Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim membacakan nota pembelaan atau pleidoi di sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor, Selasa (2/6/2026).

Nadiem menilai, kasus yang menjeratnya saat ini tidak bisa dilepaskan dari budaya dan iklim politik yang ada di pemerintahan.

"Temukanlah keseimbangan antara profesionalisme dan tata krama politik. Karena gesekan kecil bisa jadi dendam besar," ujar Nadiem.

Baca Juga Nadiem Makarim Tegaskan Tak Rugikan Negara, Sebut Pengadaan Chromebook Hemat Rp3,9 Triliun di https://www.kompas.tv/nasional/672425/nadiem-makarim-tegaskan-tak-rugikan-negara-sebut-pengadaan-chromebook-hemat-rp3-9-triliun



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672427/nadiem-makarim-di-sidang-pleidoi-gesekan-kecil-bisa-jadi-dendam-besar
Transkrip
00:00Yang mulia, saya sadar, saya bukan pemimpin yang sempurna.
00:08Saya menjadi menteri di umur 35 tahun, tanpa pengalaman di pendidikan, birokrasi, maupun politik.
00:20Di sektor swasta, semua itu serba cepat.
00:24Kejujuran berpendapat dihargai, dan semua keputusan berdasarkan data.
00:32Di dalam pemerintahan, gerak cepat bisa beresiko.
00:38Kelugasan sering diartikan sebagai kesombongan.
00:43Dan banyak keputusan yang berdasarkan pertimbangan politik.
00:49Harapan saya, dengan membawa profesional muda berprestasi masuk ke dalam pemerintahan,
00:57kementerian bisa menjadi lebih gesit dan lebih efektif.
01:01Walaupun strategi ini berhasil, yang tidak saya antisipasi adalah besarnya gesekan dari pihak internal yang merasa tersingkirkan.
01:15Banyak yang periuk nasinya terganggu.
01:19Banyak juga yang tersinggung, karena mereka merasa tidak dihargai.
01:27Harus saya akui, saya memang amatir di bidang politik.
01:36Berbagai undangan acara saya tolak, apabila tidak berhubungan langsung dengan program saya.
01:43Sehingga, banyak sekali pihak yang tersinggung.
01:48Saya kurang soan ke berbagai tokoh, karena saya tidak memahami seluk-beluk peta politik.
01:57Dalam berbagai meeting, saya sering memotong basa-basi di awal pertemuan.
02:03Karena ingin masuk ke materi secepat mungkin, dan terlihat tidak santun.
02:09Saya kadang pelit waktu dengan media, karena saya merasa lebih penting kerja nyata, daripada kelihatan bekerja.
02:21Di dunia profesional, semua perilaku ini dihargai.
02:27Tetapi di dalam pemerintahan, ini menimbulkan persepsi angkuh, kurang berbudaya, dan kurang santun.
02:41Ini adalah kesalahan saya saat menjabat menjadi menteri.
02:47Saya lupa bahwa jabatan menteri itu adalah jabatan politik.
02:52Di mana hubungan baik lintas institusi dan organisasi harus menjadi prioritas.
03:01Saya begitu gigih melakukan transformasi dengan cepat.
03:06Saya tidak merangkul pihak-pihak lama dalam upaya perubahan tersebut.
03:13Saya meremehkan ritual politik, padahal itulah yang dapat membuat perubahan yang berkesinambungan.
03:23Karena didukung semua pihak.
03:26Saran saya untuk generasi berikutnya yang sedang mempertimbangkan untuk mengabdi kepada negara.
03:35Temukanlah kesimbangan antara profesionalisme dan tata kerama politik.
03:43Karena gesekan kecil bisa menjadi dendam besar.
03:50Yang mulia, pengadaan laptop hanya satu bagian kecil dari program digitalisasi pendidikan.
03:57Banyak yang mungkin tidak menyadari bahwa hal yang lebih krusial adalah pengembangan platform teknologi yang terpadu.
04:08Yang bukan hanya memberikan akses, belajar, materi belajar dan mengajar.
04:14Tetapi menutup celah korupsi dan kerugian negara.
04:21Penggunaan teknologi meningkatkan seluruh transparansi.
04:27Transparansi anggaran.
04:29Transparansi kegiatan.
04:32Namun banyak sekali pihak yang tidak menginginkan transparansi tersebut.
04:40Platform Merdeka mengajar.
