Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mantan Ketua BEM Universitas Gajah Mada, Tiyo Ardianto dilaporkan ke Bareskrim oleh simpatisan Prabowo yang tergabung dalam Garda Prabowo atas tuduhan fitnah dan ujaran kebencian.

Celotehan kritis Tiyo dinilai telah membuat resah dan penuh dengan ujaran kebencian ketimbang kritis yang akhirnya dinilai Garda Prabowo meresahkan. Selain itu, soal video Tiyo soal temuan alat pelacak dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan hoax yang merugikan pemerintah.

Lebih lengkap, kita akan bahas bersama pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahaean, dan peneliti Pusat Studi Politik Hukum Pemilu dan Demokrasi Universitas Andalas, Feri Amsari.

#prabowo #tiyoardianto #bemugm

Baca Juga Pengacara Roy Suryo & Pengacara Jokowi Bahas soal Penangkapan Roy-Tifa Ada Desakan Dari Pihak Lain? di https://www.kompas.tv/nasional/675897/pengacara-roy-suryo-pengacara-jokowi-bahas-soal-penangkapan-roy-tifa-ada-desakan-dari-pihak-lain



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675899/full-panas-feri-amsari-pengacara-garda-prabowo-bahas-eks-ketua-bem-ugm-tiyo-dipolisikan
Transkrip
00:00Pempas potan kembali, sodara YLBHI menyayangkan adanya laporan ke polisi yang ditujukan kepada mantan ketua BEMUGM, TIO.
00:11YLBHI menilai laporan polisi terhadap TIO berhubungan dengan sikap kritis mantan ketua BEMUGM itu terhadap program pemerintah.
00:19YLBHI bilang, kritik adalah hak setiap warga negara Indonesia yang dijamin oleh konstitusi.
00:25Mantan ketua BEMUGM dilaporkan ke polisi untuk dua laporan berbeda, satu laporan ke Baras Krim Polri dan satu laporan ke
00:33Polres Tangsel atas kasus dugaan penghinaan presiden dan penyebaran hoaks.
00:43Laporan terhadap TIO yang didasarkan pada kritiknya yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan makan bergizi gratis
00:53oleh pemerintah Prabowo Gibran.
00:57Menurut pandangan kami, laporan tersebut keliru.
01:00Kenapa?
01:01Karena kritik adalah bagian dari hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan juga peraturan perundang-undangan.
01:10Dan ini bagian dari partisipasi masyarakat untuk melakukan check and balances terhadap kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat luas.
01:22Mantan ketua BEMUGM, TIO Ardianto dilaporkan ke Baras Krim Polri oleh simpatisan Prabowo yang tergabung dalam Garda Prabowo atas tuduhan
01:32fitnah dan ujaran kebencian.
01:34Celotehan kritis TIO dinilai telah membuat resah dan penuh dengan ujaran kebencian ketimbang kritis yang akhirnya dinilai Garda Prabowo meresahkan.
01:43Selain itu soal video TIO, terkait temuan alat pelacak dinilai telah menimbulkan kegaduhan dan hoaks yang merugikan pemerintah.
01:56TIO menegaskan bahwa Gada Prabowo menghormati kebebasan berpendapat dan kritik dalam negara demokrasi di mana kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan
02:06hak konstitusional warga negara.
02:08Namun penghinaan terhadap penghinaan perendahan martabat dan serangan personal terhadap presiden tidak dapat dibenarkan.
02:14Ini kaitannya dengan dumas kami tadi, dumas kami terkait dengan si saudara TIO Ardiantono, ex-ketua BMGM yang menghina presiden
02:27dengan sebutan kata-kata kurang.
02:31Saya pikir teman-teman tahu semua.
02:36Dianggap menyebarkan fitnah mantan ketua BMGM Universitas Gajah Mada, TIO Ardianto, dilaporkan ke Baras Kripolri oleh simpatisan Prabowo.
02:44Lebih lengkap kita bahas bersama pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahean, dan peliti Pusat Studi Politik Hukum Pemilu dan Demokrasi Universitas
02:53Andalas, Ferry Amsari.
02:55Selamat petang semuanya.
02:57Selamat petang, Pak Cindy, Pak Ferdinand.
02:59Bu Ferdinand, sebenarnya poin mana atau pernyataan TIO yang mana yang menurut Anda fitnah ujaran kebencian sampai meresahkan publik?
03:09Pertama begini, kami kemarin itu ditelpon oleh Ketua Umum Garda Prabowo, meminta pendampingan terhadap relawan-relawan Garda Prabowo bersama Bang
03:22Sulantai Jaga, para Tabas, dan Niko Pili-Pili.
03:24Kami diminta mendampingi Garda Prabowo untuk mengajukan pengaduan masyarakat terkait dengan sikap dan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Saudara
03:36TIO Ardianto.
03:38Ada dua hal yang memang disorot. Selama ini, TIO ini kan bersuara keras, tetapi dibiarkan.
03:44Kenapa kemudian langkah ini diambil ketika TIO masuk ke ranah yang menurut Garda Prabowo dan menurut pandangan hukum kami telah
03:53berlebihan?
03:54Di antaranya salah satu, ketika TIO membuat sebuah kiasan, menemukan seekor kucing, segala macam, saya tidak mau melanjutkannya, agak mengerikan
04:03kalimatnya.
04:04Tentu publik sudah mendengar.
04:07Oke, kita perbaiki dulu saluran komunikasinya. Suarinya tidak begitu jelas, mungkin bisa dilepas dulu headsetnya.
04:14Nanti kita lanjutkan dulu ya, Bung Ferdinand.
04:16Sementara itu kita juga ke Bung Ferry Amsari dulu.
04:19Bung Ferry Amsari, ketika pelaporan ini dilakukan oleh simpatisan dari Presiden Prabowo Subianto,
04:24apa batasan ketika ini adalah kritik ataupun juga penghinaan seperti yang diklaim oleh simpatisan Presiden?
04:30Ya, untuk publik tentu tidak ada batasan mengkritik pimpinannya ya.
04:37Karena yang dimiliki warga negara hanyalah pendapat saja.
04:42Di ruang itu, itulah yang membedakan dengan alat kekuasaan negara ya, Presiden dan lain-lain.
04:50Mereka punya segala fasilitas untuk memperjuangkan dan mempertahankan dirinya.
04:56Sementara warga negara diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat seluas-luasnya.
05:04Tentu ada pertanyaan apakah dengan demikian warga negara berhak menyampaikan apapun?
05:11Ya itulah yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
05:15Dan Undang-Undang Dasar adalah produk hukum tertinggi.
05:18Jadi, kalau kemudian tidak mau terhina, jangan jadi penguasa.
05:24Karena memang kekuasaan itu punya segala hal untuk menentukan.
05:30Mudah saja bagi penguasa, menuding orang dan segala macam.
05:34Perlu dinengar juga ini kan sebenarnya konsernya delik aduan sebenarnya.
05:39Tapi, sekali lagi KUHP baru membuka banyak ruang.
05:43Dan tentu saja ini upaya untuk menggunakan berbagai kesempatan ya.
05:49Untuk membungkam orang.
05:51Memastikan orang takut berbicara.
05:54Lagi-lagi nanti alasannya kan kita nih orang timur.
05:57Kita perlu lah banyak sekali pidato Presiden yang menghina dan menyakiti kita.
06:02Tapi kan tidak mungkin kita melaporkan Presiden karena pidato.
06:06Karena pidato bukan untuk kita tersinggung.
06:11Pidato itu kita respon.
06:13Nah, terjadilah dialektika diantara rakyat dan pemimpinnya.
06:17Nah, sekarang ada orang-orang yang kemudian diantara itu sedang memanfaatkan tentu untuk membahagiakan pemimpinnya.
06:24Pak Presiden ya.
06:26Ada ruang untuk kemudian melaporkan orang-orang yang menghina Presiden.
06:32Orang nomor 1.
06:33Dan tentu dekat dengan orang nomor 1.
06:37Melindungi orang nomor 1.
06:39Itu adalah kebahagiaan tersendiri gitu ya.
06:41Tapi sekali lagi ini tidak boleh mudah bagi warga negara untuk apa namanya dipenjarakan.
06:48Terhadap anak muda ya belum lulus S1 juga.
06:51Dia mampu mengkritik masa Presiden dan orang-orangnya langsung menggunakan ultimum remedium ya.
06:58Obat terakhir yaitu konsep pemidanan.
07:01Bagi saya agak konyol juga ya.
07:03Oke, kalau misalnya sebenarnya tadi kalau menurut Bung Ferry ini adalah dialektika.
07:06Kalau gitu Bung Ferry, nansalah Tio di mana sampai dilaporkan ke polisi?
07:09Ya, jadi begini bahwa yang dilakukan oleh Tio itu menurut teman-teman di Garda Prabowo bukan lagi dalam ranah kritik.
07:19Tetapi sudah masuk dalam kategori pelecehan penghinaan kepada pemimpin negara.
07:27Dan kami memahami betul bahwa ini akan menjadi polemik dan kontroversi di tengah publik.
07:31Tetapi kami...
07:32Tapi secara spesifik pelecehannya di mana Bang?
07:34Pela pentingan pelecehannya adalah ketika Tio ya.
07:38Tio menggunakan sebuah perumpamaan dengan dia menemukan kucing yang kena skabies dan dia beri nama memplesetkan nama Presiden.
07:46Itu adalah poin yang kami anggap sudah di luar batas kepatutan.
07:51Kritik Tio selama ini termasuk soal MBG yang maling berkedok giji.
07:55Rekan-rekan di Garda Prabowo itu tidak ada yang ribut melaporkan.
07:59Semua membiarkan kritik.
08:00Bahkan semua statement-statement Tio didengar oleh pemerintah.
08:04Didengar oleh Garda Prabowo dan didengar oleh lawan Prabowo.
08:07Tetapi ketika Tio menggunakan perbandingan perumpamaan tentang kucing skabies itu dan memplesetkan nama Presiden.
08:14Ya wajarlah pendukung Prabowo itu merasa tersinggung ketika pemimpin mereka dihina dilecehkan dengan istilah yang kurang patut dengan kalimat yang
08:22tidak.
08:23Tapi Bu Feringan kalau berkaitan dengan penghinaan Presiden kan ini juga delik aduan absolut.
08:27Harus Presiden langsung yang...
08:29Nah berarti tujuannya apa dong?
08:31Mengapa Garda Prabowo tidak membuat laporan polisi?
08:36Mengapa mengajukan pengaduan masyarakat?
08:39Nah ini kan harus beda.
08:40Harus bedakan antara membuat laporan polisi dengan pengaduan masyarakat.
08:44Jadi rekan-rekan Garda Prabowo ini meminta kami mendampingi mengajukan pengaduan masyarakat bahwa oke lah ada masyarakat yang tidak suka
08:52dengan Prabowo tetapi kan ada juga masyarakat yang mencintai Prabowo.
08:56Salah satunya diantaranya adalah Garda Prabowo.
08:58Mereka masyarakat, kelompok masyarakat yang merasa resah dengan statement-statement TIO yang melecehkan pemimpin mereka.
09:06Kalaupun TIO dan mungkin Bang Fering menanggap bahwa Prabowo bukan pemimpinnya gak apa-apa.
09:10Tetapi Garda Prabowo ini merasa bahwa pemimpin mereka dilecehkan dengan memplesetkan nama dan sesuatu yang tidak patut.
09:16Itu yang pertama.
09:17Sama yang kedua.
09:18Oke sebentar Bung Ferdinand.
09:19Soal isapas itu dulu. Kita minta tanggapan dulu dari Bung Ferry.
09:22Bung Ferry ketika mereka akhirnya menggunakan jelur Dumas untuk melaporkan TIO, tanggapan ada seperti apa?
09:29Ya kita tahulah unsurnya tidak akan duduk.
09:32Tetapi itu kan bisa diduduk-dudukan karena melibatkan presiden.
09:36Bang Ferdinand tahu juga bahwa analogi tidak bisa menjadi persoalan pidana.
09:43TIO menjelaskan secara analogi.
09:45Tidak menyebutkan nama Pak Prabowo sama sekali.
09:49Sejak siapa?
09:51Ya sejak kapan orang bisa menyimpulkan apa yang diplesetkan itu diarahkan kepada.
09:57Kita tidak paham itu.
09:59Makanya kita tidak berpikir.
10:00Nah makanya itu ngebang.
10:01Sabar banget.
10:02Sabar banget.
10:02Tetapi ini persoalan ini perlu ditegur.
10:07Analogi.
10:08Ya sekali lagi abang kan juga belajar bahwa analogi tidak bisa dipidanakan.
10:13Dan di sana saja sudah menjadi persoalan.
10:16Kedua mengaitkan.
10:18Memang ada-ada kan.
10:19Jadi bagi saya ini dipaksakan untuk menekan kemerdekaan orang untuk berpendapat.
10:25Membangun persepsi kepada publik.
10:28Harus diingat kalau lengkap-lengkap membaca atau mendengarkan apa yang disampaikan TIO.
10:34TIO menyampaikan ini sebagai bentuk kesayangannya kepada sang kucing gitu ya.
10:38Jadi sayang orang bisa berbeda-beda bang.
10:42Abang sayangnya begitu.
10:43Nah bang Ferry juga tidak usah berkomplase dalam hal itu semua.
10:46Tahu tujuannya TIO akan kelecekan presiden.
10:48TIO sayangnya ya mengkritik.
10:51Menggunakan analogi.
10:52Kalau ini jadi pidana bang.
10:54Yang rugi adalah warga negara.
10:56Kita paham.
10:56Kita paham kesimpulian bang Ferry.
10:58Ya tunggu dulu.
10:58Kita mengerti.
10:59Tunggu dulu.
10:59Abang sedang membuka celah seluas-luasnya.
11:04Untuk seseorang bisa mudah dipidanakan.
11:08Hanya karena faktor analogi.
11:11Kalau analogi di seluruh dunia ini dipenjarakan.
11:15Penuh nanti penjara bang.
11:17Jadi bagi saya tidak elok juga.
11:20Kalau kita tersindung.
11:22Analogi harus dibalak dengan analogi.
11:24Oke kita kasih tempatan menggunakan analogi yang mudah bagi publik.
11:30Oke Bung Ferry nasilkan.
11:31Jadi kalau Bang Ferry bilang berlindung dibalik analogi.
11:34Bayangkan ketika bangsa ini dipenuhi oleh analogi.
11:39Untuk mencaci semua pemimpin-pemimpin kita.
11:41Dan saling mencaci oleh rakyat dengan analogi.
11:43Apa yang terjadi?
11:44Bagaimana tanggung jawab Bang Ferry.
11:45Sebagai seorang pakar hukum dalam hal ini.
11:48Ketika analogi menjadi celah bagi orang.
11:50Untuk menghina melecehkan satu sama lain.
11:52Ini bagaimana tanggung jawab kita sebagai praktisi hukum.
11:56Bang.
11:58Abang kalau melihat sejarah Bang.
12:00Banyak sekali analogi yang digunakan oleh ibu dan bapak bangsa kita.
12:04Hingga kita merdeka.
12:04Oh Bang.
12:05Tetapi tidak seperti itu Bang.
12:06Nah bayangkan penjajah saja tidak mempidanakan mereka.
12:09Nah sekarang Abang ikut kemudian.
12:11Bang Ferry.
12:12Analogi yang digunakan para pemimpin kita zaman dulu.
12:15Tidak membandingkan manusia dengan binatang.
12:18Oh kata siapa Bang?
12:19Coba kasih bukti sama saya.
12:21Analogi yang digunakan pemimpin kita dengan hewan zaman dulu seperti ini.
12:23Oke kalau gitu Bang Ferry.
12:24Berarti Anda inginnya ketika dilaporkan ke polisi.
12:27Ujungnya sampai mana?
12:27Sampai pidana itu dikabulkan juga oleh polisi.
12:29Jadi begini.
12:29Tujuan Garda Prabowo mengajukan Dumas.
12:33Menyampaikan pesannya bahwa.
12:35Ada keresahan masyarakat.
12:37Kelompok yang mencintai Prabowo.
12:39Bahwa statement-statement seperti ini.
12:41Tentu akan menjadi.
12:43Jikal bakal sesuatu yang tidak baik di negara kita.
12:46Orang akan memiliki kebebasan mencaci.
12:48Kita tahu bahwa konstitusi melindungi hak semua orang untuk berpendapat.
12:53Tetapi konstitusi tidak melindungi orang untuk melecekan, memaki, mencaci.
12:58Bahkan itu menggunakan analogi.
13:00Jadi kita jangan berlindung di balik analogi.
13:02Ini yang tidak boleh kita biarkan.
13:04Karena dampaknya ke depan.
13:06Semua pemimpin kita.
13:08Bahkan Kiai, Pendeta dan segala macam.
13:10Bisa kita caci-maki menggunakan analogi.
13:12Kalau berlindungnya di balik analogi.
13:14Nah inilah yang mau kita tegur, kita ingatkan publik.
13:17Bahwa semua ada aturannya.
13:19Oke kalau gitu saya juga minta tanggapan Bung Ferry.
13:21Bung Ferry kalau menurut Bung Ferry ini semua ada batasannya.
13:24Tapi apakah ini juga akan jadi presiden sebenarnya dalam kebebasan berpendapat?
13:28Ya kalau saya akan mulai gini ya.
13:30Tadi kan beliau menggunakan analogi tidak pernah menggunakan kata binatang.
13:35Dalam pidato Pak Presiden tanggal 20 bulan Juni ya.
13:42Dalam pidato itu presiden bahkan membandingkan derajat negara kita itu lebih rendah daripada anjing.
13:48Sehingga perlu ditingkatkan.
13:50Itu pidato presiden.
13:52Kita merasa itu tidak terhina dengan analogi itu.
13:55Itu bukan analogi Bang.
13:57Bukan analogi.
13:58Tengah terdengah.
13:58Coba gini loh.
14:00Kalibannya Tio itu, mohon maaf saya ucapkan, mohon maaf kepada Tio menyebut prabodos biantolon kucing.
14:08Kita dengar dulu kok gitu.
14:09Ini kan bukan-bukan Bung Ferry.
14:11Sebagai seorang praktisi hukum membiarkan itu menggunakan itu.
14:13Abang saja yang mudah tersinggung.
14:14Berlindung dibalik analogi.
14:15Jadi ada seorang anak mudah pintar.
14:18Menggunakan analogi pintar.
14:20Bung Ferry kan Bung Ferry.
14:22Kalaunya pintarnya tidak akan menggunakan kalibat seperti itu.
14:25Membuat banyak orang tersinggung.
14:28Dan inilah yang terjadi.
14:30Satu-satunya membungkam untuk anak mudah pintar ini adalah
14:33Bung Ferry ini bukan pembentangan.
14:35Poinnya sudah kami tangkap.
14:37Bung Ferry dan Bung Ferry Nan.
14:38Terima kasih.
14:39Sudah berbagi bersama kami pandangan di kompas petang Bung Ferry Nan.
14:41Ini mengingatkan semua pihak supaya bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapatan.
14:44Ya baik.
14:44Bung Ferry Nan sudah kami tangkap.
14:45Terima kasih Bung Ferry Nan dan Bung Ferry Amsari.
14:47Terima kasih.
14:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan