00:00Jelas disitu kaedah hukumnya sebetulnya, bahwa kalau penggunaan APBN harus tetap mengikuti SOP ketentuan penggunaan keuangan negara.
00:09Tapi kan kenyataannya tidak seperti itu.
00:11Nah implementasinya.
00:12Sampai DPR pun juga gak tau pembelian untuk apa, gak pernah dilaporkan komisi 9.
00:17Dan itu selalu berdasarkan kepala BKN, berdasarkan perpres yang dia miliki.
00:21Ya kan, kewenangan dia merujuk ke perpres 83 tahun 2024, kewenangan fiskal ke 115 tahun 2025.
00:27Jadi saya lihat korupsi di BGS ini sudah TSM, terstruktur, sistematif, masif.
00:33Jelas itu.
00:34Dari tingkat atas, ini bukan doknung lah tiga orang ini.
00:37Kita belum bicara misalnya sedugaan makap yang ada di dapur-dapur.
00:40Memang kita tanya, memang berapa sih jatah untuk makanan tiap anak itu?
00:4515 ribu, 10 ribu, 8 ribu, 6 ribu, gak jelas sampai sekarang.
00:49Tapi yang beredar di masyarakat ya, apalagi makanan kering, gak sampai misalnya 5 ribu.
00:54Artinya apa? Berapa itu yang disunat?
00:56Jadi kalau bicara soal korupsinya BGN dengan MBG itu dari puncak sampai tingkat dapur soal makap anggaran.
01:03Artinya apa? Ini terstruktur.
01:05Bicara soal pengelolaan anggaran, perencanaan anggaran yang gak pernah diawasi.
01:09Dan sudah didesinais sebekan rupa.
01:11DPT tidak mampu untuk melakukan pengawasan.
01:14Artinya apa? Ini barang sudah menjadi sarang korupsi.
01:16Artinya apa? Dia harus dibubarkan dulu BGN ini.
01:19Kelola yang benar.
01:20Jangan hanya berdasarkan perpes saja.
01:22Kembali kepada tata kelola pemerintahan yang baik.
01:25Saya kira begini, Makan Bergizi Gratis ini sangat bermanfaat untuk masyarakat.
01:33Untuk anak-anak sekolah sangat bermanfaat.
01:35Saya di Dapil 2 Sumatera Selatan 2, itu anak-anak itu sampai bawa tupperware untuk bisa mendapatkan ini.
01:44Sebenarnya ini program bagus.
01:46Hanya saja, tata kelolanya ini seperti Bang Kamar Zaman tadi bilang,
01:51tata kelolanya ini gak berjalan.
01:53Jadi menurut Bu Irma, kenapa tata kelolanya bisa bocor sedemikai rupa sampai pimpinan BGN-nya jadi tersangka?
01:59Nanti dijawab komisitor-komisitor. Tetap di Pulau Liar.
Komentar