Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Warga Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan dua jasad di rumah seorang lansia bernama Kartinah pada 12 Juni 2026. Polisi kemudian mengungkap pelaku pembunuhan tersebut merupakan cucu korban sendiri, Doni.

Kasus ini diduga dipicu persoalan ekonomi. Berdasarkan hasil penyelidikan, Doni datang ke rumah neneknya untuk meminjam uang. Namun permintaannya ditolak dan ia mengaku mendapat teguran dari korban. Dalam kondisi emosi, Doni kemudian menganiaya Kartinah menggunakan benda tumpul dan tali rafia hingga tewas.

Setelah itu, Doni diduga mengambil sejumlah barang dari rumah korban. Ia sempat kembali menemui istri dan anaknya sebelum pergi bersama seorang perempuan berinisial A-A yang disebut sebagai selingkuhannya.

Doni kemudian mengajak A-A ke rumah Kartinah. Saat berada di lokasi, A-A diduga mulai curiga setelah melihat sosok tergeletak di dalam rumah. Khawatir perbuatannya terbongkar, Doni kembali melakukan penganiayaan terhadap A-A hingga meninggal dunia.

Usai kedua korban tewas, pelaku diduga mengambil perhiasan dan telepon genggam milik A-A. Kasus ini akhirnya terungkap setelah warga curiga melihat kondisi rumah Kartinah yang tertutup rapat dan pelaku berusaha melarikan diri saat ditanya mengenai keberadaan neneknya.

Kini Doni telah diamankan polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

#Banyumas #Pembunuhan #Kriminal #JawaTengah

Baca Juga Usai Divonis Bebas, Videografer Amsal Sitepu Harap Tak Ada Lagi Kriminalisasi ke Pekerja Kreatif di https://www.kompas.tv/regional/660391/usai-divonis-bebas-videografer-amsal-sitepu-harap-tak-ada-lagi-kriminalisasi-ke-pekerja-kreatif

