Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK menggelah rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (5/6/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penggeledahan ini bertujuan untuk melengkapi bukti-bukti tambahan.

Sebelumya, KPK menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, terkait kasus korupsi pengurusan dokumen keimigrasian.

Silmy ditahan usai menyerahkan diri pada Rabu (3/6/2026) malam.

Silmy ditahan KPK, usai diduga menerima aliran uang, dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing, saat menjabat sebagai Dirjen Imigrasi periode 2023-2024.

Baca Juga KPK Geledah Rumah Silmy Karim: Kami Yakin Ada Bukti Tambahan di https://www.kompas.tv/nasional/673013/kpk-geledah-rumah-silmy-karim-kami-yakin-ada-bukti-tambahan

#wamenimipas #silmykarim #kpk

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673023/terkini-jubir-kpk-buka-suara-soal-geledah-rumah-eks-wamen-imipas-silmy-karim-di-kebayoran-baru
Transkrip
00:00Kita akan menanyakan terkait dengan penggeledahan ini kepada juru bicara KPK, Budi Prasetyo, sudah tersambung bersama kami.
00:08Selamat siang Mas Budi.
00:10Halo, selamat siang Mas Isang.
00:13Halo Mas Budi, ini saat ini tengah berlangsung penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK di Kebayaran Baru,
00:19kediaman Silmi Karim, tersangka kasus korupsi di imigrasi.
00:24Apa yang saat ini tengah dicari oleh penyidik, Mas Budi?
00:27Ya, betul Mas Isang.
00:31Jadi dalam rangkaian peristiwa pertanggap tangan kemarin,
00:34PIN telah melakukan penyegelan beberapa ruang di rumah saudara SK yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pertanggap,
00:42di mana ruang-ruang tersebut juga ada bukti yang bisa mendukung dalam proses pertanganan perkara ini.
00:49Sehingga dalam kegiatan penggeledahan ini tentunya bertujuan untuk melengkapi bukti yang dibutuhkan oleh penyidik.
00:56Jadi sementara kita tunggu nanti hasilnya apa saja yang ditemukan dan diamankan dalam rangkaian penggeledahan ini.
01:04Begitu Mas Isang.
01:05Oke, sejauh ini bukti apa saja yang menguatkan penersangkaan terhadap Silmi Karim yang sudah dibiliki oleh penyidik KPK, Mas Budi?
01:16Dalam pemeriksaan yang dilakukan 1x24 jam pada peristiwa pertanggapan KPK telah melakukan penyelaman,
01:25baik penangan dari pihak yang sudah diamankan dalam peristiwa tersebut.
01:30Kemudian juga ada beberapa barang bukti elektronik, jet komunikasi, dan juga transfer terbankan begitu dari para pihak,
01:40yang itu kemudian menguatkan adanya alur perintah dari atas ke bawah dan juga setoran-setoran dari bawah ke atas
01:49yang berkaitan dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh para oknum di BINIPAS
01:55kepada pihak-pihak WNA yang melakukan pengurusan dokumen keimigrasian.
02:03Sejauh ini tersangka yang ditetapkan oleh KPK ada 8, namun informasinya banyak sekali rekening yang terlibat.
02:11Dalam laporan PPATK mengatakan ada 96 rekening bank yang terkait dengan 35 pegawai Kementerian Imigrasi.
02:17Ini memungkinkan untuk pengembangan kasus ke depannya bagaimana Mas Budi?
02:21Ya tentunya terbuka peluang tersebut mahasiskan.
02:26Jadi memang setiap peristiwa tertangat-tangat selalu menjadi entry point bagi KPK
02:31untuk melihat lebih dalam lagi, untuk melihat lebih luas lagi.
02:35Apakah kemudian masih ada pihak-pihak lain yang punya peran signifikan
02:39dalam dugaan tindak pemerasan pasal 12 E ini, ancaman, aksaan kepada pihak-pihak
02:48kemudian memberikan kekuatan kepada OVM di jenimipas termasuk juga penerimaan lainnya.
02:53Sehingga dalam perkara ini kita gunakan konsumsi pasalnya pasal 12 E dan juga 12 di besar.
03:01Nanti kita akan lihat, karena pas KPK menetapkan 8 orang ini menjadi tersangka,
03:07kami juga kemudian mendapatkan banyak informasi dari masyarakat
03:11bahwa dugaan plastik korupsi dalam pengurusan imigrasi ini juga diduga terjadi di wilayah-wilayah lain.
03:19Nanti kita akan adalami, kita akan telusuri modusnya seperti apa,
03:23karena memang pengurusan dokumen imigrasi ini tidak hanya melibatkan pihak-pihak di tingkat wilayah atau daerah,
03:32tapi approvanya itu sampai pusat.
03:34Sehingga kami melihat memang konstruksi dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para OVM di imigrasi ini
03:43dilakukan secara konstruktif, secara sistemik.
03:48Dimana setiap ACC yang dilakukan, setiap klik dari layanan Pemigrasian itu
03:55ada uang yang harus dibayarkan oleh para pemohon.
03:59Secara sistemik artinya dari mulai pejabat tingginya hingga ke bawah ini terlibat semua, Mas Budi?
04:08Betul, Mas Isang.
04:10Itu tidak hanya tercapture dari alur perintah,
04:14tidak hanya tercapture dari peran,
04:16tapi juga tercapture dari pembagian uang.
04:19Dimana uang yang dikumpulkan oleh jangkarnya ini,
04:24kemudian dilakukan distribusi secara reguler yang dilakukan setiap pekan.
04:30Jadi setiap hari Jumat,
04:32mereka mengumpulkan saldo-saldo di rekening yang mereka kumpulkan dari para pemohon WNA ini,
04:41kemudian didistribusikan kepada para pihak di Inipat.
04:45Ada yang distribusi kepada pejabat-pejabat di Inipat,
04:48dengan Sandi Komunikasinya, Malaikat,
04:53kemudian ada pihak-pihak lain dengan beberapa Sandi lain,
04:57seperti penyebutan istilah-istilah di Group Bank,
05:00untuk vokalis satu, vokalis dua,
05:03untuk gitaris satu, untuk choreographer-nya.
05:06Jadi ada memang upaya penyamaran-penyamaran peninggian.
05:10Bahkan ketika uang-uang yang sudah didistribusikan tersebut
05:17mengalir kepada pihak-pihak tertentu,
05:19pihak-pihak ini juga ada upaya untuk mengalihkan,
05:23ada upaya untuk menyamarkan.
05:25Banyak yang kemudian dibelikan aset,
05:27pembeliannya pun dilakukan secara tidak wajar.
05:30Pembeliannya menggunakan kepingan emas.
05:33Artinya memang ada upaya penghindaran,
05:35supaya transaksi pembelian dari aset tersebut
05:38tidak ter-capture oleh PPATK misalnya.
05:42Nah, artinya kita masih akan terus dalami
05:44terkait dengan perbuatan lawan hukum
05:47yang dilakukan oleh para pihak tersebut.
05:49Begitu, Mas Isan.
05:50Oke, saat ini rumah yang digeledah oleh penyidik
05:53adalah rumah kediaman Silby Karim,
05:55salah satu tersangka.
05:56Hari ini di mana lagi
05:59penggeledahan dilakukan oleh penyidik KPK, Mas Budi?
06:01Ya, untuk saat ini masih satu titik dulu,
06:05Mas Isan, nanti kami akan update tentunya
06:07kepada kawan-kawan media
06:09jika memang ada kegiatan penggeledahan di tempat lain.
06:13Karena memang peristiwa tertangkat-tangkat ini
06:16setidaknya ada tiga wilayah ya,
06:18di Jakarta dan sekitarnya,
06:20kemudian ada di Jawa Barat ya,
06:22di Bandung,
06:23kemudian ada di Bali.
06:25Nah, nanti kita akan update terus perkembangannya.
06:28Dan ini belum berhenti di titik ini,
06:30kita masih akan terus kembangkannya perkara ini.
06:39Baik, terima kasih.
06:40Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo
06:44atas informasinya kepada kami di Breaking News Kompas TV
06:47terkait dengan penggeledahan
06:48kediaman eks-wakil Menteri IMIPAS Silby Karim.
06:52Terima kasih, Mas Budi.
06:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan