00:00Dalam pengadilan Tuhan, alam menuntut pertanggungan jawab setiap individu, apa yang telah dilakukannya dalam hidup ini.
00:09Tadi saya katakan pada jam 11, satu kata harus dipertanggungjawabkan, apalagi satu kalimat, apalagi satu narasi.
00:21Tuhan menuntut pertanggungan jawab, apa yang kamu lakukan.
00:31Untuk mengisi hidupmu selama di bumi.
00:38Ingat hamba yang jahat, yang diberi modal oleh Tuhannya, lalu dia tidak mengembangkan modal itu dan berkata,
00:48Karena Tuhan menuai dimana Tuhan tidak menabur, kurang ajar kan?
00:54Nah jelas kok, engkau menerima ini untuk kamu kembangkan kok.
01:00Kamu tidak mengembangkannya, kamu simpan, kamu kubur di dalam tanah.
01:08Ingat kita tidak dapat menghindarkan diri dari pengadilan di hadapan Tuhan.
01:16Sempat saya merenungkan hari-hari belakangan ini, saudaraku.
01:25Orang yang mengesankan dirinya itu rohani.
01:32Karena saya pendeta, lingkungan saya pendeta ya, mengesankan dirinya itu membela kebenaran.
01:39Mengesankan dirinya itu baik, tentu dengan menyerang orang.
01:46Lalu dia merasa aman, karena tidak ada orang yang bisa membaca kedalaman hati orang.
01:55Firman Tuhan mengatakan di dalam Ibrani, sebab segala sesuatu terlanjang dan terbuka di depan mata Allah.
02:04Ibrani 4, ayat 13.
02:06Yang kepadanya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
02:12Jadi begini, saudara, kan kita di sini punya semacam lembaga atau institusi.
02:18Ada hakim di sini, saudara, dalam diri kita.
02:21Sekaligus ada polisi.
02:24Hakim menilai salah atau benar, menghakimi, lalu memberikan eksekusi.
02:32Setelah memberi eksekusi, polisinya menghukum.
02:36Nah kita harus merasa ada polisi di sini.
02:40Jadi sebelum kita melakukan kesalahan, ingat ada polisi di sini.
02:45Lalu kita bisa bersoal jawab.
02:48Kita mengembangkan hal itu.
02:51Misalnya saudara melihat sesuatu.
02:55Ada kecenderungan mengingini.
02:58Anda berkata jangan ya.
03:00Jangan ya, enggak ya.
03:03Lalu kita berdialog dengan diri sendiri.
03:06Aku enggak loh, aku sudah jelas tidak mengingini.
03:08Ada godaan mengingini.
03:10Tapi aku sudah berkata tidak loh, aku enggak salah.
03:13Biar dialog sendiri.
03:15Dialog dengan diri sendiri, saudara.
03:18Waktu kita dilukai orang, kita mau membalas.
03:22Tapi lalu kita melarang diri kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.
03:28Walau hanya semua perasaan benci.
03:30Jangan.
03:56Jangan.
03:58Ampuni.
03:59Dan Anda bisa tahu nanti, roh kudus bicara.
04:04Anda seperti mengaktifkan roh kudus bicara.
04:08Karena Anda memang membuka ruangan dialog itu.
04:12Salah.
04:13Tadi kamu sudah menaruh benci.
04:17Kamu munafik itu, senyum di depan dia.
04:19Kamu tadi sebenarnya enggak suka dengan orang itu.
04:23Roh kudus bicara.
04:26Makanya, saudaraku, sebelum kita dihadapkan di pengadilan Tuhan,
04:32kita sudah membuat pengadilan terhadap diri kita sendiri.
04:36Dan kalau kita bersalah, kita merasa terhukum.
04:40Aduh.
04:41Kita menghukum diri kita sendiri.
04:43Dan sebenarnya itu otomatis.
04:46Orang yang punya nurani dan mengembangkan nurani,
04:49ketika berbuat salah kan merasa bersalah.
04:53Di dalam pengadilan Tuhan,
04:56Tuhan tidak menerima alasan apapun.
04:59Salah, salah.
05:01Salah, salah.
05:03Udah.
05:03Kalau kita bisa membuat alasan.
05:09Nah, kalau kita pintar-pintar membuat alasan,
05:12celaka kita.
05:14Jangan membuat alasan.
05:16Waktu kita berkata dalam hati,
05:18kurang ngajar emang orang itu.
05:20Setan benar.
05:22Lalu hati mengatakan, kamu salah.
05:26Dia keterlaluan.
05:27Yuk bikin alasan.
05:29Di pengadilan Tuhan tidak ada alasan seperti itu.
05:33Bagaimana saya mau jujur,
05:34kondisiku tercepit.
05:39Pimpinan senang yang punya perusahaan untung,
05:42gua buntung.
05:44Aku korupsi segini juga gak jadi miskin,
05:46kok dia masih untung.
05:48Tuh.
05:48You punya reason.
05:49Nyolong sih tetap nyolong.
05:51Jangan punya alasan.
05:54Kita beri tepuk tangan untuk kebenaran ini.
05:58Kalau tidak serius mendengarkan khutbah saya,
06:01skip pas lewat,
06:03anda gak dapat apa-apa.
06:04Tapi kalau saudara memperhatikan,
06:06asurah diberkati.
06:08Makanya ini untungnya kalau on-site.
06:10Anda kalau on-site begini.
06:14Tapi kalau tidak on-site.
06:33Kalau on-site hanya bisa begini.
06:37Kalau di rumah sambil online,
06:40eh, panggil itu bakso.
06:47Di rumah ini begini.
06:49Eh, jangan dihabisin loh.
06:50Gua juga mau itu.
06:53Jangan begitu.
06:55Udah lewat itu waktu.
06:57Soal pengadilan tadi udah lewat.
07:02Makanya kalau bisa on-site,
07:04anda datang on-site.
07:10Puji Tuhan ya.
07:11Sudah ragu.
07:14Soal diberkati?
07:16Kita buat pengadilan di dalam diri kita.
07:19Sejujur-jujurnya.
07:24Kan sekarang ini,
07:27medsos itu tempat orang curhat.
07:29Marah kepada mertua,
07:30tapi gak bilang itu mertua.
07:35Begitu.
07:38Misalnya mertuanya namanya Ibu Uwi.
07:40Entah Uwi siapa ya.
07:41Ini menantunya benci.
07:45Dasar tua bangka mau mati gak tahu diri.
07:51Dasar tua bangka mau mati tidak tahu diri.
07:54Sudah dilempar.
08:00Begitu dia lihat,
08:01oh mertua udah baca,
08:02dihapus.
08:07atau dia mau mengatakan itu untuk menyakiti anak dari mertuanya yang menyakiti dia.
08:16Nih gua sakiti lu lewat gua maki mama lu.
08:21Begitu sudah dibaca dihapus.
08:25Lalu ditanya,
08:26kamu tadi tulis apa?
08:28Yang mana?
08:32lu ngomong untuk mama ya?
08:35Nggak ada namanya,
08:36gua nggak sebut.
08:39Itu lihat orang-orang jahat yang tidak takut Tuhan.
08:44Jangan,
08:45kita jangan lakukan.
08:46biar mertuamu bengis jahat urusan dia dengan Tuhan.
08:54Coba tengok dirimu.
08:56Belum tentu kamu lebih baik dari dia.
09:01Perkarakan itu.
09:03Nanti di hadapan pengadilan Tuhan,
09:05orang nggak bisa bilang,
09:06ya Tuhan,
09:08saya ini sudah baik begini.
09:10Tuhan lihat mertua saya.
09:16Syukur Tuhan masih punya anak seperti ini.
09:22Lihat mertua saya.
09:25Bengis.
09:26Saya nggak se-bengis dia Tuhan.
09:32Coba saudara.
09:34Malekat langsung tapok mulut saudara.
09:37Kamu bukan anak Allah,
09:39kamu anak setan.
09:43Kalau anak Allah tidak beralasan begini.
09:47Ya ibu-ibu itu loh.
09:51Banyak bicara.
09:54Tapi bukan di sini.
09:58Ini yang ada di jauh.
10:01Kebun jeruk,
10:02di Meruya,
10:03di Kota,
10:05di Bekasi.
10:06Tapi mungkin mumpul di sini saat ini.
10:13Mungkin itu maybe yes, maybe not.
10:15Jangan menyalahkan saya dulu.
10:17Padahal saya,
10:18padahal opini mengiring ke situ.
10:21Ini nggak jujur juga berarti dong.
10:23Nah, kira-kira begitu.
10:25Tapi pasti di antara saudara ini,
10:27ada yang banyak mulut,
10:29yang nggak memperhitungkan perasaan orang.
10:35Jangan.
10:36Jangan.
10:37Kalau saudara mau
10:38mengunculkan kalimat di media sosial,
10:41munculkan.
10:42Ingatlah kita dalam pengadilan Tuhan suatu hari.
10:45Mari kita berkemas-kemas.
10:47Bagus.
10:51Tuhan nggak bilang,
10:52lu mau kemana?
10:56Ya, baru saudara khutbah.
11:00Oke, setuju saudara?
11:04Setuju saudara?
11:06Oke, yang bilang setuju dan amin harus melakukan.
11:11Malekatmu melihat.
11:13Malekatmu melihat.
11:15Anda bilang setuju dan amin.
11:17Tuhan, kata malekat.
11:19Mulutnya bilang setuju.
11:22Tuhan bilang,
11:23perhatikan waktu dia pulang.
11:27Oke.
11:28Jadi jangan kita membuat alasan apapun,
11:32kalau salah, salah.
11:33Udah, begitu.
11:34Salah, salah.
11:37Saya gampar tuh bini gue.
11:40Gue gampar di depan mertua.
11:41Gue nggak peduli.
11:42Habis dia keterlaluan.
11:44Dia maki-maki saya.
11:46Itu alasan.
11:48Nggak ada begitu.
11:50Salah, salah.
11:51Apalagi KDRT.
11:53You bisa masuk penjara.
11:56Apalagi pencemaran nama baik.
11:58Langsung masuk.
11:59Di atas lima tahun,
12:00you langsung masuk.
12:01Jaga mulutmu.
12:03Jaga di media sosialmu.
12:05Bukan demi supaya kita lepas dari penjara
12:08atau supaya kita baik di mata manusia.
12:10Kita menjaga perasaan Tuhan.
12:16Oke, saudara gue amin.
12:19Pengadilan di hadapan Tuhan
12:23itu harus dihadapi oleh setiap individu.
12:28Dan kita tidak tahu kapan terjadi hari itu.
12:34Harus selalu diingat bahwa hukuman kematian atas manusia
12:38bisa terjadi kapan saja.
12:41Seperti yang saya kemukakan pada tadi pagi.
12:46Begitu anak bayi lahir
12:49itu sudah eksekusi.
12:54Agak menyimpang sedikit tetapi terkait ya.
12:58Saya kan sudah sering datang ke orang meninggal.
13:02Kalau orang yang dikasih itu meninggal.
13:05Aduh, saudara.
13:07Itu doanya itu ya.
13:11Tangisannya itu, saudaraku.
13:15Ku perlu akan Tuhanku
13:21Karena jalanku sebihan
13:28Kenapa gak jauh-jauh hari sebelum kau kehilangan orang
13:31yang kau cintai?
13:33Itu kalau pasangan hidupmu yang sudah hidup 50-60 tahun bersama.
13:37Kalau itu, orang yang kau cintai yang masih muda
13:43Ngeri kali.
13:46Makanya jauh-jauh hari kita sudah berkata
13:48Ku perlu kau Tuhan
13:57Ku perlu kau Tuhan
14:05Hanya kau yang ku perlu
14:10Ku perlu Tuhan
14:17Aku perlu kau Tuhan
14:19Mengubah hidupku
14:20Agar aku memberkati orang-orang yang ku cintai
14:23Dan ketika mereka meninggal dunia
14:25Atau saya lebih dulu
14:28Aku akan bertemu di surga
14:30Jangan, saudara, hidup sembarangan
14:33Pasangan hidupmu tidak terberkati
14:35Anak cucumu tidak terberkati
14:38Bubar, saudara
14:40Ambiar, kabih
14:42Paham ya, saudara?
14:44Amin?
14:46Amin?
14:46Kita serius
14:51Kita tidak tahu kapan pelaksanaan eksekusi
14:54Hukuman mati seseorang
14:56Makanya kita harus berjaga-jaga
15:01Setiap hari kita harus memperhadapkan hidup kita
15:04Di hadapan Allah
15:05Seakan-akan kita ada di hadapan pengadilannya
15:09Terima kasih telah menonton!