04:43Aplikasi yang digunakan lebih dari 2 juta guru di Indonesia.
04:48Menghilangkan berbagai acara pelatihan offline berbayar yang menguntungkan berbagai pihak.
04:57Triliunan anggaran yang biasanya dikerahkan untuk pelatihan kurikulum lenyap dengan pelatihan gratis via aplikasi.
05:08Asesmen nasional berbasis komputer yang beralih dari materi hafalan ke logika dan nalar kritis menutup lahan bisnis bimbel dan buku
05:20soal yang terus membebani orang tua.
05:23Dan menutup jual beli bocoran soal yang menjadi sumber pendapatan banyak oknum.
05:31Pemutahiran siplah atau e-commerce untuk sekolah menutup celah permainan anggaran antara oknum pemda dan kepala sekolah di daerah.
05:42Dengan digitalisasi PPG online dan seleksi kompetensi P3K online permainan bawah meja untuk mendapatkan sertifikasi dan status ASN lenyap seketika.
05:59Yang mulia, teknologi bukan hanya menjadi alat perubahan.
06:05Teknologi adalah senjata terbaik melawan korupsi dan bocornya anggaran pendidikan.
06:18Ironi terbesar dari kasus ini adalah selama saya menjabat, saya terus berjuang melawan korupsi dengan mendigitalisasi segala tata kelola sistem
06:31pendidikan.
06:34Transparansi yang saya bangun itu ternyata dilawan balik.
06:41Seperti yang dikatakan seorang mantan dirjen saya dan budayawan, masa lalu sedang menyerang masa depan.
06:52Inilah konflik yang sedang terjadi di seluruh negara kita.
06:58Masa lalu sedang bertengkar dengan masa depan.
07:02Kelompok yang ingin perubahan bentrok dengan kelompok yang ingin menjaga status quo.
07:10Saya yakin bukan hanya saya yang merasakan gesekan ini.
07:16Di seluruh Indonesia, dalam setiap institusi, dalam setiap komunitas, gesekan ini terjadi.
07:25Bagi anak muda di luar sana yang telah berupaya melakukan perubahan, ketahuilah ini, kalian tidak sendirian.
07:37Dan walaupun jalan hidup kalian sering terasa penuh dengan tantangan,
07:43Sadarilah bahwa perasaan itu dialami oleh setiap penggerak perubahan di sejarah negara kita.
07:57Keresahan adalah cikal bakal dari perubahan.
08:03Yakinilah itu.
08:06Yang mulia, seluruh hidup saya, saya frustrasi dengan persepsi bahwa negara kita terus diremehkan di luar negeri.
08:1816 tahun saya hidup di luar negeri, jarang sekali orang mengenal Indonesia.
08:26Saya kembali ke tanah air untuk berkarya.
08:31Karena saya percaya pada potensi bangsa kita.
08:35Dan saya ingin kita dihormati dunia.
08:40Saya mendirikan gojek bukan untuk menciptakan unicorn.
08:45Tetapi karena saya melihat potensi para ojek yang selalu diremehkan orang lain.
08:54Saat itu, banyak orang melihat ojek sebagai sumber permasalahan di jalanan.
09:03Tetapi saya melihat ojek sebagai sumber daya manusia terpenting untuk ekonomi kita.
09:12Di awal perjalanan gojek, saya pun ditertawakan.
09:17Sudah jauh-jauh sekolah di Harvard, malah buat bisnis ojek.
09:23Bertahun-tahun tidak ada yang mau investasi.
09:26Tidak ada yang percaya potensi ojek.
09:30Tapi saya tahu.
09:32Karena saya sehari-hari bersama mereka.
09:37Bahwa para ojek itu punya potensi yang sangat besar.
09:42Mereka bisa profesional.
09:44Mereka bisa dipercaya.
09:46Mereka bisa melakukan berbagai hal yang kompleks.
09:51Saya tidak melihat ojek sebagai driver.
09:55Saya melihat ojek sebagai manusia.
09:57Yang kalau diberikan kesempatan.
10:02Kalau diberikan dukungan teknologi.
10:05Bisa menjadi pilar ekonomi bangsa.
10:11Dan ternyata benar.
10:15Jutaan UMKM.
10:18Dan puluhan juta masyarakat.
10:20Di seluruh Indonesia.
10:22Sekarang bergantung para ojol.
10:26Melihat ojol dimanusiakan.
10:30Melihat mereka dihormati.
10:34Bahkan disapa oleh pemimpin bangsa.
10:38Ini adalah kebahagiaan terbesar saya.
10:42Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan