00:01Saudaraku sekalian, tentu semua orang yang sehat pikirannya atau orang yang normal menghendaki hari yang menyenangkan dan hari yang indah
00:26setiap hari.
00:27Karnanya orang melakukan berbagai kegiatan setiap harinya agar dengan kegiatan-kegiatan tersebut ia memiliki hidup atau hari yang indah.
00:55Sekali lagi saudara, sejak bangun tidur orang melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas agar bisa memiliki hidup atau hari yang indah.
01:16Kenyataannya kita melihat manusia tidak pernah puas dengan hari hidup yang dimiliki.
01:28Kalau ia sudah bisa mencapai sesuatu yang dia pikirkan akan bisa membahagiakan dirinya, menjadikan hidup dan harinya indah.
01:43Ternyata belum atau tidak, maka melakukan kegiatan lagi untuk yang dia pikir meningkatkan kualitas hidup, guna mencapai hidup dan hari
02:00yang indah.
02:02Dan manusia terus terperangkap dalam obsesinya tersebut, dalam cita-cita dan keinginan tersebut, sampai tubuh menjadi rentan, tua, tidak mampu
02:20melakukan kegiatan apa-apa, kemudian berakhir pada kematian.
02:29Demikianlah pada umumnya orang mengisi hari hidupnya.
02:34Kita semua tanpa kita sadari atau banyak orang tanpa mereka sadari terjebak pula dengan penyelenggaraan hidup seperti ini saudara.
02:51Penyelenggaraan hidup seperti ini.
02:56Bahkan orang-orang tertentu yang merasa hendak melayani Tuhan atau melakukan pekerjaan Tuhan.
03:07Sebenarnya juga tidak berbeda dengan orang pada umumnya, hanya bedanya terletak pada jenis kegiatan saja.
03:18Yang lain menjadi pedagang, praktisi hukum, tenaga medis, pengajar di pendidikan umum, sedangkan kelompok orang yang merasa melayani Tuhan ada
03:32di lingkungan sekolah tinggi teologi, di lingkungan pendeta atau kantor sinode.
03:40Esensinya sama, substansinya sama saudaraku.
03:45Hanya jenis aktivitasnya yang beda.
03:52Apalagi kalau di pelayanan, tidak ada tuntutan, tidak ada target.
03:58Seperti misalnya seorang sales atau seorang pekerja diberi target tertentu, tetapi seorang pelayan jemaat tidak dituntut target.
04:14Ya tentu ini profesi yang tidak menuntut atau memaksa seseorang kerja keras.
04:28Sama, akhirnya dia tidak mendapatkan hidup atau hari yang indah.
04:35Maka, dia menggeliat terus melalui dengan kegiatan supaya jumlah jemaat banyak dan memiliki berbagai aktivitas pelayanan yang bisa atau diharapkan
04:52dia memiliki hidup dan hari yang indah.
04:57Tapi ternyata belum tentu dan bisa dipastikan tidak dicapai.
05:06Lalu bagaimana saudaraku?
05:09Bagaimana kita bisa memiliki hari atau hidup yang indah?
05:14Saudara catat hari ini saudaraku.
05:18Hidup yang indah.
05:21Kalau kita bisa menyenangkan atau menyukakan hati Allah.
05:28Kalau kita melakukan apa yang Allah kehendaki, untuk kita lakukan.
05:36Karena hakikat Allah yaitu tidak memaksa.
05:43Allah memberi kebebasan kepada individu.
05:46Maka Allah mengendaki agar kita dengan rela melakukan.
05:53Dengan rela kita menyelenggarakan hidup.
05:59Melakukan apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan.
06:06Disitulah keindahan hidup.
06:11Dan akan semakin indah ketika ketepatan kita bertindak itu semakin tinggi.
06:22Akurasinya maksud saya.
06:24Makin tepat.
06:29Lagu yang tadi kita nyanyikan yang terakhir itu.
06:33Ya saudara terkait dengan apa yang saya sampaikan sekarang.
06:38Khususnya bunyi referennya.
06:42Pikiran dan perasaanku.
06:49Sesuai pikiran perasaanku.
06:59Semua keinginanku.
07:03Seturut dengan kehendakmu Bapak.
07:13Hidupannya tuh berbakti.
07:20Kepadamu Maha Suci.
07:29Sekarang dan selamanya.
07:34Di rumah Bapak.
07:38Pikiran.
07:42Pikiran.
07:44Pikiran dan perasaanku.
07:49Sesuai pikiran perasaanku.
07:59Semua keinginanku.
08:02Semua keinginanku.
08:04Seturut dengan kehendakmu Bapak.
08:13Hidupannya tuh berbakti.
08:17Hidupannya tuh berbakti.
08:21Kepadamu Maha Suci.
08:29Sekarang dan selamanya.
08:35Di rumah Bapak.
08:39Tepuk.
08:39Tepuk.
08:40Terima kasih telah menonton