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/675238/kronologi-cucu-bunuh-nenek-dan-seorang-perempuan-di-banyumas-jawa-tengah-berut
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Asri Gunawan.
00:04Gelap mata ingin menguasai harta benda, seorang cucu di Banyumas, Jawa Tengah, tegal membunuh neneknya sendiri.
00:12Soal tak puas menghabisi nyawa neneknya, pelaku juga membunuh selingkuhannya.
00:17Pelaku yang diketahui sudah berkeluarga dan memiliki dua anak ini, kini harus berurusan dengan hukum.
00:23Mendekam di balik jeruji besi, hukuman berat menanti.
00:44Pagi 12 Juni 2026, warga Patik Raja Banyumas, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan dua jasad di dalam rumah nenek Kartina.
00:54Warga awalnya curiga, pintu rumah Kartina masih tertutup rapat serta lampu rumah yang belum juga dimatikan, padahal mentari sudah mulai
01:03menampakkan sinarnya.
01:05Kecurigaan warga semakin menjadi, kala mengintip dari jendela, ada sesosok pria tengah tidur di dalam rumah.
01:12Pria yang diketahui merupakan cucu Kartina, tampak gelagapan, kala ditanya keberadaan sang nenek.
01:27Namun bukannya menjawab di mana sang nenek berada, korban justru bergegas menaiki sepeda motor milik selingguannya.
01:36Ia tancap gas, pelaku tak menghiraukan warga yang berkumpul di depan rumah neneknya.
01:42Bahkan beberapa warga tertabrak pelaku yang kala itu langsung kabur ke arah timur dari rumah korban.
01:49Warga yang menyisir rumah Kartina kaget dengan adanya jasad perempuan muda di salah satu kamar.
01:56Sementara warga lain juga dikagetkan dengan penemuan jasad Kartina di dalam sumur.
02:05Ini tuh ada warga anaknya, anaknya datang biasanya kan kodenya sudah dibuka, tapi ini belum sama sekali.
02:13Jadi ini diintip, ternyata di dalam tuh ada mas doni.
02:17Mas doni langsung makan motor, nabrak anaknya-anaknya si ibahnya.
02:36Kamis malam menjadi awal petaka, peristiwa tragis terjadi di rumah Kartina.
02:43Doni mendatangi rumah Kartina saat dirinya akan melaksanakan sholat isya.
02:47Kedatangan doni, cucunya sendiri, justru menjadi hari terakhir bagi Kartina melihat dunia.
02:54Doni meminjam uang pada Kartina, namun bukannya diberi.
02:57Doni justru dimaki dan ditagi utang oleh Kartina.
03:02Tak sampai di situ saudara, menurut pengakuan doni, neneknya juga terus membanding-bandingkan dirinya dengan cucu-cucu lainnya.
03:10Maki Kartina seketika menjadi petaka.
03:13Doni yang gelap mata langsung menganiaya neneknya sendiri dengan benda tumpul dan tali rafia hingga tewas.
03:22Galih meminjam kuat kepada korban satu.
03:25Namun korban satu menolak dan justru mengungkit hutang tersangka yang belum dikembalikan serta meminta tersangka untuk mengangsur hutang sebelumnya.
03:37Tersangka kemudian mengungkapkan keluh kesannya kepada korban satu.
03:42Korban justru membanding-bandingkan tersangka dengan cucu yang lainnya.
03:49Sehingga tersangka marah dan tersulit emosi.
03:52Tersangka kemudian mengikuti korban satu yang hingga berbunuh dan melaksanakan surat kisah.
03:58Pada saat itulah tersangka kemudian melihat satu buah palu besi.
04:02Sebelum menjalankan aksinya ternyata Doni sempat mengajak anak istrinya jalan.
04:09Pada keluarga ia bilang akan mengambil barang di rumah neneknya yang bisa dijual karena ada permasalahan perekonomian.
04:16Anak istri setia menunggu Doni hingga ia kembali.
04:20Seolah menutupi apa yang terjadi di rumah Kartina, Doni kembali menjemput anak istrinya dan mengantarkannya pulang.
04:28Uang yang ia dapat dari rumah neneknya sebagian dipakai untuk membayar permainan anaknya.
04:33Di sebuah warung milik temannya, Doni menitipkan anak dan istrinya.
04:38Ia beranjak pergi meninggalkan keluarga yang penuh harap padanya.
04:45Usai meninggalkan anak istrinya, pelaku Doni langsung bertemu dengan selingkuhannya A.A.
04:51Dengan menggunakan motor milik A.A, mereka berkeliling hingga ke Batu Raden.
04:56Usai dari Batu Raden, Doni mengajak A.A tersebut ke rumah nenek Kartina dengan Dali akan mengenalkan pada orang tuanya.
05:05Di sana mereka menginap.
05:10Jumat dini hari saat keduanya tengah asik menonton TV bersama, A.A merasa curiga melihat ada sepasang kaki terbujur di
05:19atas sejadah.
05:20Lantas A.A pun bertanya mengenai sosok tersebut ke Doni.
05:24Doni yang takut aksinya ketahuan langsung menganiaya A.A hingga tewas dengan benda tumpul dan tali rafia.
05:31Usai A.A tewas, perhiasan dan telepon genggam milik A.A diambil dan disimpan di bagasi jok motor korban.
05:43Tanpa rasa bersalah, usai kedua korban tewas, nenek Kartina dan A.A, Doni menyandingkan keduanya di lokasi yang sama.
05:53Dengan menggunakan ponsel, Doni kemudian merekam video dan foto kedua korban yang sudah tergeletak.
06:06Setelah dua peristiwa tragis di rumah Kartina, Doni berusaha menghilangkan jejak pembunuhan.
06:12Lantai rumah yang penuh dengan bercak darah dibersihkannya.
06:16Setiap sudut rumah yang terkait dengan aksi kejinya tersebut, saudara, dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih lantai.
06:26Tersangka kemudian merekam video kondisi kedua korban menggunakan handphone.
06:34Tersangka kemudian berusaha menghilangkan jejak kejahatannya dengan mengepel lantai yang berurang darah menggunakan ember dan cairan pembersih lantai.
06:45Jasad selingkuhan Doni, A.A, dibiarkan di dalam rumah dalam kondisi mengenaskan.
06:51Sementara jasad nenek Kartina, ia bawa ke belakang rumah dan dimasukkan ke dalam sumur.
06:57Setelah tuntas melakukan aksi kejinya itu, Doni langsung tertidur di rumah seolah tak berbuat salah.
07:04Lampu rumah tetap menyala, pintu rumah juga tertutup rapat.
07:08Sementara sumur yang digunakan untuk membuang jasad nenek Kartina, ia biarkan terbuka lebar.
07:19Tak berselang lama, pelaku akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Banyumas.
07:24Ia ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Banjarnegara,
07:28usai membunuh nenek dan teman dekatnya di desa Patikraja Banyumas, Jawa Tengah.
07:33Motif pembunuhan pun terungkap.
07:35Pelaku tega membunuh sang nenek karena sakit hati saat disinggung terkait masalah hutang.
07:50Motif ekonomi, di mana tersangka telah merencanakan berniat untuk mengambil dan menguasai karakter benda,
08:00baik itu milik korban satu maupun korban dua karena tersang kebetulan ekonomi.
08:10Suasana duka tampak menyelimuti keluarga korban.
08:13Keluarga korban tak menyangka anaknya menjadi korban pembunuhan.
08:18Keluarga meminta pelaku dihukum mati.
08:21Kami menyamarkan keluarga korban karena korban masih di bawah umur.
08:31Harapan Bapak, sebagai Bapak korban,
08:36Bapak minta kepada penegah hukum untuk dihukum seberat-beratnya atau hukuman mati.
08:44Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan