00:00Yang mulia, saya sadar, saya bukan pemimpin yang sempurna.
00:08Saya menjadi menteri di umur 35 tahun, tanpa pengalaman di pendidikan, birokrasi, maupun politik.
00:20Di sektor swasta, semua itu serba cepat.
00:24Kejujuran berpendapat dihargai, dan semua keputusan berdasarkan data.
00:32Di dalam pemerintahan, gerak cepat bisa beresiko.
00:38Kelugasan sering diartikan sebagai kesombongan.
00:43Dan banyak keputusan yang berdasarkan pertimbangan politik.
00:49Harapan saya, dengan membawa profesional muda berprestasi masuk ke dalam pemerintahan,
00:57kementerian bisa menjadi lebih gesit dan lebih efektif.
01:01Walaupun strategi ini berhasil, yang tidak saya antisipasi adalah besarnya gesekan dari pihak internal yang merasa tersingkirkan.
01:15Banyak yang periuk nasinya terganggu.
01:19Banyak juga yang tersinggung, karena mereka merasa tidak dihargai.
01:27Harus saya akui, saya memang amatir di bidang politik.
01:36Berbagai undangan acara saya tolak, apabila tidak berhubungan langsung dengan program saya.
01:43Sehingga, banyak sekali pihak yang tersinggung.
01:48Saya kurang soan ke berbagai tokoh, karena saya tidak memahami seluk-beluk peta politik.
01:57Dalam berbagai meeting, saya sering memotong basa-basi di awal pertemuan.
02:03Karena ingin masuk ke materi secepat mungkin, dan terlihat tidak santun.
02:09Saya kadang pelit waktu dengan media, karena saya merasa lebih penting kerja nyata, daripada kelihatan bekerja.
02:21Di dunia profesional, semua perilaku ini dihargai.
02:27Tetapi di dalam pemerintahan, ini menimbulkan persepsi angkuh, kurang berbudaya, dan kurang santun.
02:41Ini adalah kesalahan saya saat menjabat menjadi menteri.
02:47Saya lupa bahwa jabatan menteri itu adalah jabatan politik.
02:52Di mana hubungan baik lintas institusi dan organisasi harus menjadi prioritas.
03:01Saya begitu gigih melakukan transformasi dengan cepat.
03:06Saya tidak merangkul pihak-pihak lama dalam upaya perubahan tersebut.
03:13Saya meremehkan ritual politik, padahal itulah yang dapat membuat perubahan yang berkesinambungan.
03:23Karena didukung semua pihak.
03:26Saran saya untuk generasi berikutnya yang sedang mempertimbangkan untuk mengabdi kepada negara.
03:35Temukanlah kesimbangan antara profesionalisme dan tata kerama politik.
03:43Karena gesekan kecil bisa menjadi dendam besar.
03:50Yang mulia, pengadaan laptop hanya satu bagian kecil dari program digitalisasi pendidikan.
03:57Banyak yang mungkin tidak menyadari bahwa hal yang lebih krusial adalah pengembangan platform teknologi yang terpadu.
04:08Yang bukan hanya memberikan akses, belajar, materi belajar dan mengajar.
04:14Tetapi menutup celah korupsi dan kerugian negara.
04:21Penggunaan teknologi meningkatkan seluruh transparansi.
04:27Transparansi anggaran.
04:29Transparansi kegiatan.
04:32Namun banyak sekali pihak yang tidak menginginkan transparansi tersebut.
04:40Platform Merdeka mengajar.
04:43Aplikasi yang digunakan lebih dari 2 juta guru di Indonesia.
04:48Menghilangkan berbagai acara pelatihan offline berbayar yang menguntungkan berbagai pihak.
04:57Triliunan anggaran yang biasanya dikerahkan untuk pelatihan kurikulum lenyap dengan pelatihan gratis via aplikasi.
05:08Asesmen nasional berbasis komputer yang beralih dari materi hafalan ke logika dan nalar kritis menutup lahan bisnis bimbel dan buku
05:20soal yang terus membebani orang tua.
05:23Dan menutup jual beli bocoran soal yang menjadi sumber pendapatan banyak oknum.
05:31Pemutahiran siplah atau e-commerce untuk sekolah menutup celah permainan anggaran antara oknum pemda dan kepala sekolah di daerah.
05:42Dengan digitalisasi PPG online dan seleksi kompetensi P3K online permainan bawah meja untuk mendapatkan sertifikasi dan status ASN lenyap seketika.
05:59Yang mulia, teknologi bukan hanya menjadi alat perubahan.
06:05Teknologi adalah senjata terbaik melawan korupsi dan bocornya anggaran pendidikan.
06:18Ironi terbesar dari kasus ini adalah selama saya menjabat, saya terus berjuang melawan korupsi dengan mendigitalisasi segala tata kelola sistem
06:31pendidikan.
06:34Transparansi yang saya bangun itu ternyata dilawan balik.
06:41Seperti yang dikatakan seorang mantan dirjen saya dan budayawan, masa lalu sedang menyerang masa depan.
06:52Inilah konflik yang sedang terjadi di seluruh negara kita.
06:58Masa lalu sedang bertengkar dengan masa depan.
07:02Kelompok yang ingin perubahan bentrok dengan kelompok yang ingin menjaga status quo.
07:10Saya yakin bukan hanya saya yang merasakan gesekan ini.
07:16Di seluruh Indonesia, dalam setiap institusi, dalam setiap komunitas, gesekan ini terjadi.
07:25Bagi anak muda di luar sana yang telah berupaya melakukan perubahan, ketahuilah ini, kalian tidak sendirian.
07:37Dan walaupun jalan hidup kalian sering terasa penuh dengan tantangan,
07:43Sadarilah bahwa perasaan itu dialami oleh setiap penggerak perubahan di sejarah negara kita.
07:57Keresahan adalah cikal bakal dari perubahan.
08:03Yakinilah itu.
08:06Yang mulia, seluruh hidup saya, saya frustrasi dengan persepsi bahwa negara kita terus diremehkan di luar negeri.
08:1816 tahun saya hidup di luar negeri, jarang sekali orang mengenal Indonesia.
08:26Saya kembali ke tanah air untuk berkarya.
08:31Karena saya percaya pada potensi bangsa kita.
08:35Dan saya ingin kita dihormati dunia.
08:40Saya mendirikan gojek bukan untuk menciptakan unicorn.
08:45Tetapi karena saya melihat potensi para ojek yang selalu diremehkan orang lain.
08:54Saat itu, banyak orang melihat ojek sebagai sumber permasalahan di jalanan.
09:03Tetapi saya melihat ojek sebagai sumber daya manusia terpenting untuk ekonomi kita.
09:12Di awal perjalanan gojek, saya pun ditertawakan.
09:17Sudah jauh-jauh sekolah di Harvard, malah buat bisnis ojek.
09:23Bertahun-tahun tidak ada yang mau investasi.
09:26Tidak ada yang percaya potensi ojek.
09:30Tapi saya tahu.
09:32Karena saya sehari-hari bersama mereka.
09:37Bahwa para ojek itu punya potensi yang sangat besar.
09:42Mereka bisa profesional.
09:44Mereka bisa dipercaya.
09:46Mereka bisa melakukan berbagai hal yang kompleks.
09:51Saya tidak melihat ojek sebagai driver.
09:55Saya melihat ojek sebagai manusia.
09:57Yang kalau diberikan kesempatan.
10:02Kalau diberikan dukungan teknologi.
10:05Bisa menjadi pilar ekonomi bangsa.
10:11Dan ternyata benar.
10:15Jutaan UMKM.
10:18Dan puluhan juta masyarakat.
10:20Di seluruh Indonesia.
10:22Sekarang bergantung para ojol.
10:26Melihat ojol dimanusiakan.
10:30Melihat mereka dihormati.
10:34Bahkan disapa oleh pemimpin bangsa.
10:38Ini adalah kebahagiaan terbesar saya.
10:42Terima kasih telah menonton.
Komentar