00:00Saudara Badan Pusat Statistik resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Simpang 5, Sumarang, Jawa Tengah pada Kamis pagi.
00:09Di Jawa Tengah telah diterjunkan sebanyak 36.000 petugas Sensus untuk pendataan door-to-door ke rumah warga.
00:21Wakil Kepala BPS RI, Soni Hari Budi Utomo Harmadi, mengajak masyarakat untuk terbuka memberikan jawaban yang benar kepada petugas Sensus.
00:30Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.
00:36BPS juga menjamin kerahasiaan seluruh data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
00:44Sensus Ekonomi 2026 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
00:49Salah satunya adalah masuknya pendataan sektor pertanian dalam pencacahan.
00:54Selain itu, waktu pelaksanaan Sensus diperpanjang menjadi 2,5 bulan dari yang biasanya hanya 1 bulan,
01:00agar data yang dihimpun lebih lengkap dan akurat.
01:03Tidak hanya menyasar pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga mencakup rumah tangga melalui metode door-to-door.
01:10Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi masyarakat.
01:17Sensus Ekonomi di Indonesia ini mulai berjalan serentak sampai 31 Agustus, berarti sampai 2,5 bulan.
01:23Dan Jawa Tengah itu salah satu provinsi dengan jumlah unit usaha paling besar di Indonesia.
01:3025 persen pelaku usaha di Jawa itu adanya di Jawa Tengah.
01:34Kami mohon semua seperti yang tadi Bapak Gubernur sampaikan ya, mendukung dengan tir.
01:40Terima petugasnya, terus isi datanya dengan benar, ya dengan benar bukan dengan salah, dan kemudian rahasia data pasti terjaga.
01:49Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk ikut mensukseskan pelaksanaan
01:58Sensus Ekonomi 2026.
02:00Menurutnya, data hasil Sensus sangat penting untuk mengetahui kondisi dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Jawa Tengah, sehingga dapat menjadi
02:09dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
02:11Untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026, di Jawa Tengah sendiri telah diterjunkan 36.000 petugas Sensus Ekonomi yang dibekali surat tugas,
02:21rompi, dan ID card.
02:22Di Jawa Tengah diterjunkan hampir 36.000 dari BPS untuk melakukan Sensus dalam rangka memintangkan potensi ekonomi di wilayah kita.
02:32Oleh karena itu, sudah saya perintahkan para bupati, wali kota, dan seluruh AS yang di tempat kita untuk menghimbau kepada
02:40masyarakat kita,
02:41khususnya wira usaha baik UMKM mikro, kecil, menengah, termasuk usaha untuk dibuka, terbuka sampai ke rumah tangga, dibuka apa adanya,
02:51data akan rahasia,
02:52dan ini semua adalah untuk memberikan suatu investasi pertumbuhan di Jawa Tengah ke depan.
02:59Di lapangan, pelaksanaan Sensus juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para petugas.
03:04Salah satunya Ananta Putri, ia mengaku baru pertama kali terlibat dalam kegiatan pendataan skala nasional tersebut.
03:11Meski sempat menghadapi penolakan dari sejumlah warga, namun setelah diberikan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat Sensus,
03:19masyarakat akhirnya bersedia menerima dan memberikan data yang dibutuhkan.
03:23Karena saya baru pertama kali Sensus 2016, ini jadi pengalaman yang baru.
03:27Dua-dua ketemu sama orang-orang masyarakat, langsung itu...
03:32Sudah berapa mbak?
03:34Gimana?
03:35Sudah berapa?
03:35Sudah 20 kek.
03:3720 kek. Ada apa?
03:39Kedala.
03:40Kedala gak mbak?
03:40Mungkin kalau misalnya ada orang yang tidak mau ditanyain soal hal-hal yang praktisik itu, itu yang membuat menjadi investasi.
03:48Biasanya mbak.
03:48Ada penolakan gak mbak? Sempat ada penolakan gak?
03:50Sempat ada penolakan sih, cuma ya akhirnya bisa.
03:57Sensus ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik berlangsung serentak di seluruh Indonesia,
04:03mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
04:07Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap diperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif
04:13sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional dan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
04:21Senot Puji, Kompas TV, Semarang
Komentar