Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAYAPURA, KOMPAS.TV Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut dirinya memahami karakter masyarakat Papua saat berpidato dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura.

"Memahami Papua harus dengan perasaan. Cinta harus bertemu dengan cinta. Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik. Selama ini orang Papua menghadapi strategi dan taktik," ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Jumat (29/5/2026).

"Di tangan orang-orang yang punya rasa, maka senjata tidak akan dibuat untuk perang. Senjata akan dibuat untuk kemanusiaan dan keadilan," lanjutnya.

Baca Juga Mengenal ERP, Skema Jalan Berbayar yang Diusulkan Dedi Mulyadi di Jabar di https://www.kompas.tv/info-publik/670879/mengenal-erp-skema-jalan-berbayar-yang-diusulkan-dedi-mulyadi-di-jabar

#dedimulyadi #papua #jayapura

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671993/emosional-dedi-mulyadi-pidato-di-papua-dengan-perasaan-tak-bisa-bertemu-strategi-dan-taktik
Transkrip
00:00Memahami Papua harus dengan perasaan lagi.
00:04Cinta harus bertemu dengan cinta.
00:07Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik.
00:11Masyarakat Papua, masyarakat yang memiliki nilai sosiologis yang tinggi,
00:16dia terbuka bagi siapapun.
00:18Orang Sunda di sini bisa hidup.
00:23Saya tahu orang Papua itu penyayang, hidup penuh dengan cinta,
00:27lembut, mirip orang Sunda.
00:30Tapi ada karakter yang mungkin kalau di era kompetitif agak berat,
00:35pundungan.
00:37Apa itu pundungan?
00:38Kalau dia tersinggung, dia tak mau lagi bermain bola dengan baik.
00:44Dia tidak mau lagi belajar dengan baik.
00:48Anak-anak Papua yang di saya banyak sejak saya bupati,
00:52saya ngurus mereka sepak bola, saya sekolahin mereka,
00:55saya kuliahin mereka, dan di beberapa staf saya hari ini ada beranak-anak Papua.
00:59Saya ngerti.
01:00Untuk itu, bukan dia yang harus mengerti kita.
01:04Kita yang harus mengerti dia.
01:05Kalau makan tidak boleh terlat, karena itu orang Sunda sama.
01:09Orang perasa, Pak.
01:12Dia perasa.
01:14Seringkali kita memahami orang perasa sebagai orang yang kalah dan mudah dikalahkan.
01:19Tidak.
01:20Dia punya ikatan emosi yang sangat tinggi.
01:23Karena orang perasa, maka memahami Papua harus dengan perasaan lagi.
01:29Cinta harus bertemu dengan cinta.
01:33Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik.
01:37Selama ini orang Papua menghadapi strategi dan taktik dengan perasaan.
01:42Untuk itu, apa yang harus dilakukan oleh Pak Doktor sebagai pimpinan grup WA
01:48yang membuat pertemuan hari ini sampai mengundang saya
01:53merubah, menambah mindset sama seperti orang Sunda dan orang Jawa.
01:58Memasukkan teknokrasi bagi kaum perasa.
02:01Kalau teknokrasi dipegang oleh perasa, maka teknokrasinya menjadi ethno-science.
02:13Negara lain mengajarkan teknokrasi, tapi tidak mengajarkan perasaan.
02:20Kita punya perasaan, kita punya teknokrasi.
02:25Di tangan orang-orang yang punya rasa, maka senjata tidak akan dibuat untuk menjadi perang.
02:30Senjata akan dibuat untuk kemanusiaan dan keadilan.
02:34Terima kasih.
03:03Ini adalah komitmen kami.
03:05Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:09Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan