Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru setelah salah satu tersangka, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada Kejaksaan Agung.

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony mengaku siap membantu penyidik mengungkap fakta-fakta yang menurutnya selama ini belum terungkap dalam perkara tersebut.

Krisna menjelaskan, terdapat dua klaster perkara yang menjerat kliennya.

Menurut Krisna, keinginan Sony menjadi justice collaborator muncul karena ia merasa memiliki informasi penting mengenai kedua klaster tersebut.

Terkait dugaan penyimpangan pengadaan, Krisna mengutip pernyataan kliennya.

Selain itu, Sony juga mengklaim mengetahui praktik yang berkaitan dengan pemberian titik dapur MBG kepada pihak-pihak tertentu.

Menurut penjelasan Sony yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, pihak-pihak tersebut datang dengan membawa yayasan untuk mengajukan titik dapur MBG.



Namun, setelah mendapatkan titik tersebut, sebagian diduga diperjualbelikan kembali.

Krisna mengatakan, kliennya keberatan dengan narasi yang berkembang bahwa dirinya menjadi pelaku utama praktik jual beli titik MBG.

Sony bahkan membantah pernah menerima keuntungan dari praktik tersebut. Saat ditanya apakah ada aliran dana yang masuk ke Sony dari praktik tersebut, Krisna menyebut kliennya membantah secara tegas.

"Dia katakan 1 juta persen, dia tidak pernah menerima uang dan menjual titik (SPPG)," katanya.

Yang paling menyita perhatian adalah klaim mengenai adanya puluhan nama yang disebut mengetahui atau terkait dengan praktik tersebut.

Krisna membenarkan adanya daftar 26 nama termasuk beberapa organisasi yang telah disampaikan dalam proses pemeriksaan.

Ia menjelaskan, jumlah individu yang disebut lebih sedikit karena sebagian merupakan organisasi.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/mCMbKPKuKNA



#mbg #korupsi #kebijakan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/675242/kuasa-hukum-sony-sonjaya-bongkar-dugaan-permainan-titik-mbg-siapa-yang-menikmati-uangnya-dipo
Transkrip
00:00Jadi, yang 14 aja sebesar ini, kalau kecil begini ya berapa?
00:08Jangan-jangan 18 atau 22
00:15Kalau potong lebih dari 14, dosa
00:21Dosa
00:21Betul, betul, betul, setuju
00:24Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa
00:33Mitra-mitra yang kedua
00:37Telur, jangan bikin dadar
00:40Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia
00:45Kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu
00:49Iya kan?
00:51Tepungnya lebih banyak dari telurnya
00:54Saudara, salah satu tersangka dugaan kasus korupsi
00:58Tata kelola maka berkisi gratis
00:59Sony Sonjaya mengejutkan publik dengan menyebut
01:02Ada 26 nama orang-orang besar
01:05Yang diduga turut terlibat dalam tindak pidana korupsi
01:10Tata kelola MBK
01:10Tapi pertanyaannya apakah betul demikian?
01:12Saya akan tanyakan secara langsung kepada kuasa hukum dari Sony Sonjaya
01:16Dengan Mas Krishna Murthy
01:17Mas Krishna, terima kasih untuk waktunya
01:19Thank you
01:19Pertama saya ingin mulai dari pengajuan
01:22Klien Anda, Sony Sonjaya yang mengajukan diri sebagai justice kolaborator
01:27Kepada kejaksaan agung
01:28Apa yang mendasari hal ini?
01:30Gini kita lihat dulu ya
01:30Dari penetapan tersangkainya klien kami, Sony Sonjaya
01:35Diuraikan dalam peristiwa yang diduga
01:38Ditudukan kepada klien kami
01:39Kan ada dua
01:40Dua klaster
01:42Klaster pertama adalah terkait menyangkut masalah pengadaan
01:45Yang pengadaan yang kita tahu lah
01:47Motor
01:48Lalu pengadaan kos kaki
01:50Pengadaan IT, iPad, dan lain-lainnya
01:52Lalu yang kedua adalah penyalahgunaan terkait masalah jual beli titik
01:58Nah ini kan dua
01:59Kalau pas Sony bilang
02:00Chris, sini deh
02:01Kenapa emangnya?
02:02Saya mau GC
02:03Saya bilang, apa Pak?
02:05Kenapa emang-emangnya GC?
02:06Satu GC terkait masalah pengadaan
02:08Saya ini mantan penyidik di PIKOR
02:10Kata dia
02:11Saya ini mantan siat
02:12Saya mantan penyidik di PIKOR
02:13Itu pengadaan nggak benar
02:15Saya bisa lakukan justice ya
02:17Untuk menjadi terang benar dalam kasus itu
02:19Kemudian yang kedua
02:21Bahwa saya memberikan titik-titik ini
02:25Kepada orang yang mengatensi
02:27Kepada orang yang berpengaruh
02:28Siapa aja Pak?
02:29Saya bilang gitu kan
02:30Siapa aja Pak?
02:31Ini ada kertas
02:32Bapak tulis
02:33Nama-nama itu
02:33Dan apa yang mereka lakukan?
02:36Saya bilang, apa yang mereka lakukan?
02:37Nah
02:37Ketika mereka datang
02:39Mereka membawa yayasan
02:41Lalu mereka memohonkan titik
02:43Nah
02:43Setelah yang dibangun sama mereka itu
02:46Sekian
02:47Sisanya dijual
02:48Nah mereka mengatasnamakan
02:50Sony
02:50Mereka mengatasnamakan
02:51Mengatasnamakan klien Anda?
02:53Ya
02:53Mengatasnamakan Sony
02:54Nah inilah yang dia bilang
02:55Saya keberatan terhadap narasi yang dibuat di luar
02:58Bahwa saya melakukan pembuatan yayasan
03:02Kemudian saya jual berikan titik
03:04Nah saya tidak pernah menjual berikan titik
03:07Karena ada statement saya di beberapa media
03:09Ya kan saya katakan bahwa
03:10Demi Tuhan
03:12Demi Allah
03:12Saya tidak pernah menjual titik
03:14Dan saya bisa buktikan
03:17Setelah titik-titik itu dijual
03:19Nah di lapangan lah gusar
03:20Ya banyak lah di lapangan bilang
03:22Ini Pak Sony punya
03:23Ini Pak Sony punya
03:24Ya kan Pak Sony punya
03:25Uangnya dikantongin sama mereka
03:27Seolah-olah bahwa mereka
03:28Ada setoran ke Pak Sony
03:30Artinya klien Anda meyakini bahwa
03:32Tidak ada aliran dana
03:34Sepeserpun yang masuk ke kantong Pak Sony?
03:36Dia katakan 1 juta persen
03:37Dia tidak pernah menerima
03:39Uang dan menjual titik
03:40Artinya uang-uang tersebut
03:42Masuk ke orang yang memberikan
03:43Aktensi dan memiliki pengaruh besar itu?
03:45Ya
03:46Eh kan patut diduga
03:47Kemana lagi
03:48Artinya patut diduga
03:50Kemana lagi uangnya?
03:51Oke
03:51Yang kemudian diketahui publik
03:52Ada 26 nama
03:54Apakah betul 26 nama
03:55Atau justru mungkin
03:56Lebih dari 26 nama?
03:5826 nama itu
03:59Termasuk nama beberapa organisasi
04:01Ya kan
04:02Kalau nama secara personnya
04:03Mungkin sekitar
04:0422 kali ya
04:06Sekitar
04:07Sekitar 22
04:08Lalu sisanya yang 4 itu
04:10Adalah nama organisasi
04:11Dan disitu
04:12Di dalam penutupan
04:13Berita acara
04:15Yang pemeriksaan kemarin
04:16Dan lain-lain
04:18Artinya dan lain-lain
04:19Saya tanya
04:19Kenapa artinya dan lain-lain
04:20Ini
04:22Belum semua
04:23Belum semua
04:24Artinya kemungkinan lebih
04:25Ada dan lain-lain
04:27Dia bilang
04:27Dalam pemeriksaan penutupnya
04:29Dan lain-lain
04:30Berarti kalau ada kalimat
04:32Dan lain-lain
04:32Kan berarti
04:33Lebih
04:34Dari jumlah itu
04:35Apakah
04:36Soni Sonjaya
04:37Atau mungkin melalui
04:38Kuasa hukumnya
04:38Berani menyebutkan namanya?
04:40Saya tahu
04:41Tapi saya belum
04:42Menyebut
04:42Artinya saya tahu
04:43Tapi saya belum
04:44Menyebut
04:44Karena
04:45Pak Soni bilang
04:46Biarkan saya aja
04:47Chris nanti
04:47Yang mengurai
04:48Saya buka itu
04:50Di pengadilan
04:50Oke
04:51Saya bilang
04:51Tapi saya tahu
04:52Karena saya mendampingi
04:53Beliau kan dalam
04:54Pemeriksaan
04:54Tapi betul
04:55Nama-nama tersebut
04:56Adalah bagian dari
04:57Eksekutif dan juga
04:57Legislatif
04:58Ada eksekutif
04:59Ada legislatif
05:00Ada yudikatif
05:01Ada yudikatif
05:02Ada yudikatif
05:03Yang disebutkan oleh
05:04Klien saya
05:06Klien Anda
05:07Baru akan membuka
05:09Di persidangan
05:10Oke
05:10Tapi yang menarik
05:11Ada sejumlah tokoh
05:13Yang kemudian
05:14Sudah membantah
05:14Keterlibatannya
05:15Mulai dari
05:16Kepala Staff Presiden
05:17Kemudian juga
05:18Ketua Umum Partai Demokrat
05:20Termasuk juga
05:21Wakil Ketua KPK
05:23Dan yang terbaru
05:24Juga
05:25Ada respon
05:26Yang kemudian
05:27Diberikan oleh
05:28Kepala BGN yang baru
05:29Nanik SD Yang
05:30Apakah nama-nama itu
05:31Juga ada kaitannya
05:31Dengan 26 nama
05:32Yang tadi kita bahas
05:33Saya belum mau
05:34Membahas ke sana
05:34Artinya nanti kita
05:35Lihat aja
05:36Di dalam pengembangan
05:37Pemeriksaan
05:38Cuman artinya
05:39Buat saya
05:39Gak apa-apa
05:40Itu kan haknya
05:41Mereka membantah
05:42Kita bisa lihat
05:43Orang di OTT
05:44Di KPK
05:44Masih membantah
05:45Mereka bilang aja
05:46Itu bukan duit
05:47Dari pada
05:50Pekerjaan yang
05:50Mereka punya kebijakan
05:52Tentu upaya yang kemudian
05:54Ingin dilakukan oleh
05:54Soni Sonjaya ini
05:55Bukanlah hal mudah
05:56Karena seperti yang tadi
05:57Kita sudah bahas
05:58Diduga
05:59Ada nama-nama besar
06:01Di balik
06:02Apa yang sesungguhnya
06:02Terjadi saat ini
06:03Saya mendapatkan informasi
06:05Juga dari salah satu
06:05Kuasa hukum
06:06Bu Elsa
06:07Yang bahkan menyebut
06:08Pak Soni
06:09Mengatakan siap mati
06:10Dan meminta
06:11Anak istrinya
06:12Untuk diberikan
06:12Kelindungan
06:13Betul demikian
06:14Nah itu dia
06:14Justru di kesempatan ini
06:16Kita juga akan bilang
06:17Akan sampaikan
06:18Kita minta secepatnya
06:20Surat kita di LPSK itu
06:22Dapat dijawab
06:23Karena kita minta
06:24Salah satu
06:25Ketentuan sebagai
06:26Justice Collaborator
06:27Melalui undang-undang LPSK
06:29Kita boleh mengajukan
06:31Karena
06:31Upaya-upaya
06:32Membungkam ini
06:34Sudah mulai terindikasi
06:35Sudah ada indikasi?
06:36Ya terindikasi lah
06:37Artinya bahwa
06:38Berbagai pihak
06:39Aku udah mau coba
06:40Menghubungi keluarganya
06:42Atau
06:42Mendatangi keluarganya
06:44Sudah ada hal seperti itu?
06:45Ada
06:45Ikan-Ikan mendatangi keluarganya
06:47Ya kalau bisa
06:48Nama saya
06:49Jangan disebut
06:50Nama saya
06:51Jangan diomongin
Komentar

Dianjurkan