00:00Memahami Papua harus dengan perasaan lagi.
00:04Cinta harus bertemu dengan cinta.
00:07Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik.
00:11Masyarakat Papua, masyarakat yang memiliki nilai sosiologis yang tinggi,
00:16dia terbuka bagi siapapun.
00:18Orang Sunda di sini bisa hidup.
00:23Saya tahu orang Papua itu penyayang, hidup penuh dengan cinta,
00:27lembut, mirip orang Sunda.
00:30Tapi ada karakter yang mungkin kalau di era kompetitif agak berat,
00:35pundungan.
00:37Apa itu pundungan?
00:38Kalau dia tersinggung, dia tak mau lagi bermain bola dengan baik.
00:44Dia tidak mau lagi belajar dengan baik.
00:48Anak-anak Papua yang di saya banyak sejak saya bupati,
00:52saya ngurus mereka sepak bola, saya sekolahin mereka,
00:55saya kuliahin mereka, dan di beberapa staf saya hari ini ada beranak-anak Papua.
00:59Saya ngerti.
01:00Untuk itu, bukan dia yang harus mengerti kita.
01:04Kita yang harus mengerti dia.
01:05Kalau makan tidak boleh terlat, karena itu orang Sunda sama.
01:09Orang perasa, Pak.
01:12Dia perasa.
01:14Seringkali kita memahami orang perasa sebagai orang yang kalah dan mudah dikalahkan.
01:19Tidak.
01:20Dia punya ikatan emosi yang sangat tinggi.
01:23Karena orang perasa, maka memahami Papua harus dengan perasaan lagi.
01:29Cinta harus bertemu dengan cinta.
01:33Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik.
01:37Selama ini orang Papua menghadapi strategi dan taktik dengan perasaan.
01:42Untuk itu, apa yang harus dilakukan oleh Pak Doktor sebagai pimpinan grup WA
01:48yang membuat pertemuan hari ini sampai mengundang saya
01:53merubah, menambah mindset sama seperti orang Sunda dan orang Jawa.
01:58Memasukkan teknokrasi bagi kaum perasa.
02:01Kalau teknokrasi dipegang oleh perasa, maka teknokrasinya menjadi ethno-science.
02:13Negara lain mengajarkan teknokrasi, tapi tidak mengajarkan perasaan.
02:20Kita punya perasaan, kita punya teknokrasi.
02:25Di tangan orang-orang yang punya rasa, maka senjata tidak akan dibuat untuk menjadi perang.
02:30Senjata akan dibuat untuk kemanusiaan dan keadilan.
02:34Terima kasih.
03:03Ini adalah komitmen kami.
03:05Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:09Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar