Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim meragukan bukti kerugian negara atas pengadaan Chromebook yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.

Nadiem bilang, program itu justru menghemat pengeluaran negara.

Saat membacakan nota pembelaan, Nadiem menyebut pengadaan Chromebook saat ia menjabat sebagai menteri telah menghemat belanja negara hingga Rp3,9 triliun.

Menurutnya, angka itu jauh dari nilai kerugian negara yang disampaikan jaksa dalam tuntutan yakni Rp1,98 triliun.

Ia juga membantah, viralnya narasi pembuatan "WhatsApp Group", yang disebut-sebut membahas tentang pengadaan laptop dan Chromebook, sebelum dirinya resmi dilantik sebagai menteri.

Sidang pembacaan nota pembelaan Nadiem Makarim, diwarnai insiden mati lampu. Hakim pun menskors sidang yang sempat gelap gulita.

Tak lama berselang, aliran listrik kembali normal dan diikuti sorak dari pendukung Nadiem Makarim.

Sebelumnya, pada 13 Mei lalu, usai sidang tuntutan, jaksa penuntut umum, Roy Riady menegaskan ketidakmungkinan proyek pengadaan yang bernilai lebih dari sembilan triliun rupiah, berjalan tanpa adanya keterlibatan menteri.

Roy pun pastikan, tim jaksa menjalankan tugas secara profesional dan menyadari adanya tanggung jawab moral maupun spiritual atas proses hukum yang dijalankan.

Baca Juga [FULL] Nadiem usai Sidang Pledoi Kasus Chromebook: Kasus Paling Janggal dalam Sejarah Tipikor di https://www.kompas.tv/nasional/672413/full-nadiem-usai-sidang-pledoi-kasus-chromebook-kasus-paling-janggal-dalam-sejarah-tipikor

#nadiemmakarim #chromebook #pledoi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672425/nadiem-makarim-tegaskan-tak-rugikan-negara-sebut-pengadaan-chromebook-hemat-rp3-9-triliun
Transkrip
00:00Sorotan lain saudara mantan Mendik Butristek, Nadiem Makarim,
00:03meragukan bukti kerugian negara atas pengadaan Chromebook
00:06yang menjeratnya di pengadilan negeri Tipikor Jakarta.
00:10Nadiem bilang program itu justru menghemat pengeluaran negara.
00:23Nadiem berperlukan dengan sejumlah karyawan Gojek
00:28saat membacakan nota pembelaan, Nadiem menyebut
00:31pengadaan Chromebook saat ia menjabat sebagai menteri
00:34telah menghemat belanja negara hingga 3,9 triliun rupiah.
00:40Menurutnya, angka itu jauh dari nilai kerugian negara
00:43yang disampaikan Jaksa dalam tuntutan, yakni 1,98 triliun rupiah.
00:48Ia juga membantah viralnya narasi pembuatan WhatsApp Group
00:52yang disebut-sebut membahas tentang pengadaan laptop dan juga Chromebook
00:56sebelum dirinya resmi dilantik sebagai menteri.
01:03Kebijakan kementerian untuk memilih Chrome OS yang gratis
01:07secara mutlak telah menghemat pengeluaran negara Indonesia
01:13setidak-tidaknya 3,9 triliun rupiah.
01:18Kalau saya dinyatakan bersalah, apakah artinya negara berpendapat
01:24bahwa seharusnya kementerian memilih opsi yang lebih mahal?
01:28Narasi WhatsApp Group disebarkan sebagai bukti niat jahat saya.
01:35Selama berbulan-bulan hoax ini disebarkan.
01:40Tidak ada satupun perbincangan WA Group sebelum saya menjadi menteri
01:46mengenai pengadaan laptop maupun Chromebook
01:50tetapi terlanjur viral.
01:56Orang-orang yang tadinya tidak percaya saya korupsi
01:59mulai mempertanyakan kejujuran saya.
02:04Sidang pembacaan nota pembelaan Nadiem Makarim
02:07diwarnai insiden mati lampu, sodara.
02:10Hakim pun men-skor sidang yang gelap gulita ini.
02:15Tidak lama berselang, aliran listrik kembali normal
02:17dan diikuti sorak dari pendukung Nadiem Makarim.
02:30Sebelumnya, sodara, pada 13 Mei lalu
02:33usai sidang tuntutan Jaksa Penuntut Umum
02:35Roy Riyadi menegaskan ketidakmungkinan
02:40proyek pengadaan yang bernilai lebih dari 9 triliun rupiah
02:44berjalan tanpa adanya keterlibatan menteri.
02:47Roy pun pastikan tim Jaksa melakukan tugas secara profesional
02:51dan menyadari adanya tanggung jawab moral maupun spiritual
02:54atas proses hukum yang dijalankan.
03:02Undang-undang keuangan negara memunturunya
03:05termasuk dalam perpres pengadaan merangkiasa
03:07menteri itu selaku pengguna anggaran
03:09dia bertanggung jawab terhadap anggaran
03:12ini anggaran tidak kecil, 9 triliun lebih
03:15yang dikelola seperti itu.
03:17barang mustahil kalau menteri hanya menyalakan
03:21bawahannya sekelas popi.
03:23Kalau popi yang bertanggung jawab, kenapa popi dipecatnya?
03:26Kami, tim teman-teman saya, dalam melaksanakan tugas ini
03:30berdasarkan profesional, berdasarkan tugas kami,
03:34dan kami juga tahu akan dimintai bertanggung jawaban
03:37diyaumil akhirat.
03:39Itu.
Komentar

Dianjurkan