00:00Bapak Ibu, Saudaraku sekalian, kuasa kegelapan akan berusaha membuat hidup kita terasa rumit, terasa kompleks, supaya kita tidak memiliki fokus
00:22yang benar.
00:26Saudara renungkan, pada akhir hidup seseorang, apapun yang telah diperjuangkan dan apapun yang telah dimiliki, itu lenyap dalam sekejap seperti
00:49uap.
00:53Kompleksitas atau kerumitan hidup benar-benar telah membuat manusia gagal fokus.
01:06Manusia mestinya memiliki fokus yang benar, tetapi kuasa kegelapan membuat manusia dalam segala kegiatan, dalam segala kesibukan menjadi rumit dan
01:26kompleks.
01:30Saudara, minggu lalu telah saya sampaikan, tidak ada orang yang lebih merdeka dari orang yang sampai pada titik dia mengatakan
01:46sudah selesai.
01:51Manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah dia capai.
01:57Manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah dia miliki.
02:01Manusia terus bergerak untuk memperoleh apa yang dia rasa belum dimiliki dan dia merasa mutlak harus dimiliki.
02:20Apalagi kalau sesuatu itu dimiliki oleh orang lain dan nampak membahagiakan dan itu dipandang sebagai menguntungkan dan mendatangkan kehormatan.
02:37Manusia terus dibuat sibuk, manusia terus menggeliat dari satu kerumitan ke kerumitan yang lain, dari satu kompleksitas ke kompleksitas yang
02:53lain.
02:54Sehingga manusia tidak pernah fokus kepada yang mestinya dia memberikan fokus.
03:01Dan ketika meninggal dunia, dia baru sadar bahwa dia telah menyianyiakan kesempatan yang begitu berharga.
03:15Yang Tuhan berikan untuk memiliki fokus yang benar dan hidup di dalam fokus itu guna memiliki kekekalan.
03:26Tentu kekekalan yang indah, sebab manusia harus memilih kemuliaan kekal atau kehinaan kekal.
03:38Kompleksitas manusia, kerumitan hidup yang dijalani manusia membuat manusia menuju kehinaan kekal.
03:51Dari satu kompleksitas ke kompleksitas yang lain.
03:56Dan selalu akan rumit.
03:58Bahkan orang-orang yang sekarang hidupnya secara ekonomi baik, terhormat.
04:05Mungkin secara finansial dan secara harfiah, dia tidak memiliki kerumitan.
04:13Tapi sebenarnya dia memiliki kerumitan yang lain.
04:17Yang mungkin juga tidak disadari.
04:20Tapi yang jelas, dia belum menemukan pelabuhan.
04:24Dia belum bisa berkata, sudah selesai.
04:29Bapak, Ibu, Saudaraku sekalian.
04:33Mari kita teduh ya, mendengar nasihat Tuhan ini, Saudaraku.
04:40Dan kita jujur mengakui keadaan kita.
04:44Bagaimana kita telah membuat kerumitan itu.
04:49Kita membuat hidup kita menjadi kompleks, menjadi rumit.
04:52Karena kita tidak memiliki fokus yang benar.
04:57Di gereja ini, Saudara, diajar kebenaran.
05:02Supaya kita memiliki fokus hidup yang benar.
05:06Fokus hidup kita hanya satu, Saudara.
05:09Tuhan.
05:10Tuhan.
05:11Karena suatu hari, Saudara akan dapat membuktikan.
05:17Bahwa ternyata yang kita butuhkan dalam hidup ini hanya satu, Tuhan.
05:26Tuhan.
05:28Hanya satu yang kita butuhkan, Tuhan.
05:32Kalau Saudara atau sebagian Saudara, mungkin juga sebagian besar Saudara,
05:40Belum memahami pernyataan ini, statement ini.
05:46Belum memahami kebenaran ini, karena jiwa Saudara sudah rusak.
05:52Jiwa Saudara sudah rusak.
05:57Sama seperti lidah yang rusak.
06:02Dia bisa mati rasa, dia bisa tidak bisa merasa.
06:08Mestinya asin, dia tidak rasa asin.
06:10Mestinya manis, dia tidak bisa rasa manis.
06:13Mestinya lezat, dia tidak tahu itu lezat.
06:16Mungkin juga lidah menjadi sesat.
06:19Apa yang tidak enak terasa enak.
06:23Yang enak malah terasa tidak enak.
06:26Jiwa kita seperti lidah itu.
06:30Menjadi sesat.
06:32Kalau seseorang terus berproses dikembalikan kerancangan Allah semula,
06:40Mendengar kebenaran, dia akan sampai pada satu titik,
06:46Dia bisa mengerti bahwa yang hanya dibutuhkan, Tuhan.
06:53Hanya satu yang dia butuhkan, Tuhan.
06:57Bapak, Ibu, Saudara sekalian.
06:59Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
07:03Suatu kali nanti Bapak, Ibu akan membuktikan.
07:07Ketika Saudara menutup mata,
07:10Semua yang kita perjuangkan,
07:13Yang kita miliki,
07:15Yang sejak hidup banyak manusia pikir itu akan melengkapi hidupnya.
07:21Akan membuat hidupnya lengkap dan utuh.
07:24Lenyap dalam sekejap seperti uap.
07:27Dan baru benar-benar menyadari,
07:30Bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan itu hanya Tuhan.
07:34Tetapi ketika Saudara,
07:38Ketika seseorang sadar,
07:40Bahwa dibutuhkan yang dibutuhkan hanya Tuhan.
07:45Ketika ia sudah menutup mata,
07:48Itu terlambat.
07:50Ia pasti tidak memiliki Tuhan secara benar.
07:54Ia pasti telah gagal fokus dalam hidup ini.
07:58Mestinya sejak kita hidup di dunia,
08:01Jiwa kita sudah benar-benar menjadi sehat,
08:07Proper,
08:08Dan bisa menghayati,
08:12Bahwa yang kita butuhkan sesungguhnya hanya Tuhan.
08:17Saudara pernyataan ini memiliki implikasi yang luas.
08:22Dan nanti akan saya kemukakan sepanjang khutbah ini.
08:28Sebagian besar Saudara belum sampai pada tingkat ini.
08:33Karena pada umumnya Saudara lebih serupa dengan dunia,
08:37Daripada serupa dengan Yesus.
08:41Sebagian besar Saudara pada dasarnya,
08:45Atau pada umumnya juga,
08:47Lebih serupa dengan dunia,
08:49Daripada serupa dengan Yesus.
08:52Tetapi melalui pemberitaan suara kebenaran,
08:56Dan jika Saudara tekun,
09:00Lambat laun,
09:01Tahap demi tahap,
09:03Saudara bisa mengerti,
09:05Bahwa yang Saudara butuhkan,
09:08Sesungguhnya hanya Tuhan saja.
09:11Hanya Tuhan saja.
09:13Kalau sekarang Saudara belum bisa menghayati hal ini,
09:19Saudara ikuti terus,
09:21Sebab hanya orang yang sampai pada tahap ini,
09:25Orang itu baru bisa menghormati Tuhan secara patut.
09:31Hanya orang yang bisa mengerti,
09:34Bahwa yang dibutuhkan itu Tuhan saja,
09:38Itu baru bisa menghormati Tuhan secara patut.
09:42Ia baru bisa mencintai Tuhan dengan segenap hati,
09:47Segenap jiwa,
09:48Dan segenap akal budi.
09:51Barulah orang-orang seperti ini,
09:54Barulah orang-orang seperti ini memiliki takut akan Allah secara benar.
09:58Dan betapa berbahagianya orang-orang yang sampai pada tingkat ini,
10:05Saudara bisa,
10:06Saya juga bisa,
10:08Kita semua bisa,
10:10Kita harus bertumbuh terus,
10:12Dan kita harus berjuang terus.
10:14Orang yang sungguh,
10:16Orang yang sungguh-sungguh sampai pada penghayatan,
10:18Bahwa yang dibutuhkan itu hanya Tuhan saja.
10:22Ia akan bisa menghormati Tuhan secara patut.
10:26Ia akan bisa mencintai Tuhan dengan segenap hati,
10:31Segenap jiwa,
10:33Dan segenap akal budi,
10:34Secara natural,
10:36Secara natural,
10:37Tidak usah paksa-paksa,
10:40Saudaraku.
10:41Ini contoh sederhana,
10:43Kalau Anda mencintai seseorang,
10:47Bahwa dia yang paling berharga dalam hidupmu.
10:51Bahwa Anda bisa hidup tanpa siapapun,
10:55Tapi jangan tanpa dia.
10:56Maka Anda baru tahu,
10:59Bagaimana mencintai dia dengan segenap hati,
11:02Secara natural.
11:04Anda baru rela melakukan apapun demi dia.
11:08Ini manusia.
11:10Mengapa kita tidak menunjukannya ini kepada Tuhan?
11:17Karenanya sudah harus belajar kebenaran Tuhan.
11:20Terus setiap minggu,
11:22Berdoa bersama,
11:24Menghayati kehadiran Tuhan.
11:26Itu tahap demi tahap,
11:30Saudara akan merasakan kehausan dalam jiwa saudara.
11:34Yang tadinya tidak bisa bangun pagi,
11:38Sekarang bisa bangun pagi.
11:40Yang tadinya kalau pagi tidak berdoa,
11:43Biasa-biasa saja.
11:45Tapi sekarang ada yang hilang.
11:48Yang tadinya tidak kebaktian satu bulan,
11:51Ya tidak masalah.
11:53Tapi sekarang satu minggu lewat,
11:55Anda merasa kehilangan.
11:58Kan banyak orang Kristen nafas.
12:01Natal dan Pasca.
12:03Jadi Natal datang ke gereja,
12:05Pasca datang ke gereja,
12:08Selebihnya dia tidak datang.
12:09Kristen nafas.
12:11Napas pendek.
12:15Saudara.
12:17Jadi terus,
12:19Supaya rasa membutuhkan Tuhan itu bukan hanya mulut.
12:26Ya dari tadi saya merenungkan kalimat,
12:30Pemasmur yang mengatakan,
12:32Seperti rusam merindukan sungai.
12:37Bagaimana ya seorang pemasmur yang hidup di zaman perjanjian lama,
12:42Sudah bisa memiliki kehausan akan Allah seperti ini.
12:46Seperti rusam merindukan sungai yang mengalir.
12:58Demikianlah jiwaku merindukan engkau.
13:15Tuhan Raja ku padamu sangat haus jiwaku.
13:26Bila ku boleh datang memandangmu Tuhan.