00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Asri Gunawan.
00:04Gelap mata ingin menguasai harta benda, seorang cucu di Banyumas, Jawa Tengah, tegal membunuh neneknya sendiri.
00:12Soal tak puas menghabisi nyawa neneknya, pelaku juga membunuh selingkuhannya.
00:17Pelaku yang diketahui sudah berkeluarga dan memiliki dua anak ini, kini harus berurusan dengan hukum.
00:23Mendekam di balik jeruji besi, hukuman berat menanti.
00:44Pagi 12 Juni 2026, warga Patik Raja Banyumas, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan dua jasad di dalam rumah nenek Kartina.
00:54Warga awalnya curiga, pintu rumah Kartina masih tertutup rapat serta lampu rumah yang belum juga dimatikan, padahal mentari sudah mulai
01:03menampakkan sinarnya.
01:05Kecurigaan warga semakin menjadi, kala mengintip dari jendela, ada sesosok pria tengah tidur di dalam rumah.
01:12Pria yang diketahui merupakan cucu Kartina, tampak gelagapan, kala ditanya keberadaan sang nenek.
01:27Namun bukannya menjawab di mana sang nenek berada, korban justru bergegas menaiki sepeda motor milik selingguannya.
01:36Ia tancap gas, pelaku tak menghiraukan warga yang berkumpul di depan rumah neneknya.
01:42Bahkan beberapa warga tertabrak pelaku yang kala itu langsung kabur ke arah timur dari rumah korban.
01:49Warga yang menyisir rumah Kartina kaget dengan adanya jasad perempuan muda di salah satu kamar.
01:56Sementara warga lain juga dikagetkan dengan penemuan jasad Kartina di dalam sumur.
02:05Ini tuh ada warga anaknya, anaknya datang biasanya kan kodenya sudah dibuka, tapi ini belum sama sekali.
02:13Jadi ini diintip, ternyata di dalam tuh ada mas doni.
02:17Mas doni langsung makan motor, nabrak anaknya-anaknya si ibahnya.
02:36Kamis malam menjadi awal petaka, peristiwa tragis terjadi di rumah Kartina.
02:43Doni mendatangi rumah Kartina saat dirinya akan melaksanakan sholat isya.
02:47Kedatangan doni, cucunya sendiri, justru menjadi hari terakhir bagi Kartina melihat dunia.
02:54Doni meminjam uang pada Kartina, namun bukannya diberi.
02:57Doni justru dimaki dan ditagi utang oleh Kartina.
03:02Tak sampai di situ saudara, menurut pengakuan doni, neneknya juga terus membanding-bandingkan dirinya dengan cucu-cucu lainnya.
03:10Maki Kartina seketika menjadi petaka.
03:13Doni yang gelap mata langsung menganiaya neneknya sendiri dengan benda tumpul dan tali rafia hingga tewas.
03:22Galih meminjam kuat kepada korban satu.
03:25Namun korban satu menolak dan justru mengungkit hutang tersangka yang belum dikembalikan serta meminta tersangka untuk mengangsur hutang sebelumnya.
03:37Tersangka kemudian mengungkapkan keluh kesannya kepada korban satu.
03:42Korban justru membanding-bandingkan tersangka dengan cucu yang lainnya.
03:49Sehingga tersangka marah dan tersulit emosi.
03:52Tersangka kemudian mengikuti korban satu yang hingga berbunuh dan melaksanakan surat kisah.
03:58Pada saat itulah tersangka kemudian melihat satu buah palu besi.
04:02Sebelum menjalankan aksinya ternyata Doni sempat mengajak anak istrinya jalan.
04:09Pada keluarga ia bilang akan mengambil barang di rumah neneknya yang bisa dijual karena ada permasalahan perekonomian.
04:16Anak istri setia menunggu Doni hingga ia kembali.
04:20Seolah menutupi apa yang terjadi di rumah Kartina, Doni kembali menjemput anak istrinya dan mengantarkannya pulang.
04:28Uang yang ia dapat dari rumah neneknya sebagian dipakai untuk membayar permainan anaknya.
04:33Di sebuah warung milik temannya, Doni menitipkan anak dan istrinya.
04:38Ia beranjak pergi meninggalkan keluarga yang penuh harap padanya.
04:45Usai meninggalkan anak istrinya, pelaku Doni langsung bertemu dengan selingkuhannya A.A.
04:51Dengan menggunakan motor milik A.A, mereka berkeliling hingga ke Batu Raden.
04:56Usai dari Batu Raden, Doni mengajak A.A tersebut ke rumah nenek Kartina dengan Dali akan mengenalkan pada orang tuanya.
05:05Di sana mereka menginap.
05:10Jumat dini hari saat keduanya tengah asik menonton TV bersama, A.A merasa curiga melihat ada sepasang kaki terbujur di
05:19atas sejadah.
05:20Lantas A.A pun bertanya mengenai sosok tersebut ke Doni.
05:24Doni yang takut aksinya ketahuan langsung menganiaya A.A hingga tewas dengan benda tumpul dan tali rafia.
05:31Usai A.A tewas, perhiasan dan telepon genggam milik A.A diambil dan disimpan di bagasi jok motor korban.
05:43Tanpa rasa bersalah, usai kedua korban tewas, nenek Kartina dan A.A, Doni menyandingkan keduanya di lokasi yang sama.
05:53Dengan menggunakan ponsel, Doni kemudian merekam video dan foto kedua korban yang sudah tergeletak.
06:06Setelah dua peristiwa tragis di rumah Kartina, Doni berusaha menghilangkan jejak pembunuhan.
06:12Lantai rumah yang penuh dengan bercak darah dibersihkannya.
06:16Setiap sudut rumah yang terkait dengan aksi kejinya tersebut, saudara, dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih lantai.
06:26Tersangka kemudian merekam video kondisi kedua korban menggunakan handphone.
06:34Tersangka kemudian berusaha menghilangkan jejak kejahatannya dengan mengepel lantai yang berurang darah menggunakan ember dan cairan pembersih lantai.
06:45Jasad selingkuhan Doni, A.A, dibiarkan di dalam rumah dalam kondisi mengenaskan.
06:51Sementara jasad nenek Kartina, ia bawa ke belakang rumah dan dimasukkan ke dalam sumur.
06:57Setelah tuntas melakukan aksi kejinya itu, Doni langsung tertidur di rumah seolah tak berbuat salah.
07:04Lampu rumah tetap menyala, pintu rumah juga tertutup rapat.
07:08Sementara sumur yang digunakan untuk membuang jasad nenek Kartina, ia biarkan terbuka lebar.
07:19Tak berselang lama, pelaku akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Banyumas.
07:24Ia ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Banjarnegara,
07:28usai membunuh nenek dan teman dekatnya di desa Patikraja Banyumas, Jawa Tengah.
07:33Motif pembunuhan pun terungkap.
07:35Pelaku tega membunuh sang nenek karena sakit hati saat disinggung terkait masalah hutang.
07:50Motif ekonomi, di mana tersangka telah merencanakan berniat untuk mengambil dan menguasai karakter benda,
08:00baik itu milik korban satu maupun korban dua karena tersang kebetulan ekonomi.
08:10Suasana duka tampak menyelimuti keluarga korban.
08:13Keluarga korban tak menyangka anaknya menjadi korban pembunuhan.
08:18Keluarga meminta pelaku dihukum mati.
08:21Kami menyamarkan keluarga korban karena korban masih di bawah umur.
08:31Harapan Bapak, sebagai Bapak korban,
08:36Bapak minta kepada penegah hukum untuk dihukum seberat-beratnya atau hukuman mati.
08:44Terima kasih telah menonton!
Komentar