Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Ketua Dewan Komisioner Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan arahan Presiden dalam pertemuan bersama jajaran Bank Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

Dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan bahwa perbankan diminta tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga memastikan kehadirannya dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk UMKM dan sektor produktif lainnya.

Rosan menegaskan bahwa bank-bank Himbara memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan nilai kapitalisasi yang besar serta kontribusi signifikan terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu, ia menekankan pentingnya efisiensi, produktivitas, dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis perbankan, sekaligus menjaga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Produser: Prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/675691/full-usai-bertemu-prabowo-rosan-roeslani-tekankan-penguatan-peran-perbankan-untuk-rakyat-dan-umkm
Transkrip
00:00Terima kasih pada teman-teman media, tadi kami baru saja mendapatkan arahan
00:07bersama-sama dengan seluruh pimpinan Bank Himbara, seluruh pimpinan direksi, dan juga seluruh komisaris
00:17dari lima bank, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, BRI, BSI, dan juga BTN.
00:30Dan karena perbankan Himbara ini merupakan komponen yang sangat-sangat penting
00:38dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tidak semata-mata itu hanya sebagai entitas bisnis.
00:47Tetapi ini bisa mempengaruhi juga arah kebijakan perekonomian nasional.
00:52Nah, oleh sebab itu tadi arahan dari Bapak Presiden kepada seluruh perbankan dan juga Dewan Komisaris dan Pimpinan
01:03bahwa kita mesti melihat bahwa Indonesia ini secara keseluruhan itu sangat optimis dan sangat baik ke depannya.
01:13Nah, oleh sebab itu perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba tetapi juga harus dirasakan
01:25kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial, maupun korporasi.
01:45Dan bagaimana keberadaan perbankan Himbara ini yang tadi ditanya Bapak Presiden, bobotnya itu Bank Himbara itu kurang lebih nilainya,
01:55tadi ditanya satu persatu, contohnya seperti Bank Mandiri, nilainya kurang lebih Rp450 triliun.
02:03Ini berdasarkan market kapitulasi ya di Bursa, kemudian BRI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar
02:19Rp200 triliun,
02:22kemudian juga BSI dan juga Beta. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih Rp1.100 triliun,
02:29yang dimana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh kapital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia.
02:38Jadi bobotnya kan sangat-sangat besar, hanya dari lima perbankan yang ada di Indonesia ini.
02:45Nah, oleh sebab itu juga disampaikan bagaimana dalam menjalankan bisnisnya ini,
02:53tentunya asas prudensial atau kehatian-hatian harus diutamakan,
02:57kemudian juga memberikan persamaan yang tadi saya sampaikan bahwa justru usaha kecil-menengah ini
03:06yang kadangkala mendapatkan seru bunga lebih tinggi dari korporasi,
03:11malah harus di level yang sama, bahkan harus lebih rendah.
03:15Harus lebih rendah, karena ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM.
03:22Nah, dan juga bagaimana Bapak Presiden memberikan pandangan bahwa
03:32perbankan ini bisa memiliki peran yang sangat penting kan di segala sektor.
03:36Ini sebagai darah dari perekonomian kita, sebagai darah dari perekonomian kita.
03:40Dan tadi juga digambarkan berapa besar peran dari Bank Pemerintah ini
03:51dalam ikut mengsukseskan program-program perintah,
03:55tetapi juga dengan tetap menjalankan asas kehatian-hatian.
04:00Nah, itu juga yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehatian-hatian,
04:06secara profesional, dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus diraksanakan manfaatnya
04:12oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.
04:17Dan kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju,
04:24apalagi tadi disampaikan juga dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga Pemerintah Iran,
04:33dan harga minyak juga tadi sampaikan sudah menurun di bawah 80,
04:38dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita.
04:45Dan tetap, dan satu lagi bahwa sektor pangan juga adalah salah satu sektor utama
04:49yang harus diberikan perhatian khusus,
04:51dan yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya
04:56harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri
05:00dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara.
05:06Ya, karena kembali lagi perbankan Himbara punya peran yang sangat-sangat strategis,
05:10tidak hanya dalam pembiayaan,
05:13tapi juga terhadap pertumbuhan, perekonomian, dan kebijakan nasional ke depannya.
05:18Mungkin itu yang bisa saya sampaikan ya. Terima kasih.
05:38Ya, memang kalau harus dilihat juga secara keseluruhan ya.
05:44Memang BI rate naik, tapi yang paling penting tadi juga disampaikan, saya lupa,
05:48adalah bagaimana perbankan ini selalu meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya.
05:52Kalau dilihat memang dalam perjalanan setahun ini, dari 2005 sampai 2026,
06:00lending perbankan kita itu naik average 15 persen.
06:03Average naik 15 persen.
06:04Dan likuiditas juga dari pihak ketiga terjaga juga naik double digit.
06:09Dan yang paling penting juga NPL-nya, non-profiling loan bank kita,
06:14itu aja mandiri itu hanya 0,9.
06:16Jadi average NPL atau non-profiling loan kita,
06:19Bank Himbara itu antara 0,9 sampai 1,8 persen pada saat ini.
06:25Nah, justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki,
06:29yang mesti ditingkatkan efisiensinya,
06:31sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga,
06:33tetapi lendingnya ke masyarakat, kepada dunia usaha,
06:39terutama UMKM, itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama.
06:43Berarti di bawah kejadian ada arahan untuk menahan kebunan?
06:46Oh, tidak ada.
06:49Oke, baik, terima kasih.

Dianjurkan