KOMPAS.TV - Militer Israel mengancam akan terus melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon Selatan, yang disebut sebagai pusat pertahanan Hizbullah.
Iran pun mengancam akan keluar dari proses negosiasi dengan Amerika Serikat jika serangan Israel ke Lebanon berlanjut.
Apakah perundingan damai AS-Iran akan terhenti akibat ulah Israel?
Kami akan membahasnya dengan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dan Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib.
Baca Juga Donald Trump Sebut Hizbullah dan Israel Sepakat Hentikan Pertempuran di https://www.kompas.tv/internasional/672344/donald-trump-sebut-hizbullah-dan-israel-sepakat-hentikan-pertempuran
#israel #lebanon #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672452/full-iran-ancam-akan-balas-israel-jika-kembali-serang-lebanon-perundingan-as-iran-terdampak
Iran pun mengancam akan keluar dari proses negosiasi dengan Amerika Serikat jika serangan Israel ke Lebanon berlanjut.
Apakah perundingan damai AS-Iran akan terhenti akibat ulah Israel?
Kami akan membahasnya dengan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dan Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib.
Baca Juga Donald Trump Sebut Hizbullah dan Israel Sepakat Hentikan Pertempuran di https://www.kompas.tv/internasional/672344/donald-trump-sebut-hizbullah-dan-israel-sepakat-hentikan-pertempuran
#israel #lebanon #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672452/full-iran-ancam-akan-balas-israel-jika-kembali-serang-lebanon-perundingan-as-iran-terdampak
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Dan saudara militer Israel mengancam akan terus melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon Selatan yang disebut sebagai pusat pertahanan Hezbollah.
00:10Iran pun mengancam akan keluar dari proses negosiasi dengan Amerika Serikat jika serangan Israel ke Lebanon ini berlanjut.
00:20Pertanyaannya apakah perundingan damai AS Iran akan terhenti akibat ulah Israel?
00:25Kami membahasnya dengan dosen ilmu politik Universitas Udayana Evata Filomeno Boromew Duarte dan juga Direktur Indonesia Intelligence Institute Ridwan Habib
00:35yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:38Selamat sore semuanya Mas Ridwan, Mas Evata.
00:41Selamat sore Mas Yase.
00:43Saya ke Mas Evata dulu. Mas Evata ini terbaru Iran dengan tegas menyebut bahwa Israel berusaha menyabotase perundingan damai dengan
00:52Amerika Serikat.
00:52Apakah ini artinya jika AS tidak bisa mengendalikan Israel maka perundingan damai ini akan gagal?
01:01Ya. Hal ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel yang mengatakan bahwa Israel bukanlah negara bagian ke-51 dari Amerika.
01:11Jadi Amerika Serikat jangan coba mengganggu kedaulatan dan serangan ini merupakan serangan unilateral yang dilakukan oleh Israel.
01:17Mengingat bahwa serangan dari Hezbollah ini memang biasanya menyerang wilayah utara dari Israel.
01:23Dan kita tahu bahwa serangan Israel yang cukup presisi ke Beirut ini adalah upaya untuk menghantam markas besar dan pusat
01:28komando dari Hezbollah itu sendiri.
01:31Dan juga ada beberapa pangkalan pusat intelijen dan keamanan ya.
01:34Fasitas-fasitas kuncinya ada di sana.
01:36Terus ada gudang senjata strategis.
01:38Kita tahu bahwa di sana juga ada studio media Al-Manar ya.
01:42Studio resmi dari Hezbollah.
01:45Ini menyebarkan informasi dan propaganda.
01:48Maka hal itu disampaikan oleh Israel dengan yakin bahwa Amerika jangan menintervensi.
01:52Akan tetapi sebenarnya ketika kita melihat statement dari Donald Trump bahwa dalam 24 jam terakhir memang serangan dari kedua pihak
02:00itu menurun.
02:01Jadi Donald Trump juga berada pada posisi untuk mencegah eskalasi yang lebih besar sehingga diplomasi dari Amerika Serikat dan Iran
02:09jangan sampai gagal begitu.
02:10Karena kita tahu bahwa pengendalian terhadap Israel ini menjadi sangat penting.
02:13Dan ini adalah front yang sangat terkait dengan bagaimana keberhasilan dari perundingan Selat Hormos yang mengancam energi dunia.
02:19Saya lihat demikian.
02:20Sehingga kalau dari Mas Lidwan sendiri melihatnya seperti apa?
02:23Karena pertama tadi Israel sendiri secara tegas menyatakan bahwa mereka sepertinya tidak mau dipengaruhi ataupun dibawa tunduk di bawah pengaruh
02:32Amerika Serikat.
02:33Karena mereka punya tujuan menguasai wilayah Lebanon dan juga ingin melucuti nuklir Iran.
02:37Di satu sisi Amerika Serikat melalui Donald Trump juga tadi menyampaikan bahwa sebenarnya bisa mengendalikan Israel agar tidak lagi melanjutkan
02:46serangan dengan Lebanon ataupun Hezbollah.
02:49Jadi menurut Anda strategi militer apa yang tengah dimainkan oleh Israel ataupun Amerika Serikat dalam hal ini?
02:57Ya terima kasih.
02:58Saya kira memang Israel tidak bisa terlepas dari Amerika Serikat ya dalam konteks apapun.
03:04Baik itu politik, ekonomi, maupun pertahanan.
03:08Narasi-narasi yang berkembang di Israel bahwa mereka akan terus melakukan serangan ke Lebanon Selatan dan Lebanon.
03:15Itu menurut kami juga sangat terkait dengan peta politik kepentingan elektoral dalam negeri.
03:21Kita tahu Israel sebentar lagi juga akan ada pemilu dan Perdana Menteri Netanyahu juga membutuhkan itu untuk partil ikutnya.
03:31Membutuhkan dukungan publik Israel.
03:33Kita tahu di Israel sendiri sekarang makin radikal kanan.
03:36Kalau menurut survei para pemilih muda Israel itu makin-makin radikal.
03:42Mereka setuju dengan pembuming hangusan Palestina.
03:45Mereka setuju dengan dekritur Israel.
03:47Mereka setuju dengan pencaploan Lebanon.
03:50Jadi sangat wajar ketika kemudian para pemimpin Israel sekarang melakukan serangan itu untuk menabung secara elektoral.
03:58Tetapi dalam konteks Iran itu sendiri, saya kira Iran tidak akan kemudian berlepas diri ya.
04:04Karena bagaimanapun Hezbollah ini adalah bagian dari aksis atau front perlawanan Iran yang sangat penting.
04:11Dulu dia juga merupakan bagian dari perlawanan Iran yang dipimpin oleh satu komando namanya Batalion Al-Quds
04:19yang kemudian sangat terkenal karena dia punya beberapa front perlawanan.
04:23Dan tampak sekali bagaimana Hezbollah sekarang misalnya mereka makin advance dalam membuat video.
04:30Mereka bisa membuat video-video publikasi yang makin canggih.
04:34Kemudian mereka mempunyai taktik perang membawa IDF ke front terbuka.
04:38Itu tampak sekali ada unsur-unsur Iran di situ ya.
04:42Apakah itu dukungan intelijen, dukungan pelatihan, dukungan training maupun dukungan senjata.
04:47Jadi tampaknya mahasisir faktor Libanon akan tetap menjadi pengganjal utama perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
04:57Sehingga kita membacanya ini akhirnya mengapa akhirnya Iran begitu keras membela Hezbollah.
05:03Apakah ini karena memang mereka sekutu begitu atau ada alasan lain dibalik taktik militer Iran
05:09yang saat ini juga tengah berupaya untuk melaksanakan negosiasi dengan Amerika Serikat.
05:13Nanti kita bahas lagi, kita lanjutkan diskusi kita usia jadah berikut ini.
05:17Tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
05:23Pertanyaan gantung saya tadi ke Mas Efat adalah kenapa akhirnya Iran ini begitu lantang dan juga begitu tegas
05:29ingin membela Hezbollah dalam hal ini Lebanon.
05:33Karena kalau kita lihat ini kan selain masuk dalam salah satu perjanjian damai dengan Amerika Serikat.
05:39Selain itu juga memang selama ini Anda melihatnya seperti apa-apa yang tengah dimainkan oleh militer Iran?
05:48Tentu secara militer support yang begitu sangat signifikan itu memang selama ini sudah diberikan.
05:55Akan tetapi ini lebih kepada satu solidaritas politik yang disampaikan oleh Iran.
06:00Bahwa selama ini Iran bertempur tidak sendirian.
06:02Mereka bertempur bersama dengan Yemen, mereka bertempur bersama dengan Lebanon khususnya Hezbollah.
06:08Mereka bertempur bersama milisi-milisi Syria dan juga Iraq.
06:12Dan solidaritas ini akhirnya juga dibaca oleh Iran bahwa mereka tidak boleh sedikitpun bergeming.
06:17Maka dari itu yang dilakukan oleh Iran secara politik justru malah menutup seluruh bentuk komunikasi diplomatis tidak langsung.
06:23Hal ini kan membuktikan bahwa mereka cukup serius terkait dengan masalah Lebanon dan juga mungkin daerah-daerah sekitar kawasan.
06:29Dan kita tahu bahwa dalam rencana serangan tanggal 19 kemarin, Israel cukup kecewa dengan Amerika Serikat.
06:37Sebenarnya ada serangan besar-besaran yang mau dilancarkan bersama dengan Israel.
06:40Tetapi Amerika Serikat memilih pada posisi untuk mengetikan serangan dan lebih fokus pada meja perundingan.
06:46Maka kita bisa melihat kalau Israel dibiarkan leluasa menjadi ancaman juga untuk Iran.
06:52Dan kita tahu bahwa situasi kali ini seperti orang menikah tetapi tidak bisa bercerai.
06:56Dari Amerika dan juga Israel ini seperti orang menikah gitu.
06:59Tetapi mereka tidak bisa bercerai dan kita tahu bahwa kondisinya malah makin sulit.
07:03Dan penghentian terkait dengan masalah serat hormus ya dan seluruh diplomatik berkat energi ini membuat semuanya berada pada posisi deadlock.
07:12Dan kita tahu hal tersebut menjadi salah satu bagian yang kalau dalam bahasa saya justru sekaranglah Israel yang bergerak untuk
07:19mengunci Lebanon.
07:21Dan ini menjadi daya tawar baru yang nanti akan diberikan kepada Amerika Serikat untuk dibawa dalam meja perundingan Iran.
07:27Saya lihat demikian.
07:28Sehingga kita lihat bahwa yang terbaru Trump akhirnya bisa langsung menyatakan bahwa mengklaim bahwa sudah menelpon baik Hezbollah maupun Israel
07:35agar mereka sepakat untuk tidak melakukan serangan dulu.
07:39Menurut Mas Lidwan sendiri ini akan bertahan seperti apa? Bertahan berapa lama?
07:44Hezbollah sudah menyatakan ya bahwa mereka akan terus melakukan serangan kepada kota-kota di Israel.
07:53Itu sudah tegas mereka sampaikan dengan berbagai macam kanal media mereka.
07:58Dan tampaknya dari Iran sendiri juga tidak akan mengering itu karena bagaimanapun juga itu akan memecah konsentrasi setidaknya konsentrasi Israel.
08:08Di sisi lain Iran sedang membutuhkan jeda waktu untuk melakukan rekalibrasi kemampuan militernya.
08:16Mereka setiap hari melakukan produksi drone baru, mereka memindahkan koordinat-koordinat rudal balistiknya sehingga bersiap untuk kemungkinan perang berikutnya.
08:25Iran membutuhkan jeda waktu itu dan jeda waktu itu diberikan dengan sangat baik oleh Hezbollah dengan cara melakukan serangan-serangan
08:33secara random kepada kota-kota di Israel
08:36maupun serangan kepada tentara IDF yang sudah masuk ke selatan Sungai Litani di Lebanon Selatan dan itu akan sangat menyulitkan
08:44Israel.
08:45Di sisi lain Trump juga betul kata Mas Efata tadi terkunci dengan hubungan baiknya dengan Israel.
08:52Saya kira Trump juga sangat membutuhkan Israel termasuk juga dalam lobby-lobby politik dalam negeri Amerika Serikat.
08:59Kita tahu pemiru selah makin dekat November dan itu membutuhkan logistik yang luar biasa besar
09:04dan itu pasti didukung oleh korporasi atau jejaring ekonomi dari jaringan ionis Israel.
09:10Jadi sama-sama saling membutuhkan, sama-sama saling mengunci.
09:14Sama-sama saling membutuhkan dengan mengunci. Terlebih kalau kita lihat Israel sendiri bisa dikatakan terus melakukan serangan kepada Hezbollah
09:22karena memang memiliki armada militer yang juga canggih seperti yang tadi kita paparkan sebelumnya.
09:28Ada rudal maupun juga ada drone.
09:31Kemudian di sisi lain juga Hezbollah sendiri juga memiliki kekuatan senjata juga yang mumpuni.
09:38Kalau Mas Evata melihatnya, apa yang diklaim oleh Trump bahwa mereka akan berhenti sepakat sementara
09:45untuk tidak melakukan penyerangan, ini apakah akan bertahan sehingga akhirnya Iran dan juga Amerika Serikat ini melakukan negosiasi
09:53atau justru keduanya tidak mengindahkan itu dan terus melakukan serangan?
10:01Dalam posisi yang seperti ini, tampaknya memang harus ada tekanan-tekanan secara militer ya
10:10untuk memuluskan jalannya diplomasi.
10:12Ini ya biasa dengan koersif diplomasi.
10:15Tetapi kita bisa melihat bahwa pembagian tugas ini justru malah memperparah kondisi dunia hari ini.
10:21Kita tahu bahwa sebenarnya titik poin utamanya bukan terkait cuma dengan nuklir ya,
10:25tetapi dengan penguasaan wilayah, terkait dengan masalah ekonomi juga,
10:29dan juga terkait dengan bagaimana menjaga muka agar sama-sama mendapatkan strategik victory lah gitu dari masing-masing pihak.
10:36Tetapi dengan berjalannya waktu malah kondisi ini jauh dari harapan.
10:40Maka ke depan tampaknya mau dan tidak mau akan ada tekanan secara internasional.
10:45Tekanan secara internasional itu saat dimana ketika perang ini dilaksanakan begitu panjang ya,
10:50dengan bantuan militer banyak pihak dan kita tahu bahwa dunia malah sepakat untuk membuka Selat Hormuz secara paksa ya,
10:57dan juga kita melihat bahwa posisi Iran juga makin terhimpit,
11:00maka ke depan tampaknya perang ini membuat Iran ya,
11:03sama dengan koalisi-koalisinya terpaksa harus membicarakan dan mengkalibrasi ulang gitu.
11:08Sebenarnya apa-apa saja yang bisa disepakati.
11:10Sementara dulu, ya terkait dengan minimal genjatan senjata ini masih tambah panjang.
11:14Kalau kita lihat situasi hari ini justru malah tambah parah.
11:17Iran malah mengeluarkan dekret, tidak akan ada lagi diplomasi jenis apapun,
11:20dan harus secara langsung dengan Iran.
11:22Maka semua komunikasi yang tertutup ini membuat bahwa Iran siap untuk melakukan perang,
11:27begitu juga dengan proksi-proksi yang selama ini berada di sana.
11:30Maka itu yang dianggap oleh Israel sebagai bagian celah,
11:34dan serangan-serangan ini sebenarnya ada serangan-serangan presisi yang sudah dipersiapkan dengan Amerika Serikat.
11:39Kita tahu bahwa sudah ada pemindahan senjata ratusan ton ya, selama ini, pelan-pelan ya, Israel.
11:44Dan kita tahu bahwa Amerika pelan-pelan juga pasti harus melakukan deskalasi.
11:48Maka ke depannya bisa saja Israel yang melanjutkan perang bersama dengan aliansi Abraham Accord 2.0.
11:53Nah ini yang kita takutkan nanti ke depannya.
11:55Dan setelah Bab El-Mandeb juga diancam oleh Iran, akan ditutup.
11:58Dan maka akan ada krisis dunia yang baru, karena itu berkaitan dengan perdagangan terusan Suez.
12:03Kalau bahas Ridwan sendiri, melihatnya apakah perundingan ini betul-betul akan terancam
12:09dan sudah tidak punya titik temu lagi karena Israel yang terus mengumpul Hezbollah
12:13atau dengan adanya ancaman dari klaim dari Iran yang menyatakan bahwa
12:19kalau seandainya Amerika Serikat terus membombardir Lebanon,
12:25maka perundingan ini tidak akan berjalan begitu.
12:28Ditambah lagi apa yang disampaikan oleh Donald Trump yang bilang bahwa sebenarnya Israel dan juga Hezbollah ini sudah sepakat.
12:34Jadi menurut Anda lebih ke arah mana ini perundingan akan bisa terrealisasi keduanya atau sebaliknya?
12:41Yang sangat diharapkan sebenarnya ada breakthrough jalan tengah ya.
12:45Dan itu bisa dilakukan sebenarnya oleh negara ketiga.
12:48Pakistan sudah mencoba melakukannya semaksimal mungkin, tetapi tampaknya gagal.
12:53Maka yang mungkin masih bisa masuk itu adalah Qatar.
12:56Kenapa Qatar? Karena Qatar ini bagaimanapun juga hubungan dengan Israel itu ada walaupun itu back channel.
13:03Qatar belum ratifikasi Abraham Accord dan hubungan dia dengan Hamas juga sangat bagus
13:09karena Qatar ini menampung para pimpinan Hamas di Doha.
13:13Tapi di sisi lain hubungan dengan Amerika juga sangat peserah sebenarnya.
13:17Jadi posisi Qatar ini adalah posisi mediator yang cukup oke kalau Pakistan gagal.
13:23Nah kalau kemudian misalnya ini Qatar bisa mengusulkan satu resolusi baru.
13:28Misalnya cheese fire atau genjatan senjata di Libanon Selatan yang ditaati bersama-sama antara Hezbollah dan Israel
13:37selama misalnya selama perundingan Amerika dan Iran berlangsung.
13:42Selama ini Qatar memang berkomunikasi baik dengan Hezbollah.
13:45Para pimpinan-pimpinan Hezbollah sering difasilitasi secara rahasia untuk terbang ke Qatar.
13:52Dan hubungan ini saya kira bisa digunakan Qatar untuk mendesak Hezbollah menahan diri untuk tidak melakukan serangan.
13:59Di sisi lain Amerika harus bisa meyakinkan Israel untuk juga berhenti dulu sejenak
14:05sampai kemudian dealnya ditandatangani, shielded dealnya antara Trump dengan Iran itu ditandatangani, dibereskan.
14:13Walaupun kita tahu tadi yang dijelaskan Mas Ifata, Israel pasti tidak akan mau
14:17karena Israel ini terus berupaya melakukan rayuan-rayuan maut kepada Amerika Serikat
14:22untuk melanjutkan perang dengan Iran.
14:24Jadi di satu sisi Israel ini memang tidak mau ada perdamaian dengan Iran
14:28karena mereka meyakini kalau perdamaian itu terjadi
14:31maka cepat atau lambat Iran akan membesar menjadi kekuatan poros utama di Timur Tengah
14:37yang bisa menyatukan poros-poros Islam yang lain dan membahayakan Israel.
14:41Jadi menurut Israel, mumpung masih lemah, mumpung Iran ini masih tertatih-tatih setelah digempur 47 hari
14:49ayo diserang sekarang, hancurkan sekarang.
14:52Itu kan narasinya Israel.
14:54Ya, kemudian Trump tidak mau seperti itu.
14:56Nah, jadi tampaknya Mas Yesir tunggu mungkin 1-2 hari
15:00apakah mungkin ada breakthrough, terobosan dari negara ketiga.
15:03Kalau itu ada mungkin saja masih ada harapan.
15:05Oke, berharap ada kontribusi dari negara-negara ketiga termasuk Qatar juga Pakistan.
15:11Anda juga melihat hal yang sama Mas Ifata, bahwa sebenarnya masih ada peluang untuk duduk negosiasi.
15:18Baik, dalam beberapa diplomasi kita juga coba untuk membaca pola ya
15:23bahwa selama ini sudah ada pola tidak langsung.
15:26Diplomasi tidak langsung dengan Oman, ya kan awalnya itu sangat indah gitu ya.
15:30Terus habis itu bersama dengan Pakistan, ya juga dengan Qatar begitu.
15:35Tetapi justru kali ini Iran juga merasa bahwa diplomasi itu menjadi ajang pelemahan gitu, menurut mereka.
15:40Karena kita tahu kelompok-kelompok yang berdiplomasi ini adalah kelompok-kelompok yang dianggap moderat begitu.
15:46Maka sebenarnya kelama-kelamaan, seolah-olah ada udang dibalik batu,
15:50seolah-olah ada rencana penggulingan terhadap rezim yang sedang berpuas.
15:53Itu yang ditakutkan secara intelijen oleh pemerintahan Iran dan juga IRGC gitu.
15:57Maka dalam bentuk-bentuk hari ini, mereka justru membatalkan dan juga merubah semua strategi.
16:03Mereka mengatakan bahwa kalau ingin berdiplomasi,
16:05hentikan dulu serangan terhadap Lebanon dan baru kita bicara gitu bersama dengan Iran, direct gitu ya.
16:11Jadi tidak ada secara back channel lagi.
16:12Nah itu yang disampaikan oleh Iran ya kepada dunia.
16:18Dan hal itu yang menjadi titik temu dari kondisi hari ini.
16:21Dan tampaknya agak sedikit sulit juga.
16:24Agak sedikit sulit tapi tentu saja kita berharap ya ada negosiasi yang terjalin dan juga jadi
16:29begitu antara Iran, Israel maupun juga dengan Amerika Serikat.
16:32Terima kasih Mas Elfata dan juga terima kasih Mas Liduan Habi telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
16:37Salam sehat semuanya.
16:38Salam sehat.
16:39Terima kasih selamat sore.
Komentar