00:00Pempas potan kembali, sodara YLBHI menyayangkan adanya laporan ke polisi yang ditujukan kepada mantan ketua BEMUGM, TIO.
00:11YLBHI menilai laporan polisi terhadap TIO berhubungan dengan sikap kritis mantan ketua BEMUGM itu terhadap program pemerintah.
00:19YLBHI bilang, kritik adalah hak setiap warga negara Indonesia yang dijamin oleh konstitusi.
00:25Mantan ketua BEMUGM dilaporkan ke polisi untuk dua laporan berbeda, satu laporan ke Baras Krim Polri dan satu laporan ke
00:33Polres Tangsel atas kasus dugaan penghinaan presiden dan penyebaran hoaks.
00:43Laporan terhadap TIO yang didasarkan pada kritiknya yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan makan bergizi gratis
00:53oleh pemerintah Prabowo Gibran.
00:57Menurut pandangan kami, laporan tersebut keliru.
01:00Kenapa?
01:01Karena kritik adalah bagian dari hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan juga peraturan perundang-undangan.
01:10Dan ini bagian dari partisipasi masyarakat untuk melakukan check and balances terhadap kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat luas.
01:22Mantan ketua BEMUGM, TIO Ardianto dilaporkan ke Baras Krim Polri oleh simpatisan Prabowo yang tergabung dalam Garda Prabowo atas tuduhan
01:32fitnah dan ujaran kebencian.
01:34Celotehan kritis TIO dinilai telah membuat resah dan penuh dengan ujaran kebencian ketimbang kritis yang akhirnya dinilai Garda Prabowo meresahkan.
01:43Selain itu soal video TIO, terkait temuan alat pelacak dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan hoaks yang merugikan pemerintah.
01:56TIO menegaskan bahwa Gada Prabowo menghormati kebebasan berpendapat dan kritik dalam negara demokrasi di mana kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan
02:06hak konstitusional warga negara.
02:08Namun penghinaan terhadap penghinaan perendahan martabat dan serangan personal terhadap presiden tidak dapat dibenarkan.
02:14Ini kaitannya dengan dumas kami tadi, dumas kami terkait dengan si saudara TIO Ardiantono, ex-ketua BMGM yang menghina presiden
02:27dengan sebutan kata-kata kurang.
02:31Saya pikir teman-teman tahu semua.
02:36Dianggap menyebarkan fitnah mantan ketua BMGM Universitas Gajah Mada, TIO Ardianto, dilaporkan ke Baras Kripolri oleh simpatisan Prabowo.
02:44Lebih lengkap kita bahas bersama pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahean, dan peliti Pusat Studi Politik Hukum Pemilu dan Demokrasi Universitas
02:53Andalas, Ferry Amsari.
02:55Selamat petang semuanya.
02:57Selamat petang, Pak Cindy, Pak Ferdinand.
02:59Bu Ferdinand, sebenarnya poin mana atau pernyataan TIO yang mana yang menurut Anda fitnah ujaran kebencian sampai meresahkan publik?
03:09Pertama begini, kami kemarin itu ditelpon oleh Ketua Umum Garda Prabowo, meminta pendampingan terhadap relawan-relawan Garda Prabowo bersama Bang
03:22Sulantai Jaga, para Tabas, dan Niko Pili-Pili.
03:24Kami diminta mendampingi Garda Prabowo untuk mengajukan pengaduan masyarakat terkait dengan sikap dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Saudara
03:36TIO Ardianto.
03:38Ada dua hal yang memang disorot. Selama ini, TIO ini kan bersuara keras, tetapi dibiarkan.
03:44Kenapa kemudian langkah ini diambil ketika TIO masuk ke ranah yang menurut Garda Prabowo dan menurut pandangan hukum kami telah
03:53berlebihan?
03:54Di antaranya salah satu, ketika TIO membuat sebuah kiasan, menemukan seekor kucing, segala macam, saya tidak mau melanjutkannya, agak mengerikan
04:03kalimatnya.
04:04Tentu publik sudah mendengar.
04:07Oke, kita perbaiki dulu saluran komunikasinya. Suarinya tidak begitu jelas, mungkin bisa dilepas dulu headsetnya.
04:14Nanti kita lanjutkan dulu ya, Bung Ferdinand.
04:16Sementara itu kita juga ke Bung Ferry Amsari dulu.
04:19Bung Ferry Amsari, ketika pelaporan ini dilakukan oleh simpatisan dari Presiden Prabowo Subianto,
04:24apa batasan ketika ini adalah kritik ataupun juga penghinaan seperti yang diklaim oleh simpatisan Presiden?
04:30Ya, untuk publik tentu tidak ada batasan mengkritik pimpinannya ya.
04:37Karena yang dimiliki warga negara hanyalah pendapat saja.
04:42Di ruang itu, itulah yang membedakan dengan alat kekuasaan negara ya, Presiden dan lain-lain.
04:50Mereka punya segala fasilitas untuk memperjuangkan dan mempertahankan dirinya.
04:56Sementara warga negara diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat seluas-luasnya.
05:04Tentu ada pertanyaan apakah dengan demikian warga negara berhak menyampaikan apapun?
05:11Ya itulah yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
05:15Dan Undang-Undang Dasar adalah produk hukum tertinggi.
05:18Jadi, kalau kemudian tidak mau terhina, jangan jadi penguasa.
05:24Karena memang kekuasaan itu punya segala hal untuk menentukan.
05:30Mudah saja bagi penguasa, menuding orang dan segala macam.
05:34Perlu dinengar juga ini kan sebenarnya konsernya delik aduan sebenarnya.
05:39Tapi, sekali lagi KUHP baru membuka banyak ruang.
05:43Dan tentu saja ini upaya untuk menggunakan berbagai kesempatan ya.
05:49Untuk membungkam orang.
05:51Memastikan orang takut berbicara.
05:54Lagi-lagi nanti alasannya kan kita nih orang timur.
05:57Kita perlu lah banyak sekali pidato Presiden yang menghina dan menyakiti kita.
06:02Tapi kan tidak mungkin kita melaporkan Presiden karena pidato.
06:06Karena pidato bukan untuk kita tersinggung.
06:11Pidato itu kita respon.
06:13Nah, terjadilah dialektika diantara rakyat dan pemimpinnya.
06:17Nah, sekarang ada orang-orang yang kemudian diantara itu sedang memanfaatkan tentu untuk membahagiakan pemimpinnya.
06:24Pak Presiden ya.
06:26Ada ruang untuk kemudian melaporkan orang-orang yang menghina Presiden.
06:32Orang nomor 1.
06:33Dan tentu dekat dengan orang nomor 1.
06:37Melindungi orang nomor 1.
06:39Itu adalah kebahagiaan tersendiri gitu ya.
06:41Tapi sekali lagi ini tidak boleh mudah bagi warga negara untuk apa namanya dipenjarakan.
06:48Terhadap anak muda ya belum lulus S1 juga.
06:51Dia mampu mengkritik masa Presiden dan orang-orangnya langsung menggunakan ultimum remedium ya.
06:58Obat terakhir yaitu konsep pemidanan.
07:01Bagi saya agak konyol juga ya.
07:03Oke, kalau misalnya sebenarnya tadi kalau menurut Bung Ferry ini adalah dialektika.
07:06Kalau gitu Bung Ferry, nansalah Tio di mana sampai dilaporkan ke polisi?
07:09Ya, jadi begini bahwa yang dilakukan oleh Tio itu menurut teman-teman di Garda Prabowo bukan lagi dalam ranah kritik.
07:19Tetapi sudah masuk dalam kategori pelecehan penghinaan kepada pemimpin negara.
07:27Dan kami memahami betul bahwa ini akan menjadi polemik dan kontroversi di tengah publik.
07:31Tetapi kami...
07:32Tapi secara spesifik pelecehannya di mana Bang?
07:34Pela pentingan pelecehannya adalah ketika Tio ya.
07:38Tio menggunakan sebuah perumpamaan dengan dia menemukan kucing yang kena skabies dan dia beri nama memplesetkan nama Presiden.
07:46Itu adalah poin yang kami anggap sudah di luar batas kepatutan.
07:51Kritik Tio selama ini termasuk soal MBG yang maling berkedok giji.
07:55Rekan-rekan di Garda Prabowo itu tidak ada yang ribut melaporkan.
07:59Semua membiarkan kritik.
08:00Bahkan semua statement-statement Tio didengar oleh pemerintah.
08:04Didengar oleh Garda Prabowo dan didengar oleh lawan Prabowo.
08:07Tetapi ketika Tio menggunakan perbandingan perumpamaan tentang kucing skabies itu dan memplesetkan nama Presiden.
08:14Ya wajarlah pendukung Prabowo itu merasa tersinggung ketika pemimpin mereka dihina dilecehkan dengan istilah yang kurang patut dengan kalimat yang
08:22tidak.
08:23Tapi Bu Feringan kalau berkaitan dengan penghinaan Presiden kan ini juga delik aduan absolut.
08:27Harus Presiden langsung yang...
08:29Nah berarti tujuannya apa dong?
08:31Mengapa Garda Prabowo tidak membuat laporan polisi?
08:36Mengapa mengajukan pengaduan masyarakat?
08:39Nah ini kan harus beda.
08:40Harus bedakan antara membuat laporan polisi dengan pengaduan masyarakat.
08:44Jadi rekan-rekan Garda Prabowo ini meminta kami mendampingi mengajukan pengaduan masyarakat bahwa oke lah ada masyarakat yang tidak suka
08:52dengan Prabowo tetapi kan ada juga masyarakat yang mencintai Prabowo.
08:56Salah satunya diantaranya adalah Garda Prabowo.
08:58Mereka masyarakat, kelompok masyarakat yang merasa resah dengan statement-statement TIO yang melecehkan pemimpin mereka.
09:06Kalaupun TIO dan mungkin Bang Fering menanggap bahwa Prabowo bukan pemimpinnya gak apa-apa.
09:10Tetapi Garda Prabowo ini merasa bahwa pemimpin mereka dilecehkan dengan memplesetkan nama dan sesuatu yang tidak patut.
09:16Itu yang pertama.
09:17Sama yang kedua.
09:18Oke sebentar Bung Ferdinand.
09:19Soal isapas itu dulu. Kita minta tanggapan dulu dari Bung Ferry.
09:22Bung Ferry ketika mereka akhirnya menggunakan jelur Dumas untuk melaporkan TIO, tanggapan ada seperti apa?
09:29Ya kita tahulah unsurnya tidak akan duduk.
09:32Tetapi itu kan bisa diduduk-dudukan karena melibatkan presiden.
09:36Bang Ferdinand tahu juga bahwa analogi tidak bisa menjadi persoalan pidana.
09:43TIO menjelaskan secara analogi.
09:45Tidak menyebutkan nama Pak Prabowo sama sekali.
09:49Sejak siapa?
09:51Ya sejak kapan orang bisa menyimpulkan apa yang diplesetkan itu diarahkan kepada.
09:57Kita tidak paham itu.
09:59Makanya kita tidak berpikir.
10:00Nah makanya itu ngebang.
10:01Sabar banget.
10:02Sabar banget.
10:02Tetapi ini persoalan ini perlu ditegur.
10:07Analogi.
10:08Ya sekali lagi abang kan juga belajar bahwa analogi tidak bisa dipidanakan.
10:13Dan di sana saja sudah menjadi persoalan.
10:16Kedua mengaitkan.
10:18Memang ada-ada kan.
10:19Jadi bagi saya ini dipaksakan untuk menekan kemerdekaan orang untuk berpendapat.
10:25Membangun persepsi kepada publik.
10:28Harus diingat kalau lengkap-lengkap membaca atau mendengarkan apa yang disampaikan TIO.
10:34TIO menyampaikan ini sebagai bentuk kesayangannya kepada sang kucing gitu ya.
10:38Jadi sayang orang bisa berbeda-beda bang.
10:42Abang sayangnya begitu.
10:43Nah bang Ferry juga tidak usah berkomplase dalam hal itu semua.
10:46Tahu tujuannya TIO akan kelecekan presiden.
10:48TIO sayangnya ya mengkritik.
10:51Menggunakan analogi.
10:52Kalau ini jadi pidana bang.
10:54Yang rugi adalah warga negara.
10:56Kita paham.
10:56Kita paham kesimpulian bang Ferry.
10:58Ya tunggu dulu.
10:58Kita mengerti.
10:59Tunggu dulu.
10:59Abang sedang membuka celah seluas-luasnya.
11:04Untuk seseorang bisa mudah dipidanakan.
11:08Hanya karena faktor analogi.
11:11Kalau analogi di seluruh dunia ini dipenjarakan.
11:15Penuh nanti penjara bang.
11:17Jadi bagi saya tidak elok juga.
11:20Kalau kita tersindung.
11:22Analogi harus dibalak dengan analogi.
11:24Oke kita kasih tempatan menggunakan analogi yang mudah bagi publik.
11:30Oke Bung Ferry nasilkan.
11:31Jadi kalau Bang Ferry bilang berlindung dibalik analogi.
11:34Bayangkan ketika bangsa ini dipenuhi oleh analogi.
11:39Untuk mencaci semua pemimpin-pemimpin kita.
11:41Dan saling mencaci oleh rakyat dengan analogi.
11:43Apa yang terjadi?
11:44Bagaimana tanggung jawab Bang Ferry.
11:45Sebagai seorang pakar hukum dalam hal ini.
11:48Ketika analogi menjadi celah bagi orang.
11:50Untuk menghina melecehkan satu sama lain.
11:52Ini bagaimana tanggung jawab kita sebagai praktisi hukum.
11:56Bang.
11:58Abang kalau melihat sejarah Bang.
12:00Banyak sekali analogi yang digunakan oleh ibu dan bapak bangsa kita.
12:04Hingga kita merdeka.
12:04Oh Bang.
12:05Tetapi tidak seperti itu Bang.
12:06Nah bayangkan penjajah saja tidak mempidanakan mereka.
12:09Nah sekarang Abang ikut kemudian.
12:11Bang Ferry.
12:12Analogi yang digunakan para pemimpin kita zaman dulu.
12:15Tidak membandingkan manusia dengan binatang.
12:18Oh kata siapa Bang?
12:19Coba kasih bukti sama saya.
12:21Analogi yang digunakan pemimpin kita dengan hewan zaman dulu seperti ini.
12:23Oke kalau gitu Bang Ferry.
12:24Berarti Anda inginnya ketika dilaporkan ke polisi.
12:27Ujungnya sampai mana?
12:27Sampai pidana itu dikabulkan juga oleh polisi.
12:29Jadi begini.
12:29Tujuan Garda Prabowo mengajukan Dumas.
12:33Menyampaikan pesannya bahwa.
12:35Ada keresahan masyarakat.
12:37Kelompok yang mencintai Prabowo.
12:39Bahwa statement-statement seperti ini.
12:41Tentu akan menjadi.
12:43Jikal bakal sesuatu yang tidak baik di negara kita.
12:46Orang akan memiliki kebebasan mencaci.
12:48Kita tahu bahwa konstitusi melindungi hak semua orang untuk berpendapat.
12:53Tetapi konstitusi tidak melindungi orang untuk melecekan, memaki, mencaci.
12:58Bahkan itu menggunakan analogi.
13:00Jadi kita jangan berlindung di balik analogi.
13:02Ini yang tidak boleh kita biarkan.
13:04Karena dampaknya ke depan.
13:06Semua pemimpin kita.
13:08Bahkan Kiai, Pendeta dan segala macam.
13:10Bisa kita caci-maki menggunakan analogi.
13:12Kalau berlindungnya di balik analogi.
13:14Nah inilah yang mau kita tegur, kita ingatkan publik.
13:17Bahwa semua ada aturannya.
13:19Oke kalau gitu saya juga minta tanggapan Bung Ferry.
13:21Bung Ferry kalau menurut Bung Ferry ini semua ada batasannya.
13:24Tapi apakah ini juga akan jadi presiden sebenarnya dalam kebebasan berpendapat?
13:28Ya kalau saya akan mulai gini ya.
13:30Tadi kan beliau menggunakan analogi tidak pernah menggunakan kata binatang.
13:35Dalam pidato Pak Presiden tanggal 20 bulan Juni ya.
13:42Dalam pidato itu presiden bahkan membandingkan derajat negara kita itu lebih rendah daripada anjing.
13:48Sehingga perlu ditingkatkan.
13:50Itu pidato presiden.
13:52Kita merasa itu tidak terhina dengan analogi itu.
13:55Itu bukan analogi Bang.
13:57Bukan analogi.
13:58Tengah terdengah.
13:58Coba gini loh.
14:00Kalibannya Tio itu, mohon maaf saya ucapkan, mohon maaf kepada Tio menyebut prabodos biantolon kucing.
14:08Kita dengar dulu kok gitu.
14:09Ini kan bukan-bukan Bung Ferry.
14:11Sebagai seorang praktisi hukum membiarkan itu menggunakan itu.
14:13Abang saja yang mudah tersinggung.
14:14Berlindung dibalik analogi.
14:15Jadi ada seorang anak mudah pintar.
14:18Menggunakan analogi pintar.
14:20Bung Ferry kan Bung Ferry.
14:22Kalaunya pintarnya tidak akan menggunakan kalibat seperti itu.
14:25Membuat banyak orang tersinggung.
14:28Dan inilah yang terjadi.
14:30Satu-satunya membungkam untuk anak mudah pintar ini adalah
14:33Bung Ferry ini bukan pembentangan.
14:35Poinnya sudah kami tangkap.
14:37Bung Ferry dan Bung Ferry Nan.
14:38Terima kasih.
14:39Sudah berbagi bersama kami pandangan di kompas petang Bung Ferry Nan.
14:41Ini mengingatkan semua pihak supaya bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapatan.
14:44Ya baik.
14:44Bung Ferry Nan sudah kami tangkap.
14:45Terima kasih Bung Ferry Nan dan Bung Ferry Amsari.
14:47Terima kasih.
14:47Terima kasih.
Komentar