Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan terkendalan lahan.

Sebab, salah satu syarat pembangunan fisik KDMP yaitu ketersediaan lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi.

Ferry mengatakan Kementerian Koperasi telah melaporkan permasalahan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Oleh karena itu, kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa sekarang kita fokus mungkin paling banyak di 40 ribu titik," ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (11/6/2026) (timecode 4:49)

Baca Juga Politisi PDIP Guntur Romli Soroti Tata Kelola MBG di BGN: Sudah Jadi Sarang Korupsi di https://www.kompas.tv/nasional/674813/politisi-pdip-guntur-romli-soroti-tata-kelola-mbg-di-bgn-sudah-jadi-sarang-korupsi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674816/menkop-ferry-targetkan-40-000-koperasi-merah-putih-beroperasi-di-2026-ungkap-kendala-pembangunan
Transkrip
00:02Kemudian Pak Prof. Darmadi tadi, memang sekarang kita baru membangun fisiknya.
00:17Jadi kemarin sudah selesai pembentukan badan hukumnya, Rp83.000.
00:22Kemudian sekarang kita sedang melaksanakan kegiatan pembangunan fisik, gudang, gere-gere, dan alat kelengkapan lain-lainnya.
00:31Mungkin untuk informasi sekarang yang sudah 100 persen selesai, sudah Rp12.533 per hari ini.
00:42Kemudian yang sedang berjalan proses pembangunannya Rp22.737.
00:48Rp22.737, kemudian lahan yang terverifikasi sudah Rp35.000.
00:58Jadi dari Rp35.000 lahan yang terverifikasi, Rp22.000-nya sedang pembangunan.
01:06Kemudian yang sudah selesai pembangunan fisiknya Rp12.530.000.
01:11Jadi memang proses dan tahapannya baru seperti itu.
01:18Kemarin di Kabupaten Nganjuk kita launching operasionalisasi yang sebanyak seribuan,
01:27Koperasi Desa Kuran Merah Putih 1061.
01:29Jadi operasionalisasi ini memang baru kita mulai dan seperti yang tadi disampaikan memang ini tempat belajarnya kita untuk memulai kegiatan
01:43operasional dari Koperasi Desa Kuran Merah Putih.
01:46Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Koperasi Desa Kuran Merah Putih ini yang pertama fungsinya adalah untuk menyalurkan dan menjual
01:58barang-barang satu,
02:00barang-barang subsidi, barang-barang beton pokok dan sehari-hari.
02:04Fungsi yang kedua adalah Koperasi Desa Kuran Merah Putih ini diharapkan menjadi off-taker untuk bisa menyerap hasil produk masyarakat,
02:15desa dan kelurahan,
02:16baik tanaman pangan, baik hortikultura, pertenakan, perikanan, perkebunan, dan kerajinan, dan lain sebagainya.
02:26Nah fungsi yang ketiga menjadi instrumen terbawah untuk bisa menyalurkan program-program dari pemerintah pusat kepada penerima manfaat secara lebih
02:39tepat sasaran.
02:41Kegiatan Koperasi Desa Kuran Merah Putihnya yang pertama kita menjual, ada gere-gere untuk menjual barang-barang tadi.
02:50Kemudian yang kedua, diharapkan juga Koperasi Desa Kuran Merah Putih ini juga bisa menyediakan gere obat dan klinik meskipun sederhana.
03:03Yang ketiga, ada aktivitas keuangan mikronya.
03:08Yang keempat, pergudangan.
03:11Kelima, logistik karena tadi disediakan truk, pick-up, dan kendaraan Lodatiga.
03:18Dan kemudian sebenarnya Koperasi Desa Kuran Merah Putih boleh melaksanakan aktivitas usaha sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa dan kelurahannya
03:29masing-masing.
03:31Jadi memang tadi disampaikan juga oleh Prof. Narmadi bahwa memang yang terpenting adalah visibility study-nya.
03:40Nah kami memang, Kementerian Koperasi mendapatkan amanat dari instruksi Presiden nomor 9 tahun 2025, bahwa yang akan mengembangkan model bisnis
03:51dan juga modul-modul pelatihan itu adalah Kementerian Koperasi.
03:56Sehingga kami sudah membuatkan desainnya, ada visibility study-nya, tapi tetap sekali lagi ini akan kita implementasi di tahap operasionalisasinya.
04:12Oleh karena itu memang dari sisi tanahnya, Pak Adi tadi, kami mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya untuk mendapatkan lahan sesuai dengan
04:25pemberian pekerjaan Kementerian Koperasi kepada PT Agri Naspangan Nusantara yang luas lahannya,
04:33seperti yang kemarin kita berikan kepada Agri Naspangan, memang kami akui mengalami kesulitan, terutama di kota-kota.
04:46Dan juga kami, oleh karena itu, kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa sekarang kita fokus mungkin paling banyak di
04:5540.000 titik.
04:57Jadi, kita akan laksanakan secara bertahap dan kami juga memandang perlu untuk dimungkinkan pembangunan fisik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih
05:08ini bisa mencakup dengan beberapa kondisi desa atau kelurahan yang jumlah penduduknya terlalu sedikit.
05:18Jadi, itu termasuk yang kami akan pertimbangkan sekali. Jadi, kita tidak akan kejar ngotot di 80.000, tapi kami akan
05:29melakukan secara bertahap dan tentu ketika operasionalisasi, pendekatannya juga harus menjadi kualitatif.
05:37Saya setuju, memang feasibility study-nya yang akan menjadi poin penting untuk di tahap operasionalisasi ini.
05:45Kemudian, kita juga setuju, Pak, sedang kemarin kami rapat di kantor Minkopangan untuk mulai dilakukan proses verifikasi dan validasi.
05:56Karena di dalam instruksi Presiden No. 17 tahun 2025 tentang pembangunan fisik Budanggeri dan alat kelengkapannya karena itu meliputi juga
06:06ada BPKP, ada Kejaksaan, ada Kementerian Pekerjaan Umum, dan lain sebagainya.
06:12Ini sedang mulai dilaksanakan proses verifikasi, validasi, termasuk juga nanti setelah terima pembangunan gedung-gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih
06:24itu.
06:24Indikatornya adalah yang pasti harga barangnya harus lebih murah.
06:39Sebaiknya harus lebih murah.
06:46Yang terutama yang barang-barang subsidi.
06:52Yang subsidi, jadi, apa namanya, gas LPG 3 kilo, minyak, beras, pupuk, itu harus lebih murah.
07:06Minyak, ya minyak, termasuk minyak.
07:10Ya, kemudian juga karena ada kegiatan keuangan mikronya, pembiayaannya juga harus lebih mudah dengan tingkat suku bunga, itu yang juga
07:23harus lebih murah.
07:25Nah, Presiden sudah memberi arahan paling maksimal 6%.
07:31Kemudian yang ini...
Komentar

Dianjurkan