Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemilik wedding organizer Marwah, yang diduga menipu pasangan pengantin di Bekasi, Jawa Barat, ditangkap.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penipuan ini dan mempertemukan pelaku dengan para korban. Polisi menangkap pemilik wedding organizer Marwah yang telah menipu sepasang pengantin saat resepsi pernikahan di Aula Gedung Islamic Center, Kota Bekasi, 23 Mei lalu.

Sempat kabur, kedua pelaku sepasang suami istri ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Polisi membawa dua pelaku ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa.

Total 58 calon pengantin yang diduga jadi korban penipuan, namun baru 24 pasangan yang melapor ke polisi. Pelaku mengaku minta waktu enam bulan untuk mengganti uang korban.

Para korban mengaku merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Salah satu pasangan pengantin tertipu sebab tak ada katering hingga dekorasi saat resepsi pernikahan.

#WO #bekasi #womarwah

Baca Juga Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 yang Digelar Pemprov Bali Berlangsung Khidmat | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/672161/upacara-hari-lahir-pancasila-2026-yang-digelar-pemprov-bali-berlangsung-khidmat-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672162/pemilik-wedding-organizer-marwah-yang-tipu-pengantin-di-bekasi-ditangkap-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara pemilik wedding organizer Marwah yang diduga menipu pasangan pengantin di Bekasi, Jawa Barat ditangkap.
00:06Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penipuan ini dan mempertemukan pelaku dengan para korban.
00:17Polisi menangkap pemilik wedding organizer Marwah yang telah menipu sepasang pengantin
00:22saat resepsi pernikahan di Aula Gedung Islamic Center, Kota Besai, 23 Mei lalu.
00:28Sempat kabur, kedua pelaku sepasang suami istri ditangkap di Bandung, Jawa Barat.
00:34Polisi membawa dua pelaku ke Pores Metro Jakarta Timur untuk diperiksa.
00:43Total 58 calon pengantin yang diduga jadi korban penipuan, namun baru 24 pasangan yang melapor ke polisi.
00:51Pelaku mengaku minta waktu 6 bulan untuk mengganti uang korban.
00:56Ini sudah saya sampaikan langsung, inilah keterespananan kami.
01:01Saya sudah bertanya, tapi tidak akan cukup seperti itu.
01:05Nanti akan saya perintahkan kepada Pak Penyidik.
01:08Para korban mengaku merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.
01:13Salah satu pasangan pengantin tertipu sebab tidak ada catering hingga dekorasi saat resepsi pernikahan.
01:19Tim Liputan Kompas TV
01:24Lebih lengkap kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Edwin Chan dan juga juru kamera Yanwa Ruslim di Polres Jakarta Timur.
01:32Selamat siang, Edwin. Jadi total berapa banyak korban yang sudah melapor sampai hari ini?
01:41Selamat siang, Medop dan juga Saudara.
01:43Sampai sekarang, dari pemeriksaan awal, dan ini berdasarkan laporan awal yang memang diterima oleh Polres Metro Jakarta Timur,
01:51tempat yang melalui satreskrin seperti itu memang baru diberitahu ada satu laporan saja yang memang tertunjuk dari Aldo dan Feni.
02:01Sebagaimana kita ketahui bersama kalau sebelumnya Aldo dan Feni ini sempat merilis, mengunggah video mereka ke media sosial,
02:09dan ini nampaknya diramai, viral seperti itu, Medop dan juga Saudara, dan akhirnya berlanjut ke laporan polisi lebih lanjut.
02:16Nah, Medop dan juga Saudara memang laporan ini hanya baru satu, laporan awal disebutkan oleh pihak kepolisian.
02:22Karena mengapa demikian dari pemeriksaan yang dilanjutkan oleh Satreskrin Polres Metro Jakarta Timur,
02:28dan memang ini telah eskalasinya sudah sampai Polda Metro Jaya, namun sampai sekarang memang masih ditangani oleh Polres Metro Jakarta
02:34Timur,
02:35itu mendapati totalnya ada 57 korban lainnya.
02:38Ini berarti ada 57 pernikahan atau 57 pasangan seperti itu yang memang menjadi korban dari penipuan yang dilakukan oleh wedding
02:48organizer Marwah.
02:49Atau Marwah ini memang menyebut dirinya adalah catering service, namun juga menawarkan fasilitas-fasilitas lainnya.
02:55Nah, ada yang perlu dicermati dari ke-57 selain kasus utama yang memang nantinya disebutkan akan dilakukan rilis oleh Kasat
03:05Reskrim langsung,
03:06Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.
03:08Nah, dari total 58, berarti 57 tambah 1, itu 56 diantaranya itu belum berhasil melaksanakan pernikahan,
03:18dan memang menjadi korban penipuan di dalam proses persiapan pernikahan mereka.
03:23Jadi memang ini baru berupa pembayaran-pembayaran awal, seperti down payment, DP-DP di awal,
03:28dan juga dua pasangan lainnya, yang merupakan salah satunya adalah kasus utama ini,
03:34itu telah melaksanakan pernikahan, namun tidak sesuai dengan fasilitas yang dijanjikan oleh wedding organizer Marwah.
03:41Menurutnya juga saudara, jika dapat kita lihat ke dalam proses penyelidikan yang telah terjadi,
03:46memang untuk kedua pelaku yang berinisial RM dan juga ER ini telah ditetapkan sebagai tersangka,
03:53dan telah ditahan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.
03:57Nah, dari pemeriksaan yang telah dilakukan, di sini Polda Metro Jaya juga ikut andil,
04:03yakni dengan mempertemukan antara tersangka dengan para korban, ini sebagai bentuk transparansi.
04:09Disebutkan, diklaim seperti itu, kemudian ada beberapa korban yang memang hadir,
04:14berdasarkan lokasi domisili mereka, lalu menjalankan dialog dan juga klarifikasi,
04:20supaya pemeriksaan juga dapat dilakukan secara komprehensif, bukan hanya pada tersangka, dan juga pada korban.
04:25Nah, menurutnya juga saudara, ada beberapa hal yang ditemukan.
04:28Yang pertama, mereka memang melakukan persiapan pernikahan itu dengan baik, terutama di kasus yang terakhir.
04:36Jadi memang Aldo dan Feni, selaku korban, ini mengaku telah mendapatkan beberapa rapat,
04:44dan juga telah melakukan beberapa persiapan yang memang dilakukan langsung, maupun secara online.
04:49Namun, berselang acara, yakni pada 10 hari sebelum pernikahan, ini memang dilakukan technical meeting.
04:55Kalau technical meeting biasanya detail, membahas runtut dari awal sampai akhir,
04:59ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh wedding organizer.
05:02Dan ini dinyatakan akan diberitahukan satu hari sebelum acara.
05:07Nah, lalu yang ditemukan berikutnya adalah beberapa hari jelang acara setelah technical meeting tersebut dijalankan,
05:14dari pihak pemilik fasilitas gedung atau sarana yang digunakan oleh korban,
05:21ini mengaku belum dibayar secara penuh.
05:24Totalnya ada beberapa kekurangan down payment dan juga pelunasan yang belum dilakukan.
05:30Ini tentunya menjadi atensi dari para korban, lalu dari sana sudah mulai tercium baunya.
05:35Untuk kasus penipuan ini.
05:38Medop dan juga saudara, kalau kita melihat dari pemeriksaan sementara,
05:44korban maksud kami tersangka dicerat pasal perbuatan curang dan juga pasal penggelapan,
05:49dan penyidik masih sampai sekarang akan melakukan.
05:51Kami akan dengarkan bersama, akan pantau untuk Anda terkait dengan rilis yang akan dikeluarkan oleh
05:55kasat reskrim, Polres Metro Jakarta Timur pada hari ini.
05:58Medop kembali ke studio.
05:59Baru satu korban yang melapor ke polisi, terima kasih laporan Anda jurnalis Kompas TV Edwin Chan
06:04dan juga juru kamera Yanwarus Lim dari Jakarta Timur.
Komentar

Dianjurkan