Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, buka suara usai resmi dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara pada Senin (8/6/2026).

Dalam keterangannya, Nanik menyebut BGN ke depan akan menekankan efisiensi program MBG serta pengecekan kualitas SPPG.

Sementara itu, Said Iqbal mengungkapkan dirinya akan tetap menyuarakan kesejahteraan buruh.

Baca Juga [FULL] Resmi! Prabowo Lantik Kepala BGN Nanik S Deyang-Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden di Istana di https://www.kompas.tv/nasional/673541/full-resmi-prabowo-lantik-kepala-bgn-nanik-s-deyang-said-iqbal-jadi-penasihat-presiden-di-istana

#prabowo #kepalabgn #nanik #saidiqbal #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673542/full-kata-perdana-kepala-bgn-nanik-penasihat-presiden-said-iqbal-usai-dilantik-prabowo-di-istana
Transkrip
00:06Terima kasih.
00:30Tulus, ikhlas, dan jujur karena ini adalah program yang sangat bagus sekali karena kita bertanggung jawab untuk bisa mencerdaskan anak
00:43-anak bangsa sekaligus bisa untuk menggerakkan ekonomi bawah.
00:48Di sini saya ditemani Ibu Arum Sari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar.
01:01Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Ibu Sari tidak oke.
01:06Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan
01:17juga kawasan-kawasan yang belum teritorial yang belum terbangun.
01:21Itu ya teman-teman ya langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami concern pada
01:34efisiensi anggaran.
01:36Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi.
01:55Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
02:02Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru.
02:07Bila per hari ini, totalnya berapa besar ya?
02:12Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27877.
02:23Nah kita hentikan dulu ke situ, kita akan tata.
02:26Kita tata apakah dapur ini melayani ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan.
02:46Nah kemudian ini kita akan nanti dulu, artinya kita enggak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya.
02:56Jadi kita mau nata, mau nata misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh
03:03berapa, dan lain-lain Jawa Timur.
03:05Karena memang dari datanya Ibu Arum Sari, dapur ini masih menumpuk di Jawa.
03:13Kemudian setelah kami menata, baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak.
03:22Yang kedua kami refocusing, penerima manfaat.
03:26Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu?
03:30Eh rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya, kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus.
03:38Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.
03:48Nah ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh, 63 juta ini butuh.
03:56Atau sebetulnya bisa dikurangi, kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh.
04:04Yang ketiga itu kita akan melakukan kontrol atau apa, kualitas ya.
04:12Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas,
04:17tapi pada kualitas sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan Juknis
04:27atau tidak.
04:29Nanti akan kita keriting apa, misalnya apakah dapur ini bisa 3.000, 2.000 atau 1.000 saja itu nanti
04:35akan kita kelompok-kelompokkan.
04:36Selanjutnya yang terakhir adalah untuk 3T.
04:40Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya.
04:52Tetapi tadi kami belum ke sini nih, sudah didemo nih.
04:57Oleh apa namanya, rupanya ada investor yang sudah membangun 3T.
05:02Kami akan selesaikan bagaimana sebabnya.
05:04Tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor,
05:11kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN
05:19atau mungkin ada hibah dari luar negeri
05:21atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi,
05:27masak si bikinin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau, kan enggak mahal juga.
05:33Jadi mereka kan juga punya CSR.
05:35Nah itu kira-kira yang akan kami lakukan dalam waktu sekarang.
05:41Bahkan sudah mulai, kami sudah rapat-rapat untuk merealisasikan yang tadi hal-hal yang kami sampaikan.
05:50Demikian ya.
05:51Ini kan wajah baru pimpinan BGM, tidak ada yang ahli gizi.
05:55Kemudian gimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan publik
05:59bahwa program MBG ini benar-benar kepatangan orang untuk gizi anak-anak?
06:03Baik, di SOTK sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah.
06:10Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para Profesor Ahli Gizi dan juga Profesor Dokter Anak.
06:21Jadi nanti yang akan mengguiden kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang.
06:31Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi.
06:38Demikian.
06:39Jadi sehat dengan kepemilikan dapur, ketika rilis kejaksaan mengatakan bahwa saja dapur itu harus ditolak oleh yayasan sekolah.
06:46Pasal kejadian bagaimana kepemilikan dapur itu sendiri?
06:49Lalu kedua, apakah boleh pemerikian dapur itu berafiliasi menjadi seorang rota masyarakat?
06:55Saya akan luruskan ya, mungkin sebetulnya bukan berafiliasi dengan sekolah.
07:03Yayasan itu boleh saja, tidak harus berafiliasi, tidak ada syaratnya berafiliasi dengan sekolah.
07:09Tapi memang diutamakan dulu pak presiden ketika mendirikan BGN itu adalah yayasan-yayasan yang bergerak dalam bidang sosial,
07:19kemudian pendidikan dan juga agama-agama apa saja.
07:22Nah itu, tapi kalau secara khusus juknisnya berkaitan dengan sekolah, tidak ada.
07:29Satu lagi kali ya.
07:33Jadi gini, masih kita lihat.
07:36Jadi misalnya begini mas, di tempat terpencil itu, saya misalnya di Lombok, di Lombok itu di Lombok Barat,
07:44saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119.
07:49Kan nggak mungkin juga didirikan dapur, tapi di situ ada kantin.
07:52Jadi bisa dong kantin itu digunakan.
07:55Jadi kantin ini salah satu alternatif.
07:58Jadi nanti kalau misalnya ada satu wilayah yang muridnya, seperti di Raja Ampat,
08:05itu ada saya di sebuah pulau, muridnya hanya 115 juga,
08:10tapi di situ ada dapur umum CSR-nya Pertamina.
08:14Nah kita bisa gunakan juga misalnya seperti ini.
08:16Jadi ada, itu alternatif-alternatif, tidak harus membangun dapur baru di 3T.
08:23Ya, ini bagian efisiensi, supaya tidak tadi menggunakan semuanya APBN.
08:30Bu Nani, di Acah ada 7 SPPG yang di-stop karena belum dicairkan gaminnya itu gimana?
08:37Ada bagian dari HOK, ada yang bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat.
08:41Yang 27, 877 tadi itu, itu sudah masuk.
08:46Sudah masuk, sudah operasional.
08:49Jadi memang ada beberapa yang, apa namanya, yang Jumat itu sudah dicairkan.
08:58Yang Senin ini juga dicairkan.
09:00Tadi kalau nggak salah, kami dapat laporan 5T ya Ibu ya, dicairkan hari ini.
09:05Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja.
09:08Oke, oke teman-teman cukup ya.
09:11Oke, terima kasih teman-teman semua ya, selamat siap.
09:16Pokoknya dukung aku ya, sama Mbak Bu Arum dan Pak Trenggono.
09:21Semangat, dadah ya.
09:23Oke.
09:47Ya, terima kasih.
09:48Terima kasih kepada kawan-kawan media cetak, media online, dan media elektronik, televisi, radio, dan live streaming.
09:55Pada hari ini telah selantikan, di mana posisi saya diminta oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai penasihat khusus Presiden Republik
10:07Indonesia
10:08untuk bidang ketenaga kerjaan dan kesejahteraan buruh.
10:13Oleh karena itu, hal yang mungkin nanti, karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak
10:23Mensesnek.
10:25Pada intinya, kan Presiden berorientasi menghidupkan kembali, kembali kepada pasal 33 Undang Dasar 1945,
10:33di mana segala bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
10:43Buruh menjadi bagian penting dari rakyat.
10:46Oleh karena itu, untuk mencapai itu kan berarti pertumbuhan ekonomi, economic growth yang ditargetkan secara bertahap 8%.
10:55Tapi dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata,
11:04kestaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan.
11:08Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami.
11:13Kau boleh punya rumah mewah, tapi rakyat buruh setidak tidak punya rumah tipe 21 atau tipe 30.
11:21Kau boleh punya mobil, tapi rakyat diberikan buruh, diberikan transportasi publik.
11:27Orientasi itulah yang mungkin akan menjadi fokus daripada tugas-tugas saya untuk membantu Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto.
11:38Yang kedua, tentang kesejahteraan.
11:41Dalam meide yang lalu juga kebetulan kami sebagai Pimpinan Serikat Buruh KSPI menyampaikan ada 11 isu yang berkembang.
11:48Dan beberapa isu sudah dijawab oleh Presiden dan sudah dilaksanakan.
11:53Antara lain yang sudah dilaksanakan, RUU PPRT.
11:57Kemudian OJOL, Ojek Online yang tarifnya untuk teman-teman OJOL mendapat 92%, aplikator 8%.
12:08Nah, di dalam pandangan kami ke depan kesejahteraan buruh itu meliputi, kami sebut, job security.
12:16Jadi harus ada kepastian kerja, lapangan kerja harus terbentuk.
12:20Pertumbuhan ekonomi yang tadi pro-growth harus diimbangi dengan pro-pure dan pro-job.
12:26Jadi kita harus ada kepastian untuk kerja.
12:29Industrialisasi sekarang ini mengalami deindustrialisasi.
12:33PHK terjadi di sektor-sektor formal.
12:35Walaupun pemerintah terus berupaya untuk mengundang investasi baik dalam negeri dan luar negeri untuk memastikan industri kembali, reindustrialisasi.
12:47Mungkin di situ kami akan mengusulkan beberapa pandangan-pandangan, membuat analisa kebijakan untuk memastikan dihidupkannya kembali, reindustrialisasi.
12:56Yaitu sektor formal.
12:58Kita ingin sektor formal, para pekerja bisa kembali bekerja di pabrik-pabrik, di perusahaan-perusahaan, dan tempat-tempat kerja lain.
13:06Yang kedua, income security.
13:08Kepastian pendapatan.
13:10Jangan orang kerja jadi miskin.
13:12Ketika kita bekerja, kita punya uang.
13:15Ketika kita selesai bekerja, kita nggak punya uang.
13:18Padahal buruh membayar pajak kepada negara.
13:22Karena itu kita harus memastikan menuju kepada upah yang layak.
13:25Yang ketiga adalah social security, jaminan sosial.
13:29Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan memberikan saran-saran pendapat dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh.
13:39Beberapa di antaranya, kalau kita implementasikan di lapangan,
13:43Satu, dalam waktu dekat akan ada rancangan Undang-Undang Tenaga Kerjaan.
13:49Pertarungan ideologis antara kepentingan pemilik modal dan buruh di situ ada.
13:55Kita harus memastikan dalam rancangan Undang-Undang tersebut, outsourcing pekerja alih daya itu,
14:01kalau bisa dihapus.
14:03Kalaulah tidak bisa, sekurang-kurangnya dibatasi dengan ketat.
14:07Misalnya hanya empat atau lima jenis pekerjaan penunjang saja.
14:10Dan dalam waktu dekat, kami sudah meminta dilakukan revisi Permenaker nomor 7 tahun 2026 ini.
14:21Kemudian tentang upah yang layak.
14:24Upah yang layak kita bisa memastikan bisa menabung.
14:27Kalau upahnya layak, maka purchasing powernya naik.
14:31Kan persoalan yang kita hadapi sekarang ini, masyarakat termasuk buruh, daya belinya menurun.
14:36Meningkatkan daya beli, salah satu faktor instrumen yang penting adalah upah yang layak.
14:41Daya beli naik, konsumsi naik.
14:42Konsumsi naik, ekonomi akan tumbuh.
14:45Dan karena itu, upah yang layak juga menjadi bagian dari yang dalam waktu dekat ini perlu digali yang dimasukkan dalam
14:54RU Ketenaga Kerjaan.
14:55Begitu kula penerapan potongan aplikator hanya 8% di ojek online.
15:02Keluhan dari kawan-kawan ojek online belum berjalan sebagaimana harapan.
15:07Dalam waktu dekat, kami akan berkumpul dengan kawan-kawan ojek online.
15:10Prinsipnya saya akan lebih banyak turun ke lapangan untuk menyerap.
15:14Begitu pula tentang jaminan sosial.
15:16Dan hal lain, misal kawan-kawan yang bekerja di sektor informal, harus ada social protection floor.
15:24Dalam konvensi YLO itu diatur.
15:27Apa itu social protection floor?
15:29Hak dasar.
15:30Jadi, pedagang martabak, tukang beca, ibu jambu gendong, mama-mama pedagang sayur di Indonesia Timur sana,
15:38dia harus ada perlindungan dasar.
15:40Nah, ini yang kita juga harus perhatikan.
15:42Dan yang terakhir mungkin dia termasuk pekerja buruh migran.
15:47Masih banyak kan kita temui pemberkosaan, pembunuhan, terkadang, tanda petik ya,
15:54negara masih abai terhadap hak-hak buruh migran.
15:58Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran pendapat gagasan
16:04dan menganalisis kebijakan.
16:07Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan,
16:10karena penasihat Presiden ini kan nggak bisa mengambil keputusan, bukan eksekutor.
16:14Tapi kami bisa meyakinkan,
16:16kalau menteri nggak bekerja ya, kita lapor Presiden,
16:19Anda kerja apa aja jadi menteri,
16:21kalau nggak ya mundur saja.
16:23Tapi kami yakin,
16:24menteri kabinet yang sekarang ini, menteri yang bekerja keras,
16:27dan mudah-mudahan dengan hadirnya saya,
16:29bisa menambah empowerment,
16:33kesadaran untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera lagi.
16:37Demikian.
16:37Saya pikir demikian.
16:45Demonstrasi adalah sebagaimana Bapak Presiden berulang-ulang sampaikan,
16:49adalah hak konstitusi,
16:51diatur dalam undang-undang.
16:53Siapa yang melakukan demonstrasi,
16:54termasuk KSPI,
16:56dan serikat-serikat buruh lain,
16:58maka harus mengikuti prosedur undang-undang.
17:01Isu upah,
17:02setiap tahun selalu menjadi isu utama,
17:04harus utama di dalam demo-demo kaum buruh.
17:07Mudah-mudahan,
17:08dengan saya masuk ke dalam penasihat khusus Presiden ini,
17:14sebelum itu terjadi,
17:16kami akan membuat analisis kebijakan,
17:19terhadap berapa besaran kenaikan upah,
17:22bagaimana dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja.
17:26Kebetulan saya,
17:27S2 saya di situ,
17:29tesis saya di situ,
17:30jadi saya paham benar,
17:30makanya kenapa saya paling keras tentang upah.
17:33Jadi,
17:33dalam teorinya,
17:35variable lapangan kerja itu dipengaruhi oleh 4 variable.
17:38Satu,
17:39variable upah,
17:40dua, variable inflasi,
17:42tiga, variable pertumbuhan ekonomi,
17:45yang keempat,
17:45memang kita datanya kurang,
17:47yaitu variable teknologi.
17:49Jadi,
17:49X rupiah kenaikan upah,
17:53berapa jumlah Y orang yang bisa diserap,
17:56itu bisa dihitung.
17:57Jadi,
17:58kalau dia tetap positif,
18:00maka upah naikin lagi.
18:01Nanti lihat,
18:02kalau sudah dia menuju negatif,
18:04secara teorinya,
18:06asal yang lain,
18:07faktor lain tidak dipersitungkan ya,
18:09centris paribus,
18:10isilah dalam ilmu ekonomi,
18:11baru nanti berhenti kenaikan upahnya.
18:15Dan yang paling penting kan,
18:16yang paling gampang sebenarnya,
18:18gini aja lah,
18:19misal contoh kenaikan upah tadi disinggung,
18:20makan di warteg berapa?
18:23Misal,
18:23katakan sekali makan,
18:2520 ribu,
18:25kali tiga,
18:2660 ribu.
18:27Transportasi sebulan berapa?
18:29Misal,
18:301 juta.
18:3060 ribu,
18:31kali 30 hari,
18:331,8.
18:33Transportasi,
18:341 juta,
18:352,8.
18:36Sewa rumah berapa?
18:38Misal,
18:381,5,
18:393,3.
18:40Kan gampang sebenarnya ngitungnya.
18:42Menghitung kebutuhan dasar.
18:45Tinggal nanti kebutuhan,
18:46misal buat sekolah,
18:48anak,
18:49buat,
18:49kan gak ada lagi kita baca korea atau majalah,
18:53tapi pulsa.
18:54Karena dengan sistem online misal,
18:55atau TV,
18:57ukuran sewa rumah jangan sewa,
18:59beli rumah,
19:00cicilannya berapa.
19:01Kan Presiden,
19:02Bapak Presiden sudah menyampaikan,
19:04bahwa rumah menjadi salah satu program prioritas.
19:08Nah hal-hal demikian,
19:09harus berani dikaji ulang.
19:12Selama ini,
19:13pakemnya,
19:14upah minimum,
19:15daging,
19:163 per 4 kilogram,
19:17satu bulan.
19:18Mana ada lagi yang kayak begitu.
19:20Ikan,
19:20cuma 5 potong,
19:21ikan segar,
19:22kan gak masuk akal.
19:24Jadi,
19:24hal-hal ini mungkin,
19:25akan,
19:26kami sampaikan dalam analisis kebijakan,
19:29terkait hal-hal,
19:30yang memang selalu menjadi rutinitas,
19:32perjuangan kaum buruh,
19:33termasuk upah.
19:35Termasuk,
19:35nanti yang paling agak berat,
19:36memang,
19:37rancangan undang-undang ketangga kerjaan.
19:38Apa yang saya sampaikan ini,
19:40bukan berarti,
19:41tidak pro kepada,
19:42apa,
19:44pengusaha.
19:44Ada,
19:45namanya pro job.
19:46Kan gak mungkin pertumbuhan ekonomi terbangun,
19:48kalau perusahaannya juga,
19:49terganggu,
19:51operasionalnya.
19:52Jadi,
19:52dunia usaha,
19:54atau bisnis,
19:55juga harus,
19:55dibeli ruang yang sama,
19:57untuk dia berkembang,
19:58sehingga mendapatkan keuntungan.
20:00Saya 30 tahun bekerja di pabrik,
20:02saya paham benar,
20:03bagaimana cara kita berunding,
20:05dengan pemilih perusahaan.
20:06Mereka kan punya,
20:07namanya cost structure,
20:09yang dituangkan dalam business plan.
20:11Struktur biaya,
20:12yang dituangkan dalam,
20:13rencana usaha,
20:14satu tahun.
20:15Kita udah tahu kok,
20:17kalau kamu untung,
20:18misal 3% dari,
20:20business plan yang kamu,
20:22raih,
20:23maka kamu harus bagi ke kita,
20:24misal,
20:25terhadap labor costnya 30%.
20:27Di Indonesia untuk,
20:28capital intensive,
20:29padat modal,
20:30labor costnya kecil kok,
20:31biaya buruk cuma 3%,
20:33sampai,
20:344,7%.
20:35Memangnya agak berat,
20:36di padat karya,
20:38labor intensive,
20:39dia,
20:40biaya labor costnya itu,
20:41mungkin sekitar,
20:4310,
20:44sampai,
20:4530%,
20:45itu memang agak berat.
20:47Ya,
20:47disitu kan nanti ada subsidi negara,
20:49disitu kan ada kebijakan pajak,
20:51banyak yang bisa kita,
20:52diskusikan,
20:53ya,
20:54tugas saya adalah memberikan,
20:55analisis kebijakan,
20:56dan saran.
20:57Dan untuk mendatangi,
20:58kalau ada hal-hal,
20:59misal PHK,
21:00yang dalam waktu dekat ini,
21:02ada ancaman,
21:03saya harus memastikan,
21:05turun ke lapangan,
21:06bersama kawan-kawan serikat buruh,
21:08karena peran serikat buruh,
21:09menjadi penting,
21:10dan Pak Presiden Prabowo,
21:12memberi ruang yang,
21:12seluas-luas kepada serikat buruh,
21:14kita ajak dialog,
21:15pengusahanya,
21:17sebelum kamu PHK,
21:18misal,
21:18kurangi dulu,
21:19jam kerjanya,
21:20kurangi dulu,
21:21shiftnya,
21:22kan itu reduce,
21:22terhadap labor cost,
21:24beberapa tunjangan,
21:25yang tidak tetap,
21:26mungkin,
21:27ditunda dulu,
21:27jadi itu banyak hal,
21:29yang bisa kita lakukan.
21:31Saya masih jadi Presiden KSPI,
21:32dan Presiden Partai Buruh.
21:34Terima kasih.
21:36Terima kasih.
21:37Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan