidak jenuin, buzzer, framing, dan lain sebagainya
03:11yang kiranya justru membuat kita jadi terbawa arus mengkonstruksi pikiran kita
03:17untuk memikirkan hal yang negatif juga.
03:19Dan dalam hal ini, kita masing-masing juga perlu untuk membuat suatu prinsip.
03:25Apa sih sebetulnya yang kita tuju? Apa sih sebenarnya yang kita inginkan?
03:28Dan dalam hal ini, kami di SEMA misalkan Serikat Mahasiswa
03:33harap apa yang menjadi kegelisahan rakyat, apa yang menjadi kegelisahan mahasiswa
03:39atau setidaknya Serikat Mahasiswa, itu memang berdasar dari kegelisahan masing-masing di antara kita.
03:45Dan itu tidak tergambar di aliansi BEMBER 1 itu menurut Anda.
03:48Sejauh ini apa yang disuarakan oleh aliansi BEMBER 1, itu tidak mewakili apa yang menjadi kegelisahan kami.
03:56Kira-kira seperti itu.
03:57Tapi saya mau bilang begini, tapi ini juga penting untuk kita pahami.
04:01Bahwa sebetulnya suara mahasiswa itu tidak tunggal.
04:07Tapi mereka punya otoritas untuk mengatakan kami BEM.
04:11BEM itu adalah pemilihan langsung kan?
04:15Pemilihan langsung.
04:17Proses penentuan agota BEM?
04:18Serikat.
04:19Serikat Mahasiswa.
04:20Pemilihan internal.
04:22Pemilihan internal.
04:23Pemilihan internal.
04:24Tapi ada pemilihannya.
04:25Jadi mereka punya otoritas untuk mengatakan kami mewakili sebetulnya mahasiswa fakultas.
04:31I don't know, UGM atau apa ya.
04:34Masalah dengan si BEMBER 1, pertanyaan besarnya adalah Anda tuh punya hak gak untuk mengatakan Anda itu BEMBER 1?
04:44Itu sebetulnya utamanya.
04:46Tapi sebetulnya di sisi lain menjadi penting juga bagi kita untuk mengetahui bahwa tidak semua mahasiswa itu sejalan dengan cara
04:55berpikirnya.
04:56Teman-teman serikat, teman-teman BEMUI misalnya.
05:00Banyak juga yang misalnya sejalan dengan saya yang mengatakan bahwa gak gitu.
05:04Saya juga menganggap bahwa betapapun saya merasa bahwa kita harus mensejahterakan masyarakat.
05:11Tapi kalau pertama itu ya terpaksa dinaikin.
05:14Misalnya gitu ya.
05:15Kembali soal BBM ini.
05:17Gak, saya mau bilang bahwa memang kita itu dalam demokrasi.
05:21Demokrasi itu tidak pernah mengatakan kita harus pakat.
05:24Demokrasi itu tidak pernah mengatakan bahwa hanya boleh ada satu suara.
05:28Demokrasi selalu mengatakan diizinkan untuk beragam suara.
05:32Nah dalam hal ini teman-teman itu juga harus pahami itu ya.
05:36Bahwa sebetulnya kalaupun Anda menganggap bahwa pemerintah itu salah.
05:41Tapi ini adalah pemerintah yang juga dipilih oleh paling tidak presidennya dipilih oleh rakyat.
05:47Presidennya membentuk pemerintah.
05:49Anda gak setuju sama pemerintah ini.
05:51Boleh gak Anda menyuarakan kritik keras Anda?
05:54Boleh.
05:55Anda boleh gak bilang bahwa presiden harus dimakzulkan sekarang?
05:58Boleh.
05:59Kalau baru ngomong.
06:00Ya kalau cuma ngomong.
06:02Tapi kalau Anda sampai mengatakan revolusi-revolusi.
06:06Saya ingin mengingatkan hati-hati dong bro.
06:08Oke.
06:09Kalau ngomong revolusi-revolusi.
06:11Mendingan kita diskusinya tentang apa iya harga pertama harus sampai 16 ribu.
06:17Misalnya gitu ya.
06:18Atau mungkin Mas Armando ke depan kiranya perlu ketemu sama kawan-kawan BEM UI ya.
06:24Boleh.
06:24Boleh.
06:25Saya juga orang yang menyaksikannya dari media kan.
06:29Media memberitakan dengan cara ya sesingkat itu.
06:34Nah dalam hal ini yang tidak terjadi di Indonesia adalah diskusi.
06:38Bercakap-cakap.
06:39Oke.
06:40Bertemu.
06:41Jadi kalau Anda cuma mengandalkan media sosial.
06:44Media sosial itu yang Anda kutip itu cuma berapa menit.
06:46Dua, tiga menit kan.
06:49Yang saya sampaikan itu minimal sembilan menit misalnya.
06:52Oke.
06:53Sembilan menit aja udah pendek.
06:55Yang sebetulnya harusnya enam puluh menit kan gitu.
06:57Jadi kita harus memang membiasakan.
06:59Waktu-waktu untuk.
07:01Anda dong bantu.
07:03Total politik tuh.
07:04Oke.
07:04Anda bisa minta total politik lain kali.
07:07Bikin acara itu.
07:08Jangan cuma ngundang tiga pejabat pemerintah.
07:11Tapi juga undang apa.
07:13Apa Pancasila lembaga.
07:17Terima kasih.
Komentar